Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
diantar


__ADS_3

.


.


.


Ana sedang asik-asikan minum malah melihat Frans tengah dikerumuni banyak wanita bangsawan, Ana geli melihatnya karna Ia merasa kalau Frans itu mungkin algoj*nya wanita bangsawan sampai mau dipegang-pegang seperti itu.


"iish !! kenapa aku malah melihatnya?!" gerutu Ana yang merasa jijik dengan Pria yang murahan yaitu Pria yang mau dipegang oleh banyak Wanita.


Ana berbalik badan mencari tempat yang lebih baik hingga Ia tiba-tiba tertegun ada seseorang yang menarik tangannya.


"Sean?" gumam Ana.


"kenapa menghilang dariku?" tanya Sean dengan cemas memegang bahu Ana.


"hei..? aku ini gadis beracun, kenapa kamu memperlakukanku seperti anak kecil yang menyedihkan kalau hilang hmm?" omel Ana.


Sean menghela nafas lega, "aku khawatir kamu diculik lelaki brengs*k."


Ana menggeleng kepalanya dengan kecemasan Sean yang tidak cocok itu, seharusnya orang yang menculik Ana itu yang dikhawatirkan kenapa malah Ana? jelas-jelas Ana sang Dewi Beracun yang mampu menghabisi targetnya hanya karna masalah spele.


"ayo kita pulang..!" ajak Sean mendekati Ana yang tidak menolak diajak pulang oleh Sean karna Ana memang ingin cepat-cepat pulang dan melempar gaun cinderella nya itu ke lantai.


"sial...! bisakah pelan-pelan menarikku Sean? gaunku ini tidak nyaman dibawa lari." marah-marah Ana.


Sean seketika menghentikan langkahnya lalu berbalik dan mendekati Ana tanpa perlawanan apapun Ana melingkarkan tangannya di leher Sean sebab kakinya sudah pegal mengenakan heels, menurut Ana lebih baik jika digendong saja.


Sean yang menggendong Ana menjadi bisik-bisik para Tamu Undangan hingga bisikan itu sampai ke telinga Frans yang mengedarkan pandangannya dan melihat sosok Ana dibawa oleh Sean keluar Istananya.


"tunggu sebentar ya?" izin Frans pada wanita-wanita bangsawan nakal itu.


"mau kemana Yang mulia?" cegat salah satu wanita bangsawan.


inilah budaya yang dikatakan Sean pada Ana bahwa melakukan apapun didepan umum adalah hal biasa, paling hanya menjadi tontonan berbeda jika di Indonesia kalau Orang Kaya-Raya bisa menjadi Viral hanya karna orang itu memakai sendal jepit saja.


(maksudnya masalah spele bisa Viral dari sabang sampai merauke).


Frans hanya bisa memandang Ana dari jauh sampai menghilang dan tidak terlihat lagi.


Ana dan Sean diam saja sepanjang perjalanan menuju Mobil yang tak kunjung tiba.

__ADS_1


"apapun yang dilakukan Pria gila itu jangan pernah mau menemuinya." kata Sean serius.


Ana mengerutkan keningnya, "Pria gila yang mana?" tanya Ana.


"Pangeran pemecah rekor itulah." jawab Sean membuat Ana terkejut spontan saja memukul kepala Sean.


"kenapa bicaramu seperti aku ketahuan berselingkuh dengan Pria itu ha? asal kamu tau ya Sean? aku benci Pria Murahan yang membiarkan tubuhnya dipegang-pegang banyak wanita." marah Ana.


Sean seketika melebarkan senyumnya, "aku Pria mahal hanya kamu yang aku sentuh dan menyentuhku Ratuku."


Ana mendelik, "cepat jalannya..? kenapa jalanmu seperti siput?" desak Ana sambil memukul bahu Sean seperti tukang ojek.


Sean tertawa lebar tapi menuruti permintaan Ana melangkahkan kakinya lebih besar dan lebih cepat lagi menuju Mobil mereka yang sudah banyak Para Pengawal nya Sean berjejer rapi membukakan pintu Mobil untuk mereka berdua.


.


Frans berlari keluar Istananya dan melihat Rombongan Mobil Sean telah meninggalkan wilayahnya.


"kenapa bisa ada Barbie hidup didunia nyata? rambut silvernya sangat manis, jarang ada wanita yang cocok dengan warna rambut itu." gumam Frans menyeringai membayangkan sosok Ana.


