
.
.
.
baru saja An dan Carrina kembali berfoto tiba-tiba An merasa mual.
"An? apa kamu tiba-tiba mual?" tanya Carrina merasa cemas sebab Ia yang hamil tapi An lah yang merasakan Morning Sicknessnya.
An mengangguk sambil menutup hidungnya yang mencium aroma yang membuat perutnya merasa mual.
"kali ini bau apa An?" tanya Carrina begitu serius supaya Carrina bisa menyingkirkan bau yang membuat suaminya merasa mual.
hidung wanita hamil sangat sensitif tapi kehamilan Carrina sangat unik sehingga yang merasa sensitif itu bukan Carrina melainkan sang suami tercintanya.
An melirik kiri-kanan dan depan juga belakang mencari asal bau itu hingga matanya menangkap seorang Wanita glamor tengah bercanda ria dengan para golongan Artis juga Model ternama dari Luar Negeri.
"biar aku singkirkan An, kamu bertahan ya?" pinta Carrina mengelus rahang An.
An mengangguk-ngangguk sungguh Ia tidak bermaksud menjadi Pria lemah tapi efek kehamilan Carrina memang membuat An lemah apalagi masalah hidung.
Carrina turun dari panggung Pengantin seperti wibawa seorang pemimpin, Para Fotografer bayaran An tentu memotret sang Ratu malam ini sementara Carrina tidak melihat kamera manapun selain fokus hanya pada wanita yang membuat suaminya mual.
Carrina menepuk-nepuk pundak Wanita glamor itu yang tengah membelakanginya.
"apa sih? tidak usah ganggu..!" ketus Wanita itu belum melihat siapa yang mengganggunya.
Carrina belum menyerah kembali menepuk-nepuk bahu wanita itu yang kali ini ditepis oleh wanita itu, lagi-lagi Carrina mencobanya hingga ditepis lumayan kasar.
"kamu ini aku memanggilmu..!" marah Carrina.
"apa-apaan ini Orang? kenapa nadanya sangat memerintah hah? memangnya siapa ka---? Ehh?" marah-marah balik Wanita glamor tadi sambil berbalik dan terkejut ternyata Wanita yang dibentaknya adalah Carrina.
"No--Nona?" gumam Wanita Glamor itu begitu pucat telah berani menepis tangan Carrina.
Carrina menatap tajam wanita itu, "apa kamu tidak melihat aturan saat memasuki Acara ini? tidak boleh memakai Parfum kan? kenapa memakainya?"
"Ehh? Ehh?? S--Saya tidak tau Nona." jawab Wanita Glamor itu celingukan pantas saja Ia dipandang sinis oleh banyak Orang tadi ternyata tidak mengikuti aturan.
__ADS_1
semua Orang hanya menonton dan sedikit menjaga jarak dari Carrina serta Wanita itu.
"ada apa Kak?" tanya Alena tiba-tiba muncul didekat Carrina.
"lihatlah abangmu Alena..! gara-gara parfum wanita ini An jadi mual-mual." tunjuk Carrina ke Wajah Wanita glamor didepannya.
Carrina tidak peduli status Wanita itu sebab Status Suaminya jauh lebih tinggi dari Siapapun yang tinggal di Indonesia ini.
Alena melebarkan matanya, "hah?? kok bisa? bukankah aturannya sudah jelas?" nada tinggi Alena yang cukup terkejut.
"ada apa ini?" tanya Ana yang juga ikut mendatangi Carrina dan Alena yang berkumpul.
Wanita Glamor itu hanya bisa terdiam dengan wajah pucat, niat hati ingin memikat Pria kaya yang ada di Pesta itu malah membuat celaka dirinya sendiri.
"Wanita ini pakai parfum kak ! udah jelas Abang An lagi sensitif karna Kakak ipar sedang hamil dan aturannya sudah jelas tidak boleh memakai parfum tapi wanita ini melanggarnya." adu Alena.
Ana juga menatap tajam wanita itu, "beraninya..!" geram Ana.
"apa kamu tidak lihat suamiku semakin mual?" tanya Carrina dengan memerah.
semua Orang melihat ke arah An yang menutup hidung merasa mual-mual, An sampai dibantu oleh Sean, Anendra (Anak Irene ❤ Lion) dan Barnes (Anak Aya ❤ Barrest) untuk membawa An yang ingin mengeluarkan isi perutnya ke Kamar Pengantin.
