Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
akrab


__ADS_3

.


.


.


setelah memasak dan mencoba rasanya sangat pas di lidah Ana, Para Pelayan pun meminta Rakyat berbaris rapi dan antri mengambil makanan.


Ana tidak lelah sama sekali memasak berkali-kali asalkan Stok sayur dan bahan pokok masih banyak, Sean mengeluarkan semua isi gudang untuk menyenangkan hati Ana yang begitu tulus pada semua rakyatnya tanpa membedakan.


dalam beberapa minggu,


nama Ana semakin melambung tinggi, para Petani juga dengan senang hati memberi pajak ke pihak Istana karna Ana menurunkan segala jenis bantuan dari pihak Istana untuk membuat panenan mereka semakin berkembang pesat sehingga hasil berlimpah ruah.


Rapat Perdana Menteri dengan Sean,


"Yang mulia Ratu sungguh hebat Yang mulia." puji Menteri 1.


"Para Rakyat malah berlomba-lomba mengantar Pajak ke Kita yang Mulia padahal belum jatuh tempo."


"yang mulia keuntungan yang kita dapatkan lebih besar 7 kali lipat dari pengeluaran yang Yang Mulia Ratu keluarkan."


"yang mulia harus memberi hadiah untuk yang mulia Ratu."


Perdana Menteri dari ujung ke Ujung sangat menyukai cara kerja Ana yang langsung turun ke lapangan meninjau para Rakyat, kini keuangan mereka semakin berlipat ganda hanya dengan modal sedikit saja.


Ana seorang pembisnis jadi masalah untung-rugi jelas sudah ada dalam otak jeniusnya.


Sean tersenyum bangga dengan kinerja Ana sebagai Calon Ratu sudah dipuja-puja padahal Ana belum diresmikan.


"aku akan siapkan Pesta Besar untuk Pernikahan kami dan semuanya hanya aku yang mengurusnya sedangkan kalian cari Bunga terindah di Negara sebelah untuk menjadi hiasan singgasana Ratuku nanti."


.


di Taman belakang,


Ana tengah bersantai dengan Para Pelayan dan berbincang-bincang tentang kegembiraan Rakyat dengan hasil panen mereka.


"aku sangat pandai meracik racun dan Obat, apalagi hanya penyubur tanaman itu sangat mudah bagiku." batin Ana terkikik dengan perkataan para Pelayan yang sangat kagum dengan kehebatannya.


Sophia juga tidak sabar melihat Pernikahan Ana dan Sean yang akan dibawa keliling area kekuasaan Sean sebagai pemimpin Negara.


"kalian terlalu berlebihan." kata Ana dengan genit membuat para Pelayan tertawa akan tingkah konyol Ana.

__ADS_1


Ana merasa berteman dengan Para Pelayan membuatnya merasa tidak kesepian, sejak dulu Ana selalu dihindari oleh teman-temannya karna Ana terlalu berkuasa belum lagi masalah An yang sampai mengancam teman sekampusnya dulu hingga sekarang tidak berani bertemu dengan An.


Ana punya banyak teman Kampus tapi tidak dekat seperti Xabara, Aya dan Irene. Ana hanya dekat dengan Alena begitu juga sebaliknya padahal mereka sebenarnya sangatlah sederhana tapi kekuasaan dan ketamakan manusia lah yang membuat Keluarga Ana terlihat menakutkan saat memberantas mereka.


.


Ana berjalan dengan tenang sesekali Ia berlari kecil di ikuti juga oleh Para Pelayannya yang senang sekali melihat Ana begitu ceria semakin terlihat cantik saja.


Ana sangat baik pada siapapun tapi kalau masalah hati maka Ana sangat berhati-hati sebab hati adalah masalah serius jika sakit tidak ada obatnya sementara luka diluar pasti ada obatnya maka dari itu tak heranlah Ana sangat tidak peduli dengan namanya Cinta.


"aku dengar yang mulia Raja tengah sibuk mendesain Ruangan Aula kita untuk merayakan Pernikahan mereka."


"apa?? kok bisa yang mulia turun tangan?"


"yang mulia sangat mencintai yang mulia Ratu."


Ana mendengar pembicaraan para bodyguard Sean pun berhenti sejenak lalu kembali melangkah sambil tersenyum tipis membayangkan Sean sendiri yang mendesain Pesta Pernikahannya sendiri hanya demi Ana.


"lucu nya." batin Ana ingin sekali menarik telinga Sean yang suka sekali menyusahkan diri sendiri.


Ana pun membuat ramuan khusus untuk menambah stamina Sean supaya tidak mudah terserang penyakit.


