Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
teringat lagi


__ADS_3

.


.


.


"kenapa kak?" tanya Alena dengan polos.


Carrina menundukkan pandangannya, "es creamnya cair." cicit Carrina.


Alena terkekeh lalu melepaskan tangannya yang memegang kedua tangan Carrina.


"makanlah dengan tenang kak..! kami akan menjagamu." kata Alena dengan bangga.


Carrina tersenyum mendengarnya sambil memangut limpahan es krimnya yang sudah meleleh, Alena dan Ana bertingkah biasa saja melihat paras Carrina layaknya perempuan normal sehingga Carrina tidak tegang dan lebih nyaman memakan es creamnya tanpa terganggu dengan maskernya tadi.


"kami tidak bermaksud ikut campur Carrina, apa kamu kenal Romeo?" tanya Ana penasaran.


"Romeo?" beo Carrina tampak berpikir lalu teringat Pria yang dimaksud Romeo oleh Ana.


"hmm? kenapa dengan dia? bukankah dia yang membuat Rop tertangkap?" tanya Carrina.


"sepertinya kakak tau banyak hal ya?" senyum lebar Alena.


Carrina mengangguk sebab Ia sudah dekat dengan Orang-orang blackMalv jadi semua sudah dimengerti olehnya, bahkan Carrina lebih dekat dengan Bodyguard BlackMalv dibanding An yang jelas-jelas atasan Carrina.


"kakak yang kuat ya? kakak pasti sembuh nanti." ujar Alena dengan senyuman.


Carrina menatap Alena yang tersenyum cerah lalu Ana memutar kedua bola matanya dengan malas.


"Alena, Carrina sudah dewasa tidak perlu dihibur olehmu." kata Ana.


"memang Orang dewasa tidak butuh di hibur? kak Carrina cemas dengan kecantikannya sudah jelas butuh hiburan, kan Kak Carrina dengan Kak Ana beda, Kak Ana sehat-sehat aja tuh tidak butuh konsultasi." ujar Alena.


"kamu mau kakak Konsultasi ke dokter ya?" tanya Ana dengan datar.


"tidak kak." bela Alena.


Ana dan Alena malah berdebat hanya karna Konsultasi sampai mereka terdiam memutar pandangan ke arah Carrina yang tertawa sungguh cantik sekali Carrina saat tertawa tanpa beban itu.


Carrina tersadar lalu berubah kikuk serta malu sendiri sambil melihat arah lain.


"ak-aku pulang duluan ya?" kata Carrina tiba-tiba.

__ADS_1


"ha? lalu kami bagaimana?" tanya Alena dengan polos.


"kamu akan menelantarkan kami?" tanya Ana membuat Carrina semakin malu sendiri dan canggung tapi tidak berani lari.


Ana dan Alena yang merupakan ratu drama tentu bisa mencairkan suasana sehingga Carrina bisa lebih tenang dan tidak lagi cemas akan pemikirannya sendiri.


.


di Mobil Ana dan Alena,


"kak?? Kak Carrina cantik banget..! wajahnya Barbie dari dunia Komik." heboh Alena.


"menurutmu Alena, apa An tau wajahnya Carrina?" tanya Ana ke Alena.


Alena tampak berpikir, "tapi Abang selalu bilang kalau tipe idealnya bukan gadis cantik, siapapun gadis yang bisa menarik perhatiannya pasti akan digenggam langsung olehnya."


"mungkin abang tidak akan jatuh cinta sama Kak Carrina hanya karna Kak Carrina super cantik." sambung Alena lagi.


Ana mengangguk mengingat kata-kata tegas An yang selalu dilontarkan olehnya, banyak perempuan dari kalangan Artis, Model dan Wanita karir mengejar An secara terang-terangan bahkan banyak dari nenek-nenek kelas Atas mencomblangi An melalui Ratu tapi ditolak tegas oleh An tanpa memikirkan konsekuensinya lagi.


"tapi kak Carrina sepertinya gadis baik-baik kak hanya saja dia tidak percaya diri dengan kecantikannya sendiri." Alena.


"biarkan saja.! An sudah dewasa dan mapan, dia bisa memilih calon Istrinya sendiri." kata Ana yang tidak bisa memaksa kehendak An si keras kepala.


menurut Ana masalah Rumah Tangga itu serta masalah pasangan itu bersangkutan dengan kecocokan masing-masing, siapa yang menjalani maka dia lah yang akan bertanggung jawab dengan Rumah Tangga nya sendiri.


