
.
.
.
Perusahaan BlackMalv gempar gegara Carrina yang sudah berani memperlihatkan wajahnya bahkan Carrina tanpa rasa takut lagi tersenyum cerah pada Orang-orang BlackMalv malah kikuk sendiri melihat Carrina.
wajah Carrina yang secantik itu bagaimana bisa mengalami kecemasan? disaat semua wanita sibuk mempercantik diri malah Carrina yang cemas wajah cantiknya diketahui banyak Orang.
"menurutku wajar saja Carrina seperti itu." kata Rop serius.
"gila..! aku malah malu ditatap oleh Carrina, dia benar-benar dewi di dunia nyata..! parasnya itu ..? uhh..! sulit menggambarkan kecantikan uniknya itu." kekeh Egy.
"Ayunda sudah tau?" tanya Rop ke Wel.
Wel mengangkat bahunya acuh.
"apa kau segitunya membenci Ayunda Wel?" tanya Egy.
"aku tidak membencinya hanya saja aku malas berhubungan dengannya lagi." jawab Wel.
"aku rasa dia sudah di hukum dengan dikhianati oleh suaminya sendiri kan? lalu apa masalahnya? kenapa kau malah kembali membuatnya mengorek luka lamanya?" Egy.
"kenapa ikut campur masalah Wel? biarkan saja dia yang punya masalah kan?" Rop.
Wel diam saja membenarkan kata-kata Egy kalau Ayunda sudah mendapatkan hukuman dari alam itu sendiri karna meninggalkannya memilih Pria lain, Ayunda cerai dengan suaminya lalu mendapatkan hak asuh anak bersusah payah dengan bekerja pada An.
"halooo??" sapa Carrina membuat Ketiga Pria gagah itu kaget dengan kedatangan Carrina.
"kalian sedang apa? kenapa tidak latihan?" tanya Carrina dengan ekpresi imutnya mengerjabkan mata.
Egy menjatuhkan rahangnya, Rop membuang muka karna tidak sanggup melihat pesona tersembunyi Carrina selama ini dan Wel mengusap tengkuknya sendiri dengan malu.
sebagai seorang Pria wajar saja mereka malu bertatapan dengan Carrina yang secantik itu, selama ini mereka berpikir Ana dan Alena saja gadis cantik yang tidak memikirkan status mau berteman dengan mereka tapi sekarang Carrina juga sama, awal dekat dengan Ana dan Alena anggota BlackMalv memang malu-malu tapi seiring berjalannya waktu akhirnya terbiasa.
"ayo..? ayo...? latihan cepat, Tuan Muda menunggu." ajak Carrina memukul bahu mereka semua supaya cepat bangkit dan tidak malas.
.
An memutar kedua bola matanya dengan malas mendengar ocehan bawahannya bertanya bagaimana reaksi An ketika pertama kali melihat wajah cantik Carrina.
__ADS_1
"kalian pikir kita sama ha?" begitulah pertanyaan An balik membuat mereka mati kutu.
An memang berbeda dengan kebanyakan Pria Normal yang tergoda kecantikan perempuan.
"cepat mulai latihannya..!" titah An dengan tegas.
mereka pun terpaksa menurut lalu berlatih dengan benar dan serius, ketika jam makan siang Carrina dan Ayunda, Putri (anak Ayunda) datang membawa makan siang (nasi bungkus) untuk Bodyguard BlackMalv.
"saatnya makan siang...!" teriak mereka dengan senang kecuali Putri yang cadel.
"Papaaa??" teriak Putri berlari ke Wel lalu digendong oleh Wel.
tidak ada yang syok lagi dengan panggilan Putri ke Wel, sejak pertama kali bertemu Putri memang memanggil Wel Papa sampai sekarang bahkan Ayunda sampai malu sendiri dengan panggilan anaknya itu, Ayunda berulang kali meminta Putri untuk tidak memanggil Wel seperti itu tapi lidah Putri kecilnya itu sudah terbiasa dan nyaman saja memanggil Papa ke Wel.
"ooh.. Putri..? sudah makan apa belum?" tanya Wel tersenyum lebar.
mereka berbincang layaknya Papa dan Anak sungguhan padahal Putri bukan darah daging Wel, bisa dikatakan Wel dekat dengan Putri dibanding Ayunda, hubungan Wel dan Ayunda seolah ada pembatas diantara mereka tentu pembatas atau halangan itu diciptakan oleh Wel sendiri.