Frans sejak dulu memang sangat dimanja oleh kedua Orangtuanya bahkan saat semena-mena pun dibiarkan saja malah dilindungi bukannya dihukum, jadi Frans tidak pernah tau perbuatannya itu benar atau salah jika keinginannya itu adalah perbuatan yang tidak pantas maka harus dipenuhi walau sebenarnya salah.


.


Ana dengan gaya sok premannya mendorong tubuh Sean hingga mengenai Para Pengawal Sean yang menahan tubuh Sean supaya tidak terjatuh.


"sayang? jangan berlari!" teriak Sean tergelak gemas.


Ana tidak mengubris teriakan Sean malah sibuk berlari mengangkat gaunnya dengan tinggi, Sophia juga ikut ketar-ketir mengejar Ana sambil membawa heels Ana.


Sophia berpikir Ana mungkin kebelet buang air dan hampir semua begitulah lah pemikiran seluruh Pelayan dan Pengawal yang ada disekitar mereka.


.


"cepat lepaskan gaun ini Sophia..!" pinta Ana memindahkan seluruh rambutnya ke sampingnya sehingga Ana memunggungi Sophia yang bergerak cepat menurunkan resleting gaun Ana.


Ana menurunkan gaun itu hingga lekuk tubuh Ana memakai bra warna cream terpampang jelas oleh Para Pelayan yang senyam-senyum saja padahal mereka sudah sering melihatnya tapi tetap saja mereka malu, diawal-awal Ana lah yang malu tapi sekarang malah kebalikannya.


"mana baju kausku?" tanya Ana mengulurkan tangannya.


"Ehh? iya Nona." jawab Sophia mengambil kaus besar ukuran XL ke Ana yang langsung dipakai Ana lalu melipat ujung lengannya yang kebesaran.

__ADS_1


"wahhhh...!! akhirnya aku bisa bebas." gumam Ana dengan lega berputar-putar ditempat.


Sophia dan Para Pelayan lainnya hanya celingukan tidak mengerti, Ana telah menetapkan aturan baru di Negara itu tidak mempermasalahkan perempuan mengenakan celana, tapi dilarang mengenakan celana super ketat bagi setiap perempuan yang sengaja memperlihatkan bok*ngnya didepan umum maka akan dapat hukuman.


"sayang?" panggil Sean terpana didepan pintu.


Ana mendengus lalu berlari ke ranjangnya dan tumbang disana dengan posisi telungkup.


Sean mengusir Para Pelayan yang bergerak cepat membawa semua gaun, mahkota, heels milik Ana.


Sean pun melepas pakaiannya hingga Ia bertelanj*ng dada dan berbaring disamping Ana serta memeluk Ana dengan mesra.


Ana merasa ada yang aneh pun memutar wajah dan tubuhnya ke arah Sean tentu Ia kaget melihat Sean tidak mengenakan baju.


"Sean? mana pakaianmu?" tanya Ana dengan mata melebar.


Sean menggeleng kepalanya, "aku kepanasan."


Ana semakin melotot saja lalu Sean menarik kepala Ana masuk kepelukannya hingga bibir Ana mengenai leher Sean.


"Sean?" gugup Ana merasa jantungan mencium aroma khas tubuh Sean yang sangat unik bagi Ana yang Indera penciumannya cukup baik namun Ana suka aroma tubuh Sean.


"aku tidak akan macam-macam, tidurlah..! bukankah kamu lelah? besok kita harus mengantar Keluargamu ke Bandara untuk pulang ke Indonesia." bisik Sean.


Ana pun tidak berbicara lagi lalu telapak tangannya terangkat dan diletakkan di bahu Sean yang mengulum senyumnya.


"selamat malam Ratuku." bisik Sean dan Ana tidak berbicara sama sekali.


mereka kembali terlelap dimalam pengantin yang kesekian harinya.


ke esokan paginya,


Ana dan Sean mengantarkan Keluarganya ke Bandara beramai-ramai.


"Kamu jangan lupa kabari aku kalau mau melahirkan Carrin?" pinta Ana dengan serius memegang perut buncit Carrina.


Carrina tersenyum lebar, "baik yang mulia."


Ana memutar kedua bola matanya dengan malas mendengar ledekan Carrina sementara yang lainnya hanya tertawa lepas, An mengusap kepala Carrina yang sudah tau cara menggoda Saudara An seperti Saudara Carrina sendiri.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2