Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
bertemu


__ADS_3

.


.


.


Alena menikmati makanannya walau tidak mengenakan heels lalu Pengawal yang bertugas mengusir Ega tadi telah kembali.


"maaf Nona Putri..! kami hanya menemukan 1 Heels saja." jawab salah satu dari mereka takut-takut.


Alena mengangguk pelan, "tidak apa..! tidak usah merasa bersalah juga ya? aku tidak apa-apa."


"bagaimana dengan memakai sepatu kami Nona?" tanya Pengawal yang lain.


Alena melirik kaki mereka semua dan menggeleng, "kaki kalian sebesar gajah sementara kakiku kecil mana buat, kebesaran."


Para Pengawal itu pun hanya garuk-garuk kepala yang tidak gatal lalu Alena meminta mereka makan, dengan semangat Para Pengawal itu makan karna perintah Alena.


Alena pun duduk sambil memainkan Ponselnya tiba-tiba ada seorang anak kecil mengenakan gaun warna putih memberikan sebuah kotak kado.


"ehh? adik kecil? siapa kamu?" tanya Alena menyimpan ponselnya mengira gadis kecil itu bertanya tentang seseorang.


"hihi..!" anak perempuan itu meletakkan kado yang Ia bawa di pangkuan Alena lalu berlari meninggalkan Alena yang mematung.


"biar saya yang periksa Nona Putri.!" pinta salah satu Pengawal merampas Kado itu untuk memastikan keamanan Alena jikalau isinya adalah tikus mati atau apapun yang meneror Alena.


Alena diam saja lalu mengerutkan keningnya melihat Para Pengawal itu tampak kebingungan saling melirik satu sama lain.


"kenapa lagi?" tanya Alena.


Alena mengulurkan tangannya lalu Pengawal yang merampas kado itu pun meletakkan kado tadi di pangkuan Alena, Alena pun bisa melihat isinya adalah sepasang sepatu cantik warna putih yang tingginya sekitar 7 cm tapi sepatu bukan heels.


Alena tertawa hambar, "si Stalker ini benar-benar ada disekitarku." gumam Alena menatap tajam sekelilling seakan mencari pelakunya.


Alena meminta Pengawal membuang Kado itu tapi mereka malah memaksa Alena memakainya, Alena tidak lagi melepaskannya karna anehnya kakinya nyaman dikenakan olehnya sebab ukurannya pas.


sosok Saga itu benar-benar Stalker yang tau ukuran kaki Alena padahal Alena bukan artis tapi memang seorang Atlet ternama dibidang Olahraga.


sosok yang disebut Stalker oleh Alena ternyata ada dibalik punggung Alena tengah menahan senyum sekuat tenaga, Alena berubah tidak seperti masih kecil sangat ramah juga ceria sekarang seperti singa betina dengan tanduk bantengnya itu (maksudnya terlihat galak).


(bahasa asing),

__ADS_1


"Tuan Reyza?" sapa seorang Pria asing ke Reyza.


mereka berbicara dengan bahasa Spanyol sedangkan Alena dibelakang Reyza mengerti tapi tidak peduli karna Ia tidak mengira sosok Stalkernya selama ini sudah biasa menutupi dirinya supaya tidak dirasakan oleh Alena yang punya Insting sangat kuat.


.


Alena melihat tempat duduk yang kosong lalu melihat satu tempat yang kosong, Ia pun melangkah ke arah itu dan duduk disana dengan anggun.


"huuh..!" Alena menghela nafas lega tidak ada masalah serius yang menimpa Jimmy.


Alena tidak begitu dekat dengan Jimmy tapi rasa kemanusiaannya yang menuntutnya tidak ingin terjadi hal yang mengerikan menimpa Jimmy, bagi seorang perempuan wajah dan Rambut itu bagai harta berharga bagi mereka, apa jadinya jika Jimmy yang sangat menjaga wajahnya itu rusak karna kekejaman Ega sudah jelas hidup Jimmy akan hancur.


Alena mengibaskan rambutnya.


"ahh!" ringis seseorang terkena rambut Alena.


Alena menoleh ke asal suara, "Ehhh? So--Sorry." ucap Alena gelagapan memegang tangan Pria yang menutupi matanya.


"perih." ringis Pria itu membuat Alena mematung.


"Indonesia?" tebak Alena.


