Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
ratu dramanya si dewi beracun


__ADS_3

.


.


.


Ana bermain cepat langsung meracuni Putri Asoka tanpa sepengetahuan Orang bahkan Ia juga berhasil memasukkan Racun biji semangka versi buatan Ana ke tubuh Rebby.


pagi-pagi di Taman belakang,


Ana menepuk-nepuk kedua tangannya seperti baru saja menghapus debu di tangannya itu.


"gini kan masalah selesai, dunia akan aman kalau kalian itu tegas dalam menjatuhkan hukuman." gerutu Ana.


Ana menggeleng-geleng kepalanya, "ternyata dunia Kerajaan tidak ada apa-apanya dengan dunia Mafia." gumam Ana yang membedakan dunianya dengan dunia tempat Sean tumbuh besar.


Ana melirik kesamping mendengar bisik-bisik Pelayan yang berlalu lalang dibelakangnya tentang penyakit aneh yang terjadi pada tubuh Putri Asoka, Asoka malah diasingkan karna punya penyakit kulit yang disebut-sebut menular.


Ana diam-diam menahan tawanya, "mereka takut tapi berkata seolah-olah penyakit itu menular? apa mereka tidak tau kalau itu omong kosong belaka? ahaha..!" batin Ana yang tidak menyangka pemeriksaan dokter malah mengatakan hal diluar kepala Ana yaitu punya penyakit menular.


siang harinya semua Orang berkumpul menyeret Asoka yang mengalami penyakit kulit mengeluarkan bau busuk juga sangat menyengat, Para Bodyguard Kerajaan sampai memakai pakaian serba tertutup (Seperti Pakaian Anti virus Korona) bahkan matanya juga ditutup kaca mata khusus tanpa udara sehingga celah menular itu tidak ada.


"lepas...? lepaskan akuu!!" teriak Asoka.


Ana melihat kejadian itu menahan senyumnya sekuat tenaga, tiba-tiba pikirannya muncul saja rencana licik.


"akan aku ajarkan bagaimana caranya harus berakting..! ratu drama dilawan." batin Ana merubah ekspresinya menjadi sedih lalu berlari mengangkat gaunnya.


Sophia kaget melihat Ana berlari menuju Putri Asoka yang dikatakan punya penyakit menular.


"Nonaaa Putrii??" pekik Sophia.


semua mata melihat ke arah suara dan baru mereka semua sadari kalau Ana tengah berlari menuju Asoka.


Sean tertegun ditempat lalu segera berdiri hendak lari ke Ana tapi tubuhnya malah ditahan oleh para Bodyguardnya Baboly (Prajurit zaman modern).

__ADS_1


Ana memegang tangan Asoka, "bagaimana bisa kamu semenyedihkan ini Putri?" tanya Ana.


Asoka bukannya tersentuh langsung mendorong Ana hingga terjatuh, Asoka malah mengamuk mengatakan itu semua karna Ana padahal sebelum Ana ada semua baik-baik saja.


Ana menunduk seakan Ia gadis yang tidak tau apa-apa, Sophia berjongkok didepan Ana.


"Nona Putri? Nona baik-baik saja? kenapa menyentuhnya? kalau Nona Putri Ketularan bagaimana?" tanya Sophia panik mengelap-ngelap kedua tangan Ana dengan baju nya seakan takut Ana tertular penyakit menjijikkan Asoka.


Asoka mendengar bisik-bisik rakyat yang menontonnya mengatakan bahwa Putri Asoka sangat jahat pasti dihukum Tuhan saat ini, bisa-bisanya gadis setulus Ana juga sangat cantik yang tidak memikirkan penyakit menjijikkan Asoka mau menyentuh Asoka tanpa takut tertular tapi malah dengan jahatnya Putri Asoka mendorong Ana.


"cepat bawa Wanita menular ini pergi..!" teriak Baboly mulai geram.


Ana diam-diam menahan tangis sementara Sophia juga ikut menangis masih mengusap tangan Ana.


"Nona Putri anda sangat baik..? kenapa menyentuhnya? kalau Nona tertular bagaimana? anda tidak boleh seperti tadi lagi Nona Putri." pinta Sophia.


"dasar wanita jahat...!" teriak salah satu pelayan melempar batu ke Asoka.


Asoka menjerit histeris, Kedua Orangtua Asoka juga ikut diasingkan karna takut mereka nekat menemui Asoka yang punya penyakit menular sehingga mereka juga tertular.


