Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menyukainya


__ADS_3

.


.


.


malam harinya,


Carrina berlari menuju gerbang Perusahaan BlackMalv tapi bukannya An yang Ia temukan malah Orang-orang BlackMalv yang kembali sedangkan An pulang ke Mansion Maldev.


Carrina kembali ke Kamarnya dengan lesu, "iya juga..! tentu saja Tuan Muda pulang ke Rumahnya, dia punya Keluarga memangnya siapa aku harus ditemui olehnya? keluarganya tentu lebih penting dari aku yang bukan siapa-siapa baginya." gumam Carrina dengan lesu.


Carrina menarik nafas berkali-kali lalu menghembusnya pelan sampai Ia merasa bosan lalu mencari udara segar meminjam Mobil Rop untuk dibawa keluar olehnya yang sedang suntuk tidak bisa melihat wajah Pria yang Ia rindukan.


di Mansion Maldev,


"mau kemana? kenapa tidak nginap?" tanya Xabara.


An melihat Xabara, Ana, Alena, Rovert juga Ratu yang merasa heran mengapa sejak tadi An seperti tidak sabar ingin segera pergi dari Mansion.


An menghela nafas, "apa lagi? bukankah An baik-baik saja sekarang? An mau lihat pekerjaan An yang tertunda."


"tidak bisa besok Bang?" tanya Alena.


"kenapa kamu tidak pernah betah di Mansion ha??" sambar Ana.


An diam saja seketika Xabara memicingkan matanya curiga.


"kamu menyukainya sayang?" tanya Xabara.


An diam sambil melirik Xabara sekilas saja, Ratu menganga, Rovert terbahak seketika berbeda dengan Ana dan Alena melebarkan mata dengan raut wajah syok tidak mengira An cepat juga jatuh cinta pada Carrina.


"Kak Carrina hebat sekali." puji Alena mengacungkan kesepuluh jarinya memuji pesona Carrina bisa membuat hati abang nya keras itu luluh dalam waktu singkat.


Ana mendekati An, "sejak kapan? apa karna dia cantik?" tanya Ana.


"apa aku seburuk itu dimatamu?" tanya An dengan datar.


"apa dia imut?" tanya Ratu.


Xabara tidak marah hanya paham saja dengan rasa suka An yang seorang Pria normal pasti akan jatuh Cinta cepat ataupun lambat.

__ADS_1


"apa dia menggemaskan?" tanya Ana lagi.


"tidak penting..! aku akan pergi menemuinya." kata An segera mendekati Xabara mencium pipi Xabara membuat Rovert melototkan matanya seketika.


"An!!" Rovert begitu cemburu pada Putranya itu.


"siapa suruh Papa tertawa seperti itu." An malah tersenyum lebar berlari menjauhi Keluarganya yang menganga selebar-lebarnya.


Xabara yang syok pun langsung tertawa seketika apalagi An terlihat tersenyum begitu lebar kembali seperti bocah yang bahagia dapat mainan baru.


"sayang?" Rovert menekuk alisnya memeluk Xabara dengan posesif.


"kenapa kamu membiarkan anak itu mencium pipimu ha?" tanya Rovert cemburu.


"anak itu anakmu juga, kenapa kau tidak berubah Rovert? kau sudah punya calon menantu, ingat umur...! masih aja cemburu sama anak sendiri." omel Xabara sambil melangkah pergi.


"sayangg?" rengek Rovert berlari mengejar Xabara.


Xabara sampai pusing sendiri menghadapi bayi besarnya itu yang tak kunjung dewasa sementara anak-anaknya sudah dewasa dan tidak bermanja-manja lagi dengannya tapi Rovert masih saja seperti itu.


Ratu mendekati Ana dan Alena menanyakan sosok yang bisa membuat seorang An punya hati baja juga kokoh itu hancur dalam sekejab karna pesona sosok yang disukai oleh An itu.


"iya Nek..! sangat cantik." sahut Ana juga.


Ratu begitu penasaran dengan sosok yang disukai An, "jika kalian memujinya sangat cantik pasti gadis itu sangat cantik ya, apa nenek tidak bisa datang ke Perusahaannya? kalian mau menemani Nenek?" tanya Ratu.


"dengan senang hati..!" jawab Alena dan Ana ceria merangkul lengan Kiri-kanan Ratu.


An memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Xabara jadi tidak heran lagi Xabara tau maksud hati Anaknya yang tidak sabar ingin menemui seseorang.


.


An tiba di Perusahaannya lalu mencari Carrina yang ternyata sedang keluar, An berubah datar mengapa Carrina keluar malam-malam.


An menghubungi Carrina tapi tidak diangkat alhasil An menanyakan Ponsel Rop untuk mencari tau GPS Mobil Rop itu berada lalu An langsung mendatangi tempat itu.


An mencari Carrina dengan memakai Topi serta masker menutupi wajahnya di Taman LoveXabara, entah mengapa An tidak nyaman membiarkan Carrina keluar malam-malam seorang diri apalagi dunia sangat kejam bagi perempuan cantik.


"dimana dia?" gumam An.


"akkkkkhhhhh!!" jerit Carrina membuat An menoleh ke arah gedung hantu.

__ADS_1


Rumah Setan tema Luar Negeri dan dalam Negeri, artinya hantunya bukan hanya hantu Indonesia saja ada hantu Luar Negerinya juga, tapi sebenarnya hantu Indonesia yang lebih seram dibanding hantu Luar Negeri yang masih bisa dikatakan hantu elit.


An langsung tau itu suara Carrina padahal banyak teriakan orang lain juga didalam Rumah Hantu itu, beberapa tahun yang lalu Taman LoveXabara memang membuat 1 Rumah hantu tema dalam dan luar Negeri berdasarkan permintaan banyak Orang yang suka dengan Taman LoveXabara.


"Carrina?" gumam An berlari ke arah gedung setan itu.


An menerobos para pekerja yang berjaga segera mengikuti An tapi ketika An membuka maskernya membuat nyali mereka menciut, alhasil tidak ada yang melarang penguasa Maldev itu yang memang pemilik Taman Hiburan tema Dubai itu namun tetap disatukan juga dengan tema Indonesia.


An berlari mencari Carrina yang ternyata sudah berada di Luar Gedung setan.


"huhh..! huh..! kenapa hantu Indonesia seram sekali?? apa mereka tidak punya pakaian lain? robek-robek semua, rambut tidak disisir, apa tidak ada dokter untuk menjahit luka mereka? apalagi tadi? suster kok ngesot-ngesot bagaimana cara mendorong pasien yang memakai kursi roda?" oceh Carrina begitu polos yang memang tidak pernah melihat hantu ketika melihat hantu palsu malah mengomel-ngomel.


Carrina meraup wajahnya sendiri lalu tersenyum cerah hendak melompat tapi tiba-tiba Carrina merasakan sesuatu dan Ia menoleh ke belakang.


"Tuan?" gumam Carrina yang instingnya memang kuat.


tanpa ragu Carrina kembali memasuki gedung setan itu mencari sosok yang Ia rasakan adalah An.


"aku yakin tadi merasakan kehadiran Tuan Muda, tapi dimana?" batin Carrina mengedarkan pandangannya.


Carrina fokus mencari An tanpa peduli manusia yang berdandan seperti hantu menakut-nakutinya padahal baru beberapa menit yang lalu Carrina menjerit histeris saking syok dan kagetnya tapi sekarang malah tidak ada takut-takutnya sama sekali.


"apaa?" tantang Carrina berkacak pinggang menatap hantu perempuan yang seperti Kunti itu dengan mata melotot galak.


"Carrina?" panggil An.


Carrina menoleh ke asal suara ternyata memang An, An berlari ke Carrina lalu memeluk Carrina yang kakinya langsung terasa lemas dipeluk oleh An tentu An menahan pinggang Carrina dan melepaskan pelukannya dari Carrina.


"kenapa?" tanya An memegang bahu Carrina.


Carrina melihat kakinya sendiri, "lemas..!" cicit Carrina sambil memegang lengan An yang menyentuh bahunya sebagai pegangan supaya Carrina tidak ambruk.


"kalau takut hantu kenapa memasuki tempat ini ha?" tanya An berpikir Carrina lemas karna hantu padahal kaki Carrina lemas itu penyebabnya dipeluk tiba-tiba oleh An.


Carrina kan sangat menyukai An jadi ketika bersentuhan fisik dengan An tentu saja tubuhnya gemetar dan lemas padahal bukan tidak suka hanya gugup serta hatinya seperti meleyot detik itu juga.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2