Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak disangka


__ADS_3

.


.


.


An mencari Carrina yang ternyata sedang duduk santai didepan Balkon Ruangannya.


"aku mencarimu di Kamar kita tapi kamu malah disini sayang, sedang apa hmm?" An duduk disamping Carrina.


Carrina tersenyum cerah ke An lalu menunjukkan Album Foto Keluarga besarnya pulang dari Amerika.


"kamu benar-benar suka Album Foto ya? nanti di Hari Pernikahan kita semua Keluarga besarku akan berfoto dengan Kita." kata An.


Carrina merangkul lengan An serta meminta An memberitau siapa saja Keluarga yang dimaksud An selain Keluarga Aya ternyata ada Irene yang dianggap saudara Xabara, Carrina begitu kagum dengan pertemanan Xabara dengan sahabatnya sampai sudah punya anak yang semakin dewasa pun masih dekat walau tidak ada waktu bersama.


An melihat ke arah saku celananya dimana Ponselnya bergetar lalu mengangkat panggilannya.


"Tamu?" gumam An.


Carrina menatap An saja sambil mengerjab sedangkan tangan An yang lain mengusap rambut Carrina begitu lembut serta menyisirnya dengan menggunakan jemari tangannya.


"katakan padanya aku tidak bisa keluar, kalau dia butuh silahkan datang ke Perusahaanku." titah An.


Agus pun mengiyakan perkataan An.


"hmm..!" jawab An lalu menutup panggilannya secara sepihak.


"siapa An?" tanya Carrina.


"Orang tidak penting tapi tidak mau masuk ke Perusahaan ini malah ngajak bertemu diluar." jawab An mengusap pipi Carrina.


"Orang tidak penting?" beo Carrina mengernyitkan keningnya.


"iya..!" jawab An dengan senyuman.


"jadi kamu mau menemui Tamu tidak penting itu An?" tanya Carrina penasaran.


An menggeleng, "aku bilang apa?"


"tamu tidak penting." jawab Carrina seperti anak kecil ditanya gurunya.


"artinya?" tanya An malah main tanya-jawab dengan Carrina.


"tidak penting jadi tidak usah ditemui." jawab Carrina.


"nah itu tau." gemas An mencubit hidung Carrina yang tersenyum memejamkan matanya begitu senang dimanja oleh An.


An tidak peduli dengan Tamu yang tidak penting itu marah besar karna An juga tidak hormat pada Tamu itu mengapa An harus menyambutnya?

__ADS_1


"Cihh...! dasar pengecut...! bisa-bisanya dia mengajakku bertemu diluar, apa dia pikir kami sedekat itu sampai aku harus meluangkan waktu berhargaku deminya?" batin An.


Veroboy lah Tamu yang dikatakan tidak penting oleh An itu, mau Vero menunggu berjam-jam di Luar sana pun An tidak peduli sama sekali.


An malah asik bermesraan dengan Carrina mengabaikan tamu tidak penting itu yang sedang menunggunya di sebuah Restaurant entah apa tujuannya.


sore harinya,


An dan Carrina hanya melihat Ana yang akan berangkat ke Luar Negeri bersama Sean, begitu banyaknya Omelan panjang Xabara dan Rovert pada Sean serta berbagai aturan dari Rovert.


Alena terus saja memeluk Ana seolah belum rela melepaskan Ana, "kakak baik-baik disana ya?"


Ana mengangguk, "bisa tidak kamu membujuk Papa Alena?" bisik Ana.


Alena tersenyum lebar, "tidak bisa Kak..! kalau ada yang harus disalahkan itu seharusnya Abang Sean saja."


Ana mengerucutkan bibirnya, "benar sekali." gumam Ana dengan sebal.


Ana mendekati Xabara lalu dipeluk lembut oleh Xabara dan Ratu sekaligus.


"rasanya baru kemarin Mommy melihatmu berlari mencuri makanan di dapur sayang, Mommy tidak menyangka sekarang kamu sudah besar." kata Xabara dengan lembut.


Ratu terkekeh, "selalu saja main pisau."


Ana malah memasang wajah masam serta merengek tidak mau pisah dari Keluarganya, Sean berjanji pada Rovert dan Xabara akan menyelesaikan masalah nya selama 1 bulan penuh lalu kembali ke Indonesia.


Ana menatap kesal Sean yang terlalu mendominasi sehingga kedua Orangtuanya tidak bisa menahan nya disini hanya karna membawa nama Rakyatnya.


