Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
percuma saja


__ADS_3

.


.


.


Carrina tersenyum lebar ketika pekerjaannya telah selesai lalu Ia pulang bekerja seperti biasa, Ketika Ia pulang tidak butuh izin An sebab Perusahaan An sudah menentukan jam kerja masing-masing hanya Carrina saja yang belum punya Kamar dalam Ruangannya sehingga tidak bisa tidur di Perusahaan sedangkan yang lainnya bisa.


Carrina naik ojek ke Apartemennya, ketika Carrina seorang diri Ia bisa melepas Maskernya dan terlihatlah parasnya yang sangat cantik itu. mungkin nilai kecantikan Carrina bisa dilingkari genap 100% saking cantik dan mulusnya wajah Carrina, bibirnya merah delima memiliki bentuk yang sangat indah dikatakan sulit di tiru oleh dokter bedah plastik karna sangat alami, hidung Carrina sangat mancung bahkan dilihat dari samping pun sangat indah dengan bulu mata nya yang tebal serta panjang itu, wajah Carrina yang mungil membuatnya terlihat sangat imut tanpa make up.


Carrina membersihkan tubuhnya lalu mengeringkan rambutnya seorang diri, "aku bisa ke ATM ya?" gumam Carrina tersenyum senang.


Carrina keluar malam-malam dan menyebrangi Apartemennya ke ATM yang ada disebrang jalan Apartemen sebenarnya dalam gedung Apartemen punya mesin ATM tapi saldonya sudah habis sehingga tidak bisa ditarik uang lagi.


Carrina memasukkan kartu ATM nya dan melihat saldonya membuat mata nya terbelalak lebar, "ga-gajiku segini? ke-kenapa banyak sekali?"


Carrina syok melihat gajinya sendiri yang sangat besar menurutnya padahal Carrina bekerja begitu baik selama 1 bulan ini tanpa Ia sadari mungkin karna Carrina menikmati kesehariannya sehingga tidak sadar bahwa Carrina sudah bekerja keras selama ini.


Carrina melihat nomor ponsel An yang Ia simpan dengan kontak, "BigBoss"


"apa bisa aku hubungi?" gumam Carrina lalu dengan segala keberaniannya Carrina menghubungi An.


An mengangkat panggilan Carrina, "haloo?"


Carrina diam beberapa saat sampai An hendak mematikan panggilannya baru Carrina mengeluarkan suara khasnya.


"Carrina?" tebak An yang tau suara unik Asistennya itu.


"I-Iya Tuan Muda, sa-saya ingin bertanya apa gajinya benar? kenapa banyak sekali?" tanya Carrina.


An tersenyum tipis disebrang sana, "apa kau tidak baca Kontrak ketika tanda tangan hmm?"


"aeh?? hmm..? sa-saya tidak baca Tuan." cicit Carrina merasa malu telah membuang waktu An.


"ya sudah..? besok lihat lagi salinan Kontrak kerjamu itu." kata An lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


"Tu-Tuan?" Carrina belum sempat meminta maaf karna telah membuang waktu An.


"Carrina apa yang kamu lakukan?" rutuk Carrina memukuli kepalanya sendiri lalu menyimpan ponselnya dan melihat baik-baik nominal saldonya.

__ADS_1


"ak-aku ambil sesuai keperluanku saja dulu." gumam Carrina lalu menarik jumlah uang sesuai kebutuhan keseharian Carrina.


Carrina menyimpan kartu ATM nya sambil keluar dari Ruangan Mesin ATM itu dan bahunya menyenggol seorang Pria diluar yang menunggu Carrina selesai dengan kegiatannya.


"akkhh!!" Carrina hampir terjengkang kebelakang tapi pinggangnya sudah dirangkul erat oleh Pria itu.


mata Carrina terpejam lalu membuka matanya dan bertatapan dengan mata elang Pria gagah didepannya, Carrina seketika mendorong tubuh Pria itu tapi Ia malah terduduk tak elit di lantai.


"aduh.. pant*tku sakit." ringis Carrina mengelus bokongnya sendiri sambil memberengut dibalik maskernya itu.


"aku sudah membantumu bukannya berterimakasih malah mendorongku." kata Pria itu dengan santai melangkahi kaki Carrina yang menganga dibalik maskernya Pria itu masuk ke Ruang Mesin ATM.


"dasar sombong..!"umpat Carrina segera bangkit lalu berlari pergi sambil mengelus-ngelus bokongnya sendiri.


Pria di dalam mesin ATM itu melihat ke arah Carrina yang sibuk mengelus bokongnya itu tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan keperluannya di tempat itu.


