
.
.
.
Ana tidak memaksa Sean untuk menurutinya karna Ia juga paham mana ada Anak yang mau menerima Ibu Sambungnya dengan mudah padahal jelas-jelas Ibu Kandungnya lebih baik dari wanita manapun didunia ini bagi seorang anak.
Etopy sampai menangis haru karna bisa berada di Lautan selama ini hidupnya memang tidak pernah sebahagia ini, dirinya yang tidak bisa hamil disebut Putri Terbuang tapi karna berteman dekat dengan Ibunya Sean maka Ibunya Sean langsung meminta Baboly menikahi Etopy karna Ia tidak mempercayai wanita manapun menjadi Ibu sambung Sean.
Etopy bukan wanita sempurna pun menerima lamaran Baboly berharap Sean mau menjadi anaknya tapi ternyata Sean tidak mau menerima wanita manapun selain Ibu kandungnya namun Etopy tidak memaksa tetap bertahan hingga Baboly perlahan mencintai Etopy karna apapun yang Etopy lakukan selalu mengingatkannya pada sosok Istri pertamanya.
"Ibu kelihatan sangat bahagia." kata Ana ke Sean.
Sean mengangguk pelan, "aku pikir dia mencintai Ayah maka nya dia mau menikah dengannya." jawab Sean.
"apa kamu tidak tau kalau Ibu menikahi Ayahmu karna permintaan terakhir Ibu kandungmu?" tanya Ana membuat Sean tertegun ditempat.
Ana melihat ekspresi Sean langsung mengerti kalau Sean memang tidak tau akan hal itu.
"jadi benar tidak tau? apa Ayahmu tidak bicara apa-apa?" tanya Ana lagi.
"da--dari mana kamu tau berita itu sayang?" tanya Sean serius.
"aku mendengar pembicaraan Pelayan setianya yang selalu sedih kalau kamu tidak mau dekat dengannya padahal Ibumu sudah mempercayaimu padanya, Ibu kandungmu tidak percaya wanita lain menjadi Ibu Sambungmu sementara waktu kamu kecil kamu sangat dekat dengan Ibu Etopy, Ibu selalu berkata pada Ibu Kandungmu kalau dia ingin punya anak sepertimu tapi yang lebih menyedihkan Ibu mandul jadi hanya bisa menyayangimu." jelas Ana.
Sean terpaku lagi, Ia mana ingat bagaimana masa kecilnya yang saat bayi begitu dekat dengan Etopy sampai berusia 3 tahun.
"aku serius Sean..? awalnya aku memang mencurigai Ibu Tirimu terlibat dengan kematian Ibu Kandungmu tapi malah mengetahui rahasia besar, dia bahkan rela terlihat jahat dimatamu asalkan kamu tidak mengasihaninya." kata Ana.
"dia tau kapan kamu mulai mengompol dan saat sudah tidak mengompol lagi, selama ini dia diam-diam mengawasimu." sambung Ana lagi.
"cukup Sayang..! aku mengerti." pinta Sean dengan mata berkaca-kaca.
Ana mengangguk pelan karna tau Sean sedang terguncang karna tidak tau apa-apa selama ini, Sean memperhatikan Etopy yang melompat-lompat seperti anak kecil menyapa angin.
"bahkan selama ini dia menyimpan jati dirinya selama ini demimu, aku kagum padanya sebagai wanita walau dia bukan pejuang sejati tapi dia wanita sejati." kata Ana dengan senyuman.
Sean diam karna Ia tidak menyangka kebenaran tentang masalah Etopy yang sangat banyak menyimpan Rahasia.
__ADS_1
.
kini Ana dan yang lainnya telah tiba di Vila serta Sean membantu Ana memasak.
(translete bahasa asing),
"apa sudah siap? kenapa cepat sekali? kenapa tidak menunggu Ibu nak?" cecar Etopy terlihat lebih cerah saat ini.
Ana heran selama ini Etopy dan Baboly turun tahta suka kemana-mana mengapa Etopy tidak ke Laut.
"tidak apa Ibu..! Ibu suka lautan kan? kenapa Ayah tadi kelihatan kaget? apa Ibu tidak memberitau Ayah kesukaan Ibu?" tanya Ana penasaran.
