
.
.
.
Carrina menarik nafas dalam-dalam sungguh Ia kesal sekali dengan Pria seperti Verdy.
"huhh..!" Carrina pun berbalik dan kaget melihat An telah berdiri gagah dengan wajah datar ke arah Verdy yang ditarik-tarik paksa oleh Gigy.
"Tuan?" Carrina melangkah ke arah An yang lalu beralih ke Carrina.
"lain kali beritau aku kalau dia datang." ujar An serius.
Carrina mengangguk patuh.
"mau kemana malam-malam?" tanya An lagi sambil memperhatikan Carrina yang seperti sudah bersiap akan pergi.
"mau cari cemilan malam untuk nonton di Kamar Saya tuan." jawab Carrina.
An menaikkan sebelah alisnya, "aku temani..! ikut aku..!"
Carrina terkejut tapi kakinya pun melangkah mengikuti An, "apa Tuan mau membeli sesuatu?" tanya Carrina.
An diam sesaat, "hmmm...? beli minuman dingin untuk di Kamarku." jawab An.
Carrina mengangguk percaya saja lalu buru-buru berlari ke arah kemudi tapi baju belakangnya ditahan oleh An sehingga Carrina memutar kepalanya ke An dengan pandangan penuh tanya.
"kenapa kesini? aku bisa mengendarai Mobil, pindah...!" titah An.
Carrina terpaksa menurut lalu berlari ke arah kursi penumpang sebab Ia memang ingin beli makanan ringan dan sesuatu sementara Carrina sedang tidak mood jalan kaki karna masalah Verdy Nase.
Mobil An melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah Supermarket yang lumayan jauh, Carrina bertanya mengapa tidak di Supermarket terdekat dengan santainya An menjawabnya bahwa tempat parkirannya tidak bagus tentu Carrina percaya alasan An padahal An hanya ingin berdua lebih lama saja dengan Carrina.
An yang pergi ke Supermarket bersama Carrina jelas menjadi pusat perhatian, Carrina sangat cantik dan An yang tidak suka tatapan Pria terhadap Carrina pun melepas Jaketnya dan memasangkannya ke tubuh Carrina lalu menutupi wajah Carrina dengan hoodie nya sehingga wajah cantik Carrina tidak lagi terlihat.
"Tuan? saya tidak dingin." Carrina hendak melepas jaket An.
"pakai...!" titah An membuat nyali Carrina menciut lalu kembali fokus belanja dengan kepala tertutup itu.
sesekali Carrina harus berjinjit untuk mengambil jajanan yang Ia inginkan dengan cekatan An yang mengambilkannya untuk Carrina.
"kenapa Tuan mengikutiku? bagaimana caraku membeli pembalut?" batin Carrina dengan sorot mata lurus ke arah rak khusus pembalut wanita dengan berbagai ukuran.
An memperhatikan mengapa Carrina tidak berjalan hingga Ia melihat kearah depan langsung membuatnya sadar, "apa dia mau membeli pembalut?" batin An.
__ADS_1
"aku kesana dulu..! jangan kemana-mana ya?" pinta An menekan kepala Carrina.
Carrina mengintip An yang sudah pergi lalu Ia segera mendorong Troly nya ke arah Rak pembalut dan mengambil ukuran yang sesuai kemauannya serta memasukkannya kedalam Troly bahkan menimbunnya dengan cemilan nya yang lain sampai tidak terlihat.
"akhirnya aku bisa membelinya." senyum manis Carrina dengan santai mendorong Troly nya ke rak lain.
"akhh..!" tiba-tiba perut Carrina merasa nyeri.
"kenapa tumben tamu bulananku bulan ini malah sakit?" gumam Carrina mengelus perutnya yang terasa panas dan juga nyeri.
Carrina menggeleng kepalanya untuk tetap sadar Ia terus berjalan menahan rasa sakit di perutnya sampai Carrina tidak sadar menabrak seseorang.
"ahh? maaf ya? saya tidak sengaja." ucap Carrina.
"apa kau buta ha?" bentak orang itu membuat Carrina kaget ternyata suara perempuan tapi suaranya seperti Carrina tebak adalah Wanita yang kasar.
Carrina menunduk lagi meminta maaf dan hendak pergi Hoodienya malah di tarik paksa oleh wanita itu sehingga wajah pucat Carrina terlihat jelas tapi bukan hal itu yang membuat Orang disekitarnya syok melihat Carrina tapi kecantikan Carrina itu yang membuat siapapun yang memandangnya terpana serta syok.
