
.
.
.
An melihat ke arah Carrina pun tersenyum meradukan keningnya dengan kening Carrina.
"senang bermainnya hmm? sampai lupa pulang." tanya An dengan gemas membuat Carrina nyengir kuda mengapit erat lengan An dengan kedua tangannya itu.
Ibu Innah meminta pasangan yang sangat manis itu untuk masuk ke Panti Asuhan lalu membuatkan mereka minuman.
pembicaraan mereka begitu serius membahas perihal sumbangan sehingga An menjanjikan tempat tinggal yang layak untuk mereka semua, jika Xabara tau ada tempat seperti ini pasti Xabara akan langsung maju membangunkan Rumah yang layak untuk Panti Asuhan itu.
Ibu Innah tidak minta banyak hal selain Rumah tempat tinggalnya diperbaiki serta diperbesar untuk menjadi tempat tinggal anak-anak Panti, sebenarnya tanah itu milik Ibu Innah tapi tidak ada Orang yang minat membelinya karna pelosok kalaupun ada yang mau harganya tidak sepadan (harganya jatuh atau dibeli murah saja) sehingga Ibu Innah sangat berpikir keras untuk menjual Tanah nya disana.
Carrina sangat senang betapa rendah hati dan baiknya An terhadap Orang-orang kecil, Carrina tau kalau An adalah Pria yang sangat baik walau terhalang dengan topeng dingin dan datarnya itu, buktinya An mau menolong orang asing seperti Carrina dulu sampai-sampai Carrina tidak bisa melupakan An.
"terimakasih Tuan..! Terimakasih Nona." ucap Ibu Innah berkali-kali mengatakannya sampai An membawa Carrina masuk ke Mobil Carrina dan An lah yang menyetir lalu pergi dari sana.
Ibu Innah sampai sujud syukur saking senangnya ada Orang baik yang mau membantu anak-anak panti yang dirawatnya, sungguh Innah merawat mereka dengan modal perasaannya saja tidak ada niat terselubung menggunakan nama anak yatim untuk mendapatkan uang demi kepentingan sendiri.
di dalam Mobil,
"An? kenapa kamu membeli Mobil semahal ini untukku?" tanya Carrina sambil tersenyum manis.
An menepuk-nepuk setir Mobil Carrina, "tapi kamu suka kan?" tanya An dengan gemas mencubit pipi Carrina.
Carrina tertawa lebar, "aku senang An..! Terimakasih, kamu sangat memanjakanku."
An mengangguk lalu menggenggam tangan Carrina mengecup punggung tangan Carrina dengan mesra, Carrina juga melakukan hal yang sama.
"aku tidak sabar menunggu bayiku tumbuh besar An." kata Carrina mengelus perutnya.
An terkekeh, "bersabarlah sayang..! berapa bulan lagi?"
Carrina dan An membahas umur bayi mereka sampai ke Mansion.
Carrina tidak membahas Wanita dimalam Pernikahan mereka memakai parfum itu pada An karna tidak mau disebut semena-mena sebagai Istri An, Carrina juga tidak mau membuat nama An rusak karna memiliki Istri yang tukang mengadu dan mengatur hidup Orang lain.
__ADS_1
Carrina mencari jalan tengah saja sehingga hidupnya tidak bermasalah, wanita itu pun merasa lega karna Carrina tidak menggunakan kekuasaannya untuk menjatuhkannya, kesombongan Wanita itu selama ini telah hilang sejak Carrina menegurnya dengan marah tapi tidak membuatnya jatuh bangkrut sehingga Wanita itu sadar dan belajar untuk berubah supaya disukai seperti Carrina walau tidak banyak yang suka setidaknya Ia tidak dibenci.
.
malam hari, di Sofa Kamar An dan Carrina.
"An aku membuatkanmu teh jahe supaya kamu tetap segar dan hangat." kata Carrina.
Carrina memiliki dapurnya sendiri di kamar itu walau tidak besar seperti dapur Maldev tapi kepedulian An membuatkan dapur untuk Istrinya supaya tidak bolak-balik turun ke Dapur Maldev.
"Terimakasih sayang." ucap An dengan senyuman.