.


ke esokan harinya,


Carrina Konsultasi ke Dokter lagi-lagi Carrina mengalami peningkatan sebab Carrina sudah berani membuka hati dekat dengan Pria yaitu Orang-orang BlackMalv sehingga peluang Carrina untuk sembuh semakin besar.


"aku bisa sembuh dengan cepat??" gumam Carrina tersenyum lebar lalu berlarian keluar Rumah Sakit.


Carrina bisa cepat sembuh tanpa memanfaatkan An atau melibatkan An, sebenarnya kecemasan itu tiangnya dari hati serta pemikiran orang itu sendiri dan Carrina bisa melakukannya seorang diri.


duughh.. !


"aduuh..!" Carrina menabrak dagu seseorang.


"akkh" Carrina mengelus keningnya yang terbentur.


"Heii? apa kamu jalan tidak melihat? kenapa berlarian di Rumah Sakit? bahkan dipersimpangan pun kamu tidak melihat-lihat?" omel pria yang belum sempat Carrina lihat.

__ADS_1


Carrina mendongak dan bersitatap dengan Pria yang ternyata Ia kenal.


"Tuan Zheyan?" tebak Carrina.


Zheyan terhenyak melihat mata khas Carrina yang sangat menawan di siang hari, "Asistennya Tuan An? Carrina Carol ya?" tanya Zheyan memastikan lagi Ia tidak salah orang.


"iya..?" jawab Carrina.


Zheyan melihat kiri dan kanan, "sedang apa kamu di Rumah Sakit? bukannya Tuan Muda An sedang Keluar Negri ya? kamu Asistennya kenapa tidak ikut Tuan Muda?" cecar Zheyan penasaran.


Carrina terkejut dengan pertanyaan Zheyan yang panjang seperti kereta api.


"haha..? saya pulang Tuan, Permisi." pamit Carrina dengan sopan lalu segera melarikan diri.


"Heii?? Car-Carrina? tunggu?" panggil Zheyan.


Carrina terus berlari sampai ke Parkiran setibanya di dalam Mobil, Carrina langsung berubah cemas.


"tenang Carrina..? tenang..? tadi bukan Lancord tapi Zheyan." gumam Carrina menarik nafas dalam-dalam.


sebenarnya Carrina melarikan diri tadi karna banyaknya pertanyaan Zheyan sudah sangat mirip dengan pertanyaan Lancord, kecemasan itu muncul lagi jika ada seseorang yang mengingatkannya pada Lancord, Carrina belum sembuh total.


Carrina mencari obatnya dan menelan pil yang baru saja Ia dapatkan di Apotik Rumah Sakit, Carrina menggerutu bahwa Ia belum ada perubahan apapun masih saja teringat apapun tentang Lancord bukan hal yang baik tapi hal yang membuat kecemasannya muncul lagi.


.


Carrina membawa segala perlengkapannya yang ada di Apartemen An serta dibawa ke Gedung BlackMalv.


"aku tidak boleh banyak merepotkan Tuan, aku tinggal disini juga tidak apa, tempat ini sudah bisa dikatakan mewah kok." oceh Carrina melihat isi Kamar khusus di dalam Ruangan Kerja nya.


An tinggal di Perusahaan malah Carrina berpikir An sebenarnya tinggal di Apartemen karna Carrina ada disana jadi An tinggal di Perusahaan padahal An jarang sekali ke Apartemen lebih sering ke Mansion Maldev dibanding Apartemen.


ketika Carrina sudah selesai berberes dengan barang yang tidak seberapa, Carrina duduk bersandar di Sofa nya lalu mengeluarkan ponselnya.


"Tuan Muda An." gumam Carrina mengetik nama yang terukir di hatinya.


mata Carrina memandang setiap inci foto An, tidak ada Foto An yang tersenyum tapi jika Carrina yang melihatnya malah tersenyum lebar bahkan beberapa kali Carrina memperbesar foto An.


tiba-tiba mata Carrina menangkap garis bibir An yang sangat seksi, Ia menggeleng kepalanya seketika.


"apa yang aku pikirkan?" gumam Carrina menggeleng-geleng kepalanya sampai Ia merasa pusing saking kesalnya malah berpikir kesana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2