
.
.
.
Saga mendekati Agam dan melihat Papanya itu dari arah depan, Saga melihat Agam dari ujung kaki sampai ke ujung rambut membuatnya terdiam beberapa saat.
"kenapa disembunyikan?" tanya Saga menatap Agam dengan datar.
Agam terkekeh, "dimatamu itu hanya ada Alena saja, mana mungkin kamu mau melihatku." ejek Agam.
"seharusnya bilang juga kan? apa salahnya bicara?" balas Saga.
Agam meninju dada Saga yang mendengus seolah pukulan itu tidak sakit sama sekali.
"terimakasih sudah menemukan Alena sehingga Papa sembuh berkat Nyonya Xabara." ucap Agam ke Saga yang mematung mendengar Agam berterimakasih padanya.
dalam hidup ini Agam hanya meminta maaf pada Saga bahkan disaat jatuh sakit pun meminta maaf padanya, sekarang Saga mendengar Agam berterimakasih tentu hal yang sangat mencengangkan bagi Saga.
"bahagiakan Alena dengan sepenuh jiwa-ragamu son..! jangan pernah mengulang kesalahan Papa yang hidup dalam penyesalan." ujar Agam dengan senyuman.
Saga tersenyum tipis, "apa Papa tidak juga merelakan Mama?" tanya Saga.
Agam tertawa kecil, "sudah saatnya melepas rantai rasa bersalah ini..?! dia pasti tidak tenang dialam sana karna punya suami keras kepala sepertiku, Papa akan jalani hidup ini dengan baik sampai waktu itu tiba..!"
Saga dan Agam berbicara layaknya sepasang Ayah-Anak yang normal pada umumnya, ini semua karna Alena yang telah hadir ditengah-tengah mereka.
sejak dulu Alena selalu penenang bagi Saga yang menghiburnya ketika sedih, merapatkan lagi hubungan Saga dengan Agam yang sempat meregang karna harga diri masing-masing juga punya sifat keras kepala yang sama, hanya Alena yang bisa mengurangi sifat keras kepala nya Saga.
.
"Alena kamu cantik sekali sayang...!?" gemas Ana memperhatikan penampilan Alena yang sangat menawan seperti bidadari di masa kini.
Alena terkekeh malu, "apa benar Kak? apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Alena.
"mana berlebihan?" sahut Carrina tiba-tiba.
__ADS_1
Carrina memegang kedua tangan Alena, "Alena sayang? sebentar lagi kamu akan memulai kehidupan baru, kakak mohon kamu harus bisa menjaga Keluarga kecilmu nanti dengan baik."
Alena tersenyum mendengar nasehat Carrina.
"jangan biarkan pelakor hidup ya?" tegas Carrina membuat Alena tertawa.
"harga diriku tidak akan kalah dengan pelakor Kakak ipar, aku akan menusuknya dengan belati kekuasaanku." kata Alena dengan arogan.
Ana tergelak, "hebat Alena..! kamu tidak boleh kalah dengan calon pelakor yang melukai harga dirimu, keyakinanmu memilih Reyza sebagai pilihan akhirmu maka jangan jadikan dia noda dalam hidupmu yang berharga, mengerti??"
Alena mengangguk, "Alena sudah siap Kak."
Ana dan Carrina pun memeluk Alena dengan sayang layaknya Saudara yang saling mengasihi satu sama lain, mereka tertawa bersama karna teringat masa sebelum menikah.
acara berlangsung begitu tenang seperti berada di aula kerajaan, semua tamu Undangan seolah menghargai Sean yang seorang Penguasa di Negara lain, belum lagi An yang begitu dihormati serta Alena yang dikagumi.
Keluarga Maldev benar-benar Penguasa di Indonesia dan pantas disetarakan dengan Raja nya disini, jika mereka mau bergabung dengan dunia politik pasti akan sangat juara di hati banyak Orang tapi sayangnya Keluarga Maldev bukanlah Orang Kaya Serakah yang memanfaatkan ketenaran demi memperkaya diri karna mereka bisa sukses dengan jeri payah sendiri didukung modal sendiri.
acara yang di tunggu-tunggu pun tiba,
tukk...!!
seseorang mengetuk kepala Saga seolah sebuah pintu saja.
