Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
status


__ADS_3

.


.


.


sekitar jam 7 pagi,


Carrina dan An telah segar di Ruangan Pribadi masing-masing.


Carrina buru-buru pergi ke Ruangan Kerjanya yang bersebelahan dengan Ruangan Pribadinya hanya beda pintu saja.


"aku harus cepat terjemahkan Kontrak ini biar bisa ketemu Tuan." senyum lebar Carrina menyisir rambutnya dengan jemari tangannya saja lalu mengikatnya dengan jepit rambut.


Carrina sengaja mengikat rambutnya supaya tidak menghalangi pekerjaannya sehingga nantinya akan menghilangkan fokus kerjanya saja.


30 menit kemudian,


Carrina tersenyum cerah telah menyelesaikan pekerjaannya lalu segera bangkit sambil memeluk berkas Kontrak yang telah Ia terjemahkan sementara tangannya yang lain menata rambutnya supaya lebih rapi.


tok.. tok.. tok...


ceklek..!


Carrina merasa berdebar memasuki Ruangan An padahal tadi malam An telah mengatakan bahwa Pria itu juga menyukai Carrina yang jelas artinya cinta Carrina tidak sepihak melainkan kedua belah pihak.


"Tuan?" sapa Carrina


An duduk di meja nya sedang mengangkat panggilan telfon seseorang lalu menoleh ke Carrina sekilas sambil mengulurkan tangannya dengan polosnya Carrina mendekat dan memberikan berkasnya tapi An meletakkan berkas itu di samping nya (meja) lalu kembali mengulurkan tangannya ke Carrina.


"apa maksudnya?" batin Carrina melihat kedua tangannya sudah kosong seolah bingung apa yang An minta darinya sementara berkasnya tadi sudah diberikan ke An tapi malah diletakkan dimeja.


Carrina memperhatikan tangan An dengan bingung, "apa Tuan ingin aku melihat luka di jarinya?" batin Carrina menebak lalu memperhatikan jari An.


An melirik Carrina tengah serius memperhatikan jari tangannya pun tersenyum gemas lalu tangannya yang terulur tadi mengusap kepala Carrina yang mengerjab lalu memegang dagu lancip Carrina dan An menarik dagu lancip Carrina yang otomatis mendekat ke wajah An.


"tanganmu..!" bisik An.


Carrina memperlihatkan tangannya dengan gugup lalu An yang tau Carrina begitu polos itu pun membalik tangannya memegang telapak tangan Carrina dan mereka bergenggaman tangan seperti sepasang kekasih.


Carrina membeku melihat tangannya dan tangan An berpegangan tangan seperti itu dengan perlahan jemari tangannya mulai bergerak membalas genggaman tangan An, sedangkan An sekilas melirik Carrina yang tampak begitu senang melihat tautan tangan mereka berdua pun tersenyum tipis.


"tidak apa..! awasi saja dia..! aku tidak mengerti kenapa kelakuannya bisa seperti itu, sebelumnya dia juga menyudutkan Carrina, ckk...! sejak kapan aku pacaran dengannya." ujar An dengan seseorang lewat panggilan teleponnya itu.


Carrina tidak mendengar apa-apa lagi sebab mata nya hanya fokus dengan genggaman tangannya saja dengan An, "apa artinya kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih?" batin Carrina begitu berbinar senang seperti anak-anak baru melihat Ayahnya setelah sekian tahun tidak bersua.


"lalu apa yang harus kami lakukan Tuan? dia terus saja menyebarkan berita yang tidak-tidak terhadap Tuan." suara itu terdengar serius ternyata mata-mata An yang diletakkan di tempat kerja Lidya.

__ADS_1


"lihat saja apa yang akan dia lakukan jika nanti kesabaranku sudah habis aku akan beri perintah selanjutnya." kata An dengan serius.


pembicaraan mereka terdengar serius tentu An tidak merahasiakan apapun pada Carrina hanya Carrina saja yang linglung tidak mendengar pembicaraan An dengan Orang itu seolah telinganya tertutup tanda Cintanya itu akibat terlalu bahagia bersentuhan tangan dengan An.


An menutup teleponnya lalu menarik tangan Carrina menjadi lebih dekat dengannya.


"sudah sarapan?" tanya An dengan serius.


Carrina mengangguk lalu tiba-tiba menggeleng.


