Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
kedatangan tiba-tiba


__ADS_3

.


.


.


"haiii??" sapa Ana tiba-tiba muncul dengan pakaian santainya.


semua orang menoleh ke arah asal suara dan kaget melihat Ana bersama Keluarga kecilnya datang ke Mansion Maldev.


Pangeran Wales berlari riang dengan adik-adiknya ke arah Xabara, Ratu dan Rovert.


"iya sayang..! iya." Alena menurunkan Ketty yang menggeliat minta di turunkan.


Ketty berlari ke arah Adara lalu mereka berpelukan dengan gembira dan berceloteh layaknya anak normal yang hanya dimengerti anak seumuran mereka saja.


"kakakkk?" Alena berlari kecil ke arah Ana lalu mereka berpelukan heboh bersama.


"kakak juga mau." Carrina pun ikut-ikutan berpelukan dengan mereka.


Sean terkekeh saja melihat wibawa Keluarga nya hancur ketika bersama Keluarga Maldev sebab terlihat manusia normal bukan seperti anggota Kerajaan yang menjaga wibawa.


"aduh adek bungsu kakak mau menikah tentu saja kakaknya harus ikut mengacau." kata Ana dengan heboh.


Alena terkikik bersama Carrina lalu Ana melihat ke arah Xabara dan Rovert beserta Ratu sibuk berbicara dengan anak-anaknya Ana yang terlalu rewel seperti baru lepas dari penjara status.


"siapa calonmu sayang? Reyza?" tanya Ana merangkul Alena dan Carrina bersamaan jadi Ana ditengah-tengah.


"iya Kak..! dia sangat romantis hmm?" jawab Alena tersenyum lebar.


"oh tidak..? kamu mencintainya Alena?" tanya Ana dengan raut wajah syok dibuat-buat malah membuat Carrina tertawa lepas.


Alena melebarkan matanya, "ishh..! kakak jangan kuat-kuat bicaranya, aku bermain tarik-ulur sama Saga kalau aku terlalu mudah menerimanya nanti dia berpikir aku bukan perempuan mahal kak, kakak bayangkan saja kenapa aku bisa suka padanya begitu cepat?" gerutu Alena.


"kenapa memangnya kalau kita suka duluan? buktinya Kakak Iparmu ini yang duluan jatuh Cinta pada abangmu." sambar Carrina.


Ana dan Alena menatap datar Carrina.


"memangnya kakak yang ungkapin perasaan? kan tidak..?? kakak kebanyakan malunya kalau bukan abang An yang duluan ungkapin perasaan mana akan jadi kalian berdua." ledek Alena tanpa segan.


"perempuan itu harus punya harga diri Carrin, walaupun kamu pemalu tapi kamu masih punya harga diri dengan tidak menggoda An duluan." sambung Ana.

__ADS_1


Ana terbahak sementara Carrina yang nyengir malu karna apa yang Ana dan Alena katakan memang benar.


"yang penting Alena tidak akan ungkapin perasaan Alena begitu jelas, Alena mau jual mahal banyak bukan dikit." ujar Alena dengan bangga.


Ana mengelus-ngelus kepala Alena, "baiklah..! asalkan kamu memang suka lalu masalahnya apa? kamu mau memanfaatkannya pun tidak masalah juga kan? lagian dia juga akan resmi menjadi milikmu nanti."


Alena mengangguk-ngangguk sedangkan Carrina menggeleng kepalanya melihat Alena yang sangat pandai mencuri hati Pria dengan akting memukaunya itu berlagak sebagai perempuan yang tidak menyukai Saga padahal menaruh hati pada Saga.


"tapi kenapa kamu memanggilnya Saga, Alena? namanya Reyza kan?" tanya Ana penasaran.


"Reyza Sagam Pratama, Alena lihat di nama sekolah dasarnya R. Sagam jadi memanggilnya Saga." jawab Alena santai.


.


.


Alena menggendong Pangeran Wales yang tersenyum cerah kepadanya, "kok Wales seramah ini Kak? apa dia memang ramah?" tanya Alena penasaran ke Ana.


Ana melihat Putranya itu terkekeh, "samamu dia memang kelihatan ramah tapi kalau di Istana dia paling sok."


"sok? maksudnya Kak?" tanya Alena yang penasaran tingkah lucu Wales di Istana seluas Negara Sean itu.


