Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
keluarga


__ADS_3

.


.


.


"kenapa bersembunyi?" tanya Ana sambil mengulurkan tangannya.


Wales pun mendekati Ana lalu mau digendong oleh Ana walau Wales takut pada Ana tapi sebenarnya Wales sangat menyayangi Ana, Ana akan sangat menakutkan jika Wales bersalah.


Wales sangat tau kesalahannya jika melukai pelayan pasti Wales akan meminta maaf dan memelas dengan imutnya pada Pelayan supaya tidak melaporkannya ke Ana karna Wales akan melakukan apa saja demi mendapatkan maaf Pelayannya itu, hukuman Ana jauh lebih menakutkan dibanding harga dirinya meminta maaf pada seorang Pelayan.


"uuh...! Putra Kesayangan Mommy." Ana mencium sayang pipi Wales yang hitam-hitam karna coklat.


"Mommy? Tatak ophi tak oleh les atan oklat..! les uka oklat." kata Wales yang mengadu Sophia tidak mengizinkan Wales makan Coklat karna bisa merusak gigi padahal Wales tidak tau apa itu merusak gigi.


Jika Wales suka harus dimakan bukan dilarang begitulah pemikirannya.


Ana tersenyum begitu menawan, "iya sayang..! Mommy tidak melarangmu makan coklat..! setelah ini kamu harus mandi terus gosok gigi ya?"


Wales menyeringai lebar lalu memeluk Ana dengan erat, Ana mencium sisi wajah Wales begitu sayang.


rasa Sayang dan Cinta Ana lah yang membuatnya harus tegas terhadap anaknya demi membentuk Kepribadian baik Wales supaya tidak manja dan semena-mena dengan status tingginya itu seorang Pangeran.


Ana sendiri yang memandikan Wales lalu berganti pakaian baju biasa karna pakaian Kerajaan tadi sudah kotor sementara Wales sebenarnya lebih nyaman memakai baju biasa lebih nyaman dibawa berlari.


"yang mulia Ratu telah tiba..!" teriak sang penjaga Ruangan Raja.


pintu terbuka,


Wales yang berpegangan tangan dengan Ana pun berlari memasuki Ruangan Sean.


"Dad?" teriak Wales dengan senang.


Sean yang sedang memangku Putri Adara pun menoleh, "anakku?" gumam Sean tersenyum lebar.


Putri Adara pun turun dari pangkuan Sean lalu berlari dengan kaki kecilnya ke arah saudara kembarnya yang tengah membaca buku anak-anak tentang buah-buahan.


Saudara Kembar Putri Adara adalah Pangeran Adrick Sanders.


"oh...! Pangeran kecilku." kata Sean memangku Wales lalu mengecup kening Wales.


Ana tersenyum tulus lalu duduk disamping Sean, "bagaimana pekerjaanmu Sean?" tanya Ana.

__ADS_1


"sudah sayang..!" jawab Sean menatap lembut Ana lalu memeluk Wales yang menyeringai lebar.


Sean tidak menyangka didikan Ana membuat Kepribadian Putra Kecilnya sangat baik, Sean bahkan terkejut ketika Wales pernah membuat salah satu Pengawal tersungkur ketika Wales bermain tali layang-layang, saat itu Wales tidak lari dari tanggung jawab malah mengobati kaki Pengawal itu dan memelas untuk tidak mengadu pada Ana padahal Wales seorang Pangeran.


seorang Pangeran yang akan menjadi Penguasa Kerajaan ini tapi Wales mau mengobati kaki orang yang punya status rendah hanya karna takut mereka mengadu pada Ana, Sean merasa beruntung Negaranya memiliki Ratu Bijaksana seperti Ana juga Penerus tahta seperti Wales yang sangat patuh dan tau cara menghargai orang sehingga tidak semena-mena walau Ia punya status yang sangat tinggi.


saat itulah Sean merasakan betapa hebatnya Ana mendidik Pangeran sulungnya itu, awalnya Sean cemas Putranya akan jadi pembangkang tapi ternyata tidak sama sekali malah takut pada Ana sehingga tidak berani semena-mena.


"Dad?" sapa Wales.


