Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
seekor semut bisa menggigit


__ADS_3

.


.


.


diam-diam An membuka matanya dan melihat Carrina yang seperti berperang batin membuat bibir An melengkung tipis kembali Ia memejamkan matanya membiarkan Carrina yang asik dengan perang batinnya itu.


An pura-pura tidur untuk melihat apa yang akan Carrina lakukan sehingga tampang Istrinya itu bisa begitu menggemaskan.


Carrina menggeleng kepalanya dengan kuat sampai Ia oleng dan terjatuh diatas tubuh An.


"Ehh?" Carrina membeku ditempat perlahan Ia mencoba untuk bangkit tapi tangan An melingkar di pinggang Carrina sehingga Carrina menatap An.


"An?? ka--kamu terbangun? ma--maafkan aku." cicit Carrina tergugu gagap sendiri.


An membalik tubuh Carrina dan mengunci tangan Carrina, "apa kamu tidak sadar gun*ng kemb*rmu ini bisa memancing birah*ku kalau menempel seperti tadi." tanya An memicingkan matanya seperti ingin menelan Carrina bulat-bulat.


glek..!


"Ann? ak--aku benar-benar tidak sengaja." cicit Carrina perlahan membuang muka dengan wajah yang sungguh merah.


Carrina pasrah ketika An melakukan kesenangannya itu dan memilih menikmati, niatnya An ingin mengerjai Carrina malah dirinya yang terpelosok ke jebakannya sendiri sehingga An yang kalah.


.


sore harinya,


Carrina dibawa jalan oleh An dengan berjalan kaki sebab Salju memenuhi jalan dan sulit untuk Mobil berkendara, Jalanan sudah sibuk di bersihkan oleh petugas jalanan supaya bisa di lalui.


"kita mungkin tidak bisa kembali dengan cepat sayang, penerbangan di tutup selama 2 hari." ujar An serius.


Carrina mengangguk senang, "aku senang disini An."


An tertegun lalu mengulum senyum, "baiklah..? lakukan apa saja yang kamu inginkan, aku akan menemanimu sayang." bisik An dengan mesra hingga Carrina tertawa mengusap kepala An.


mereka menikmati jalan-jalan sore di tengah kesibukan banyak Orang membersihkan Salju.

__ADS_1


"An?" Carrina tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


"aku tau sayang.! lanjutkan saja sayang." jawab An.


Carrina mengangguk pelan lalu bertingkah seolah tidak tau apa-apa membuat An tersenyum melihat Carrina bisa menutupi kecemasannya sendiri.


"aku merasa memelihara seorang bayi macan yang sudah tumbuh dewasa." Ujar An seketika membuat Carrina tersenyum malu-malu.


"apa aku terlihat seperti seekor macan?" tanya Carrina dan An mengangguk mengakui itu.


Carrina memukul bahu An, "yah..? kamu itu juga Serigala."


"hmm? Serigala yang suka memakan bayi macan." jawab An tanpa malu.


Carrina memekik malu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan An tergelak mengusap-ngusap kepala Carrina sambil merangkul Carrina sampai masuk ke pelukannya.


3 Pria berpakaian tertutup mengikuti mereka dengan sangat berhati-hati dan bertingkah seolah seperti pekerja jalanan yang membersihkan Salju padahal mereka sudah diketahui oleh An maupun Carrina.


"kita ke Taman itu bagaimana?" tanya An dan Carrina berlari ke arah Taman meminta An mengejarnya.


aksi kejar-kejaran pun terjadi diantara pasangan manis itu seperti tidak tau diikuti, 3 Pria yang mengikuti mereka pun sebenarnya merasa gemas dengan kemesraan pasangan itu tapi mau bagaimana lagi mereka bertiga dibayar untuk menculik Carrina.


Carrina tertawa lepas berhasil ditangkap An malah menyalahkan An tidak ada mengalahnya sama sekali pada Carrina namun An tidak ada merasa bersalahnya sebab menangkap macan seperti Carrina tidak boleh mengalah.


"kamu curang An?" pekik Carrina berulang kali Ia harus melompat-lompat kecil menghindari kejaran An lagi padahal Carrina berhasil lolos dari belitan sang Pria yang dicintainya itu.


