
.
.
.
"halo juga?" sapa balik Sean.
Alena tersenyum lebar lalu mengulurkan tangannya tentu dibalas oleh Sean, Sean sontak saja melepas tangannya ketika Ana memukul-mukuli lengannya dengan mata melotot seolah mengancamnya.
"mau macam-macam sama adikku ya?" tanya Ana dengan curiga.
Alena terkikik sementara Sean menggaruk kepalanya, "mencari muka sama calon adik ipar." jawaban Sean seketika membuat Alena terbelalak.
"ha?" cengo Alena.
Ana melebarkan matanya lalu menginjak kaki Sean yang memejamkan matanya menahan sakit diinjak oleh Ana.
"kak?" Alena menoleh ke Ana seolah minta penjelasan.
Ana menggeleng-geleng kepalanya, "inilah alasan kakak malas membawamu Alena, dia ini hanya Orang Gila."
Alena mengerjab-ngerjab menatap Sean yang memerah lalu pandangannya melihat kebawah hingga bisa melihat Ana menginjak kaki Sean.
"kenapa di injak kakinya calon abang ipar kak?" tanya Alena dengan polos.
Ana melototi matanya lalu melepaskan pijakannya dari Sean dan berkelahi dengan Alena, Sean sampai melogoh seperti anak-anak yang baru melihat hal baru.
"bagaimana bisa mereka begitu tangguh?" gumam Sean antara takjub dan kagum.
selama ini Sean belum pernah melihat seorang wanita bisa berkelahi, di negaranya seorang wanita bisa mengendarai Kuda saja sudah yang paling hebat tapi sekarang Sean melihat hal baru lagi yaitu Ana maupun Alena bisa berkelahi layaknya Pria bertarung dengan musuh.
Alena berputar anggun dan Ana juga ikut berputar lalu tangannya menggapai bahu Alena yang mengelak, mereka berkelahi seperti seorang Kakak dan adik saja bukan bermusuhan.
"jangan bilang apa-apa sama Mommy dan Papa Dek?" pinta Ana dengan penuh ancaman.
Alena tertawa lalu mengangkat tangannya sehingga Ana berhenti menyerang Alena.
"Alena ngalah deh..! Alena tidak akan bilang apa-apa tentang Abang ipar." cengir Alena.
"Alenaaaa!!" Ana melototkan matanya lalu berlari mengejar Alena yang tertawa terbahak-bahak mengerjainya.
__ADS_1
Sean hampir tidak bisa berkedip menyaksikan tingkah ajaib sepasang kakak-adik itu, betapa senangnya jika Sean punya Keluarga normal seperti itu sementara dirinya punya saudara malah sibuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik didepan Raja dan Ratu.
"menarik sekali." gumam Sean tersenyum tipis malah terlintas dalam benaknya ingin terus berada di Negara ini untuk mendapatkan gadis ajaib dan unik seperti Ana.
.
di tempat lain,
Carrina berada di balkon dan tersentak melihat ke arah Gerbang ada Libra juga Ina berteriak-teriak memanggilnya.
"kenapa Bibi dan Ina bisa ada disini?" gumam Carrina terheran.
"apa mereka tidak sibuk?" gumam Carrina yang tidak percaya Libra mendatanginya setelah mencampakkan serta tidak peduli padanya.
Kedua anak Libra meninggal karna kecelakaan dan mereka malah ada disini seharusnya Libra sibuk mengurus Asuransi anak-anaknya itu sebab Carrina sangat tau kalau Libra itu sangat menyukai uang.
Carrina memejamkan matanya, "lawan Carrina..! lawan..! dia membuangmu seperti sampah dan sekarang ingin menjilatmu? jangan berbaik hati pada siapapun." Carrina menyemangati diri.
Carrina dengan mantap berbalik sambil melangkah menuju Lift menemui Bibi dan Sepupunya itu.
.
"udah lah Ma..? kenapa kita kesini lagi coba?" tanya Ina dengan frustasi sendiri sebab Carrina tidak akan mau keluar.
"aku hanya mau Tuan An saja." bantah Ina merasa yakin bisa mendapatkan An sebab apapun yang Carrina miliki pasti bisa Ina dapatkan.
tak.. tak... tak..