"kenapa kamu melakukan hal tadi hmm?" tanya Sean dengan khawatir mengusap air mata Ana yang berhasil membuat hati Sean begitu sakit.


Sean tidak tau kalau Ana sedang memainkan perannya didepan umum sebagai Gadis yang sangat cantik juga begitu tulus, mereka semua termakan akting Ana yang sangat memukau bahkan Sean pun terjerat.


"pantas saja yang mulia kedua sangat mencintainya." begitulah ucapan setiap Rakyat memuji Cinta Sean ke Ana yang punya sifat begitu tulus.


Baboly dan Etopy pun terpana dengan kebaikan hati Ana, awalnya mereka tidak tau bagaimana sikap Ana tapi yang jelas sangat baik mau menolong Sean namun tidak disangka gadis itu juga sangat tulus pantaslah Sean bisa secinta itu pada Ana.


"ak--aku baik-baik saja Sean..! menjauhlah..! nanti kamu tertular dariku, sudah aku bilang aku tidak mau terlibat dengan Intrik Kerajaan tapi kamu memaksaku kesini." Ana mendorong Sean hingga terduduk.


Sean menggeleng kepalanya langsung bangkit lalu memeluk Ana dengan erat, Ana berusaha melepaskan pelukannya Sean sehingga terlihat oleh banyak Orang bahwa Sean begitu mencintai Ana bahkan mereka tidak menyangka ada perempuan yang tidak mau status Ratu disamping Sean.


"Ana?? Ana??" Sean begitu panik ketika tangan Ana terjatuh.


"Yang mulia? Nona Putri Pingsan." pekik Sophia lalu menjerit memanggil Dokter.

__ADS_1


Sean mengusap-ngusap wajah Ana lalu menggendong Ana serta berlari membawa Ana pergi dari tempat itu.


sudut bibir Ana terangkat tipis, tidak ada yang menyadarinya namun aktingnya yang sangat berhasil mencuci otak semua orang itu membuatnya kagum pada dirinya sendiri (Narsis).


Istana sibuk mencemaskan Ana sedangkan Putri Asoka namanya sudah benar-benar tercemar di mata siapapun, tidak ada yang mengasihani wanita itu walau hanya secuil rasa saja.


.


Dokter tengah memeriksa keadaan Ana dan bersyukur Ana tidak tertular penyakit Asoka.


"dasar bodoh...! mana mungkin aku tertular oleh racun racikanku sendiri, aku membuatnya dengan level tinggi dan penyakit itu sama sekali tidak menular, kalian semua sangat bodoh." batin Ana menyumpahi pekerjaan si Dokter yang memeriksanya itu tidak berbakat sama sekali menurut Ana.


Sophia menangis haru karna Ana tidak tertular sementara Sean terduduk lemas karna lega Ana baik-baik saja.


"syukurlah..!" Sean memegang tangan Ana dan meletakkannya punggung tangan Ana di pipinya namun matanya menatap sedih ke Ana.


beberapa saat kemudian,


Para Pelayan lain muncul tiba-tiba memanggil Dokter itu untuk memeriksa keadaan Rebby, Rebby terkena racun aneh yang kinerjanya sangat cepat membuat sebelah kaki Rebby mati rasa.


Rencana si Ratu Drama benar-benar sangat brilian, bagaimana ada manusia yang mencurigai Ana yang tengah berbaring seakan tidak berdaya itu?


"pergilah..!" usir Sean.


dokter itu pun lari tergesa-gesa untuk memeriksa keadaan Rebby, pihak Istana kacau balau dalam waktu singkat hanya karna ulah si Dewi Beracun yang ahli bersiasat dari Keluarga Maldev itu.


"untung saja tidak ada Mommy disini, kalau ada Mommy pasti sudah ditarik telingaku." batin Ana yang teringat jika didepan Mommynya tidak bisa ditipu sama sekali walau Ana berakting sampai nangis darah sekalipun.


Sean tidak peduli dengan Rebby malah sibuk menunggu Ana.


Baboly menyibukkan diri mencari bukti asal-muasal penyakit menular Asoka, tidak ada terlintas dalam benak Baboly mencurigai Ana walau di CCTV terlihat Ana bertemu dengan Asoka karna yang terlihat dimata Baboly itu hanya Asoka begitu kasar pada Ana, Penjaga Asoka sampai menyeret Asoka pergi dari Ana maka nya sampai kapanpun Baboly tidak menemukan bukti apapun tentang penyakit aneh Asoka itu sebab tidak mencurigai Ana walau hanya setitik ujung pensil runcing sekalipun.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2