Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
kepatuhan


__ADS_3

.


.


.


Sean sudah bisa merawat anak-anaknya dengan begitu baik walau mengatur Putra-Putrinya harus menggunakan nama Ana, Sean tidak mau merepotkan Permaisurinya yang telah banyak berkorban mengandung serta melahirkan keturunannya.


"bagaimana nak? apa gatal-gatalnya hilang? Daddy lihat bintik-bintiknya sudah nggak ada." tanya Sean memperhatikan tubuh kecil Adrick.


"sudah Daddy..!" jawab Adrick tersenyum lebar.


Sean tersenyum lembut lalu dengan sabar memakaikan baju untuk Putra Kecilnya, "sekarang sudah bersih dan gatal-gatalnya hilang, kita makan ya?" bujuk Sean.


"iya Daddy..! kebetulan adlick lapal." jawab Adrick dengan senyuman.


Sean mengecup kening Adrick lalu menggendong Putranya keluar dari kamar hotel menuju Aula Pernikahan Saga dan Alena.


"Mommy dimana Dad?" tanya Adrick penasaran.


"disana, Mommy sedang memotret Keluarga besarmu son." jawab Sean masih menggendong Adrick.


"cepat Dad..! Adlick mau ketemu Mommy setelah makan." desak Adrick seperti Raja saja yang mengatur Sean.


Sean bukannya marah malah terkekeh, memang hanya Sean yang selalu menuruti permintaan anak-anaknya berbeda dengan Ana yang masih menuruti tapi dibatasi.


.


"Mommy?" Adara mengerjab menarik-narik ujung baju di pinggang Ana.


Ana yang sedang memegang kamera pun melihat kebawah, "ehh? sayang? ada apa nak?" tanya Ana memberikan Kameranya ke Carrina yang melanjutkan memotret Keluarganya sibuk menyambut tamu.


"minta pajak.! kata Daddy tidak boleh minta pajak sama tamu mommy." gadis kecil kesayangan Ana itu memalak Mommynya sendiri.


Ana tertawa lalu mengambil lembaran mata uang Indonesia ditasnya dan memberikannya ke Adara yang langsung sumringah bagai dapat harta karun.


"mau beli apa sayang? ingat ya? Mommy tidak izinkan kamu belanja keluar, nanti sama Daddy saja." peringatan Ana serius ke Adara.


"siap Mommy." jawab Adara berpaling dari Ana pergi entah kemana sambil sibuk menghitung uangnya.


Ana menganga sejenak lalu tertawa sambil geleng-geleng kepala, "kenapa anakku jadi pemalak mommynya sendiri ya?" gumam Ana terkikik.


Adara suka memalak Orang tapi yang membuat Ana gemas adalah ketika Adara tidak melakukannya pada Tamu Undangan mereka hari ini melainkan memalak Mommynya sendiri sebab Adara tidak punya mata Uang Indonesia.


Ana mana tau kalau Adara sudah memalak Tamu Undangan yang ada namun dipulangkan lagi atas perintah Sean malah minta gantinya pada Ana dan Sean nanti, seolah Putri kecilnya Ana itu kelak ingin menjadi preman cantik.

__ADS_1


"kenapa Adara, Ana? kok main pergi aja? tidak minta makan atau disuapi makan?" tanya Carrina penasaran.


Ana terkekeh, "Wales, Adrick maupun Adara itu tau tempat dimana mereka harus bermanja Carrin."


Carrina tersenyum takjub, "jadi kalau diluar Istana mereka pandai makan sendiri?" tanya Carrina dengan penasaran.


Ana mengangguk pelan, tiba-tiba Wales datang.


"Mommy? Lesst udah makan, Less boleh main kan?" tanya Wales penuh harap.


"ya sudah tapi ingat..? Mommy tidak suka kamu bicara hal kotor ya? nanti mulutmu Mommy kasih cabe pedas lagi mau???" ancam Ana.


Wales menggeleng kepalanya sambil menutup bibirnya, Ana berjongkok lalu mencium kening Wales sambil menuruni tangan kecil Wales yang menutupi bibir kecil Wales dan Ana mencium pipi, hidung, bibir Wales.


"kelak kamu akan jadi penguasa sayang, kamu ini jadi pusat perhatian Orang jika berada di luar Istana. jadi Mommy mohon jaga wibawa dan nama baikmu ya?" pinta Ana dan dibalas senyum lebar Wales.


