
.
.
.
Mobil yang Carrina tumpangi tiba di sebuah Vila di tepi pantai yang sangat indah juga terhubung dengan jembatan khusus menuju air.
"di--dimana ini Pak Supir?" tanya Carrina mencondongkan sedikit tubuhnya ke sisi Kemudi.
"saya hanya bertugas mengantarkan Nona, nama saya Agus Nona." jawab Agus dengan sopan.
"Agus?" beo Carrina.
"benar Nona." jawab Agus segera keluar dari Mobil dan membukakan pintu untuk Carrina.
Carrina keluar dari Mobil An sambil celingukan lalu mendekati sebuah tulisan yang tertera di dinding.
"selamat datang Carrin..! masuklah !" pinta tulisan itu sambil memberi tanda panah sehingga Carrina melangkah menuju tanpa panah yang ditunjukkan.
Carrina sudah begitu cemas karena tak kunjung menemukan titik yang dimaksud An pun mulai berlari sehingga menemukan sebuah tanda panah lagi dan sekali lagi Carrina berlari sampai Carrina tiba di sebuah pintu Vila tapi anehnya lampu Vila itu tiba-tiba padam tentu Carrina sedikit gelisah.
"An?" cicit Carrina membuka gagang pintu Vila itu dengan cemas.
Duaarrrr!!
suara balon meletus.
"Akhhh!?" Carrina memekik menutupi kedua telinganya mendengar suara keras dan lampu yang tadi padam tiba-tiba menyala.
Carrina melebarkan matanya melihat betapa indahnya tempat itu dihiasi dengan bunga mawar merah hingga mata Carrina menemukan sebuket mawar merah, dengan polosnya Carrina berlari ke tempat itu dan mengambil Bunga Mawar pemberian An.
"An?" panggil Carrina yang hatinya begitu bahagia di beri mawar merah oleh An.
Carrina heran bagaimana An bisa tau kalau Carrina suka mawar merah, dulu Lancord sampai menanamkan batang pohon Mawar ke taman belakangnya namun Carrina tidak sebahagia ini ketika An memberinya buket Bunga Mawar.
"An? kamu dimana?" tanya Carrina sudah begitu terharu.
kriiieeeetttt!!
__ADS_1
Carrina memutar kepalanya melihat ke asal suara tanpa berpikir lagi Carrina langsung mendekati Pintu itu dan masuk kesana betapa terkejutnya Carrina melihat sebuah gaun Pernikahan dan Tuksedo Pria dengan warna yang sama dengan Gaun itu.
Carrina berlari ke arah patung itu dan meletakkan sebuket Bunga Mawar Merah tadi dimeja terdekatnya, Carrina berkaca-kaca seolah langsung paham kalau saat ini An sedang melamarnya dengan memberikan gaun pernikahan yang sangat kelihatan sederhana tapi begitu megah jika dilihat dari dekat.
"An?" panggil Carrina mengusap air matanya harunya yang menetes.
Carrina sungguh tidak bisa menahan air matanya jika hatinya bahagia atau sedih.
An muncul dari pintu sepertinya itu adalah tempat persembunyian An.Carrina berlari ke arah An dengan pandangan haru lalu memeluk An begitu erat.
"An..? terimakasih." ucap Carrina sambil menghapus air matanya yang sungguh anehnya terus saja mengalir.
An melepaskan pelukannya dari Carrina, "Carrin?" sapa An sambil mengusap air mata haru Carrina.
Carrina mengangguk-ngangguk sambil memegang lengan An yang memegang kedua pipinya.
"aku bukan Pria yang romantis dan tidak pandai berkata manis untuk membuatmu terkesan dengan caraku melamarmu, apa kamu mau menjadi seorang Ibu dari Anak-anakku? temanku sampai hari tua-ku nanti?" tanya An mengeluarkan sebuah Cincin berlian kecil buatan khusus Perusahaan Tiffany Xabara.
An bersimpuh dengan 1 kaki, "menikahlah denganku Carrin.!" pinta An.
