Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
biasa saja


__ADS_3

.


.


.


"bagaimana Panti Asuhan Ibu Innah An?" tanya Carrina dengan manja.


"mau lihat tempat tinggal baru mereka?" tanya An dibalas anggukan cepat oleh Carrina.


detik itu juga An pun membawa Carrina ke Panti Asuhan Innah yang membuat Carrina menganga seketika melihat tempat tinggal baru Anak Yatim-Piatu itu.


Rumahnya sangat luas dan bertingkat tentu Carrina tebak banyak kamarnya, Taman bermain anak-anak, Pagar sekeliling, lapangan sepak bola ukuran anak-anak dan banyak hal lainnya.


"Nona? Tuan?" Ibu Innah tengah menyiram Bunga meninggalkan pekerjaannya berlari menuju Pasangan yang sangat baik itu.


"lanjutkan saja Bu Innah..! Istriku ingin melihat tempat baru kalian." kata An dengan senyuman lembut ke Carrina.


Ibu Innah tersenyum tulus lalu melihat perut Carrina yang sudah membuncit, Carrina memegang perutnya dengan malu-malu.


"Semoga anak Tuan dan Nona menjadi seorang Pria yang kelak memiliki budi pekerti yang baik serta sangat menyayangi kedua Orangtuanya." kata Ibu Innah.


"Terimakasih Bu." ucap Carrina tersenyum manis seketika Ia sadar akan sesuatu.


An menaikkan sebelah alisnya, "laki-laki?"


"ibu tau calon bayi kami laki-laki?" tanya Carrina penasaran.


"saya bisa melihat dari aura wajah Nona sangat cantik dan bercahaya menurut saya anak Nona ini laki-laki." jawab Ibu Innah.


Carrina menganga takjub sedangkan An curi-curi pandang ke Carrina yang memang terlihat bercahaya dan semakin cantik saja tapi Ia tidak tau itu bisa menggambarkan jenis kelamin anaknya.


"kalau anak perempuan aura saya seperti apa bu?" tanya Carrina penasaran.


"Nona akan suka berdandan dan sangat menjaga penampilan." jawab Ibu Innah.


Carrina tersenyum lebar, "bagaimana ibu tau cara menilai nya seperti itu?"


"mari masuk Nona..!" ajak Ibu Innah sambil merangkul Carrina dengan sangat hati-hati sementara tangan lain Carrina memegang tangan Suaminya.


anak-anak Panti yang melihat Carrina dan An berlarian menyapa kedua Orang dermawan itu serta menyalami mereka, Carrina meminta mereka untuk buka Mobil Belakang An dengan riang mereka berlarian mengikuti An menuju Mobil An yang menekan remot Mobilnya sehingga terbuka.


Carrina berbicara dengan ibu Innah sementara An membantu anak-anak Panti di Mobilnya.

__ADS_1


"Tuan Muda terlalu baik dan sangat dermawan Nona..! saya sampai tidak menyangka kalau ada Orang sebaik itu." ujar Ibu Innah dengan terharu kebaikan An tidak tanggung-tanggung membanjiri anak-anak Panti dengan fasilitas mewah.


"Ibu kenapa nangis?" tanya Carrina ikut berkaca-kaca.


"tidak Nona..? saya sangat terharu, terimakasih Nona telah mau berbaik hati mengantarkan anak-anak sampai kesini, jika Nona tidak kesini mungkin Tuan Muda tidak akan tau tempat ini." ucap Ibu Innah dengan terharu.


Carrina mengangguk lalu memegang kedua tangan Innah, "Ibu jangan bicara seperti itu ya? suami saya sejak dulu memang sangat baik bahkan dia memungut wanita seperti saya dari jalanan."


Ibu Innah mengangguk-ngangguk karna diluar sana banyak Lelaki kaya menginginkan wanita karir atau wanita yang setara kekayaannya dengan Pria Kaya itu tapi An malah berbeda mencintai Carrina yang dari kalangan bawah dan yatim-piatu.


Carrina merasa sebagai Wanita yang paling beruntung dicintai Oleh An yang tidak pernah melihat latar belakangnya.


.


.


malam hari,


"Suamiku?" panggil Carrina tiba-tiba memeluk An yang baru saja hendak mencari baju ganti karna selesai membersihkan diri.


karena perut Carrina sudah membuncit jadi memeluk An sebisanya saja.


