Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
terjebak atau dijebak?


__ADS_3

.


.


.


Ana terlalu bahagia jadi tidak mempermasalahkan pelukan Sean itu karna Ia sudah memiliki banyak ide ingin meracik Racun model terbaru serta berencana menguji cobanya pada Frans yang kelak akan menjadi sampah Negara saja.


Ana tidak suka jika Pria seperti Frans menjadi penerus tahta, bisa rusak perempuan di Negara itu dijadikan budak nafs* Frans saja.


"apa Pria pemecah rekor itu sudah diresmikan menjadi penerus tahta?" tanya Ana penasaran.


Sean seketika melepaskan pelukannya dengan Ana, "kenapa menanyakan dia?"


"aku akan membuatnya mati." jawab Ana dengan sorot mata serius.


Sean terhenyak, "hah?"


"aku benci Pria yang memandang rendah perempuan apalagi dijadikan budak nafs* saja, baru-baru ini aku dengar dari Pelayan kalau Pelayan di Istana dia selalu menjadi mainan dia ya? bahkan ada Pelayan yang bunuh diri karna diperk*sa? apa aku benar?" tanya Ana.


Sean mengangguk, "gosip itu memang benar."


"maka nya aku semakin semangat akan menghabisi Pria itu dengan cara yang sangat menakjubkan." kata Ana sambil menaik-turunkan kedua alisnya dan tersenyum misterius.


Sean merasa merinding dengan senyuman Ana tapi Ia juga tidak mencegah Ana menghempaskan sampah Negara seperti Frans.


"lalu peringatan Mommymu tadi bagaimana?" tanya Sean penasaran.


Ana tertawa, "aku sudah biasa mengiyakan Mommy tapi kan aku pegang prinsip awal yang selalu dikatakan Mommy."


"memangnya apa?" tanya Sean penasaran.


"lihatlah penderitaan orang dibawahmu maka kamu tidak akan pernah menyombongkan diri dan bantulah mereka semampumu supaya hidupmu berguna untuk mereka yang sangat senang dengan perbuatanmu karna tidak semua Orang mampu mengangkat penderitaan mereka." jawab Ana.


Sean terpana mendengarnya, "pantas saja Istriku ini sangat bijaksana ternyata Mommy sudah membuatmu bijak sejak kecil."


Ana mengangguk, "Ana adalah si Dewi Beracun yang selalu disayangi oleh orang lemah maka nya mereka yang sakit aneh selalu mencariku padahal mereka tidak tau siapa aku."


Sean membenarkan kata-kata Ana bahkan di Negaranya saja sudah banyak sekali Orang yang ingin mencari sosok dewi beracun untuk menyembuhkan segala jenis penyakit aneh dalam diri mereka tapi kebanyakan tidak tertolong lagi karna tidak bisa menemukan sosok Ana.


"oh Ya Sean? apa racun biji semangka dalam dirimu sudah dicari tau pelakunya?" tanya Ana serius.


"perbuatan yang mulia pertama lah." jawab Sean.


Ana mengangguk-ngangguk, "aku sudah membasminya."

__ADS_1


Sean menjatuhkan rahangnya, "memangnya dia serangga harus dibasmi? kenapa kata-katamu menggemaskan sekali hmm?"


"bahkan serangga lebih baik dari dia." gerutu Ana lalu berbalik pergi meninggalkan Sean.


"sayang mau kemana?" tanya Sean berlari mengejar Ana.


"mandi terus tidur." jawab Ana.


"kita mandi bersama?" tawar Sean lalu Ana berbalik menatap tajam Sean.


"tidak boleh..! antri..!" tolak Ana.


Sean terkekeh, "sejak kapan aku harus mengenal kata antri di Negaraku sayang? di Negaramu boleh-boleh saja disini tidak ada antrian untukku."


Ana mendengus, "saat kita berdua kamu bukan Raja tapi pacarku." jawab Ana berbalik dan terus melangkah menuju Kamar Mandi serta menguncinya.


"pa--pacar?" gumam Sean seakan hatinya berbunga-bunga diakui pacar oleh Ana.


sementara Ana dibalik Kamar Mandi menampar-nampar bibirnya sendiri, "haisssh...! apa yang aku katakan? kenapa bicara seperti itu? jelaslah dia akan kesenangan." rutuk Ana.


beberapa puluh menit kemudian Ana keluar dari Kamar Mandi.