"iya nak?" sahut Sean terkekeh.


"Les au ulun...!" Pinta Wales membuat senyum Sean memudar seketika dan Ana tertawa lepas.


Wales pun segera melompat dari pangkuan Sean lalu berlari ke arah adik-adiknya, Sean begitu masam didepan Ana yang tawanya semakin membahana.


"sayangg?" rengek Sean.


"Sean? kenapa kamu tidak juga berubah hmm? kenapa kamu selalu kalah dengan Putramu sendiri?" ejek Ana.


Sean mendekati Ana lalu memeluk Ana dengan erat, "iya sayang..! aku selalu dipermainkan oleh Putraku sendiri, tapi anehnya aku sangat menyayangi mereka."


Ana mengelus-ngelus kepala Sean sambil tertawa, Sean memandang Putra-Putrinya yang begitu asik bermain, sekecil itu aja anak-anaknya bisa bahasa Indonesia dan bahasa Negara Sean bagaimana nanti kalau sudah besar?


sementara di Negara Indonesia,


An dan Carrina juga memiliki anak susun paku seperti impian Carrina selama ini.



anak pertama laki-laki berumur 5 tahun namanya Kenan.


anak kedua perempuan berumur 4 tahun namanya Karolsy Maldev.



anak ketiga perempuan berumur 3 tahun namanya Ketty Indah Maldev.



anak ke empat laki-laki berumur 2 tahun namanya Kanze Maldev.


__ADS_1


Carrina tidak pernah KB karna menurutnya benih suaminya terlalu berharga disia-siakan, Carrina sangat mencintai apapun tentang An jadi tidak pernah menyia-nyiakan benih An.


"Maaaa?" teriak Kenan berlari mencari Carrina.


"iya sayang?" sahut Carrina di Taman belakang berlari menyambut Putranya.


Kenan menemukan Carrina lalu mereka berpelukan dengan erat.


"oh anakku..!" gemas Carrina menciumi bahu Kenan.


"Mah? Kenan dapat bajju baluuu!" heboh Kenan yang baru saja masuk sekolah.


"oh ya sayang? mana baju nya?" tanya Carrina terkekeh.


Kenan melepaskan pelukannya dari Carrina lalu menarik tangan Carrina ke Ruang Tamu lalu Carrina melihat saja tingkah Kenan yang sibuk membuka tasnya dan mengeluarkan semua baju baru yang didapatkan dari sekolah baru Kenan.


Carrina tertawa lebar, "selamat ya sayang? kapan bajunya mau dipakai?" tanya Carrina dengan lembut.


"hali senin mah." jawab Kenan melompat-lompat girang.


Carrina tertawa karna tau Kenan sangat ingin sekolah dan An baru ada waktu mendaftarkan Putra sulungnya sekolah baru-baru ini, Kenan tidak mau sekolah Privat tapi maunya sekolah beramai-ramai.


"kalau begitu pakaiannya mamah cuci dulu ya?" izin Carrina.


Kenan mengangguk-ngangguk lalu berlari ke arah dapur, ketika didapur Kenan berteriak memanggil Carrina yang kaget pun segera menyusul Kenan.


Carrina menganga melihat Ketty dan Kanze berada diatas kulkas, "apa yang kalian lakukan sayang?" pekik Carrina segera menggendong Ketty dan meletakkannya dibawah lalu menggendong Kanze.


"meleka ambil itu mah." tunjuk Kenan.


Carrina menggeleng kepalanya, "kalian ini dapat jiwa pencuri dari siapa sayang? mamah tidak pernah mengajari kalian jadi pencuri." omel Carrina.


Ketty dan Kanze menunduk sambil memainkan jemari mungilnya sesekali mendongak dengan wajah memelas sedihnya yang sangat menggemaskan membuat Carrina luluh lalu memeluk anak-anaknya yang kegirangan dipelukan Carrina.


Kenan terkikik saja karna tau adik-adiknya hanya bersandiwara, tak berapa lama kemudian An datang menggendong Karolsy yang akrab dipanggil Sysy.


"ada apa sayang?" tanya An.


Kenan berlari ke An lalu memeluk kaki An.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2