Saga menoleh ke arah samping dimana Sean dan An menatap datar dirinya, Saga nyengir kuda sambil garuk-garuk kepala.
"maaf bang." cengir Saga.
An dan Sean menggeleng kepala saja padahal mereka bisa di katakan seumuran hanya selisih bulan saja tapi demi menghargai Orang-orang hebat itu Saga memanggil Abang pada An maupun Sean.
Alena tersenyum manis menyambut tangan Rovert kemudian mereka jalan dengan tangan Alena melingkar di lengan Rovert menuju Saga yang seperti tidak sabar Alena tiba didekatnya, jika bukan karna keramaian mungkin Saga sudah melompat duluan ke arah Alena saking tidak suka nya menunggu.
Rovert tiba di hadapan Saga, "Reyza..? Alena adalah Putri Bungsuku yang selama ini aku jaga dan besarkan dengan penuh Cinta, sekarang aku percayakan dia padamu untuk mengambil alih apa yang selama ini aku lakukan."
"Iya Pa..! aku berjanji dengan nyawaku sendiri akan menjaga kepercayaanmu dengan baik, aku akan menjaga Alena dengan baik, menyayanginya, mencintainya serta merawatnya seperti Papa mencintainya selama ini. terimakasih telah melahirkan seorang perempuan yang begitu hebat untuk menjadi teman hidupku dikemudian hari Papa." kata Saga dengan tulus.
Rovert tersenyum tipis lalu menyerahkan tangan Alena pada Saga serta menepuk-nepuk pundak Saga, Saga tersenyum lebar lalu mengecup punggung tangan Alena dengan tatapan penuh cinta ke Alena saja.
__ADS_1
"silahkan menuju ke panggung pernikahan." pinta Carrina, Jimmy dan Ana dengan serentak.
Xabara, Ratu, Irene dan Aya sibuk menjaga cucu-cucu mereka tapi juga memperhatikan pasangan itu sambil senyam-senyum, siapapun tau kalau mata Saga memancarkan Cinta yang tulus pantas saja bisa menyenggol hati Alena yang sulit percaya akan mulut manis Pria dizaman sekarang.
"kalian sudah resmi menjadi suami-Istri..! kelak kalian akan menghadapi Rumah Tangga bersama, semoga selalu berbahagia sampai kakek-nenek." kata Pria berjas rapi yang menikahkan Alena dan Saga.
Saga menatap Alena dengan bahagia, "aku tidak akan mengecewakanmu Alena."
"aku masih belajar..! kamu harus sabar dengan sikapku." kata Alena.
Saga terkekeh, "aku bisa sabar dengan apapun yang kamu lakukan Alena, asalkan tidak meninggalkanku."
"kalau aku selingkuh?" tanya Alena menguji saja.
"akan aku singkirkan selingkuhanmu itu." jawab Saga dengan senyuman.
Alena menautkan kedua alisnya, "selingkuhanku? lalu aku??"
"aku tidak akan membahasnya denganmu dan memilih pura-pura tidak tau supaya Rumah Tangga kita baik-baik saja." kata Saga dengan senyuman sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam jas putihnya.
Alena menahan senyumnya menatap Saga, sungguh Pria yang romantis dalam ucapan padahal semua perempuan di Negara ini tau kalau Saga dikatakan tidak punya hati juga tidak ada pengalaman pacaran, namun perempuan yang mengejar Saga tentu banyak.
Saga membuka sebuah kotak mungil berisi Cincin pernikahan lalu Ia memasangnya di jari manis Alena begitu juga Alena memasang cincin di jari manis Saga lalu Saga mengecup lama kening Alena dan memeluk Alena dengan gemas. Alena melebarkan matanya dengan aksi Saga yang tidak tau malu itu membuat semua tamu undangan bersorak iri dengan pasangan itu.
"Saga..?" Alena melepaskan pelukannya dari Saga.
"apa berpelukan juga tidak boleh?" tanya Saga dengan raut wajah bak anak kecil.
"sadarlah Saga..! banyak Orang." desis Alena dengan mata melotot.
"kalian ini bermesraan tidak memikirkan Papa ya? Papa Jomblo nih." tiba-tiba Agam datang entah dari mana.
.
.
.
__ADS_1