Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
ditawan


__ADS_3

.


.


.


An menarik nafas lalu bangkit dari duduknya dan menerima makanan yang rutin diantarkan oleh Pelayan Maldev buatan Xabara dan Ratu.


saat An sedang makan tiba-tiba saja Ia melihat notif di Ponselnya bahwa Mafia ternama berkelahi di jalanan dan salah satunya ada yang tertangkap, An tersentak segera mengambil ponselnya dan melihat foto yang beredar, Ia memperbesar foto itu dan menangkap sebuah tato di pergelangan tangan Orang yang tertangkap itu yaitu gambar Sayap Hitam merupakan lambang khas kesetiaan BlackMaster.


"sial...!!" An melempar sendok makannya melihat berita itu.


An berdiri dan lari Keluar dari Ruangannya ternyata Para Bawahannya sudah berlari berbondong-bondong ke arahnya.


"Tuan Mudaa?? Rop tertawan oleh Orangnya Lancord." ucap mereka semua terengah-engah sebab berlarian lewat tangga tidak muat dalam Lift tapi tidak ada yang mau mengalah sehingga kegilaan itu muncul ketika mereka berlarian lewat tangga darurat.


"kalian tetap disini..!" titah An.


"ba-baik Tuan." jawab mereka semua tanpa membantah.


"dimana Wel?" tanya An.


"ka-kami melihat Wel melarikan diri dari kejaran wanita katanya meminta diajarkan." jawab salah satu dari bawahan An tidak mengerti masalah Wel.


An mengangguk, "Egy kau ikut aku..!" titah An.


"baik Tuan Muda." jawab Pria yang dipanggil Egy melangkah maju dengan berani tanpa merasa takut diajak oleh An walau masuk dalam Neraka sekalipun.


An melangkah cepat (setengah berlari) dengan langkah lebar lalu Egy disemangati oleh kawanannya untuk segera menyelamatkan Rop karna bisa saja Teman mereka kehilangan jari Kelingking karna kegilaan Lancord itu.


.


dalam Mobil,


Egy melaju dengan kecepatan tinggi sementara An disamping Egy terlihat tenang saja melihat lurus kearah depan tanpa memegang bantuan apapun seolah sudah terbiasa dengan kecepatan tidak biasa Mobilnya itu.


An sengaja membawa Egy karna hanya Egy-lah satu-satunya bawahan An yang sangat jago membawa kendaraan alias Supir Profesional yang sangat handal dijalan raya atau jalan curam sekalipun.


"saya lebih cepat lagi Tuann!" izin Egy.


"hmm, tangan Egy dalam genggamanmu." jawab An serius.

__ADS_1


"baik Tuan." jawab Egy segera memijak pedal gasnya dan menambah kecepatan yang semakin tidak wajar.


tibalah An dan Egy di Mansion besar milik Lancord, An mengeluarkan sebuah gas pencuci perut yang akan membuat Orang-orang yang menghirupnya mengalami diare berkepanjangan.


"minum penangkalnya." An melempar 1 pil ke Egy yang segera menelannya begitu saja dan An Juga tanpa butuh Air minum mereka berdua bisa menelan pil itu.


Egy mengeluarkan Pistolnya mengikuti An yang tidak terlihat gentar sama sekali memasuki kandang Lancord yang katanya menakutkan itu.


An membawa Gas Diare yang terus mengeluarkan asapnya itu setiap para bawahan Lancord hendak menyerang An maupun Egy sudah tumbang duluan gegara sakit perut dan satu saja dalam benak mereka yaitu toilet.


"Lancooorrrddd!!! Keluar kauuu!!?" teriak An menggema.


Para Bawahan Lancord mendengar suara An segera menyerbu tapi sialnya Perut mereka malah terkena efek Gas Diare yang An bawa sehingga mereka semua berlarian seperti dikejar-kejar setan mencari Toilet jangan sampai tidak kebagian Toilet yang limited.


Lancord yang berada di Ruangan Bawah tanah tidak tau apapun masalah yang ada di Mansionnya, Ia malah bersenang-senang menyiksa Rop sampai babak belur, akan tapi ketika Lancord hendak memotong jari kelingking Rop yang tidak terlihat takut sama sekali itu para bawahan Lancord datang dengan tergesa-gesa sambil mengeluarkan kentut dan suara yang tidak nyaman diperutnya masih bisa melaporkan berita.


"Tu-Tuan?? Tuan An sudah datang..! ka-kami tidak bisa menghadapinya."