An tertawa keras sampai melompat-lompatin tinggi Kursi yang menjadi mainan Carrina bersembunyi, Carrina memekik dan terus berlari namun apalah daya langkah kaki An jauh lebih besar dari Carrina sehingga Macan baru tumbuh besar (Carrina) tertangkap oleh Serigala Besarnya itu (An).


"ahaha..!" Carrina tertawa kegelian ketika An malah menggelitikinya.


hidup Carrina kini jauh lebih indah bersama An, tidak ada kemewahan diantara mereka namun Cinta mereka memanglah Cinta Sejati hingga sulit dibatasi oleh tembok tinggi diantara keduanya (Pelakor atau Pebinor).


Ketiga Pria yang mengikuti mereka sampai terpana sekaligus iri dengan An yang bisa mendapatkan perempuan secantik Carrina, timbullah niat jahat dalam diri mereka masing-masing akan memperk*s* Carrina terlebih dahulu sebelum diberikan pada atasan mereka.


"aku bisa gila, aku tidak tahan lagi." gumam seorang Pria dalam bahasa Korea.


Pria itu pun mengendap-ngendap mendekati Carrina yang tengah membelakanginya duduk berdampingan dengan An, tidak ada yang tau juga Identitas An sebagai Penguasa di dunia Mafia.

__ADS_1


grapp...!


An mencekal tangan Pria yang memegang bahu Istrinya dan Carrina segera bangkit serta bersembunyi dibelakang An.


"berani kau menyentuh Istriku?" kata An dalam bahasa Korea membuat Carrina terpana dengan An yang bisa bahasa Korea padahal Carrina belum menguasainya.


"tidak bisa..! aku harus belajar bahasa Korea juga supaya An juga mengagumiku sama seperti aku yang sangat mengaguminya." batin Carrina tersenyum sumringah memandang sisi wajah dingin sang Suami.


"bisa bahasa Kami?" tanya Pria itu dengan syok.


An memutar tangan Pria itu hingga terdengar bunyi retakan tulang lalu membanting Penjahat itu hingga menjerit kesakitan memegang lengannya sendiri yang dipatahkan oleh An.


"siapa suruh tanganmu ini berani menyentuh milikku." ujar An dengan dingin tanpa hati menginjak lengan Pria yang kesakitan itu.


2 Pria yang bersembunyi pun muncul menyerang An dengan segala kemampuan mereka sebagai Anggota Penjahat yang paling kuat di Korea.


An tidak merasa kesulitan sama sekali menyerang mereka berdua hingga Penjahat yang baru saja dikalahkan An berusaha bangkit ingin menyuntikkan An sesuatu namun Carrina dengan berani menendang tangan penjahat itu hingga jarum suntiknya terlempar.


"jangan berani-beraninya kau menyakiti suamiku." kata Carrina dengan marah lalu berputar dan melakukan tendangan putar versi Carrina dengan menendang rahang Penjahat itu hingga tersungkur mencium tanah langsung tidak sadarkan diri.


An yang telah menghabisi penjahat satunya pun berbalik ke Carrina yang sangat pemberani, lagi-lagi An jatuh hati pada Istrinya itu yang selalu ingin An jatuh Cinta dan selalu Jatuh Cinta pada Carrina sehingga tidak akan mau berpaling dari Carrina ternyata pemikiran Carrina itu memang benar saja.


"sayang?" panggil An.


Carrina berbalik ke An lalu mendekati An memegang kedua tangan An, "tadi dia mau menyuntikkan sesuatu padamu An? apa kamu terluka?" tanya Carrina mencari-cari luka di tubuh An yang malah tertawa dengan bahu bergetar-getar.


Carrina menekuk kedua alisnya, "kenapa malah tertawa? apa nya yang lucu?" tanya Carrina dengan kesal sambil mengelilingi tubuh An terlihat begitu serius.


"sayang? mereka ini hanya seekor semut bagiku, tidak akan bisa melukaiku sama sekali." gemas An.


Carrina menggeleng tidak percaya, "aku tidak ingin kamu seperti itu An, kamu tidak boleh meremehkan seekor semut pun bisa menggigit."


An mengangguk padahal niatnya ingin menenangkan Carrina malah diceramahi balik oleh Carrina.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2