Carrina tersenyum manis sambil duduk disamping An menyandarkan sisi wajahnya di pangkuan An namun tangannya sibuk memainkan Ponsel sementara An masih bekerja tapi tangannya masih sempat mengelus kepala Carrina dengan lembut.
Carrina tertawa cekikikan melihat komentar penggemarnya yang meminta Carrina untuk posting foto An dan Carrina lagi, mereka sudah serakah ingin melihat wajah tampan An saat tersenyum.
"kenapa hmm?" tanya An.
Carrina beralih ke An lalu memamerkan Akun sosmednya ke An yang terkekeh, apapun itu selagi Carrina senang maka An tidak melarangnya.
Carrina pun memposting fotonya bersama An saat malam Pernikahan yang kira-kira Carrina rela senyum suaminya di lihat penggemar, Carrina mendapatkan Penggemar yang baik-baik sejak bersama An.
"tidak sayang..!" jawab An.
"apa kamu tidak mau makan jagung bakar?" tanya Carrina mengerjab.
An seketika menelan salivanya yang langsung berselera, "ayo kita makan Jagung Bakar..!"
Carrina memekik kesenangan lalu mereka keluar malam-malam mencari Jagung Bakar yang enak dan makan ayam bakar kukus kesukaan Carrina di jalanan.
"aku kenyang banget An!" Carrina mengelus perutnya.
An tersenyum, "siapa suruh mau makan semuanya hmm? sok rakus tapi makanmu itu cuma porsi kecil." ledek An.
Carrina tidak marah malah nyengir malu-malu karna An katakan memang benar.
"apa sakit?" tanya An lalu Carrina menggeleng kepalanya manja.
"lain kali jangan makan terlalu kenyang ya? tidak baik." pinta An dan dengan patuh Carrina mengangguk-ngangguk.
__ADS_1
"mau kemana lagi?" tanya An dengan lembut.
Carrina minta pulang saja saat ini supaya An bisa istirahat atau melanjutkan pekerjaannya lagi sebab Carrina tadi mengganggu An bekerja.
.
An bekerja di sofa kamarnya sampai jam 12 malam lalu melihat ke pangkuannya Carrina tertidur pulas padahal An sudah minta Carrina tidur nyaman di ranjang tapi Carrina bersikeras menemani An padahal bukannya menemani An malah tertidur.
An mengangkat tubuh Carrina yang menggeliat, "An??" racau Carrina dengan suara serak.
"hmm?" sahut An mengulum senyum.
"aku sudah bilang akan menema--nimu." racau Carrina terbata-bata karna rasa kantuknya itu.
An tertawa tanpa suara lalu mengecup sayang kening Carrina yang begitu mencintainya, bagaimana An bisa tidak jatuh Cinta pada Wanita setulus Carrina jika perhatiannya seperti ini? Carrina sangat cocok dijadikan teman hidup sampai An tua nanti.
.
.
waktu terus berlalu hingga tidak terasa usia kandungan Carrina sudah genap 7 bulanan, Carrina dan An pergi ke Rumah Sakit menemui Dokter Amalia yang ternyata juga bisa mengatasi wanita hamil serta kelak bisa membantu persalinan Carrina.
"berdasarkan ciri-ciri kandungan Nona sepertinya calon bayi Nona dan Tuan Muda nanti laki-laki." kata Dr. Amalia memperlihatkan sesuatu di layar monitor USG.
Carrina dan An saling berpegangan tangan melihat layar Monitor, senyum Carrina merekah sempurna ketika Dr. Amalia menebak calon bayi Carrina jenis kelaminnya laki-laki.
"An?" Carrina tersenyum haru ke An yang tersenyum mengecup punggung tangan Carrina.
Dr. Amalia mencetak bukti hasil USG dan memberi pengarahan yang baik untuk kelancaran kelahiran Carrina nanti, Carrina harus rajin berolahraga ibu hamil supaya otot-otot rahim Carrina terlatih sehingga lancar melahirkan normal.
"terimakasih dok..!" ucap Carrina dan An bersamaan.
mereka berdua seperti pasangan bahagia yang sangat menantikan buah Cinta mereka berdua beberapa bulan lagi.
.
.
.
__ADS_1