"telimakasih Mommy, less tidak akan macam-macam." ucap Wales.


Ana pun mengangguk mengelus kepala Putra sulungnya yang langsung berbalik pergi mencari tempat asik untuk bermain game.


Carrina tersenyum lembut, "anak-anakmu patuh sekali Ana."


"kamu bicara seolah-olah anakmu tidak patuh saja padamu Carrin." ledek Ana lalu mereka terkekeh bersama.


"dimana Pangeran bungsumu?" tanya Carrina.


Carrina melihat arah tatapan Ana yang lama pun tertawa lagi, "ya sudah..? yang penting anakmu ketemu."


"dimana Kenan?" tanya Ana ke Carrina.


"paling mereka berempat sedang makan di kolong meja." jawab Carrina malah membuat Ana melotot kaget.


"apa maksudmu? kenapa mereka makan dikolong meja?" tanya Ana tidak percaya.


Carrina terkekeh, "mereka berempat tidak suka dilihat kalau sedang makan tapi perut mereka sangat kuat makan."


Ana mengangguk-ngangguk, "kalau begitu kamu harus cari anak-anakmu Carrin..?!" pinta Ana mengambil alih kameranya.


Carrina pun mencari Putra-Putrinya, Carrina terlalu hafal watak setiap anaknya jadi tidak kebingungan mencari anaknya ditengah keramaian.


Carrina terkekeh melihat sebuah tangan kecil muncul dibawah meja mengambil piring buah diatas meja itu, Carrina mendekati tempat itu lalu menangkap tangan kecil itu dan mengecupnya dengan lembut.


"Mama?" gumam Kenan yang tau pelaku yang menangkap tangannya adalah Carrina.


Kanze tiba-tiba menyembulkan kepalanya dan nyengir kuda melihat Carrina, Carrina pun mengambilkan banyak makanan diatas meja lalu memberikannya ke pencuri kecil dibalik meja.

__ADS_1


Kenan dan Kanze mengambil piring pemberian Carrina dengan kedua tangan mereka juga begitu hati-hati, Sysy dan Ketty telah menyambut sepiring makanan itu dengan gembira.


glek...!


Sysy dan Ketty kaget melihat Carrina juga merangkak memasuki tempat persembunyian mereka berempat.


"Mama?" gumam Sysy dan Ketty menyeringai lebar.


"kenapa sayang? apa Mama tidak boleh bergabung?" tanya Carrina.


"boleh ma." jawab Ke empat anak Carrina.


Carrina begitu senang melihat anak-anaknya tumbuh sehat juga banyak makan, pipi Sysy sekarang makin tembem sebab selalu mengikuti An kemana-mana dibelikan makanan, cemilan membuat gadis kecilnya Carrina itu semakin berisi.


"nanti kalau udah jam 10 temui Mama ya sayang? Mama akan antar kalian ke Kamar Hotel terus tidur ya? kalian tidak boleh melihat pesta ini berlama-lama." kata Carrina.


"baik Ma." jawab mereka berempat dengan kompak juga semangat.


Carrina hanya sebentar memastikan anaknya memang berada di tempat itu lalu pergi tanpa melarang anaknya makan.


.


Saga dan Alena sudah lelah berdiri menyambut tamu yang tidak ada habisnya.


"istirahat saja sayang..!?" pinta Saga mendudukkan Alena di kursi pengantin.


"dari tadi kamu belum makan kan? biar aku ambilkan." Saga.


Alena diam saja diperlakukan seperti itu oleh Saga lalu Saga hendak turun namun Jimmy memberikan nampan berisi makanan sehat untuk Alena sehingga Saga mengambil itu.


"terimakasih." ucap Saga yang sangat menghargai Orang yang perhatian dengan Alena.


"sama-sama Tuan, tapi tolong jauhkan Toge nya ya? Alena tidak suka Toge." pinta Jimmy dan Saga melihat sayur Toge itu dengan tajam seolah mengapa sayur yang dibenci Alena bisa ada di piring Alena membuatnya marah saja.


Jimmy pun berbalik pergi dan tidak sengaja Ia menabrak seorang anak kecil.


"ahh.." pekik anak itu beruntung Jimmy cepat menarik lengan anak laki-laki itu sehingga tidak terjatuh.


"maaf dek." ucap Jimmy.


"tidak apa-apa." jawab anak itu merapikan jas mungilnya seperti Pria dewasa saja hal itu membuat bibir Jimmy berkedut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2