Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
suka-suka saja


__ADS_3

.


.


.


tak lama kemudian Saga tiba di Mansion Maldev dengan wajah bersinar seperti kebahagiaan dalam diri Saga terpancar melalui wajahnya itu.


Alena memutar kedua bola matanya mendengar Saga bicara manis pada Keluarganya bahkan tanpa malu memanggil Nenek ke Ratu, Mommy ke Xabara dan Papa ke Rovert seolah-olah Ia sudah masuk dalam Keluarga Maldev.


"berapa lama?" bentak Rovert.


"5 hari Pa..! tenang saja Pa, aku disana punya Rumah mewah yang ada banyak kamar, Alena akan punya kamar sendiri dan Aku tau cara menjaga belahan jiwamu." kata Saga dengan senyuman.


Xabara dan Ratu melirik saja Saga dan Rovert bergantian, padahal ketika bersama Sean tidak ada drama seperti ini oleh Rovert tapi ketika Alena ada saja prasangka nya Rovert terhadap Saga, beruntung Saga adalah Pria yang kuat mental dan nyalinya sungguh besar.


dalam pandangan Rovert Putri Bungsunya itu adalah anak kecil jadi bawaannya pengen marah saja Putrinya dibawa kesana-kemari apalagi menginap berlama-lama.


"ya sudah..!" pasrah Rovert karna melihat tatapan datar Istrinya membuatnya tak berani berbicara lagi.


Saga dan Alena pun pergi dari Mansion itu dengan 1 Mobil milik Saga saja.


"Rovert? kenapa kamu seperti tadi? apa dimatamu Alena memang anak kecil?" tanya Xabara dengan datar.


Rovert cengengesan, "maaf sayang..!"


"mereka sudah punya ikatan dan akan menikah bulan besok, ingat umurmu sudah Tua Rovert." omel Ratu.


Rovert memberengut saja di ceramahi oleh kedua wanita yang dicintainya itu.


"waktu Ana bersama Sean sepertinya kamu tidak separah ini Rovert, apa yang ada dalam pikiranmu?" tanya Xabara dengan jengkel.


Xabara mana terima Putrinya yang telah menyukai Saga itu harus gagal menikah gara-gara Rovert yang terlalu mencurigai Saga.


"ak--aku hanya merasa Alena masih kecil sayang." cengir Rovert garuk-garuk kepala.


Xabara memukul bahu Rovert, "kamu ini sudah Tua Rovert, perlu aku beritau umurmu?" tanya Xabara dengan nada ledekan.


"hehe..! tidak usah sayang, terimakasih." ucap Rovert segera bangkit dari duduknya dan melarikan diri entah kemana.


Ratu tertawa cekikikan melihat tingkah Rovert yang seperti anak remaja takut di marahi Ibunya (Xabara), Xabara menoleh ke Ratu dan menekuk kedua alisnya.


"maaf Mom..! kadang dia harus diperlakukan seperti itu biar ingat usia." ujar Xabara.

__ADS_1


Ratu tergelak, "tidak apa sayang..! dia tampak takut waktu kamu mau sebut umurnya sekarang."


Xabara geleng-geleng kepala lalu mereka terkekeh bersama.


dalam perjalanan,


Saga senyam-senyum melihat ke arah Alena yang sibuk memainkan Ponselnya, Alena melirik ke arah Saga karna Ia tau diperhatikan.


"apa?" tanya Alena dengan datar.


Saga tersenyum lebar sambil geleng-geleng kepala lalu Alena kembali memainkan Ponselnya.


Alena melihat kebelakang yang tidak ada siapa-siapa lalu beralih ke Saga, "asistenmu mana?" tanya Alena.


"Ahh..! dia naik pesawat." jawab Saga sambil tersenyum lebar.


"butuh berapa jam ke sana naik Mobil?" tanya Alena.


"hmm? 6 jam." jawab Saga.


"hah?? lalu kenapa kita naik Mobil?" tanya Alena melihat sekitar.


"aku ingin berlama-lama denganmu sayang." jawaban Saga membuat Alena menjatuhkan rahangnya seketika.


Alena memijit pelipisnya yang terasa pusing mendengar ocehan Saga yang menurutnya sok romantis padahal hatinya itu cukup tergelitik dengan kata-kata Saga.