"Ana??" Sean kaget melihat Ana datang bersama Sophia dan beberapa Pelayan lainnya.


Ana tersenyum tipis lalu meminta Sophia memberikan minuman yang telah ia buatkan untuk Sean, Sean terpana melihat perhatian Ana terhadapnya sementara Para Pelayan lain membagi-bagikan minuman ke Para Pekerja yang semakin bersemangat mendekor Aula Pesta Pernikahan Ana dengan Sean beberapa hari lagi.


Sean meneguknya sampai habis namun matanya hanya menatap Ana saja.


"bagaimana? sudah merasakan perbedaannya?" tanya Ana.


Sean mengangguk-ngangguk, "segarnya."


Ana tersenyum, "jangan bekerja terlalu keras besok Papa dan Keluargaku akan datang jadi kamu harus menemaniku menyambut mereka."


Sean terkekeh lalu mengusap kepala Ana yang melirik tangan Sean sementara Sean malah senang dengan perhatian kecil Ana walau ada alasannya.


"aku memang perhatian tidak usah kepedean deh." dumel Ana lalu berbalik pergi dan mengibaskan rambutnya dengan angkuh.


Sean tertawa lepas melihat itu, "imutnya Ratuku ini."


Sean kembali melanjutkan pekerjaannya sebab masalah rakyat sudah tidak ada keluhan lagi malah mereka semua sedang berpesta di Pasar saking gembira nya penghasilan mereka semua sangat memuaskan.


.

__ADS_1


ke esokan harinya,


Keluarga Rovert tiba di Bandara dan disambut oleh Sean bersama Ana dikawal oleh Bodyguard Sean.


"Mommy? Papa?? Nenek?" Ana berlari ke arah Keluarganya lalu memeluk mereka bertiga sekaligus.


Alena dan Carrina yang tengah berangkulan tertawa lebar lalu An yang tangannya penuh membawa koper Alena, Carrina dan Kopernya pun memberitau Ana kalau Kerabat mereka yang lainnya akan tiba esok hari atau nanti malam.


"ayo kita kembali Papa, Mommy, Nenek, An, Carrina, Alena?" ajak Sean menyebut mereka semua satu persatu.


ternyata berita tentang Ana yang sangat dicintai Rakyat di Negara Sean telah sampai ke Telinga Keluarga Maldev, Ana sangat jenius dan cerdas tentu masalah seperti itu masalah kecil baginya (mengambil hati Orang).


di Istana,


Baboly dan Etopy pun tiba tepat waktu dari Negara tetangga dengan segala hormat mereka menyambut Keluarga Ana malah langsung memuji Rovert dan Xabara pasti bangga sekali punya anak jenius seperti Ana bahkan mereka mengakui kedatangan Ana adalah suatu berkah bagi Kerajaan mereka.


An menahan tawa saja sekuat tenaga lalu Carrina memukul paha An yang mengangguk menutupi bibirnya yang berkedut.


"jangan tertawa suamiku." pinta Carrina serius.


"iya Carrin sayang." jawab An terlihat tampan sekali An dimata Carrina saat menahan tawa seperti itu.


Carrina mengelus rahang An, "ini acara formal An! jangan menyinggung perasaan mereka."


An mengangguk sambil menatap gemas Carrina yang hanya tamatan SD tapi sangat tau menjaga tata krama orang berada.


Baboly dan Etopy sampai kaget juga ketika Xabara, Rovert dan Alena bisa bahasa mereka pantas saja Ana bisa secerdas itu ternyata Keluarga mereka Orang-orang jenius dan Baboly maupun Etopy yakin An dan Carrina juga cerdas walau tidak banyak bicara tapi dilihat sekilas saja mereka sudah tau.


"Sean? bagaimana? apa Ana nakal?" tanya Ratu.


Sean terkekeh, "tidak Nenek..! Ana sangat hebat, aku sampai angkat tangan dan hampir saja menyerahkan tahta kepadanya jika dia tidak mengomeliku."


mereka pun tersenyum yang mengerti bahasa Sean saja.


"apa kamu kena omel Ana?" tanya Rovert.


"iya Pa." jawab Sean.


"rasakan itu." ejek Rovert membuat mereka semua menahan tawa sekuat tenaga sedangkan Sean menekuk kedua alisnya.


Baboly dan Etopy sampai takjub Sean bisa seakrab itu dengan Keluarga Ana, walau tidak tau arti pembicaraan mereka tapi yang terlihat dimata mereka yaitu Sean begitu dekat dengan Keluarga Ana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2