
.
.
.
"Tuan?" panggil Carrina dengan pandangan serius.
An mengangguk, "apa?" tanya nya.
"Tuan sudah banyak membantu saya, 10 tahun yang lalu Tuan menyelamatkan saya, menjaga gelang peninggalan Nenek Saya, Tuan juga menyelamatkan saya dari sangkar emas Lancord." kata Carrina dengan nada bergetar.
"bagi Tuan mungkin pertolongan Tuan tidak berarti tapi bagi saya sangat berarti, saya ingin sekali berguna untuk Tuan muda supaya Tuan tidak membuang saya lagi." sambung Carrina berkaca-kaca dan sorot matanya begitu sedih.
"kapan aku membuangmu?" tanya An mengusap air mata Carrina dengan jari telunjuk nya yang ditekuk.
"10 tahun yang lalu, padahal saya penurut setidaknya Tuan membawa saya dan menjadi tukang cuci kaki pun saya rela." jawab Carrina lagi.
An tersenyum tipis, "aku tidak butuh seorang tukang cuci kaki."
Carrina melihat ke arah lengan kiri An dengan sedih lalu An pun menghela nafas melihat tatapan mata Carrina sudah persis seperti seorang Ibu yang tidak mau anaknya terluka tapi masih menjaga harga diri anaknya.
An melepas Jaketnya dan menarik lengan bajunya didepan Carrina lalu berputar ke arah kiri sambil memberikan lengan kirinya ke arah Carrina.
Carrina seketika bangkit menghapus air matanya sambil tersenyum cerah dengan mata sembabnya itu meminta An duduk diam sementara Carrina akan mengambil kotak obat.
An diam saja sambil menatap lurus kedepan sampai Carrina kembali ke An dan membuka kotak P3K, Carrina mencuci luka An terlebih dahulu lalu memberi obat anti infeksi, salep supaya lukanya cepat kering setelah itu diperban oleh Carrina.
"sudah?" tanya An.
"sudah." jawab Carrina tersenyum lebar lalu menurunkan lengan baju An dengan hati-hati.
"luka nya jangan terkena air Tuan." Pinta Carrina sudah seperti seorang Suster Profesional saja.
An melirik ke lengan kirinya, "lalu bagaimana caranya aku mandi?" tanya An.
"Ehh? hmmm? tidak usah mandi bagaimana?" tanya Carrina balik.
An menatap datar Carrina, "aku harus mandi, tubuhku bau keringat."
"tidak ada bau apapun." Carrina dengan polos mengendus tubuh An ketika Carrina mendongak matanya begitu dekat dengan mata tajam An.
Carrina terduduk seketika, "m-maaf Tuan."
"aku akan mandi." kata An sembari bangkit dan Carrina segera berdiri mengejar An merentangkan tangannya dihadapan An menghalangi An yang bersikeras mau mandi.
__ADS_1
"tidak boleh mandi." pinta Carrina.
"Carrina? kenapa kau sudah seperti seorang Suster hmm?" tanya An.
"sa-saya Asisten Pribadi Tuan Muda, apapun menyangkut luka Tuan akan berpengaruh dengan Perusahaan kalau tiba-tiba lukanya infeksi bagaimana? kita tidak tau kapan datangnya Orang yang mengejar kalian tadi." kata Carrina panjang X lebar.
An memikirkan kata-kata Carrina yang ada benarnya juga, "kalau begitu kau bersihkan tubuhku." ujar An dengan santai sambil melangkah pergi melewati Carrina.
DEG!!
Carrina mematung mendengarnya, "haa??"
"cepat..! terlambat 5 menit aku akan basahi perbanmu ini dengan air." kata An.
Carrina segera berbalik dan berlari mengejar An yang tersenyum tipis terus melangkah dengan langkah lebar sementara Carrina berlari kecil mengejar langkah besar An.
Carrina bahkan tidak sadar wajahnya tidak mengenakan masker lagi saking khawatirnya An benar-benar akan membasahi luka nya itu sehingga luka An yang katanya kecil itu semakin lama sembuh.
.
di dalam Mobil,
"sudah makan?" tanya An.
"kenapa lagi?" tanya An yang tidak mengerti Carrina suka diam.
bagi An jelas diamnya Carrina berarti marah, Carrina masih diam dan An pun ikut diam sambil mengulum senyum tipis tingkah Carrina itu benar-benar seperti anak kecil yang suka mendiami Orang terdekatnya kalau keinginannya tidak terwujud.
