Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
teror


__ADS_3

.


.


.


An mulai melingkarkan lengannya di pinggang Carrina yang malu di tatap An menyembunyikan wajahnya di bahu An, An mengulum senyum lalu mengecup bahu Carrina dan leher Carrina tapi tidak dikulit karna terhalang baju.


"apa mereka mengelus kepalamu?" tanya An dengan senyuman.


Carrina menggeleng kepalanya, "aku tidak mengatakan apa-apa tapi ketika mereka ingin mengelus kepalaku malah mengangkat tangan tinggi-tinggi dan bilang kalau kamu cemburu aku dielus oleh mereka, jadi...?"


"tidak ada yang mengelus kepalamu?" sambung An menebak dan Carrina mengangguk malu-malu.


Carrina sungguh belum terbiasa dengan rasa malunya itu, bagaimana Carrina bisa nyaman jika selama ini Ia sudah biasa memendam perasaan lalu kini seperti mimpi Pria yang dicintainya itu juga mencintainya, sungguh Carrina masih mencoba beradaptasi dengan rasa malunya tapi sangat suka sentuhan An atau sebaliknya, (malu-malu kucing).


"kenapa pipimu ini selalu merona hmm?" tanya An dan Carrina memukul bahu An.


"aku tau kamu hanya mengejekku An." kata Carrina menurunkan pandangannya sambil menutupi bibirnya yang memang merasa malu.


An tergelak lalu menoleh ke saku baju Carrina mendengar getar Ponsel, Carrina mengangkat panggilan itu dan wajahnya memucat seketika dan An langsung mengerti segera mengambil alih ponsel Carrina.


"Carrina Carol? kau benar-benar Carrina Carol? aku tidak menyangka kau sangat hebat bisa mendapatkan Tuan Muda An yang sangat berkuasa ya? apa yang kau lakukan? jangan bilang kau lupa pada Bibimu ini ya? aku bersusah payah mendapatkan nomor ponselmu, cepat datang ke Rumah Kedua Orangtuamu !! kau kaya dan bantu kami, keuangan kami sedang sulit." marah-marah wanita di ujung telfon.


"kenapa kau tidak bersuara? aku tau ini Nomormu, aku menghabiskan Pulsa untuk menghubungi pembawa bencana sepertimu, apa Tuan Muda tidak takut kalau Keluarganya nanti akan meninggal karna memiliki kekasih pembawa bencana sepertimu ha?" marah wanita itu lagi.


An berubah dingin lalu lengannya menarik pinggang Carrina sehingga memeluk An, Carrina langsung bergetar di tubuh An seperti menahan tangis dan panggilan terputus lalu An meletakkan Ponsel Carrina di mejanya.


An mengumpat pelan karna Ia tidak sempat melindungi data-data Carrina sehingga mudah bocor oleh peretas abal-abal, entah bagaimana cara wanita yang menyebut dirinya itu Bibi nya Carrina itu bisa menemukan nomor Ponsel Carrina.

__ADS_1


"An?? ap-apa aku memang pembawa bencana?" tanya Carrina dengan nada lirih.


An menggeleng kepalanya, "tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan untuk menjadi bencana malah manusia yang selalu membuat bencana."


Carrina langsung menangis di pelukan An, An memejamkan matanya semakin erat memeluk Carrina, memang siapapun yang mendengar serta melihat Carrina menangis pasti akan iba entah apa yang bisa membuat Orang kasihan dengan Carrina sehingga siapapun bisa terhipnotis juga ikut sedih jika Carrina menangis.


"An aku takut..! Bibi akan mengadu pada Mommymu lalu kita.. ki--kita..?" Carrina berkata dengan terputus-putus tidak melanjutkan kata-katanya karna tidak sanggup membayangkan hal itu.


An melepaskan pelukannya dari Carrina lalu menangkup kedua pipi Carrina sambil menghapus air mata Carrina yang terus mengalir membayangkan hal buruk terjadi dengan hubungan mereka.


"tidak ada manusia yang bisa memisahkan kita kan? bukankah aku sudah bilang kalau sekalipun dunia tidak merestui kita maka aku akan tetap bersamamu." ujar An dengan lembut.