"kenapa tidak sarapan?" tanya An sambil membenahi rambut Carrina.


An nyaman sekali menyentuh Carrina tapi Carrina yang belum terbiasa disentuh oleh An apalagi diperhatikan, Ia suka tapi jantungnya tidak bisa dikondisikan.


"tidak lapar saja." jawab Carrina sambil memperhatikan wajah An.


tidak ada yang perlu di tutupi lagi oleh Carrina pada An yang juga menyukainya tapi mengapa Carrina masih gugup?


"apa kamu tipe orang yang makan ketika lapar?" tanya An.


Carrina tampak berpikir lalu mengangguk pelan.


"ini apa?" tanya An sambil membuka berkas yang Carrina bawa tadi.


"i-itu berkas dari Luar yang sudah saya terjemahkan Tuan." jawab Carrina.


Carrina mengangguk dengan jujurnya meminta An harus sabar akan kebiasaannya itu, Carrina sudah terbiasa bahasa formal jadi giliran disuruh menggunakan bahasa informal malah belum terbiasa dan An tentu gemas dengan kejujuran Carrina itu.


"mau makan siang dimana nanti?" tanya An.


Carrina mengerjab, "di-dimana?" Carrina malah bertanya balik.


An mengulum senyumnya betapa tampan Pria yang Ia sukai selama ini itu tengah tersenyum seperti itu padanya.


"aku akan membawamu makan di suatu tempat..!" kata An dengan senyuman mengelus puncak hidung Carrina yang sontak mengerjabkan matanya.


"Tu-Tuan?" panggil Carrina.


"Tu-Tuan?" panggil Carrina lagi tapi An tidak menyahut sehingga Carrina sadar langsung merubah panggilannya.


"An?" panggil Carrina gugup.


"iya?" sahut An mengulum senyum.


An tidak menyangka ternyata menyenangkan sekali punya seseorang yang disukai, kenapa tidak sejak dulu saja An suka pada Carrina sudah pernah bertemu 10 tahun yang lalu.


"a-apa status kita saat ini?" tanya Carrina begitu gugup.

__ADS_1


"status? kalau kamu suka aku suka apa status yang pantas untuk kita?" tanya An balik.


Carrina menundukkan kepalanya dan An terkekeh melihat rona di pipi Carrina seolah sudah tau status yang ada dibenak Carrina itu.


"sudah jelas kan? kalau mau menikah pun boleh." jawab An dengan santai membuat Carrina semakin malu saja.


tok... tok.. tok..


Carrina menoleh ke arah pintu lalu dengan berat hati Carrina melepaskan tangannya dari An.


"coba dilihat berkasnya Tuan..? sa-saya akan lanjut kerja lagi." kata Carrina dan An mengangguk mengusap kepala Carrina.


Carrina pun keluar dari Ruangan An yang ternyata Wel yang mengetuk Ruangan An.


"hai Carrina?" sapa Wel.


"iya Kak Wel." senyum lebar Carrina lalu segera berlari menuju Ruangannya yang bersebelahan dengan An.


Wel pun masuk ke Ruangan An.


"Tuan?" sapa Wel.


"hmm? apa?" tanya An dengan wajah datarnya tidak ada wajah ramahnya yang Ia tujukan pada Carrina tadi.


"apa yang Tuan lakukan pada Model itu?" tanya Wel.


"kenapa lagi dia? bukankah aku sudah menghabisi Orang yang mau menjebaknya?" tanya An dengan dingin.


Wel memberitau kalau Flo (Model Internasional di Jerman) WNI itu tengah dalam perjalanan ke Indonesia untuk bertemu An juga sebagai ucapan terimakasih akan mentraktir An makan.


"pada siapa dia mengabari kedatangannya?" tanya An dengan dingin.


"pada Ayunda..!" jawab Wel.


"kalian sudah akur?" tanya An.


"tidak juga Tuan..! kalau masalah pekerjaan kami tetap profesional." jawab Wel.


An pun mengangguk, "tolak dia bagaimana pun caranya dan perketat lagi penjagaan gerbang kita kalau perlu ubah ke Otomatis lalu hubungkan ke Ponselku supaya aku tau siapa saja yang mau masuk ke Perusahaanku."


"baik Tuan." jawab Wel mendapatkan tugas langsung segera pamit undur diri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2