Wanita Glamor itu di tatap sinis oleh banyak Orang, siapapun tau kalau Carrina sedang hamil dan kabar yang beredar An lah yang merasakan gejala Istimewanya, sebelumnya mereka hanya mendengar gosip saja tapi sekarang semua jadi mengerti gosip yang beredar itu benar-benar nyata.
"ma--maafkan saya Nona." ucap Wanita itu begitu takut Carrina akan merusak reputasinya.
"aku bilang Keluar..! bersihkan tubuhmu lalu ganti pakaianmu dan boleh kembali kesini lagi, ingat...!! jangan memakai parfum.!" usir Carrina dengan nada memerintah ketularan An yang tidak bisa diganggu gugat.
Alena dan Ana diam saja sambil memberi kode dengan Keluarganya dari jarak jauh, Xabara--Ana saling berbicara lewat isyarat tangan untuk memeriksa keadaan An sebab Xabara, Ratu dan Rovert sedang sibuk dengan tamunya.
Ana pun langsung pergi sementara Alena merangkul lengan Carrina.
"Kakak ipar...! jangan terlalu marah ya?" bujuk Alena.
"bagaimana Kakak tidak marah Alena? bahkan Kakak meminta yang mencetak Undangan untuk memperbesar tulisan aturan datang ke Acara ini tapi dia malah tidak mematuhinya." kesal Carrina.
Carrina membentak Wanita itu yang segera berlari keluar dari Acara itu berharap masalahnya berakhir disitu saja dan Carrina tidak mempersulit kehidupannya kedepan-nya sebab siapapun Wanita jika sudah menyandang status Nona Muda Resmi Maldev jelaslah suka-sukanya saja membuat aturan.
Carrina menarik nafas dalam-dalam lalu Alena mengelus lengan Carrina membantu Carrina untuk lebih tenang lagi.
__ADS_1
"lebih baik Kakak melihat Abangmu ya?" kata Carrina mengusap pipi Alena lalu meninggalkan Alena yang hanya bisa menghela nafas.
awalnya Acara baik-baik saja tapi karna ada seorang Tamu Undangan memancing hidung sensitif An semua menjadi kacau, menyebalkan sekali Wanita tidak tau aturan tadi.
.
"An?" Carrina mengangkat gaunnya dan mengelus-ngelus punggung An yang masih mual-mual.
Barnes dan yang lainnya pun pergi kecuali Sean yang memang menunggu Ana.
"bawa An keluar Carrin..!" titah Ana sambil menjentikkan jarum suntiknya guna pereda mual An.
Carrina mengangguk lalu membantu An melangkah keluar Kamar Mandi dan mendudukkan An di Ranjangnya.
"An sayang?" Carrina berkaca-kaca mengelap wajah An yang basah karna di cuci terus seolah berharap bau parfum itu hilang dari hidungnya.
"tidak apa sayang..!" jawab An masih bisa tersenyum mengusap pipi Carrina yang tampak begitu sedih dengan keadaannya.
"beri aku tempat Carrin!!" pinta Ana.
Carrina segera bangkit tapi hampir saja Ia terjatuh karna heelsnya menginjak gaunnya sendiri namun beruntung saja Sean cekatan membantu Carrina, An hanya bisa mengulurkan tangannya tidak bisa menolong Carrina karna efek mualnya itu.
"terimakasih Sean..!" ucap An sambil tersenyum tipis.
Sean membantu Gaun Carrina sambil tersenyum lebar karna Master idolanya mengucapkan Terimakasih padanya, semakin semangat saja Sean membantu sosok Ratu dalam hatinya An itu.
"silahkan duduk Nona..!" pinta Sean.
"Terimakasih Sean!" ucap Carrina sambil tersenyum lega karna tidak jadi terjatuh sebab kandungan Carrina juga sangat sensitif dan rentan keguguran.
Ana diam saja sambil melirik Sean sekilas lalu menyuntikkan cairan khusus ke lengan An yang rasa mualnya sedikit menghilang.
"istirahatlah An..! kami akan urus sisanya, nanti kalian bisa keluar di Acara puncak saja." ujar Ana dengan serius.
An mengangguk lalu Ana pun membereskan perkakasnya segera saja Sean membantu Ana juga lalu membawa semua alat Ana keluar dari Kamar itu.
.
.
__ADS_1
.