
.
.
.
jika An mencintai Carrina maka Anggota BlackMalv percaya kalau Carrina adalah gadis baik-baik bahkan mereka pun mengakui itu tidak peduli Artikel yang beredar.
"aku lebih takut tidak dipercayai olehmu An." lirih Carrina.
"aku percaya padamu." jawab An mengelus kepala Carrina dengan lembut.
"aku benar-benar tidak bahagia waktu dikurung oleh Lancord, An..! aku hanya takut dia akan melakukan tindakan yang lebih mengerikan lagi jika aku tidak patuh." jelas Carrina melepaskan pelukannya dengan An sambil menatap An menjelaskan kebenaran tentang dirinya.
An memegang kedua bahu Carrina, "aku tau..! aku tau sayang." An berusaha menenangkan Carrina yang cemas An tidak mempercayainya padahal An sangat percaya dengan Carrina.
An merangkul Carrina menuju Kursi yang dekat dengannya dan mendudukkan Carrina.
"bagaimana? sudah baikan?" tanya An.
Carrina mengangguk-ngangguk mengusap wajahnya sendiri dengan tangan gemetar, An memegang kedua tangan Carrina yang terlihat takut itu.
"tidak ada yang bisa menyakitimu selagi aku ada disisimu Carrina, jangan takut ya? aku bersamamu." bujuk An dengan lembut.
"aku percaya padamu An..! tapi tanganku tetap gemetaran, ak-aku takut Keluargamu salah paham padaku." cicit Carrina.
An mengulum senyum, "apa kamu takut mereka tidak menyukaimu lagi?"
Carrina mengangguk pelan dengan gemasnya An menjelaskan bahwa Keluarganya tidak percaya dengan Artikel itu sebab dunia memang penuh kepalsuan, apapun yang diberitakan belum tentu benar jika tidak menanyakan langsung pada Orang yang bersangkutan.
malam harinya,
An membawa Carrina ke Mansion Maldev terlihat Carrina begitu takut tidak diperlakukan dengan baik lagi Oleh Keluarga An ternyata mereka semua masih sangat baik pada Carrina.
Carrina sampai menahan tangis ketika makan malam disana tapi masih bisa tersenyum, memang kelemahan Carrina adalah perihal perasaan apapun menyangkut hati pasti Carrina mudah menangis padahal jika masalah keselamatan An maka Carrina-lah yang paling berani.
"jangan menangis sayang..!" pinta An mengusap kepala Carrina yang menundukkan kepalanya.
Carrina mengangguk-ngangguk, "aku tidak menangis An." bisik Carrina dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
An melihat ke Xabara dan Rovert serta Ratu bergantian lalu kembali melihat Carrina.
"kakak jangan sedih dong!!" pinta Alena bangkit dari duduknya sambil tersenyum manis memeluk Carrina dari belakang.
Carrina mengusap lengan Alena yang memeluknya dari belakang.
"hanya berita seperti itu tidak akan mengguncang kepercayaan kami padamu Carrina." ujar Ana.
"Terimakasih..! terimakasih banyak, kalian baik sekali padaku, terimakasih." lirih Carrina yang akhirnya meneteskan air mata harunya.
Xabara dan Ratu yang paling paham kalau Carrina pasti sangat merindukan kasih sayang keluarga, Xabara juga pernah merasakan hal itu tapi masih bisa di tutupi dengan harga dirinya yang setinggi langit itu berbeda dengan Carrina yang hatinya lebih lembut serta harga diri Carrina yaitu hanya melindungi dan menjaga kehormatannya saja.
"sudahlah jangan menangis..! jika kamu mau minta saja An menikahimu biar kami punya cicit lebih cepat." perkataan Rovert tiba-tiba ditertawai oleh Keluarga An.
Carrina begitu malu menundukkan kepalanya seakan rasa sedih dan harunya tadi langsung hilang ketika Rovert malah ingin Cicit lebih cepat.
"benarkah Kak? kakak mau menikahi Abang lebih cepat?" tanya Alena dengan senyum lebarnya.
"kita Pesta besar..!" kata Ana dengan senyum lebarnya.
An mengulum senyum saja melihat Carrina tidak lagi sedih, "jika kamu ingin kita menikah cepat katakan saja Carrina, aku akan langsung membelikan cincin untuk melamarmu di tepi pantai."