Saga melaju dengan kecepatan sedang sesekali mencuri pandang ke Alena yang dilihat dari sisi manapun sangat cantik, terkadang Saga merasa ini semua masih mimpi berada disamping Alena setelah sekian lama bersembunyi.


Saga pernah bertanya pada seorang ahli pakar Cinta cara mendapatkan seorang Gadis yang arogan juga memiliki harga diri yang tinggi dan jawaban pakar Cinta itu adalah Saga harus selalu menempel pada Gadis itu dan jangan malu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran Saga, sebab gadis yang punya harga diri tinggi kebanyakan selalu bersama Pria yang mau menurunkan harga dirinya demi mendapatkan gadis itu.


sifat Gadis yang Arogan juga punya harga diri setinggi langit sekalipun tetap takdirnya sebagai seorang perempuan yang punya hati sangat lembut, terkadang gadis Arogan terlalu enggan mengakui perasaannya jadi Pria yang mengejarnya harus memiliki sifat berlawanan supaya bisa bersatu.


siang hari,


Alena melihat jalanan yang banyak pedagang kaki lima, Saga melihat itu langsung paham.


"sayang? aku lapar kita makan ya?" Saga.


Alena menerbitkan senyumnya dan Saga melihat senyum itu lewat pantulan cermin tapi Saga pura-pura tidak melihat padahal hatinya begitu gemas dengan tingkah angkuh gadis yang dicintainya itu.


Alena menoleh ke Saga, "disana bagaimana? sepertinya enak." tunjuk Alena ke arah pedagang kaki 5 yang sangat ramai pembeli.


Saga melihat itu mengangguk, "aku cari tempat parkiran dulu ya?"

__ADS_1


Alena mengangguk pelan lalu Saga mengedarkan pandangannya dan ada petunjuk khusus parkiran kendaraan roda 4 segera Ia memasuki tempat itu dengan hati-hati sambil melihat kaca spion.


Alena melihat ke arah pedagang tadi yang ramainya itu minta ampun sehingga Ia merasa tidak sabar makan ditempat itu pasti rasanya lezat sekali begitulah pemikiran Alena.


.


Alena hendak turun tapi dicegah oleh Saga karna tidak mau Alena menunggu terlalu lama namun Alena pada dasarnya keras kepala tidak mendengarkan perkataan Saga langsung keluar dan berlari kecil meninggalkan Mobil Saga.


Saga keluar dari Mobilnya pun terkekeh mengejar Alena yang terlihat begitu tidak sabar, Saga dan Alena terpaksa ikut antrian jujur saja hal itu membuat Saga tidak senang karna kekasih hatinya tampak begitu tidak sabar.


"aku akan beri uang 500 ribu perOrang jika kalian dengan senang hati memberi antrian untuk kami." kata Saga dengan serius.


Alena melebarkan matanya ke Saga, mendengar perkataan Saga tentu semua Orang yang mengantri memutar kepala dan terkejut melihat Saga bersama Alena yang tersenyum kikuk.


"benar Tuan?" tanya Pria yang antriannya didepan Alena dan Saga.


"iya..!" jawab Saga tersenyum tipis.


Alena tidak bisa berkata-kata karna jika Ia mencegahnya nanti dibilang pelit sebab Saga sendiri sudah bicara akan beri uang kalau antriannya di beri ke Alena dan Saga.


"dia sangat tau kalau aku sudah lapar." batin Alena.


Saga berbisik ke Alena, "aku tidak bermaksud sok kaya sayang tapi aku benar-benar sudah lapar."


Alena mengangguk karna jujur Ia juga sudah lapar dan lidahnya semakin tidak sabar mencoba masakan pedagang yang ramai itu.


Saga mentransfer uang lewat Online satu persatu ke Orang yang mengantri, mereka semua seperti dapat harta karun dibagi-bagikan uang oleh Saga.


.


"terimakasih..!" ucap Saga melambaikan tangannya ke Orang yang mengantri dibelakangnya.


hanya demi menyogok mereka saja Saga menghabiskan uang belasan juta, benar-benar crazy rich.


"sama-sama Tuan? Nona anda sangat cantik."


Alena tersenyum kikuk saja melambai ke mereka semua lalu Saga merangkul bahu Alena pergi menuju parkiran Mobil dan makan berdua di bawah pohon dekat parkiran Mobil mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2