"Alena?" gumam Reyza menutupi sebagian matanya yang merah.


Alena melebarkan matanya, "K--Kauu?" Alena sangat ingat suara khas Pria yang mengikutinya selama ini saat dibelakang Taman Istana.


"hah? siapa?" tanya Reyza mengucek matanya seolah pura-pura tidak kenal Alena karna syok.


Alena memicingkan matanya lalu mengangkat gaunnya dan menunjuk sepatu yang Ia kenakan saat ini, Reyza menelan salivanya bersusah payah.


"Saga? kamu yang mengirim Caramel itu kan? tidak usah berbohong, aku memang tidak tau wajahmu tapi aku tau suaramu saat main tebak-tebakan denganku." tuding Alena.


"Saga?" beo Reyza dengan mata melebar karna tidak ada yang memanggil nama tengahnya selain mendiang Ibunya saja.


takk...! tak... tak.. tak... dugh..!


Alena memukul kepala Reyza juga punggung Reyza yang meringis sementara Para Pengawal yang menjaga Alena pun kebingungan hanya menahan orang yang hendak menyentuh Alena untuk memisahkan mereka.


"dasar menyebalkan...! aku sudah lama ingin mencekikmu, jangan membodohiku lagi pengec*t..?aku sudah menangkap basah dirimu." pekik Alena.


Reyza menahan kedua tangan Alena, "kamu panggil aku apa?" tanya Reyza.

__ADS_1


Alena mengerutkan keningnya lalu merantukkan dahinya dengan dahi Reyza membuat mata Reyza terpejam menahan denyutan di kepalanya.


"ha?? akhirnya aku tau wajah aslimu maw...? hmmm?" sindir Alena tapi tiba-tiba mulutnya dibekap oleh Reyza sambil melihat sekitar.


Pengawal yang menjaga Alena berusaha melepaskan tangan Reyza lalu dengan santainya Reyza berdiri menggendong Alena seperti karung beras.


"ahhhh?" pekik Alena yang tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu.


"maaf Alena..? aku ingin kamu diam." kata Reyza sambil membawa Alena yang diikuti oleh Pengawal yang berjaga.


kejadiannya begitu cepat dan sangat tidak terduga sehingga mereka semua gelagapan dan tidak tau berbuat apa terlebih lagi lawannya bukan Warga Negara nya Sean melainkan WNA (karna kebangsaan Indonesia).


Reyza membawa Alena seperti itu membuat para tamu undangan hanya melihat saja lalu fokus dengan kesibukan masing-masing (karna budaya barat).


"menyingkir kalian...!" titah Reyza pada Pengawal Alena yang malah menciut bukannya menyerang Reyza.


"Sagaaa? turunkan aku..? apa-apaan ini? aku tidak pernah diperlakukan seperti ini." pekik Alena.


Reyza menurunkan Alena, "coba panggil namaku lagi?" tanya Reyza.


Alena menginjak kaki Reyza yang meringis seketika, "dasar Stalker gila..! apa begini perlakuan fans pada idolanya?" geram Alena dengan kepala berasap-asap.


Reyza menjelaskan bahwa identitasnya sebagai mawar putih tidak ada yang tau tapi mengapa Alena bisa tau? bahkan Reyza yakin Profil Pribadinya sangat aman.


Alena terkekeh, "kamu yang memberitauku identitasmu sebagai mawar putih lalu aku hanya mencari tau lewat Sekolah lama Abang dan Kakakku."


Reyza menganga, "hebat banget caramu menemukanku."


"ckk..! apa bagusnya? kamu cukup membuatku sakit kepala, sebenarnya apa maumu? apa masalahmu? kenapa rela melakukan hal diluar batas hanya untukku?" cecar Alena.


Reyza tersenyum tipis, "aku masih punya banyak masalah Alena..! aku sudah bilang kalau aku akan menemuimu langsung tapi kamu yang menemukanku duluan."


Alena menaikkan sebelah alisnya, "masalah apa yang membuatmu harus menunggu memberitauku ha? kau mempermainkanku dan menantang kecerdasanku, otak jeniusku seperti tertampar."


Reyza diam memperhatikan Alena saja lalu Alena melototkan matanya dan bertanya mengapa menatapnya seperti itu jawaban Reyza sangat singkat karna Alena sangat cantik.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2