"Kurang Ajar kau...! berani sekali kau buang air didepan mataku..!" teriak Lancord menusuk bawahannya sendiri yang menjijikkan sampai mati.


Rop terkekeh mengeluarkan banyak air liur yang sudah berwarna merah, "sudah aku bilang Tuan-ku akan datang."


"sialan kau..!" kata Lancord dengan ganas menendang kaki Rop yang terjatuh tapi masih bisa tertawa.


Lancord mengepalkan tangannya hendak membunuh Rop tapi Ia teringat pada sosok Pujaan hatinya yaitu Carrina bisa saja dijadikan sandera oleh An.


"bedeb*h...!" umpat Lancord segera berlari dengan langkah seribu keluar dari Ruang bawah tanahnya.


Lancord berusaha mencari An yang Ia khawatirkan menemukan Carrina.


.


di tempat lain,


Carrina sedang memainkan setangkai Bunga Mawarnya dengan wajah yang di tutupi cadar namun rambutnya tertata sangat cantik seperti seorang Tuan Putri.


seperti biasa Carrina memainkan kelopak Bunga Mawar dan main tebak-tebakan seorang diri untuk melepas rasa bosannya itu.


"dia datang menjemputku? atau tidak? datang? tidak? datang? tidak..? Da...tangg??" seketika Carrina terhenyak ketika kelopak terakhir menyebutkan sosok itu akan datang.


"Akkkhhhh!!" teriak Para Pelayan wanita yang berjaga dibelakang Carrina.

__ADS_1


Carrina berdiri dari duduk nya di rerumputan lalu memutar tubuhnya ke arah belakang betapa terkejutnya Carrina melihat sosok Pria Tampan yang tengah menatap tajam dirinya dengan tangan memegang belati berlumur dar*h telah menghabisi Pengawal Carrina yang berjaga.


"kalian pergi...!" teriak Egy membuat Para Pelayan Kocar-kacir menyelamatkan diri sendiri tidak lagi memikirkan Tuan Putri mereka, Egy juga langit sebagai bentuk ancaman karna Ia tidak berani menembak perempuan itulah kelemahan Egy.


Carrina meremas tangkai mawar merahnya sehingga tangannya terluka karna duri nya tanpa disadari oleh Carrina.


"d-dia?? apakah dia?" Carrina menyadari paras An dulu tidak berbeda jauh dengan saat ini tapi yang sekarang jauh lebih dewasa dan sangat tampan dibanding ketika umur An 16 tahunan masih memiliki kesan sangat tampan namun masih ada wajah imutnya walau tubuhnya malah disebut Pria Macho.


"kau tawanannya?" An bertanya dengan dingin sambil melangkahkan kakinya ke arah Carrina.


Carrina sampai tidak bisa berkedip melihat raut wajah An yang kelihatan marah akan sesuatu, "a-apa dia datang untuk mencari Lancord?" batin Carrina melangkah mundur.


An tiba di hadapan Carrina yang melototkan matanya ke arah An, An tidak peduli dengan kecantikan mata Carrina sebab yang An pikirkan saat ini adalah keselamatan Orang setianya.


"dimana Tuanmu?" tanya An dengan dingin serta sungguh menusuk hati Carrina.


"Ak-Aku tidak tau." jawab Carrina dengan suara yang sangat halus karna takut.


"dimana dia...???" bentak An membuat Carrina memejamkan matanya begitu kaget.


"ak-aku pikir di-dia ada di Ruang Bawah Tanah." jawab Carrina.


"tunjukkan padaku..!" titah dingin An.


Carrina menggeleng kepalanya lalu An meletakkan ujung belatinya di leher Carrina yang mendongak saja dengan mata memerah juga menahan nafas bahkan Carrina hampir tidak bisa bernafas.


"tidak mau memberitau tempat persembunyian Tuanmu?" tanya An menyeringai.


"bu-bukan begitu..! ak-aku tidak punya akses memasuki Ruangan itu." cicit Carrina dengan pandangan serius.


"Aaaaannnnn!!!?" teriak Lancord menggema.


An melirik kesamping sambil tersenyum tipis akhirnya Lancord muncul juga.


"lepaskan Carrina-ku." teriak Lancord berlari ke arah An tapi ketika An berpindah posisi seketika membuat Lancord berhenti ditempat melihat belati penuh dar*h berada di leher Carrina.


"kau menyakitinya??" geram Lancord dengan sorot mata membunuh.


"kau pasti melukai Orangku kan? aku hanya membalas sedikit." jawab An dengan senyum menakutkannya sengaja memancing amarah Lancord.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2