.


awalnya Ana memang berat meninggalkan Keluarga nya tapi ketika berada di dalam pesawat Ia malah tertawa riang seperti seekor burung yang baru saja dilepas dalam sangkar emas selama ini.


"Ana kamu baik-baik saja kan?" tanya Sean mulai cemas Ana sakit.


"aku baik-baik saja bahkan sangat baik-baik saja." jawab Ana merentangkan tangannya keatas dengan sangat bersemangat.


Sean memegang kening Ana, "sepertinya normal."


Ana menepis tangan Sean, "jangan berani memata-mataiku ya?" ancam Ana tidak main-main.


"aku tidak akan melepaskanmu Ana..! kepalaku jaminannya." kata Sean dengan serius yang memang sudah berjanji pada Rovert.


Ana mendengus lalu Ia melihat ke arah kaca, Ana benar-benar baru pertama kalinya pergi naik pesawat seorang diri biasanya selalu bersama-sama dengan Keluarganya.


Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal padahal baru beberapa menit yang lalu Ana merengek untuk tidak mau pergi tapi sekarang malah terlihat senangnya minta ampun. tiba-tiba Sean terkekeh tanpa suara, terkadang Ana juga punya sisi imut.


mereka menempuh waktu beberapa puluh jam dari sore tiba esok sorenya lagi mereka sampai ditempat tujuan.


"kenapa pegang-pegang?" Ana menepis tangan Sean yang berusaha menggenggam tangannya.

__ADS_1


"ini Negaraku Ana..! disini kamu akan menjadi buah bibir jika tidak berpegangan tangan denganku." kata Sean serius sambil menggenggam tangan Ana.


Ana menoleh sekitar terpaksa Ia menurut, "dasar Negara banyak Aturan."


"bersabarlah.! setelah ini jika kita berada di 1 tempat tertutup kamu boleh memperbudakku." pinta Sean serius.


Ana mendengar kata-kata Sean mengangguk setuju saja, kapan lagi Ia bisa memperbudak seorang Pangeran?


.


kedatangan Sean membuat pihak Mansion Megah bak Istana Negeri Dongeng geger karna Sean kembali bukan seorang diri melainkan membawa seorang Gadis yang sangat cantik, terlebih lagi Sean membawa barang-barang Gadis itu.


Raja dan Ratu Negara itu serta Abangnya Sean (Rebby Sanders) datang langsung ke depan Gerbang lalu mereka semua terperangah melihat Sean tengah berbincang dengan seorang Gadis tengah membelakangi mereka semua.


"Sean? apa kita harus menunggu disini?" tanya Gadis itu terlihat sangat cantik dari belakang.


"kenapa? panas?" tanya Sean mengipas-ngipasi wajah Gadis itu seperti seorang Pelayan (tukang kipas Raja).


"kenapa aturan kalian banyak sekali?" gerutu Ana yang malah biasa saja dikipasi oleh seorang calon penerus tahta.


"Sean?" panggil Raja.


pembicaraan Translete dari bahasa Asing.


Sean akhirnya sadar ada Keluarganya lalu Ana berbalik dan matanya menelisik setiap Keluarga Sean bukannya menyapa.


"maaf Ayah aku terlambat datang." ucap Sean sambil menggenggam tangan Ana.


Ana bertatapan langsung dengan Rebby Sanders yang tampak terpana akan kecantikannya.


"siapa ini?" tanya Sang Ratu Etopy mengangkat gaunnya mendekati Ana yang sangat menawan tanpa polesan apapun.


Ana akhirnya mengeluarkan suara membuat semua Orang membeku ditempat termasuk Sean yang tidak menyangka Ana bisa menguasai bahasa mereka.


Raja Baboly langsung mendekati Ana, "kamu bisa menggunakan bahasa kami?"


"yeah..!" jawab Ana.


Raja Baboly dan Ratu Etopy mencecar Ana dengan tenang Ana menjawabnya sampai-sampai Baboly menatap tidak percaya Sean bisa menemukan gadis Multitalenta seperti Ana menguasai banyak bahasa asing padahal Baboly belum melihat kelebihan Ana yang lainnya.


Sean tertawa canggung lalu merangkul pinggang Ana yang menatap datar ke arah Sean.


"Ana harus istirahat." kata Sean sambil membawa Ana pergi dari sana.


Sean melirik Rebby yang tidak berkedip memandang Ana, Sean pertama kali melihat Ana saja langsung jatuh Cinta sudah jelas disini Ana akan membuat Pria di Negara ini jatuh Cinta padanya dengan segala Pesona Ana yang tidak dimiliki wanita lain.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2