"hmm?" sahut An memutar tubuhnya menghadap Carrina sambil memegang pinggang Carrina sesekali mengelus perut Carrina dengan lembut.


"apa aku tidak pernah bilang kalau aku tidak punya tipe ideal? kalau aku suka maka apapun rupa dia akan aku miliki." jawab An dengan senyuman.


"benarkah? kalau aku jelek?" tanya Carrina.


"akan aku terima dan aku sembunyikan dari publik supaya kamu tidak tertekan menikahiku." jawab An mengusap hidung Carrina yang tersenyum semakin lebar saja.


"Suamiku sayang..! kenapa kamu bisa jatuh Cinta padaku? apa kelebihanku?" tanya Carrina merengek sebab Ia sangat penasaran bagaimana dan kenapa An bisa mencintai Carrina.


"perhatianmu, tangismu yang sangat menggemaskan ketika aku terluka, kepintaranmu, kerja kerasmu itu, sangat seksi ketika serius bekerja." jawab An.


"semua itu pesonamu terlebih lagi kesetiaanmu yang mencintaiku selama 10 tahun nilai plusnya dan sisanya adalah bonus." sambung An lagi.


"bonusnya apa?" tanya Carrina tersenyum manis.


"kecantikan dan tubuh indahmu ini." jawab An meremas 2 benda kenyal Carrina yang merona seketika menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Suamiku aku malu..? jangan pegang-pegang seperti itu." rengek Carrina.


An tergelak mencium kening Carrina lalu mengelus lembut kepala Carrina.

__ADS_1


"aku tidak butuh wanita kaya, latar belakang Keluarga bagus, atau nama baik Keluarganya sayang yang aku butuhkan adalah hati serta kepribadiannya." kata An serius.


Carrina mengangguk, "pantas saja aku begitu mencintaimu An selama 10 tahun, aku senang dengan hatiku sendiri yang tetap bertahan mencintaimu."


An mengangguk dengan senyuman, "sampai kapan kita begini hmm? apa aku tidak usah pakai baju?"


Carrina tersenyum malu lalu izin keluar ruang ganti An dipegang tangannya oleh An.


"yakin mau pergi? tidak mau melihatku pakai baju?" tanya An menggoda.


Carrina mengerjab dengan merona bertanya balik, "apa boleh?"


An menyemburkan tawanya seketika, "kenapa malah bertanya hmm? apa kita harus saling izin hmm? aku milikmu dan kamu milikku sayang..! apa yang perlu di izinkan hmm?"


Carrina pun mengangguk patuh lalu Ia bisa melihat An tanpa baju, Carrina terpana melihat tubuh gagah An padahal Ia sudah sering melihatnya tapi mata nya itu selalu suka apapun yang ada dalam diri An.


An semakin semangat saja menggoda Carrina sampai wajah Istrinya itu sungguh merah seperti kepiting rebus.


.


An melihat layar ponselnya ada kabar dari Agus kalau Libra meninggal ditabrak lari.


"bagaimana bisa? apa Orangnya ditemukan?" tanya An.


"saya tidak tau Tuan..! saya keluar mencari makan lalu sudah ada Orang yang berkumpul ramai-ramai di jalan raya, ketika saya lihat ternyata dia Wanita itu." kata Agus yang tau Libra sebab Ia pernah mencari identitas Libra.


"dimana wanita itu?" tanya An.


An pun menutup panggilannya lalu memberitau Carrina kalau Libra meninggal dunia ditabrak lari.


"lalu? dimana wanita itu?" tanya Carrina tidak ada rasa iba di sorot matanya itu malah biasa saja.


"di Rumah Sakit, apa perlu kita datangi terus dikubur dengan layak?" tanya An.


Carrina menghela nafas, "aku tidak mau An..! selama ini wanita itu sudah membuangku bahkan kemarin-kemarin dia bertemu denganku masih tidak tau malunya mencoba mengadu domba kita, aku harus percaya dengannya bukan Orang asing."


"dia bilang seperti itu?" tanya An berubah datar karna tidak suka kata-kata itu.


"iya An..! dia bilang aku harus percaya dengannya dan bilang kamu Orang asing, aku sangat marah dan pergi begitu saja darinya." jawab Carrina.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2