Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
masa lalu


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi,


Carrina sangat malu digoda oleh Alena dan Ana sehingga Xabara turun tangan jadi Carrina tidak malu lagi, Ratu menanyakan mengapa Carrina mengenakan pakaian rapi.


"Carrina mau ikut sama An bekerja Nek." jawab Carrina sehingga yang lain terkejut.


"kenapa ikut An? bukankah kamu lagi hamil Carrin?" tanya Ana.


"ak--aku tidak mau jauh dari An, aku mau ada dimanapun dia berada walaupun cuma jadi parasit." cicit Carrina.


Alena geleng-geleng kepala sementara yang lain tertawa sambil angkat tangan jika jawaban Carrina sudah seperti itu.


Alhasil Xabara dan Ratu meminta Carrina untuk lebih banyak Istirahat serta tidak banyak memaksa diri untuk membantu An, An adalah Pria yang tangguh juga kuat sehingga bisa menjaga diri sendiri jadi Keluarga An meminta Carrina hanya menjaga kandungannya saja.


.


di Perusahaan An (X Company Group),


"bagaimana?" tanya An.


"sepertinya Pria bernama Vero ini akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat Tuan." jawab Agus.


An mengangguk lalu memberi kode Agus untuk diam ketika Carrina datang dengan memakai sendal bulu (kamar) bukan heels membawa nampan buah segar untuk An juga untuk dirinya.


"pergilah Agus..!" titah An.


"baik Tuan." jawab Agus mengerti sambil memberi hormat pada Carrina lalu berbalik pergi dari Ruangan An.


An mengulurkan tangannya dan Carrina menyambut tangan An sambil duduk dipaha An, Carrina menyuapi An dengan sepotong buah segar.


"kenapa kamu sangat perhatian padaku hnn? seharusnya kamulah yang aku perhatikan sayang." An mencubit pipi Carrina yang tersenyum menunjukkan deretan gigi rapinya.


"aku mencintaimu An tapi aku juga mencintai anak kita, kalian itu sudah 1 paket bagiku." jawab Carrina.


An mengulum senyum lalu memeluk Carrina dengan gemas yang duduk dipangkuannya.


"lanjut kerja lagi An..! nanti temani aku ke Mal ya?" pinta Carrina dan An mengangguk pelan.


An pun mengambil kursi lain lalu mendudukkan Carrina disana, Carrina duduk manis disamping An yang mulai sibuk dengan aktifitasnya sementara Carrina juga sibuk menyuapi An yang sedang fokus.

__ADS_1


Carrina tersenyum bahagia melihat An yang sedang bekerja, "lihat sayang? Papamu sangat tampan dan gagah kan? cepat besar ya Sayang?" batin Carrina yang semakin tidak sabar menunggu anaknya lahir pasti mirip dengan An cuma versi menggemaskan.


di Mal,


Carrina melingkarkan kedua tangannya di lengan An sambil menunjuk tempat mana saja yang ingin Ia kunjungi.


"kenapa beli daster sayang?" tanya An.


"Mommy bilang kalau lagi hamil enak pakai daster." jawab Carrina sibuk memilah-milah Daster yang Ia inginkan.


An mengangguk lalu Carrina menanyakan pendapat An tentang Daster yang pilih, seberapa sukanya Carrina dengan model daster nya jika An tidak suka maka akan ditinggalkan oleh Carrina mencari yang lain.


"yang ini bagaimana sayang?" tanya An.


Carrina mengambil pilihan An dan melihatnya lalu mengangguk-ngangguk setuju.


"aku mau menghabiskan uangmu." kata Carrina dengan senyuman malah membuat An tergelak mengusap kepala Carrina.


Carrina mengambil apa saja yang Ia inginkan sampai sudah sangat banyak, Carrina heran bagaimana An bisa meminta Orang memegang belanjaannya bahkan ada anak kecil memegang belanjaan Carrina.


"kenapa mereka memegang belanjaan ku An?" tanya Carrina.


"mereka itu pekerja disini sayang, mereka minta upah disuruh membawa barang-barang belanja pengunjung Mal ini." jawab An.


Carrina sampai takjub dengan jenis manusia mencari pekerjaan, walau tidak banyak dan terbilang aneh tapi yang penting pekerjaan mereka halal dan tidak ada merugikan orang manapun.


