Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
lelah


__ADS_3

.


.


.


di tempat lain,


"kakimu kenapa Agam?" tanya Xabara basa-basi.


Agam melihat kakinya dan mengatakan semuanya dengan jujur.


"Apa Nyonya malu punya besan lumpuh seperti saya?" tanya Agam dengan hati-hati.


Xabara terkekeh pelan, "kapan aku bilang seperti itu? apa prasangka mu terhadapku seburuk itu?"


"karna saya terlalu malu punya Besan yang sempurna seperti kalian sementara saya lumpuh karna terlalu sibuk bekerja keras." Agam menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Xabara tersenyum, "aku sudah menemukan masalahnya dan aku jamin di hari pernikahan Putramu 2 hari lagi kakimu sudah bisa berdiri."


Agam terbelalak, "a--apa maksud Nyonya? sa--saya sudah lama mencari dokter dari segala penjuru tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan kaki saya kecuali...?


"Ratu Higanbana dan Dewi Beracun?" tebak Xabara.


Agam mengangguk-ngangguk, "tidak perlu dewi beracun..! Ratu Higanbana saja cukup."


"Ra--Ratu Higanbana?" beo Agam menoleh kiri-kanan dan menatap Xabara dengan pandangan syok seakan-akan mau pingsan saja.


Xabara mengangguk tenang, "aku sudah pensiun dan kemampuanku turun pada anakku si Dewi Beracun tapi bukan berarti kemampuanku dalam meracik ramuan memudar kan? aku masih mampu."


Agam melototkan matanya, sungguh ini berita yang lebih mengejutkan bagi Agam dibanding saat surat kesehatannya keluar memberitau penyakit yang dideritanya.


"De--Dewi beracun anakmu? si--siapa? Al--Alena?" tanya Agam.


"oh..? Alena dewi Anggar kan? Ana yang dapat julukan Dewi beracun itu." jawab Xabara santai.


"apa-apaan ini? kenapa aku seperti dapat durian runtuh?" Agam tidak tau harus berbicara apa seolah lidahnya terlalu kaku menyadari betapa mengerikannya identitas Keluarga yang digadang-gadangnya sangat baik itu.


sebenarnya sosok Higanbana dan Dewi Beracun sangat dermawan karna mau menolong orang susah serta membasmi kejahatan, tapi tetap saja 2 sosok itu ditakuti sebab disebut gadis menawan yang punya taring serigala, siapapun akan takut jika Identitas mereka diketahui termasuk Agam.


"bagaimana? mau percaya aku atau tidak? kalau kamu ragu dengan kemampuanku boleh minta bantuan Alena saja." tanya Xabara.


Agam tertawa canggung lalu meminta maaf pada Xabara karna Ia benar-benar syok mengetahui identitas Xabara dan Ana, Xabara tersenyum tipis.

__ADS_1


"sepertinya mentalmu tidak sekuat yang dibilang Orang ya? si hantu pekerja." ledek Xabara.


"saya tetap manusia yang punya jantung Nyonya." jawab Agam yang tidak berani tersinggung dengan ledekan sang Ratu Higanbana melengendaris didepannya itu.


"sayang?" panggil Rovert tiba-tiba memeluk Xabara dari belakang.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas mendengar ocehan Rovert yang cemburu padanya berbincang lama dengan Agam.


"kenapa kamu cemburu juga Rovert? kita bahkan sudah punya cucu." omel Xabara.


Rovert memeluk Xabara dengan posesif, "aku tidak peduli yang jelas kamu tidak boleh bicara lama-lama dengan Agam, dia Duda belasan tahun."


Agam tersenyum kikuk dan memilih mundur teratur saja sebab Ia paham betul jika berada diposisi Rovert pasti akan sangat mencintai Xabara apalagi tau Identitas Xabara seorang Ratu Higanbana namun tetap saja hati Agam telah di Rajai oleh 1 Ratu yaitu mendiang Istrinya saja.


.


tempat lain, di dalam Mobil perjalanan pulang,


"apa lagi Saga??" tanya Alena dengan ekpresi malas.


Saga tersenyum lebar, "sudah makan?" tanya Saga.


