Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak mau bicara


__ADS_3

.


.


.


"Tuan?? siapa dia?" tanya Lidya berlagak akrab dengan An.


An menepis tangan Lidya lalu menarik Troly Carrina dan berbalik pergi.


"Tuan? apa anda selingkuh dari saya?" tanya Lidya dengan nada setengah berteriak.


"kapan aku menjadi milikmu ha? jangan mengada-ngada." kata tajam dan dingin An tanpa menoleh ke Lidya.


begitulah penolakan dingin An pada Lidya tapi tetap saja wanita itu dengan tidak tau malunya selalu saja membuat cerita yang tidak-tidak mengenai dirinya, setiap ada Artikel tentang An tentu tidak dipedulikan oleh An, saat ini An membantah karna ada Carrina.


An tidak mau Carrina salah paham sehingga masalah cintanya semakin rumit kedepannya.


para pengunjung Supermarket mulai berbisik-bisik bagaimana bisa An menemukan sosok Barbie hidup secantik Carrina, siapa yang tidak akan jatuh hati pada Carrina tanpa mereka ketahui An jatuh Cinta pada Carrina juga bukan karna kecantikan Carrina, terkadang Orang hanya melihat covernya saja tanpa tau bagaimana kisah cinta setiap pasangan.


An tiba disamping Carrina yang segera merapatkan tubuhnya di lengan An dan melangkah pergi dari sana sementara tangan Carrina yang lainnya memegang perutnya.


"apa aku salah makan? kenapa tiba-tiba bisa se nyeri ini?" batin Carrina.


An membayar belanjaan Carrina yang sedang menunggu disamping An, tangannya meremas ujung lengan baju An.


An melirik Carrina yang tampak kesakitan, terlihat olehnya Carrina tengah menggigit bibir bawahnya.


"tahanlah sebentar..!" bisik An.


Carrina mengangguk pelan sambil menutupi wajahnya dengan Hoodienya An, Ia tidak memperdulikan tatapan Orang lain terhadapnya yang jalan bersama An.


Carrina melihat pembalutnya seketika menahan rasa malu sendiri, hari ini benar-benar kesialan Carrina padahal tadi siang Ia bahagia sekali makan masakan An.


bertemu Verdy, datang bulan, bermasalah dengan Lidya, bahkan An pun melihat Pembalutnya Carrina, sekarang Carrina kembali merepotkan An karna perutnya itu, hari yang sial bagi Carrina.


"percuma saja bersikap anggun..! sepertinya aku memang ditakdirkan selalu merepotkan Tuan An." batin Carrina sambil menahan sakit.


Pekerja Supermarket malah malu ketika memegang pembalut belanjaan An dan An terlihat biasa saja seolah sudah biasa melihat benda kepemilikan wanita itu.


"berapa totalnya?" tanya An.


"ahh..? dompet..?" Carrina hendak mengambil dompetnya tapi malah meringis.

__ADS_1


"jangan bergerak..!" pinta An serius.


An membayar dengan blackCardnya sebab An memang tidak banyak memegang uang tunai lalu menuntun Carrina berjalan sementara tangan kekar An yang lain memegang semua belanjaan Carrina.


"lama..!" kata An lalu menggendong Carrina yang meringis memegang perutnya.


Carrina tidak marah di gendong oleh An malah merasa lebih berkurang sakitnya ketika digendong.


.


di Rumah Sakit,


"Nona Carrina alergi Ikan sungai Tuan dan itu membuat perutnya sangat sakit ditambah lagi Nona sedang datang bulan, Tuan Muda." kata Dokter Amalia dengan serius.


An memejamkan matanya, Ia berniat untuk membuat Carrina berkesan dengan masakannya tapi Ia malah membuat Carrina sakit perut tapi kenapa Carrina tidak mau mengaku alergi Ikan Sungai jika An tau tentu saja Ia tidak akan memasakkan ikan itu untuk Carrina.


"ti-tidak apa Tuan..! saya tidak tau kenapa bisa alergi Ikan Sungai, sebelumnya saya tidak pernah mencoba memakan ikan itu." cicit Carrina yang tidak ingin An merasa bersalah karna sakit perutnya.


An menatap Carrina lalu menghela nafas, "benarkah kau tidak tau Alergimu sendiri?"


"benar Tuan..! saya memang tidak tau." jawab Carrina serius.


Dr. Amalia tersenyum saja melihat pasangan itu sambil mencatatkan resep untuk melancarkan datang bulan Carrina sehingga perut Carrina tidak akan sesakit sekarang.