Carrina semakin terharu tanpa embel-embel jual mahal lagi Carrina mengangguk-ngangguk, hanya sekali saja An melamarnya tentu Carrina langsung mau menikah dengan An.
An mengambil tangan Carrina dan memasangkan cincin berlian di jemari lentik Carrina, Carrina memeluk An sambil menangis haru dan An mengusap kepala Carrina dan bibirnya mencium bahu serta leher Carrina.
"terimakasih sudah menerimaku." ucap An.
Carrina menggeleng kepalanya, "terimakasih sudah melamarku An, aku bahagia sekali."
An mengulum senyumnya, "aku minta maaf membuatmu menunggu selama ini, penderitaanmu bersama Pria itu akan aku bayar dengan seluruh hidupku."
Carrina semakin menangis haru dengan kata-kata An lalu An membawa Carrina menuju meja yang di tata sedemikian rupa penuh dengan bunga mawar merah.
"pertama kali aku melihatmu sedang membuang kelopak bunga mawar merah dan banyak Bunga disekitarmu jadi aku tebak kamu suka mawar merah, iya kan?" tanya An.
"iya..! sangat suka tapi aku lebih menyukaimu." jawab Carrina.
An menepuk tangannya dan beberapa Koki yang sudah An sewa serta Pelayan Hotel pun datang membawa banyak makanan dan diletakkan dimeja mereka.
Carrina sampai tidak bisa berkata-kata dan An meminta Carrina untuk menghabiskan makanan itu sebab Ia mengundang Koki mancanegara yang kualitas masakannya sangat menggetarkan lidah siapapun.
__ADS_1
.
"kenapa menangis? apa makanannya tidak enak?" tanya An mengusap air mata Carrina.
"ak-aku sangat bahagia An, makanan ini juga terlalu enak..! aku sangat suka." jawab Carrina memandang An dengan matanya yang penuh air mata.
An memegang kedua tangan Carrina mengecup punggung tangan Carrina, "terimakasih sudah menungguku..!" ucap An memikirkan betapa setianya Carrina mencintai An membuat An merasa beruntung sehingga berterimakasih pada Carrina yang hatinya begitu kokoh mencintainya.
Carrina mengangguk-ngangguk saking bahagianya Carrina sampai tidak bisa menahan tangisnya namun bibirnya selalu tersenyum membayangkan betapa ajaibnya kisah hidup Carrina yang telah mengantarkan Carrina ke An bahkan An juga membalas perasaannya.
.
kini Carrina memegang gaun pernikahan yang diberikan An untuknya.
"mau mencobanya?" tanya An.
Carrina mengangguk-ngangguk semangat lalu membantu Carrina dengan melepaskan gaun itu dari patung nya.
Carrina berganti pakaian di Kamar yang An tunjukkan ternyata cukup kesulitan memasang resleting gaun belakangnya, Carrina terpaksa keluar memegang gaun depannya supaya tidak turun karna belum di pasang sletingnya.
"kenapa dipegang begitu?" tanya An melihat Carrina yang sangat cantik namun terhalang dengan tangan Carrina asik memegang gaun depannya.
"hmm? aa--aku?" cicit Carrina tidak melanjutkan kata-katanya.
An melihat gaun Carrina bagian belakangnya terbuka lalu Ia langsung paham dengan langkah pelan An mendekati Carrina dan memegang kedua bahu Carrina jadi membelakanginya, An menyibakkan rambut Carrina kedepan sehingga An bisa melihat punggung mulus Carrina.
tanpa berpikir An menciumi punggung Carrina yang memejamkan matanya merasa ada desiran aneh dalam dirinya diperlakukan seperti itu oleh An saking seksinya Carrina dipandangan An namun hanya sekedar mengecup saja tidak lebih.
"sudah!" bisik An.
Carrina membalik tubuhnya sehingga berhadapan dengan An yang memandangnya begitu intens, jika bukan karna belum sah mungkin An tidak menahan diri lagi.
"sangat cantik..!" puji An.
Carrina yang merona dipuji An lalu An melingkarkan tangannya dipinggang Carrina langsung menyerg*b bibir Carrina yang juga membalas ciuman An.
.
.
__ADS_1
.