
.
.
.
An mencari Carrina yang tidak ditemukan hingga tiba-tiba Ia mendengar suara air, "mandi? malam-malam?" gumam An lalu Ia pun keluar dari Ruangan Carrina kembali lagi ke Kamarnya.
Carrina baru saja keluar dari Kamar mandi dengan jubah mandinya dan rambutnya juga basah ketika Ia hendak memegang pintu lemari Carrina menoleh kebelakang.
"Tuan?" gumam Carrina mencium aroma tubuh An di sekitarnya lalu Carrina pun berjalan mencari An hingga Ia kaget melihat tetesan darah.
"Tuan?" gumam Carrina yang tidak berpikir hal lain lagi langsung berlari keluar dari Kamar Pribadinya dan mengetuk pintu Ruangan An.
"...?" tidak ada sahutan.
Carrina menerobos masuk ke Ruangan An berjalan ke Ruangan Pribadi An, "dimana Tuan? tetesan darah siapa itu? tidak mungkin Tuan terluka kan?" gumam Carrina dengan khawatir.
An berjongkok dilantai sambil memperhatikan kotak P3K yang Ia sengaja buat tercecer lalu Ia melirik kesamping menyadari Carrina memasuki Ruangannya.
Carrina melihat tetesan darah yang sama lalu mengikutinya sampai tiba di Ruangan santai An dan Carrina kaget melihat An tengah membelakanginya serta banyak Kotak Obat tercecer dilantai.
"Tuann?" panggil Carrina.
"Carrina? kebetulan kamu datang? tadi aku masuk ke Ruanganmu untuk menanyakan obat? akk..?" kata An sambil berdiri dan berbalik lalu malah terhenti melihat Carrina tidak mengenakan baju melainkan jubah mandi saja.
DEG!!
An berdebar melihat Carrina yang seperti itu sementara Carrina tidak ada waktu untuk hal lain melihat tangan An terluka adalah masalah yang begitu besar bagi Carrina.
Carrina berlari ke arah An lalu memegang tangan An, "kenapa bisa terluka?" tanya Carrina dengan mata berkaca-kaca.
"aku ingin mengiris bawang malah mengiris jariku sendiri." jawab An sambil sedikit menunduk mencoba melihat ekspresi Carrina yang belum terlihat olehnya.
Carrina berbalik sambil menarik tangan An yang sedikit berlari menuju Kamarnya Carrina, Carrina mendudukkan An di sofa nya lalu Ia berlari mengambil kotak Obat.
An menarik nafas panjang, "apa yang aku pikirkan? bukankah tadi aku ingin mencari tau perasaannya? kenapa pikiranku bisa berubah liar? apa-apaan ini? apa otakku sudah lama tidak terkontaminasi oleh perempuan?" batin An tidak mengerti mengapa pikirannya yang tidak pernah liar pada perempuan manapun itu tiba-tiba aktif melihat Carrina mengenakan jubah mandi.
An tidak sadar sejak kapan rasa cintanya itu tumbuh menjadi begitu besar terhadap Carrina.
Carrina kembali ke An membawa Kotak P3K lalu Ia duduk disamping An sambil meletakkan tangan An yang terluka di paha Carrina, An tertegun melihat Carrina mengusap sesuatu di matanya itu.
"apa dia menangis?" batin An yang tidak bisa melihat mata Carrina menangis atau tidak.
__ADS_1
Carrina memang menahan tangisnya tapi Ia masih serius mengobati jari An, kulit An nyaris lepas entah bagaimana An bisa ceroboh mengiris jarinya sendiri seperti bawang tapi Carrina tidak berpikir An sengaja melakukannya.
Carrina membalut luka di tari tangan An, "sudah Tuan.! bagaimana Tuan bisa begitu ceroboh?" tanya Carrina tanpa berani melihat mata An.
An mengangguk, "entahlah tapi terimakasih kamu mengobati lukaku.!" ucap An.
"sama-sama Tuan." jawab Carrina dengan nada bergetar.
An menunduk, "kenapa suaramu?" tanya An.
Carrina menggeleng sambil mengusap air matanya yang tidak bisa ditahan olehnya.
An memegang dagu lancip Carrina dan mengangkatnya sehingga mata An bisa melihat Carrina yang menahan tangis.
"kenapa menangis?" tanya An.
"hiks.. hiks..!" Carrina akhirnya tidak bisa menahan tangisnya lagi.