An meminta Carrina untuk tetap diam sementara Ia akan menebus obat entah mengapa Carrina tidak bisa menurut pada An.


"sa-saya selalu merepotkan Tuan sedangkan Lancord mencintai saya tentu senang direpotkan oleh saya, salahnya sendiri mengurung saya tapi Tuan tidak pernah mengekang saya. saya bisa menyerahkan nyawa saya untuk melindungi Tuan tapi tidak untuk merepotkan." cicit Carrina.


"huuh...! aku tidak keberatan direpotkan olehmu." kata An mengusap kepala Carrina lalu menundukkan kepalanya ke arah Carrina.


"jadi menurutlah ya?" bujuk An akhirnya Carrina mengangguk patuh dengan pandangan yang sejajar pada sosok Pria yang Ia cintai secara diam-diam itu.


"pintar..!" An mengacak pelan rambut Carrina lalu segera berlari dengan langkah lebar menebus obat Carrina.


Carrina melihat kepergian An, "tidak keberatan direpotkan olehku? maksudnya apa? apa Tuan Muda mencintaiku?" gumam Carrina.


Carrina seketika tertawa lucu sambil meringis perutnya yang masih ada rasa sakitnya, mana mungkin An menyukainya. mungkin Carrina akan percaya kalau An mencintainya dengan mencium atau memeluknya serta menyatakan perasaan pada Carrina.


Cinta Carrina selama ini sudah disembunyikan dengan baik tentu saja Ia tidak mau mengungkapkan Perasaannya pada An kecuali An yang menyatakan Cinta kalau memang benar punya perasaan.


Carrina kaget ketika ada seseorang yang memperhatikannya, "siapa?" tanya Carrina yang memang memiliki insting yang bagus.


"keluarlah..! aku tau kau memperhatikanku." pinta Carrina serius.

__ADS_1


Zheyan muncul ternyata yang sedang memperhatikannya sejak tadi adalah Zheyan, "instingmu kuat juga ya?"


"apa kamu Carrina? Asistennya Tuan An? tadi aku melihat Tuan An memanggilmu Carrina." tanya Zheyan tanpa basa-basi.


Carrina tidak memperlihatkan wajahnya sebab ketika memasuki Rumah Sakit entah kenapa An memaksa Carrina mengenakan Masker, Ia tidak tau tujuan An tapi Carrina menurut saja ketika An bilang bibirnya sangat pucat.


"apa lagi ini?? kenapa hari ini aku sial sekali? apa salahku di hari ini? tidak bisakah hariku baik-baik saja?" batin Carrina seketika kepalanya tertunduk lesu.


sungguh Carrina tidak punya tenaga untuk merespon perkataan Zheyan.


Zheyan dengan sok akrabnya duduk disamping Carrina sambil memperhatikan mata Carrina yang memang sangat menawan juga indah.


"apa kamu memang mengenakan masker? aku rasa wajahmu cantik." tanya Zheyan.


Carrina diam saja.


"apa kamu mendengarku?" tanya Zheyan.


Zheyan sibuk mengajak Carrina bicara tapi sosok yang Ia ajak bicara tidak mau mengeluarkan suara sedikitpun, menurut Carrina tidak penting amat bersikap ramah pada rekan kerja An diluar jam kerja.


"sedang apa kau?" tanya An yang kini sudah berada di hadapan Zheyan.


"Oh..? Tuan? aku hanya penasaran apa dia sakit? sejak tadi dia tidak mau bicara dan matanya terlihat sayu seperti orang sakit." tanya Zheyan.


An menghela nafas lalu menyerahkan Obat yang sudah Ia tebus tadi ke Carrina yang menerima Obatnya itu dan dengan santainya An menggendong Carrina yang langsung melingkarkan tangannya dileher An.


An hendak pergi tapi Zheyan tiba-tiba menghadang jalannya.


"apa dia kekasihmu Tuan? bukankah dia Asistenmu?" tanya Zheyan penasaran.


"bukan urusanmu." ketus An lalu melangkah pergi mengabaikan Zheyan yang semakin penasaran hubungan An dengan Carrina (si mata besar yang indah itu).


.


.


.


Bisakah ini jadikan Visual Carrina? takutnya tidak sesuai ekspetasi, sebenarnya penggambaran setiap tokoh yang Nae buat dalam Novel memang khayalan semata jadi cukup sulit mencari Visual yang sesuai, Carrina itu sangat cantik, matanya besar tapi juga sangat imut, sulit digambarkan jadi ini hanya gambaran kecilnya saja.



.

__ADS_1


.


.


__ADS_2