Carrina menatap mata An yang begitu lembut dan serius berkata hal seperti itu padanya.


"An? ak-aku tidak bermaksud membohongimu dengan bilang tidak punya keluarga, sebenarnya aku memang ada Bibi yang punya 4 anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan. ak-aku sempat senang memiliki teman dan menyetujui permintaan sekretaris Papa memindahkan nama pemilik Rumah pada Bibi ta-tapi mereka berubah setelah itu, aku di usir karna bertengkar masalah boneka ku pemberian Papa dengan anak perempuannya..! hiks--hiks..! maka nya aku bilang kalau aku hanya punya nenek." kata Carrina dengan tersendat-sendat tangisnya.


An mendengarkan cerita Carrina, "bisa sebutkan padaku alamat Rumahmu?" tanya An.


"aku akan ambil Rumah itu untukmu." kata An serius tapi Carrina menggeleng-geleng kepalanya.


"aku tidak mau Rumah itu An, aku mau bersamamu..! aku tidak akan menempati Rumah itu." jawab Carrina.


"tapi itu Rumah Kedua Orangtuamu kan?" tanya An dengan nada pelan.


Carrina mengangguk, "aku tidak butuh harta peninggalan Papa dan Mama lagi, aku hanya ingin bersamamu An..! tolong jangan libatkan dirimu dengan mereka, aku tidak mau mereka mengatakan hal yang tidak-tidak tentangku padamu..?"


An melihat kecemasan Carrina mengangguk saja supaya Carrina tidak jatuh sakit lagi (mengalami kecemasan) sehingga An harus mengalah demi kebaikan Carrina.


"sudah baikan?" tanya An dengan serius.

__ADS_1


Carrina menghapus air matanya lalu memeluk An dan menduselkan sisi wajahnya dibahu An mencari kenyamanan dalam pelukan Pria yang dicintainya itu.


An mengelus lembut kepala Carrina dan sorot mata tajamnya lurus kedepan, belum selesai masalah teror murahan itu sudah ada lagi masalah baru yang ingin memisahkan An dengan Carrina.


.


Carrina menerima sebuah paketan misterius dan Ia membuka nya seketika Ia menjerit histeris langsung melempar paketan itu ke dinding sampai berserakan. Carrina berlari ke Ruangan An dan An kaget melihat tangan Carrina ada bercakan darah.


"kenapa ini?" tanya An dengan khawatir.


"An? ak-aku menerima pa-paketan aneh..!" jawab Carrina tergagap dengan wajahnya yang pucat.


An meminta Carrina menunjukkannya lalu Carrina membawa An ke tempat Ia melempar paketan itu, An mendekati sebuah boneka barbie yang cantik bersimbah dar*h dan Ia mengambil sebuah secarik kertas warna silver bercampur titikan dar*h.


"kau akan mati jika terus bersama dia." begitulah isi kertas itu dan An meremas kertas itu seolah tau ancaman ini tertuju pada Carrina jika terus bersama An maka Orang ini akan selalu meneror Carrina.


Carrina mendekati An lalu memegang lengan An, "An? ap-apa itu musuhmu?" tanya Carrina.


An merubah ekspresinya dengan hangat lalu membantu Carrina berdiri masih memegang lengannya An.


"jika ada paketan apapun berikan padaku ya?" pinta An dan Carrina mengangguk.


"An? ak-aku hanya kaget, ak--aku tidak bermaksud bertindak tidak berani han--hanya saja aku kaget dengan paketan ini, ak-aku tidak akan menyerah bersamamu An walaupun aku harus menerima banyak teror dari musuh-musuhmu." kata Carrina dengan raut wajah serius.


An menatap Carrina yang begitu kokoh mempertahankannya walau banyak ujian bersama An tentu saja Carrina tidak mau melepaskan An walau apapun yang terjadi, dicintai oleh An saja sudah seperti harta karun yang tidak ternilai bagi Carrina bagaimana Carrina bisa takut menghadapi musuh An jika meninggalkan An saja Carrina tidak mau.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2