"ha--halo Nyonya?" sapa gadis kecil itu berumur 15 tahunan.


Carrina menanyakan mengapa gadis itu bekerja seperti ini ternyata mengumpulkan uang untuk biaya masuk SMA nya nanti ketika sudah tamat SMP, gadis itu tidak mau putus sekolah demi membuat bangga Ibunya yang juga bersusah payah menyekolahkannya.


Carrina merasa kasihan lalu meminta izin pada An untuk memberi uang lebih pada gadis itu, An tidak memagari Carrina dalam hal apapun kecuali kesehatan serta keselamatan Carrina yang paling utama.


dengan bantuan Carrina gadis itu akan terjamin sekolahnya sampai Kuliahnya nanti, Carrina akan membiayai kehidupan Gadis itu kedepannya sampai berhasil.


semua belanjaan Carrina sudah berada di dalam Mobil, kini mereka kembali ke Mal dengan tangan kosong (tidak bawa belanjaan lagi), pekerja selingan mengangkat belanjaan Carrina tadi juga sudah diberi upah yang lebih.


"Carrina?" sapa seorang Pria asing.


Carrina dan An menoleh ke asal suara.


"siapa ya?" tanya Carrina sambil melingkarkan tangannya lebih erat ke An.


"aku Ari..!" jawab Pria itu yang ternyata adalah Ari tunangan masa didalam perut Ibu mereka masing-masing.


"Ari?" beo Carrina memperhatikan penampilan Ari.

__ADS_1


"Ari mana? aku tidak punya kenalan bernama Ari." tanya Carrina yang memang tidak mengenal penampilan baru Ari.


Ari melihat tangan Carrina melingkar erat ke An yang menatap tenang dirinya seolah dirinya bukan Orang penting yang patut dicemburui oleh An.


"aku Ari Wibowo..! Tunangan kecilmu? aku benar-benar pangling melihatmu jika bukan karna diberitau oleh Ina mungkin aku tidak akan tau kamu yang sekarang sudah berubah." kata Ari.


Carrina mengerutkan keningnya tak suka, Ia langsung mengerti maksud Ina memberitau dirinya pada Ari.


"jangan bicara yang tidak-tidak Ya? aku bukan Tunanganmu, aku Carrina Carol istrinya Tuan Muda An." ancaman Carrina begitu serius.


"apa kamu masih dendam padaku Carrina? aku...?" kata Ari tapi dipotong oleh An.


"sudah?" tanya An ke Carrina.


"sudah An..? ayo kita pergi..!" ajak Carrina sambil melangkah pergi meninggalkan Ari.


Ari menatap nanar punggung Carrina yang tampak bahagia menempelkan sisi tubuhnya ke An seolah menunjukkan pada siapapun kalau An milik Carrina begitu juga sebaliknya.


"apa aku benar-benar sudah terlambat?" gumam Ari dengan lirih.


sampai detik ini Ari belum melupakan Carrina karna rasa bersalahnya begitu juga dengan Ibunya yang sebelum meninggal dunia beberapa tahun lalu juga meminta Ari mengirimkan pesan terakhirnya ke Carrina yaitu permintaan Maaf yang sebesar-besarnya telah meragukan karakter Carrina.


.


"An? kamu tidak marah kan?" tanya Carrina memelas.


An menggeleng kepalanya, "kamu tetap mencintaiku selama 10 tahun walau diberi banyak cinta oleh Psikopat itu kan? lalu bagaimana aku bisa cemburu pada Pria lain yang jelas-jelas bukan saingan sepadanku."


Carrina tersenyum senang, "apa kamu tidak punya mantan kekasih An?"


"tidak ada..? kamu yang pertama." bisik An.


Carrina tersenyum malu-malu, "lebih baik kita cari susu ibu hamil, Mommy bilang bagus untuk tumbuh kembang bayi kita."


An mengangguk sambil mengantarkan Carrina ke tempat rak khusus Susu bubuk.


"mau rasa apa?" tanya An.


Carrina malah bertanya pada An karna yang merasakan ngidamnya adalah An jadi An memilih rasa Vanila, Carrina dengan senang hati mau membeli susu ibu hamil yang An pilihkan untuknya.


An melirik kesamping dimana Ia sadar Ari diam-diam memperhatikan mereka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2