Etopy melihat ke arah Sean lalu ke belakang seperti melihat Baboly padahal tidak ada orangnya.
"hmm? Ibu sudah biasa menyembunyikan Perasaan ibu pada siapapun termasuk Yang mulia Raja." jawab Etopy malu-malu.
"Ibu mau minum?" tanya Sean.
"iya yang mulia..!" jawab Etopy namun sesaat kemudian Etopy sadar akan kata-kata Sean.
"i--Ibu?" gumam Etopy dengan nada tidak percaya panggilan Sean.
.
di Meja makan,
hanya suara sendok saja yang saling beradu di atas piring, Etopy diam-diam menatap Sean seakan ingin menanyakan sesuatu tapi bibirnya tidak mampu berbicara.
"ada apa dengan kalian?" tanya Baboly dengan heran tingkah Etopy dan Sean yang terbilang tidak seperti biasanya.
semua melihat ke arah Baboly lalu fokus dengan makanan masing-masing hingga Ana yang usil pun mengatakan yang sebenarnya.
"Ahahaha..!?" Ana tertawa keras melihat Sean yang canggung dan Etopy yang kikuk seakan-akan mereka berdua sangat cocok disebut Ibu-Anak.
bibir Baboly pun berkedut-kedut melihat ekspresi Istri dan anaknya.
Sean tersenyum menggenggam tangan Ana lalu mengecup punggung tangan dan telapak tangan Ana dengan mesra, Ana mengusap-ngusap kepala Sean.
"jadilah anak baik Sean..! jangan canggung pada Ibu lagi dan Ibu juga ku mohon jangan kikuk ya? kalian berdua sangat lucu." ledek Ana lalu kembali tertawa.
__ADS_1
makin malu-malu saja Etopy melihat ke Baboly yang juga seperti menahan tawa menatapnya.
.
malam itu Ana tidur di Vila itu bersama Keluarga Kecilnya.
Baboly dan Etopy tidak mengira tinggal di pinggir pantai lebih menyenangkan daripada tinggal di Istana yang sangat luas berhektar-hektar.
(Nae: pada dasarnya Manusia memang tidak pernah bersyukur dengan apa yang mereka punya, ini Real di dunia nyata dan dunia Novel).
kini Sean dan Ana duduk menghadap laut (balkon).
"apa kamu tidak dingin sayang?" tanya Sean dan Ana menggeleng kepalanya.
"kenapa Sean? kalau kamu mengantuk tidur saja." sahut Ana.
Sean menggeleng kepalanya, "tidak sayang..! aku ingin bersamamu."
Ana mengangguk lalu Sean memeluk Ana dari belakang.
"Terimakasih sudah memberitau Rahasia nya yang tidak aku ketahui selama ini." ucap Sean dengan tulus sementara Ana tersenyum.
"sebenarnya Ibu sambungmu baik tapi pemikirannya dangkal jika membahas kasih-sayang !? dia tidak pernah menjadi seorang Ibu jadi ketika punya anak jelas dia sangat canggung mengekpresikan kasih sayangnya." jelas Ana.
Sean bangga memiliki Ana yang telah membuat hubungannya dengan Etopy semakin baik, awalnya biasa-biasa saja dan tidak terlalu dekat tapi sekarang semakin menunjukkan perubahan walau tidak 100% karna masalah hati tidak bisa dibalik begitu saja dengan mudah jelas butuh beradaptasi.
mereka berbincang cukup lama sampai larut malam lalu Sean menggendong Ana yang memberontak belum mau tidur tapi ketika Sean memeluk Ana diatas Ranjang mata Ana langsung mengantuk berat dan tanpa dipandu lagi sudah masuk ke alam mimpi dengan mudah.
Sean perlahan membuka matanya mendengar suara dengkuran halus Istrinya, "sudah tidur?" gumam Sean seakan tidak percaya.
baru beberapa detik yang lalu Ana bilang tidak bisa tidur sekarang malah sudah terlelap padahal Sean yang tadi bilang mengantuk saja belum tidur sepulas itu.
Sean pun mengulum senyum lalu mencium sayang kening Ana juga memeluk Ana lebih erat lagi dan memejamkan matanya menyusul Ana ke alam mimpi.
.
.
.
__ADS_1