An melihat Carrina banyak tertawa dengan lelaki, walau Carrina tidak menganggap mereka semua sebagai Pria (lawan jenis) tapi An tidak suka Carrina tertawa lepas seperti itu dengan Pria lain.
"Carrina?" panggil An.
Carrina menoleh ke An lalu mengambil 2 nasi bungkus untuknya dan An.
"kau itu Asistenku bukan Asisten mereka semua." kata An dengan tegas.
Carrina mengerjabkan matanya, "ii-iya Tuan..? saya tau itu kok." jawab Carrina.
"sudah tau kenapa melayani mereka?" tanya An dengan datar.
"Eh? melayani apa Tuan? saya hanya membantu mereka saja." bela Carrina tidak terima disebut melayani Saudara-saudaranya itu.
An membuang nafas pelan, "ikut aku!!" titah An sambil melangkah pergi.
Carrina menoleh ke anggota BlackMalv lalu tersentak dipanggil oleh An segera Ia berlari ke arah An mengikuti Tuannya itu.
.
di Ruangan An,
"apa?" tanya An.
__ADS_1
Carrina seperti mencari sesuatu di meja Sofa An lalu bertanya makan siang yang Ia bawa tadi ada dimana, tiba-tiba Carrina bangkit dan izin hendak menjemput nasi bungkusnya tadi.
"tidak perlu..! aku akan memasak." kata An dengan tenang.
Carrina melebarkan matanya lalu mengerjab-ngerjab polos, "memasak?"
"hmm..? aku mencoba menu baru, kau harus membantuku merasakan masakan ku ini nanti." ujar An mencari alasan saja.
Carrina mengangguk-ngangguk percaya dan hatinya tidak sabar memakan masakan An lalu Ia dengan semangatnya mengekori An menuju Ruangan Pribadi An sampai ke Dapur.
"saya mau membantu Tuan..!" pinta Carrina memelas.
An tersenyum tipis lalu meminta Carrina mencuci sayur serta ikan.
"akkhh!" pekik Carrina.
An menjatuhkan pisaunya lalu segera mendekati Carrina memegang tangan Carrina, "kena duri?" tanya An.
Carrina mengangguk, "i-iya Tuan..? saya terlalu bersemangat." cicit Carrina hendak melepaskan tangannya dari An tapi An enggan membiarkan tangan Carrina lepas dari tangannya.
"patuhlah..!" titah An dengan serius menarik tangan Carrina menuju meja dan Ia mencari kotak obat di atas lemari dapur.
Carrina benar-benar berdebar ketika An mengobati tangannya bahkan meminta Carrina untuk bertahan saat An ingin mencabut duri ikan yang nyangkut di tangan Carrina.
"sakit?" tanya An menatap mata Carrina dengan serius.
Carrina mengangguk lalu menggeleng tapi mengangguk lagi terus menggeleng lagi hal itu membuat An mengernyit gemas, Carrina bisa melihat ekspresi An yang terbilang langka itu.
"sa-saya mencintai anda Tuan?? jika anda terus baik pada saya bagaimana dengan hati saya nanti? saya takut tidak rela melepaskan anda untuk perempuan lain, anda yang mengajarkan saya untuk memikirkan diri saya sendiri saja." batin Carrina memandang An yang serius mengobati tangannya.
"sudah..? jangan membantuku lagi, duduk patuh disini saja." kata An serius sambil menyusun kotak obatnya dan menyimpannya lalu kembali melanjutkan aktifitas memasaknya.
Carrina mematung saja melihat dirinya duduk di meja ketika Ia hendak turun.
"Carrina? menurutlah..!" titah An tanpa menoleh Carrina sudah tau kalau Carrina hendak turun dari duduknya diatas meja.
Carrina pun mematung ditempat tanpa berani melanggar perintah An padahal niatnya Carrina hanya ingin berpindah duduk di kursi bukan dimeja lagi.
An memasak seperti seorang Chef, diam-diam Carrina memperhatikan An yang sangat seksi dari belakang ingin sekali Carrina meloncat dari meja yang menjadi tempat duduknya kini serta langsung berlari ke punggung An lalu memeluk An dari belakang.
.
__ADS_1
.
.