"Lidya? kenapa dia disini? aduuh..! kenapa waktunya tidak tepat? perutku sakit lagi." batin Carrina menjerit.
"waah... gadis itu cantik sekali, Lidya kalah ya?"
"haha..! cantiknya, Lidya seperti bunga liar dibanding gadis itu."
"aku tidak bisa berkata-kata, kenapa dia bisa secantik itu?"
semua yang tadinya hanya memandang Lidya seketika memuji Carrina habis-habisan.
"maaf Lidya..? aku tidak bisa lama-lama." ujar Carrina berbalik pergi.
"enak saja main pergi saja..! apa gunanya kantor polisi kalau semua masalah akan selesai hanya dengan kata maaf ha??" bentak Lidya.
Carrina memejamkan matanya lalu membalik tubuhnya ke Lidya, "jadi mau menghubungi Polisi?"
"tentu saja..! kau melukai tubuh artis sepertiku, bagaimana jika aku mengalami lecet-lecet? kau tidak akan sanggup membayar biaya perawatanku." jawab Lidya yang memang tidak senang dengan kecantikan Carrina.
"Tuann?? anda dimana??" batin Carrina yang tidak punya tenaga untuk melawan Lidya.
situasi semakin menegangkan saat banyak Orang melihat mereka, sebagian ada yang berani merekam Carrina dan Lidya.
Carrina menutupi wajahnya dengan hoodienya An yang ternyata sangat membantunya sehingga Orang yang merekam Carrina hanya terlihat bibir Carrina sedikit pucat dan dagunya Carrina saja.
"bukankah itu Hoodie nya Taylor? itu Limited kan?"
seketika para pengunjung supermarket heboh hanya karna Jaket yang Carrina kenakan, Lidya semakin sinis dan benci dengan Carrina yang sangat cantik juga kaya raya.
__ADS_1
"kita bicara lain kali saja Lidya." pinta Carrina
Carrina pun hendak pergi lagi akan tetapi Lidya semakin memojokkan Carrina yang membuat Carrina menarik nafas dalam-dalam, sungguh Lidya ini menyebalkan sekali menurut Carrina.
Lidya menarik paksa lengan Carrina yang langsung terjatuh mengenai lantai dan Carrina meringis memegang perutnya.
"tidak usah berakting..? apa menurutmu aku termakan akting burukmu ha?" sinis Lidya dengan benci.
"hentikan...! jika kalian merekamku habislah kalian." ancam Lidya dengan marah ke Pengunjung Supermarket.
Carrina berusaha untuk berdiri.
"ada apa ini?" suara An tiba-tiba memecah keheningan.
Lidya melebarkan matanya dengan kaget melihat An ada di Supermarket ini, awalnya Lidya hendak mencari muka tapi Ia malah melihat Carrina berbalik ke arah An lalu jalan tertatih-tatih ke An dan memegang erat lengan An bahkan Carrina nyaris menyembunyikan tubuhnya dibelakang An.
"kenapa kau memegang kekasihku?" teriak Lidya menuding Carrina dengan sorot mata membunuh.
"Tuan bawa aku pergi dari sini.!" pinta Carrina memelas sambil sebelah tangannya memegang perutnya sendiri.
An menoleh ke Carrina dan memegang kedua bahu Carrina, "ada apa? ceritakan padaku!" pinta An.
"Tuan???"
"diamm..!" An menatap tajam ke Lidya yang memotong pembicaraannya.
"aku tidak bertanya padamu." sambung An lagi lalu beralih ke Carrina.
"tadi saya tidak sengaja menyenggolnya dan katanya mau melapor polisi, perut saya sakit Tuan..! sa-saya bilang lain kali saja bicara tapi dia malah semakin mendorong saya ke lantai."
"bohong Tuan..? dia berbohong." pekik Lidya.
An bisa melihat bibir Carrina yang tidak semerah biasanya, jelas Ia tau Carrina tidak berbohong ditambah lagi tadi An melihat Carrina hendak membeli pembalut sama seperti Alena yang sakit perut jika sedang datang bulan sepertinya Carrina juga mengalami sakit perut jika tamu bulanannya telah tiba.
"tunggu disini..! akan aku ambilkan Trolymu, yang mana?" tanya An.
"yang itu..!" tunjuk Carrina.
peduli amat merepotkan An yang terpenting bagi Carrina saat ini ingin cepat-cepat pulang lalu rebahan di ranjangnya supaya perutnya baikan.
.
.
.
__ADS_1