"udah jelas lengannya terluka masih aja keras kepala bawa Mobil, kan aku bisa bawa Mobil." batin Carrina semakin menekuk kedua alisnya.
di Perusahaan BlackMalv tepatnya di Kamar Mandi Ruangan Pribadi An.
"Carrinaa?" panggil An.
"iya..!" sahut Carrina yang datang dengan mata tertutup diikat kain dan meraba-raba memasuki Kamar Mandi An.
An menoleh sekilas lalu kembali melihat Carrina dengan tatapan tidak percaya, "apa yang kau lakukan?"
"bu-bukankah saya mau mengelap Tubuh Tuan?" tanya Carrina meraba-raba dinding didekatnya menuju ke asal suara An tadi.
"lalu bagaimana caramu mengelap tubuhku dengan mata di ikat begitu ha?" tanya An.
Carrina menggeleng kepalanya, "Tuan tenang saja..! saya tidak akan menodai Tuan jadi tubuh Tuan masih bersih dari tatapan perempuan lain sehingga Istri Tuan Muda nanti tidak akan cemburu." oceh Carrina.
An memutar kedua bola matanya dengan malas tapi bibirnya tertarik keatas (tersenyum) mendengar kata Menodai dari bibir Carrina, seharusnya kata-kata itu pantas untuk perempuan tapi Carrina malah mengatakannya pada An yang jelas-jelas seorang Laki-laki.
__ADS_1
.
kini Carrina mengelap tubuh An dengan sarung tangan plastik sambil memegang handuk hangat menekan-nekan tubuh An, An melihat tangan Carrina yang sejak tadi mengenakan plastik.
"apa tubuhku virus?" tanya An.
"ehh? bu-bukan Tuan, kan saya sudah bilang tidak akan mencemari tubuh Tuan." jawab Carrina.
"seharusnya kata-kata itu pantas untuk tubuhmu sendiri jangan sampai dicemari oleh lelaki, kenapa malah mengataiku ha?" tanya An dengan malas.
"siapa yang mau mencemari saya Tuan? saya akan sembelih kem*lu*nnya." tanya Carrina sepertinya begitu serius.
An menaikkan sebelah alisnya, "sembelih? kau yakin berani menyembelih inti Pria yang mencemarimu?"
"tentu saja..!" jawab Carrina sambil meraba-raba air disampingnya dan memasukkan handuk yang Ia gunakan untuk mengelap An lalu dibilas olehnya kembali mengelap tubuh An.
An terkekeh seketika membuat kening Carrina mengkerut tapi sebenarnya jantungnya berdebar berhasil di tutupi oleh Carrina, sedangkan Carrina memukul dada An dengan handuk kecil yang ia gunakan untuk mengelap tubuh An.
"saya serius Tuan, saya bukan perempuan murah bahkan ketika ditawan oleh Lancord pun saya masih bisa menjaga tubuh saya dari Lancord walaupun saya harus tahan kaki saya diikat dengan rantai emas olehnya."
"benarkah?" tanya An.
"tentu saja..! saya hanya gadis biasa dari kalangan Orang miskin kalau saya tidak punya harga diri apa yang bisa saya banggakan pada suami saya nanti?" kata Carrina dengan serius.
An melihat ke arah Carrina yang makna kata-kata Carrina itu seolah menjaga tubuhnya sendiri untuk suami masa depannya nanti.
"kenapa kau tidak menikahi Lancord? hidupmu bisa nyaman dengannya kan?" tanya An penasaran.
Carrina menggeleng kepalanya, "saya tidak bisa mencintainya."
An menaikkan sebelah alisnya, "ditahan selama 10 tahun dan kau tidak mencintainya? menyukainya pun tidak?"
Carrina tersenyum kecut, "karna aku mencintaimu Tuan sejak pertemuan pertama kita, aku tidak bisa melupakanmu." batin Carrina.
"sudah kan Tuan?" tanya Carrina.
"punggungku?" tanya An membalik tubuhnya.
Carrina pun dengan sabar mengelap tubuh belakang An, sebenarnya Carrina mengenakan sarung tangan plastik untuk menjaga dirinya sendiri supaya jantungnya masih bisa dikondisikan, sentuhan kulit dengan An membuat Carrina merasakan desiran aneh sehingga Ia tidak berani menyentuh tubuh kekar An tanpa pakaian itu.
.
.
.
__ADS_1