Libra dan Ina menoleh ke arah celah pagar Perusahaan An.
"Carrina?" Libra tersenyum lebar melihat Carrina.
Ina berubah iri melihat Carrina semakin cantik dan kulitnya juga bersinar sehingga Ia berpikir Carrina perawatan mahal padahal resep Carrina memiliki kulit putih bersinar itu karna bahagia bersama An.
"ada apa Bibi kesini?" tanya Carrina dengan datar.
"kenapa kamu bicara seperti itu sama Bibi nak? bisakah kamu bukakan pintu gerbang ini? kita bicara didalam bagaimana?" tanya Libra.
Carrina melirik Ina yang tampak begitu tidak senang apa yang ada dalam dirinya sehingga muncul dibenaknya ingin memanas-manasi Ina tapi Ia segera menggeleng kepalanya sebab tidak mau memanfaatkan An.
"kenapa tidak mau Carrina?" tanya Libra mengira Carrina tidak mau membawa mereka masuk ke Perusahaan mewah An.
__ADS_1
"aku tidak bisa membukakan pintu pada Orang asing, Perusahaan ini bukan milikku." jawaban Carrina membuat Ina marah.
"kenapa kau begitu angkuh ha? apa karna sekarang kau punya pacar Tuan Muda An iya? kau fikir hidupmu itu seberuntung itu?? jika Tuan tau kalau kau itu pembawa bencana pasti dia akan mencampakkanmu." maki Ina.
Carrina tertawa, "sayangnya dia sudah tau semua tentangku."
Ina melebarkan matanya, "haha..? jangan bohong kau? apa kau fikir Tuan An itu Pria yang bodoh? kenapa dia mau bersamamu walau dia tau kau pembawa bencana?"
"Ina diam..!?" titah Libra.
Libra berubah manis ke Carrina, "Carrina? jangan dengarkan sepupumu ya? kalau kamu tidak bisa bawa kami masuk bagaimana jika kita makan diluar?" tanya Libra dengan sangat lembut.
Ina mendengus angkuh sementara Carrina tersenyum dipaksakan.
"tidak bisa Bibi..! aku sangat sibuk bekerja apalagi kemarin aku baru saja pulang dari Dubai bersama An, kami sangat kelelahan tapi pekerjaan sangat menumpuk." tolak Carrina.
Ina melebarkan matanya, "apa? kau ke Dubai? yakin?? bukannya ke taman LoveXabara??" ejek Ina.
Carrina menggeleng kepalanya, "aku bukan kesana tapi memang ke Negara aslinya."
"pantas saja kamu tidak menyahut kami ya? ternyata sedang jalan-jalan di luar negeri." Libra sangat manis sekali berbicara dengan Carrina.
Ina semakin dengki dengan Carrina, "sebenarnya apa yang kau berikan pada Tuan An? kenapa kau bisa membuat Tuan An menjadi pacarmu ha?"
Carrina diam saja tanpa berniat memberitau tipsnya, sama saja Carrina menggali lubang kubur sendiri.
"apa maksud Bibi? apa ini bukan pertama kalinya kalian datang?" tanya Carrina cukup terkejut.
"iya..! sudah 2 kali kami kesini dan ini yang ketiga." jawab Libra.
Libra mengeluh ke Carrina tentang kematian anak-anaknya yang juga sepupu Carrina, Carrina mengingat jelas bagaimana perlakuan 2 Sepupu Prianya itu yang selalu suka membulinya bahkan juga mengatai kata-kata pedas yang menembus jantungnya.
"aku tidak kenal mereka." jawab Carrina.
Ina mengepalkan tangannya ketika Ia hendak marah matanya melebar melihat An berjalan ke arah Carrina, timbul pikiran licik nya dan bersandiwara ke Carrina. Carrina sebenarnya juga heran mengapa Ina berubah seperti itu hingga Ia sadar ada An berada dibelakangnya.
"Carrina? kenapa kamu begitu jahat tidak mau membukakan gerbang ini pada kami?" tanya Ina tengah bersandiwara.
Libra mendukung apapun yang Ina lakukan pasti sedang memainkan peran untuk mendapatkan perhatian An.
.
__ADS_1
.
.