An kaget Carrina menangis seperti anak kecil sama seperti ketika An terluka kecil di lengan nya dikepung oleh musuh bersama Egy.
"apa gadis ini memang mencintaiku?" batin An penasaran walau Ia tau Carrina menangis tapi sejak kapan Carrina mencintainya.
"sa-saya sedih melihat Tuan terluka, sa-saya mohon Tuan jangan sampai terluka lagi, rasanya hati saya juga terluka tapi tidak ada darahnya." isak tangis Carrina mengusap-ngusap matanya.
"jangan menangis..! apa kamu menyukaiku?" tanya An serius.
"apa benar?" tanya An.
Carrina diam sambil menghapus air matanya, "ti-ti-tidak..!"
"coba tatap aku..!" pinta An.
Carrina menggeleng kepalanya.
"kalau begitu aku akan melukai tanganku lagi." kata An dengan serius sehingga mata Carrina yang tadi tidak berani melihat An langsung menatap An.
"akan?" beo Carrina tidak percaya An berniat akan melukai jarinya sendiri itu.
"hanya Cinta saja yang bisa membuat hati seseorang terluka tidak berdarah ketika Orang yang dicintai terluka." Ujar An serius.
Carrina diam, "sa-saya...?"
An akhirnya paham kalau Carrina memang menyukainya, "aku mengerti.. !" kata An tersenyum begitu tampan.
__ADS_1
Carrina termangu sendiri apa maksud An mengerti dengan perkataannya padahal Carrina belum bicara apa-apa, apa Perasaan tersembunyinya selama ini sudah diketahui An? betapa kesalnya Carrina yang begitu cengeng dan kekanakan ketika melihat An terluka.
Carrina hendak bangkit tapi An menahan lengan Carrina dengan gemas An mengecup pipi Carrina yang kembali mematung.
"aku juga menyukaimu." kata An.
DEG!!
mata Carrina melebar kaget, "ha?"
"aku tidak terima pengulangan..!" ucap An sambil tersenyum.
"pakailah bajumu..!" pinta An mengusap kepala Carrina lalu bangkit dan keluar dari Ruangan Carrina.
Carrina semakin termangu seperti kehilangan seluruh jiwanya, ribuan kupu-kupu melayang-layang dalam hatinya dan Bunga di hati Carrina semakin membesar sehingga ribuan kupu-kupu itu mengitari Bunga hati Carrina yang semakin mengeluarkan aroma wangi menggambarkan betapa senangnya hati Carrina.
"Tu-Tuan menyukaiku?" gumam Carrina sambil memegang pipinya yang dikecup An.
Carrina seketika menjerit kegirangan lalu memekik seperti bocah sambil menampar-nampar pipinya sendiri untuk memastikan dirinya tidak bermimpi.
malam itu baik Carrina maupun An tidak bisa tidur dengan tenang, mereka diatas ranjang masing-masing sambil memegang dada mereka yang sama berdebar kencang.
"Tuan menyukaiku?" gumam Carrina begitu tidak percaya bahwa semua impiannya menjadi kenyataan.
"apa Tuan mabuk?" tebak Carrina tiba-tiba lalu menggeleng kepalanya pelan teringat kata-kata Ana.
"An tidak pernah minum yang memabukkan..! dia sangat menjaga tubuhnya supaya tidak tercemar minuman keras, bahkan dia juga tidak perokok katanya tidak sehat." begitulah kata-kata Ana yang pernah Carrina dengar.
"ak-aku..?" Carrina tidak bisa menggambarkan betapa bahagia nya Ia ketika mendengar perkataan An yang juga menyukainya.
"aku juga menyukaimu."
kata-kata An selalu terngiang-ngiang dalam pikiran Carrina membuatnya memekik kesenangan menutupi kedua telinganya, Carrina hanya ingin tidur tenang tapi kata-kata An tidak bisa hilang dari pikirannya.
"apa kami sudah resmi pacaran?" gumam Carrina serius.
"Tuan belum bilang kalau kami resmi pacaran, ta-tapi aku belum mengatakan Perasaanku bagaimana dia bisa tau? ak-aku tidak berani mengatakan perasaanku."
Carrina sibuk mengoceh sendiri sama seperti An yang juga penasaran sejak kapan Carrina menyukainya.
"kenapa aku bisa tidak sadar?" gumam An merutuki pemikirannya yang tidak peka dengan rasa suka Carrina terhadapnya.
.
__ADS_1
.
.