
.
.
.
"kenapa An?" tanya Carrina penasaran ke An.
"tidak sayang..! sepertinya dia akan merepotkanmu kedepannya." jawab An.
Carrina menghela nafas langsung mengerti maksud kata-kata An, "aku tidak menyangka Ina tetap berani mencoba merebutmu dariku padahal saat itu aku sudah memberinya ancaman serius."
"waktu itu?" beo An yang memang tidak tau kejadian yang dimaksud Carrina.
Carrina menepuk keningnya karna melupakan hal itu, Bisa-bisanya Carrina tidak ingat memberitau An tentang masalah Ina yang pernah mencoba menyuruh Orang menculiknya beruntung ada Ana dan Alena yang membantu Carrina saat itu.
"jadi kamu mendatangi tempat kerjanya?" tanya An benar-benar tidak mengira Carrina akan seberani ini padahal yang An tau Carrina pernah memiliki kecemasan.
Carrina mengangguk percaya diri, "aku juga memamerkan ini." Carrina menunjukkan jemari tangannya yang mengenakan Cincin lamaran serta Cincin pernikahan nya dengan An.
An terkekeh lalu mereka kembali melanjutkan aktifitas yang tertunda, Ari melihat dari kejauhan ekspresi Carrina.
"benar kata Mama..? Carrina akan tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik seperti Ibunya." gumam Ari dengan nada penuh penyesalan.
"Carrina? aku sudah berusaha mencarimu setelah tau kebenaran itu tapi kamu sudah diadopsi oleh Orang asing dan aku tidak bisa menemukanmu, bisakah kamu kembali padaku? dengan adanya Tuan An disisimu apa kamu mau kembali padaku jika aku membahas Keinginan Ibumu?" gumam Ari.
Ari menarik nafas dalam-dalam, Ia selama ini merasa sangat pintar tapi tidak disangka kehidupannya akan mudah dipermainkan oleh wanita bermuka 2, sebenarnya Ari malas bertemu dengan Ina tapi karna membahas informasi tentang Carrina terpaksa ia bertemu dengan dalang yang membuat Ari meninggalkan Carrina.
"dia sangat bahagia, apa aku punya tempat lagi disisinya?" gumam Ari memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Ari merasa sedih melihat Carrina bahagia dengan An sementara Ari hidup penuh penyesalan selama ini pada Carrina, namun Carrina sepertinya tidak memberi ruang untuk memaafkan Ari.
.
setelah ke Mal, An membawa Carrina ke Perusahaan Tiffany khusus perhiasan emas-berlian milik Keluarga An yaitu Xabara.
__ADS_1
"waah..? jadi ini Tiffany ya?" Carrina berdecak kagum melihat Perusahaan raksasa milik Xabara.
"ayo masuk..!" ajak An merangkul leher Carrina sambil melangkah memasuki Perusahaan itu.
An dan Carrina disambut oleh jejeran bawahan Xabara, mereka meminta maaf karna tidak sempat mengusir pelanggan lain dihari kedatangan An, An tidak heran lagi dengan sambutan itu padahal Ia datang juga dadakan malah Carrina yang canggung.
"di usir?" beo Carrina.
betapa terkejutnya Carrina mendengar penjelasan direktur Nike (Suaminya Nur yang dulu Asisten kedua Xabara).
"tidak usah Om..! biarkan saja semua berjalan apa adanya, lagian aku hanya ingin membeli kalung untuknya." jawab An merangkul leher Carrina sehingga lebih rapat ke pipi An.
Carrina mengerjabkan matanya mendengar An ingin membeli kalung untuknya.
Nike tersenyum lebar lalu dengan senang hati akan menunjukkan segala perhiasan model terbaru yang belum disentuh oleh Pelanggan VIP lain manapun.
An menggenggam tangan Carrina sementara tangan lainnya dimasukkan ke kantong celananya mengikuti Nike yang menuntun mereka ke sebuah Ruangan khusus yang tidak sembarang orang saja bisa masuk ke tempat itu selain Orang kepercayaan Xabara saja.
"ini adalah set kalung berlian yang akan kami keluarkan 2-3 hari lagi Tuan Muda, disini banyak versi modelnya dari yang sederhana sampai ke yang termewah namun elegan dipandang mata." kata Nikw.