.


Carrina berjalan kaki menuju jajanan pinggir jalan, Ia begitu ceria tapi wajahnya tidak pernah diperlihatkan pada siapapun walau pada An sekalipun yang seorang pemilik hatinya yaitu Cinta Tersembunyinya selama ini.


setelah memesan makanan Carrina menunggu di Kursi sambil memainkan ponselnya, Ia akan makan di Apartemen saja daripada makan di tempat tapi tidak nyaman harus melepas Maskernya itu.


Carrina tersentak mendengar suara berat seseorang ketika Ia melihat ke arah asal suara ternyata An yang juga memesan makanan pinggir jalan yang jauh dari ekspetasi Carrina terhadap Orang kaya.


"Tuan?" sapa Carrina.


An menoleh dan menaikkan sebelah alisnya ke Carrina, "kau juga pesan ini?"


"i-iya, kenapa Tuan memesan makanan ini? bukannya Orang kaya suka makanan mewah ya?" tanya Carrina dengan jarak aman dari An.


An menatap Carrina dengan datar, "apa makan ditempat ini ada melarang Orang seperti kami? kau terlalu memandang remeh kami ya?"


Carrina gelagapan tapi Ia berusaha menjelaskan dengan setengah berbisik bahwa Orang Kaya seperti di kalangan An suka kebersihan sementara tempat dagangan pinggir jalan ini katanya tidak bersih banyak polusi dan ada saja sindiran Orang Kelas Atas terhadap makanan di Pinggir Jalan.


An mengangguk membenarkan pemikiran Carrina, "yang penting rasa."


Carrina jadi paham kalau An punya selera sederhana bukan Orang Kaya yang doyan makanan mewah yang juga enak tapi ada perbedaan Cita rasa antara Kelas Atas dan Kelas Bawah itu namun jika Makanan serba hias menghias memang Kelas Atas juaranya sedangkan makanan dari kelas bawah hanya juara di lidah saja.


"ini Nona pesanannya."

__ADS_1


"terimakasih Pak." Carrina menerima bungkus makanan yang telah Ia pesan lalu pamit pada An setelah membayar.


"kau naik apa?" tanya An melirik situasi tidak ada kendaraan apapun.


"jalan kaki." jawab Carrina dengan polos.


An terkejut mendengarnya, "2 KM dari Apartemen dan kau jalan kaki dari sana?" tanya An.


Carrina mengangguk polos.


"apa kakimu tidak pegal jalan sejauh itu?" tanya An dengan heran ada Perempuan yang mau berjalan kaki, biasanya kan perempuan sangat manja tidak mau berkeringat atau tidak mau kakinya lelah jika jalan jauh.


"tidak Tuan Muda." jawab Carrina tersenyum lebar lalu melambai ke An.


An hendak meminta Carrina menunggunya supaya mengantarnya tapi Carrina sudah berbalik pergi dan berlari riang sesekali melompat-lompat ceria menjauhinya, An tersenyum melihat hal itu dan tidak memanggil Carrina lagi.


.


An mengikuti Carrina dengan Mobilnya di sebrang jalan sementara Carrina yang tidak sadar diikuti oleh Tuan baiknya itu terus saja berjalan lalu sesekali Carrina berputar-putar seperti anak remaja yang bahagia baru dilepas oleh kedua Orangtuanya keluar malam.


Carrina tersentak melihat 5 Pria mabuk menggodanya, "Ehhh? kalian berbicara denganku?" tanya Carrina melihat sekelilingnya tidak ada manusia lain selain dirinya.


5 Pria Mabuk itu tertawa terbahak-bahak.


"memangnya ada manusia lain disini ha?" tanya Salah satu dari Pria yang masih pengaruh alkoh*l itu.


"memang ada..! kalian tidak melihatnya?" tanya Carrina dengan bingung.


"apa kalian hantu?" tanya Carrina berbalik badan seperti berbicara dengan Orang dibelakangnya membuat kelima Pria mabuk itu langsung melarikan diri entah kemana dengan wajah ketakutan.


Carrina mendengar mereka sudah lari pun terkikik geli lalu melanjutkan perjalanannya dengan riang tanpa Carrina sadari An melihat hal itu, Ia langsung mengerti apa yang Carrina lakukan demi mengusir berandal mabuk itu.


"dasar bocah..! percuma saja dikhawatirkan." senyum tipis An lalu melajukan kendaraannya membiarkan Carrina berjalan sendiri sebab bisa jaga diri dengan kelakuan konyolnya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2