"dia suka memerintah sama seperti Daddynya tapi kalau ada Pelayan yang sakit dia yang pertama kali marah-marah." cerita Ana.


"tenapa tatak andel? tenapa tatak celalu bekelja padahal lest udah suluh istilahat kan? nanti talau mommy tau gimana? ntal les enak malah tan?" Ana memperagakan gaya angkuh Putra Kecilnya itu kalau lagi ngomel khas cadel.


Alena tertawa terbahak-bahak lalu menciumi wajah menggemaskan Wales yang tampak serius dan juga bingung memperhatikan gaya bicara Mommynya yang bisa meniru suaranya sehingga terlihat menggemaskan.


"hihi." Wales tertawa cekikikan lalu segera melarikan diri dari Alena dan Ana menuju saudara-saudaranya.


"sepertinya Wales takut sama kakak, kakak apain dia kok bisa patuh gitu?" tanya Alena penasaran.


"dia takut kakak hukum membersihkan taman Bunga belakang itu." jawab Ana.


"Uhukk--uhuukk..!"


Alena terbatuk-batuk sedangkan Ana mengelus punggung Alena.


"apa maksudnya kak? jadi kakak menghukumnya membersihkan taman seluas itu dengan tangan kecilnya itu? sejak umur berapa?" tanya Alena yang tidak menyangka dengan kekejaman Ana terhadap anaknya sendiri.


"mungkin waktu dia umur 2-3 tahun." jawab Ana tanpa beban.

__ADS_1


"kakak kejam sekali." gumam Alena.


Ana terkekeh, "cara mendidik anak memang ketika waktu kecil Alena, kalau dia dibiarkan semena-mena sejak kecil nanti besarnya melunjak."


Alena mengacungkan kedua Ibu jarinya, "hebat!!"


Sean sangat memanjakan anak-anaknya tapi tetap tidak akan berani melawan keputusan Istrinya, jika Wales di hukum maka Sean hanya bisa menunggu Putranya membersihkan Taman bahkan waktu Hujan pun Sean hanya bisa memayungi Wales, kalau masalah demam? Ana sangat pandai meracik Obat jadi anaknya akan selalu sehat.


"tapi kak apa kesalahannya sampai kakak menghukumnya membersihkan taman?" tanya Alena penasaran.


"Wales pernah melukai Sophia didepan mata kakak dan dia malah lari tidak meminta maaf tentu saja hal itu membuat kakak marah langsung menghukumnya, kakak tidak mau anak kakak tumbuh menjadi Pribadi yang semena-mena karna tidak ada yang ditakutinya." jawab Ana.


Alena mengangguk pelan, "pantas saja kalau ada Pelayan yang tidak sengaja terluka karnanya langsung buru-buru diobati olehnya juga memelas minta jangan mengadu ke Kakak."


Ana tersenyum, "seorang Calon Penguasa kelak akan menjadi Penguasa yang bijak juga dicintai banyak Orang dengan rasa belas kasihnya pada rakyat lemah."


"kalian bicara apa?" tanya An tiba-tiba muncul didepan mereka berdua.


Ana dan Alena saling melihat lalu bangkit dari duduknya menghadap An, An menarik tangan Ana dan Alena sehingga mereka memeluk tubuh An sambil tertawa.


"sudah lama kita tidak berkumpul bertiga dengan bocah-bocah seperti kalian ini." kata An mengacak rambut Ana dan Alena dengan kedua tangannya.


"aaah..! Ann?" kesal Ana melepaskan diri dari An begitu juga Alena.


"issh.. abang nggak asik." gerutu Alena menyisir rambutnya yang berantakan.


"siapa bilang kami bocah?" tantang Ana.


An terkekeh saja, "dimana yang lainnya?" tanya An mengedarkan pandangannya.


"kayaknya Kakak Ipar ke belakang." jawab Alena.


An meninggalkan kedua adiknya itu yang menggerutu pelan.


"entah apa yang kak Carrina sukai dari abang An." dumel Alena.


Ana mengangguk membenarkan, "bahkan Cintanya selama bertahun-tahun hanya menang tampan saja lebihnya kebanyakan nyebelin."


mereka tertawa berdua lalu kembali duduk sambil bercerita tentang anak-anak Ana juga Alena menceritakan kelucuan anak Carrina.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2