"pilih sayang..!" pinta An.
saat itu Carrina merasa hidupnya tidak berguna tapi sejak An menyelamatkan hidup Carrina maka detik itu pula Carrina merasa hidupnya itu berharga.
"kenapa melamun?" tanya An.
"ahh..? iya." cengir Carrina berjalan mengitari Ruangan yang persis seperti museum itu semua jenis berlian dan perhiasan dilindungi oleh Kotak Kaca sehingga tampak sekali begitu bernilainya perhiasan itu bahkan setitik debu pun dilarang mengenai perhiasan itu karena saking berharganya.
Nike dan An berbincang tentang pekerjaan, mereka juga cukup akrab sebab Nur dan Xabara sangat dekat sampai detik ini alasan Nike bertemu dengan Nur juga karna belas kasih Xabara yang memperkerjakannya di Perusahaan Tiffany padahal Ia mantan napi (Nark*ba) tapi Xabara yang ahli pengobatan bisa menyembuhkan ketergantungan Nike.
Carrina melihat-lihat semua perhiasan itu yang menurutnya terlalu berlebihan hingga Ia mulai bosan namun seketika matanya menangkap kotak di ujung Ruangan, Carrina segera berlari kecil dan melihat sebuah kalung yang sangat sederhana dengan bentuk yang unik.
"Nona suka kalung ini...? ini adalah Kalung Mahatari, sebenarnya saya yang mendesain kalung ini merupakan sebuah tanda bahwa matahari ini adalah kehidupan yang menerangi kegelapan, bagi saya Istri saya juga Nyonya Xabara adalah Matahari dalam hidup saya yang dikelilingi kegelapan." kata Nike.
"aku juga Pak..! An adalah Matahari bagiku." jawab Carrina melihat ke arah An yang menyunggingkan senyuman lembut ke arahnya.
__ADS_1
"mau yang ini?" tanya An.
"aku mau ini...!" jawab Carrina merasa sangat menyukai kalung yang menarik matanya itu.
Nike tersenyum langsung mengambil kunci kalung yang Carrina inginkan dan dikeluarkan lalu diberikan ke Carrina yang tersenyum lebar memainkan mata kalung berbentuk Matahari itu.
"langsung pakai?" tanya An dan Carrina mengangguk-ngangguk semangat.
Nike tersenyum saja sambil menjaga jarak dari pasangan yang sangat romantis itu, An memasangkan kalung itu dileher Carrina yang terlihat begitu bahagia berkaca di pantulan cermin memandang kalungnya.
"aku ambil ini aja Om..!" seru An.
Nike mengangguk lalu menerima BlackCard yang diberikan oleh An dan melangkah pergi membiarkan An bersama Carrina di Ruangan itu padahal Nike bukan tipe Pria yang mau membiarkan ada Orang lain di Ruangan itu.
"kemana Om Nike, An?" tanya Carrina.
"dia sedang menggesek kartu." jawab An lalu menoleh kebelakang merasakan ada seseorang yang diam-diam masuk ke Ruangan terlarang itu.
Carrina memutar kepalanya ke arah tatapan An sebab Ia juga merasakan detak jantung Orang lain di tempat yang sama dengannya.
"kamu suka sayang?" tanya An tanpa menoleh ke Carrina sebab Ia tau kalau insting Carrina pasti merasakan kedatangan Orang asing.
"iya An." jawab Carrina.
An perlahan melangkahkan kakinya sangat pelan ke tempat persembunyian Orang itu, Ia heran Orang bodoh mana yang mau masuk ke Ruangan terlarang padahal jelas banyak CCTV di dalamnya.
"sedang apa kau?" tanya An.
Orang yang bersembunyi itu ternyata seorang Wanita segera menoleh kebelakang dan memekik lalu terduduk tak elit saking kagetnya ditemukan oleh An.
"kau tidak tau tempat ini terlarang?" tanya An dengan datar.
Wanita itu semakin berdebar kencang karna takut An malah tau rencana pertamanya, diawal permulaan Wanita itu ingin mengganti perhiasan limited dengan Perhiasan KW yang mendekati sempurna.
.
__ADS_1
.
.