"aahhhh." Ana menjerit kaget melihat Sean berdiri didepan Kamar Mandi sambil senyam-senyum.


"pacarku sudah siap mandi?" tanya Sean.


Sean tertawa lebar, "kalau begitu pacarmu ini juga akan mandi."


Ana tidak menjawab langsung pergi saja melewati Sean lalu wajahnya memerah karna malu sendiri tapi Sean sudah masuk ke Kamar Mandi sambil bersenandung.


baru disebut pacar oleh Ana sudah membuat Sean tidak waras mau menunggu antrian berpuluh-puluh menit hanya untuk mandi padahal kamar lain banyak kalau untuk mandi, Sean bisa saja membersihkan diri ditempat lain.


.


pagi-pagi,


Sean dapat undangan dari Frans untuk makan malam di Istananya, sudah jelas Ia tau rencana busuk Frans itu.


"ciih...! apa dia pikir aku tidak tau niat terselubungnya itu?" decih Sean.


Sean teringat kata-kata Ana yang ingin membasmi serangga Negara yaitu Frans lalu Ia pun mencari Ana dan memberitau undangan itu.


Ana langsung berdiri ditempat, "benarkah Sean?"


Sean mengangguk, "lalu bagaimana rencanamu sayang?" tanya Sean mode serius.

__ADS_1


"aku akan langsung membuatnya detik ini juga." jawab Ana memekik kesenangan berlari meninggalkan Sean diikuti para Pelayan yang cemas Ana yang seorang Ratu suka sekali berlari.


"sayang jangan berlari dan jangan terlalu memaksakan diri." teriak Sean.


bukan Ana namanya jika tidak mengabaikan Sean tapi itulah pesona Ana yang berhasil memikat hati Sean sepenuhnya, disaat semua perempuan patuh padanya karna takut dengan kekuasaannya hanya Ana yang bar-bar mengabaikannya layaknya manusia nornal.


.


"waah...! aku sudah berhasil." gumam Ana yang begitu senang racunnya berhasil diraciknya.


Ana memutar wajahnya kesamping dimana Sean tengah memeluknya dari belakang.


"bagaimana cara kerja racun ini?" tanya Sean penasaran.


"racun ini akan menyerang alat kelaminnya dan para dokter akan mengatakan ini adalah Virus akibat dia suka keluar masuk lubang buaya sembarangan." jawab Ana.


Sean bergidik ngeri, "menyerang alat kelaminnya? apa jenis penyakit itu ada?"


"hanya aku yang membuatnya." jawab Ana dengan senyum misterius.


"hebat sekali pacarku tersayang ini." puji Sean dengan mesra mencium leher Ana.


Ana yang terlalu senang racikan racunnya sudah siap tidak memperdulikan kesenangan Sean itu tengah gemas menciumi lehernya. Sean semakin senang saja tidak ada penolakan dari Ana tapi Ia tidak mau memiliki Ana terburu-buru, biarlah pelan tapi pasti.


malam harinya,


Sean dan Ana memenuhi undangan Frans memasuki Istana kekuasaan Frans yang kali ini mereka berdua naik helikopter bukan Mobil.


"selamat datang yang mulia?" sapa Frans langsung menyambut Sean dan Ana yang memenuhi undangannya.


"hmm." jawab Sean dengan wajah datar seolah tidak tau maksud Frans padahal tau niat busuk Frans yang mengincar Istrinya.


Ana menatap sekeliling demi mencari tau letak sudut CCTV yang terlihat olehnya, Ana harus bertindak natural dan sangat berhati-hati ketika meracuni Frans jadi harus mengenali situasi terlebih dahulu.


diam-diam Frans menerbitkan senyum misteriusnya seolah senang Sean dan Ana terjebak oleh undangannya padahal Frans sendiri juga tidak tau kalau Sean juga melakukan hal yang sama.


"silahkan dimakan yang mulia..! malam itu saya melihat kalian tidak makan dengan baik." pinta Frans membawa mereka ke meja makan.


Ana masih melihat sekeliling dengan gerakan anggun dan banyak Pelayan wanita Frans terpana dengan kecantikan Ana, Ana melihat tanda di tubuh para Wanita itu membuat tangannya terkepal.


"dasar sampah..!" batin Ana memaki.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2