Alena menggeleng, "aku terlalu lelah Saga..! lebih baik antar aku pulang terus aku mau tidur aja seharian." jawab Alena.


Alena tidak menyanggah seolah setuju saja dengan perkataan Saga sehingga Saga begitu sumringah bak anak kecil yang baru masuk sekolah saja setelah sekian lama menunggu ingin belajar di sekolah.


.


Alena jalan tanpa alas kaki di Gedung Apartemen mewah Saga,


"sayang?? nanti kakimu terluka." Saga berlari mengutip heels Alena yang di lepaskan seperti barang tidak berharga.


"Sagaa?? kenapa lantainya jauh sih? aku benar-benar sudah lelah." gerutu Alena.


Saga menarik tangan Alena lalu meminta Alena naik ke punggungnya, Alena pun di gendong oleh Saga dan memejamkan matanya dibahu Saga.


"kamu bekerja terlalu keras sayang..! istirahatlah..! nanti akan aku bersihkan tubuhmu dengan air hangat biar semakin nyenyak." bisik Saga dengan lembut sudah seperti suami sempurna untuk Alena.


Alena tidak dengar apa-apa lagi malah melenguh kakinya pegal-pegal, Saga masuk ke Lift dan beberapa penghuni Apartemen pun berada di Lift yang sama dengan Saga yang tampak santai saja menggendong Alena dipunggungnya.


mereka yang melihat hal itu hanya tersenyum lebar serta diam-diam memberanikan diri memotret pasangan manis itu menurut mereka sekalian diviralkan betapa perhatiannya Saga pada Alena.


"nanti mau makan apa sayang?" tanya Saga memutar kepalanya kesamping.

__ADS_1


Alena tidak berbicara sepatah katapun hal itu membuat Saga terkekeh.


"sepertinya calon istriku ini sangat kelelahan ya? ya sudah tidurlah sayang ! aku tidak akan mengganggumu sayang." bisik Saga melihat ke arah tujuan lantai Apartemennya.


Saga keluar dari Lift,


"wahh..! itu kenapa tipe Pria dalam dunia Fantasi bisa ada disini ya?"


"kata siapa Tuan Reyza tidak punya hatii?"


"oh ya Tuhan..? aku mohon sisakan 1 untukku Pria seperti Tuan Reyza."


gosip-gosip penghuni Apartemen lain di dalam Lift begitu dramatis.


.


Saga menyelimuti Alena setelah membersihkan tubuh Alena dengan air hangat tapi tidak membuka seluruh pakaian Alena melainkan di tempat tertentu saja karna Saga masih tau batasan.


seharian ini Alena ke Toko Gaun, Toko-Toko lainnya untuk membeli gaun yang akan di pakai oleh Alena nanti sampai 4 kali ganti, Alena melakukan semua itu dengan anggun tanpa melepas heelsnya tapi saat berakhir tenaganya seakan ambruk begitu saja padahal Alena tidak mudah lelah.


Saga menikmati kebersamaannya dengan Alena lalu tak lupa Ia mengabari Keluarga Alena supaya tidak terlalu khawatir.


.


"apa ini Kak?" tanya Saga melihat Ana datang malam-malam bersama Sean membawa sebuah ramuan khusus.


"Alena kelelahan, berikan obat ini padanya karna ini sangat mujarab." pinta Ana.


Saga mengangguk, "terimakasih kak." ucap Saga dengan sopan.


Ana terkekeh lalu Sean tanpa basa-basi langsung membawa Ana masuk ke Mobilnya, Saga hanya bisa melihat kepergian Mobil Keluarga Maldev dari kawasan Apartemennya.


"mujarab?" beo Saga melihat botol kecil itu.


"haissh..? apa yang aku pikirkan? Kak Ana tidak mungkin mau melukai adiknya sendiri pasti dia ingin adiknya sembuh." dumel Saga.


Saga pun kembali ke Apartemennya dan membuatkan sup untuk Alena serta menyuapi Alena sup hangat yang sudah diberi ramuan pemberian Ana, Saga tidak berani berpikiran buruk karna Ia benar-benar tidak tau kalau Ana adalah dewi beracun tapi hanya seorang Kakak yang kasihan pada adiknya kelelahan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2