Carrina menoleh ke An dengan tatapan malu-malu sementara Keluarga An malah meledek An yang tidak ada kejutannya sama sekali, masa iya lamaran harus menunggu Carrina yang meminta dilamar seharusnya itu pemikiran Pria itu sendiri.
"Mommy benar." jawab An membenarkan Xabara.
Alena memeluk Carrina dengan gemas, "boleh kan Alena panggil Kakak Ipar sama kakak?" tanya Alena.
Carrina begitu jantungan disebut kakak ipar lalu Ia mengangguk malu dan semua Keluarga An mengucapkan selamat pada Carrina yang bisa memenangkan hati kulkas An.
Carrina sudah bahagia dengan perlakukan Keluarga An tidak peduli lagi penilaian Orang lain terhadapnya.
.
kini An duduk bersama Rovert, Xabara, dan Ratu di Ruang Tamu sementara Carrina berada di kamar Ana bersama Alena.
"siapa pelakunya?" tanya Rovert.
"Flo." jawab An.
__ADS_1
"kan Mommy sudah bilang dari awal seharusnya kamu menghabisi saja wanita jal*ng itu." kata Xabara yang memang sejak awal tidak suka pada Flo ataupun Lidya.
"ini semua salah Mom sayang..! An mendengarkan Neneknya jadi dia tidak melakukan apapun terhadap kedua wanita itu." ucap Ratu lesu.
"jangan salahkan diri Mom..! maafkan aku Mom, aku tidak bermaksud menyalahkan Mom." Xabara merasa bersalah meminta maaf pada Ratu yang tersenyum lembut.
"kita bahas itu nanti, jadi apa yang akan kamu lakukan An?" tanya Rovert ke An.
An akan membunuh karir Flo lalu membuat wanita itu gila seperti Lidya karna beraninya mencoba balas dendam pada Carrina hanya karna wajah tanpa make-up Flo ketahuan ke publik sehingga menjadi bulian Publik.
Rovert setuju begitu juga yang lainnya karna menurut mereka menghadapi Orang serakah yang tidak punya rasa malu memang harus tegas dan tidak boleh menggunakan hati.
di Kamar Alena,
Carrina tersenyum manis melihat Foto Keluarga Alena seolah Ia ingin juga berada diantara Keluarga itu.
Alena dan Ana memanggil Carrina yang begitu serius melihat ke Foto Keluarga mereka, alhasil mereka mengambil Kamera dan menarik Carrina menuju Ruang Tamu meminta salah satu Pelayan memotret mereka bersama.
cekrikkk...!
"kalian berdua..!" Ana mengambil kamera dari Pelayan lalu memotret An dengan Carrina yang sangat serasi.
An merangkul pinggang Carrina sambil mengulum senyum ke Kamera, Carrina juga berfoto dengan Xabara, Ratu dan kedua Saudara An itu sampai tidak terasa hari sudah larut malam.
Carrina menginap di Kamar Alena dan Ana yang sibuk mencuci foto mereka semua tadi sampai ketiduran seperti anak jalanan dengan Carrina memegang gunting, Alena memegang belasan foto dan Ana tidur diatas Komputer.
pagi-pagi,
Xabara memasuki Kamar anak gadisnya seketika mengulum senyum melihat tingkah kedua anak-anaknya yang sangat baik pada Carrina.
"hayo sayang..! bangunlah..!" panggil Xabara.
ketiga gadis menawan itu terbangun dengan linglung setelah membersihkan diri Carrina tidak melihat An dimeja makan lalu Xabara menjelaskan kalau An ada urusan di Perusahaan jadi berangkat cepat dan meminta mereka semua menjaga kekasihnya (Carrina) betapa malunya Carrina mendengar hal itu.
Ana dan Alena kembali mengajak Carrina ke Kamar untuk melanjutkan aktifitas tadi malam yang tertunda, Carrina memeluk Album Foto Keluarga barunya yang diberikan Alena untuk Carrina.
"ini untukmu..! kalian sangat serasi." Ana menyerahkan 2 bingkai foto dengan ukuran menengah dan besar yaitu foto An dengan Carrina juga bingkai foto yang besar adalah potret Keluarga besar Maldev yang baru ada Carrina.
.
__ADS_1
.
.