Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
antar sarapan


__ADS_3

.


.


.


Alena melihat saja kepergian Saga menuju Kamar Ganti lalu Ia pura-pura memejamkan mata padahal Alena tidak bisa tidur memikirkan kata-kata Saga.


"Saga tidak bertanya aku punya Perasaan padanya, kenapa kata-katanya sangat mirip dengan Papa sama Mommy? dia mau merendahkan harga dirinya demiku." batin Alena.


Alena bukan gadis munafik tapi harga dirinya itulah yang membuatnya malu mengakui pemikirannya itu.


Alena terpaku merasakan ranjangnya bergerak seolah tau Saga sudah ada dibelakangnya, Saga mendekati Alena dan memeluk Alena dari belakang dengan mesra.


"ak--aku?? Saga aku juga menyukaimu tapi aku terlalu malu mengakuinya." batin Alena.


Saga mengecup bahu Alena dan memejamkan matanya dibelakang Alena, Saga tidak berbicara apa-apa sebab Ia memang tidak tau Perasaan Alena hanya berpikir Alena memanfaatkan status pernikahan mereka supaya tidak ada Pria yang berani mencari muka pada Alena.


.


pagi-pagi,


Alena terbangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Saga, Ia turun dari Ranjangnya berlari ke Kamar mandi lalu mencari Saga di Dapur namun tidak ada siapa-siapa.


"dia meninggalkanku?" gumam Alena tidak percaya.


Alena hendak berbalik tapi melihat makanan tertata di meja makan pun dan sepucuk surat, Ia melangkah ke Meja makannya serta membaca surat yang dilipat oleh Saga itu.


"Sayang? maaf aku meninggalkanmu ya? aku ada rapat dadakan pagi-pagi buta tapi aku sudah buat sarapan untukmu sayang, nanti malam kita bahas 21+ lagi ya? suamimu Saga."


Alena tersenyum membaca surat Saga, "apa dia sudah sarapan?" gumam Alena.


"nanti aku antar sarapan untuknya." gumam Alena melihat jam tangannya sebab Alena tidak ada acara dipagi hari.


Alena pun sarapan lalu memasak sarapan untuk Saga dan dimasukkan dalam rantang nasi juga disetiap rantang ada isinya yaitu cemilan sehat.


"sudah..!" gumam Alena lalu mencuci piring sambil bersenandung.


.


di dalam Mobil,


Alena menghubungi Saga dan cepat sekali diangkat oleh Saga.


"iya sayang?" sahut Saga.

__ADS_1


"rapat dimana? udah sarapan?" tanya Alena.


Saga menjawab semuanya dan ternyata perkiraan Alena benar kalau Saga belum sarapan, setelah memastikan Alena mematikan panggilannya secara sepihak.


Saga di tengah rapat pagi pun kebingungan melihat Ponselnya lalu Dyrga menegur Saga untuk sadar karna banyak Karyawan yang melihat mereka saat ini.


"oh..! lanjutkan..!" kata Saga.


rapat pun di lanjutkan dan berjalan lancar hampir 1 jam lebih namun tiba-tiba Pintu Ruangan Terbuka membuat seisi Ruangan itu menoleh kesal ke arah Pintu yang telah mengganggu jam rapat mereka, tapi ketika melihat pelakunya adalah Alena seketika mereka mematung di tempat.


Alena datang bersama 3 Satpam membawa 2 plastik besar berisi sarapan pagi.


"maaf aku mengganggu jam kerja kalian? aku datang antar sarapan." kata Alena lalu memberi kode pada Satpam yang langsung menuruti perintah Alena.


Saga masih terpaku seolah tidak menyangka Alena kini ada dihadapannya, 1 Perusahaannya sudah tau kalau Alena adalah Istri Presdir mereka tapi Alena belum pernah datang ke Perusahaan Saga itu.


Alena mendekati Saga dan memberikan rantang nasi yang Ia pegang, "sarapan ya? ini aku buat sendiri."


Saga menarik tangan Alena hingga terduduk dipangkuan Saga, Alena melebarkan matanya dan Dyrga serta yang lainnya mulai sibuk sarapan sebab mereka memang belum sempat sarapan mumpung Presdir mereka lagi sibuk.


"terimakasih sayang." ucap Saga dengan senyuman tampannya.


Alena melihat para pekerja Saga yang kelihatan lapar pun menoleh kembali ke Saga, "mereka juga belum sarapan?" tanya Alena sambil mengayun kakinya duduk dipangkuan Saga.


"kami membahas masalah penting jadi tidak sempat sarapan." jawab Saga.


Saga malah senyam-senyum memandang Alena tanpa peduli pekerjanya sangat sibuk melahap makanan Alena yang ternyata dipesan dari Restaurant Barrest sudah jelas mahal tapi sarapan untuk Saga dibuat sendiri dengan kedua tangan Alena bahkan menyuapi Saga sehingga makanan itu terasa lezat bagi Saga.


"sudah jam 10." gumam Alena melihat jam tangannya.


"kenapa sayang? kamu harus ke Perusahaanmu?" tanya Saga.


Alena mengangguk lalu segera bangkit dari pangkuan Saga, "habiskan Sarapannya ya? aku pergi dulu." kata Alena melepas heelsnya dan berlari seperti Cinderella yang jam sihirnya sudah habis.


"sayang aku antar." teriak Saga berdiri dari duduknya.


"tidak usah..! nanti siang kita makan diluar saja." jawab Alena tanpa menoleh ke Saga.


pintu Ruangan Rapat pun tertutup rapat sehingga hanya ada keheningan saja didalam sana.


"Tuan kami belum sempat berterimakasih pada Nona telah membelikan kami sarapan enak." kata Dyrga.


Saga yang sedang tersenyum senang diajak makan oleh Alena pun segera mengangguk dan meminta rapat mereka dilanjutkan, ternyata setelah sarapan mereka semua menjadi lebih tenang dan bisa berpikir jernih serta menemukan solusi dari masalah.


"baiklah..! kita istirahat..!" kata Saga melihat jam tangannya 11.36.

__ADS_1


"baik Tuan." jawab Pekerja Saga mulai membubarkan diri dengan teratur.


Saga langsung pergi ke Perusahaan Alena sementara Para Pekerja Saga mulai bergosip di setiap sudut Perusahaan Saga tentang kebaikan hati Alena mengantarkan mereka sarapan dari Restaurant ternama, Alena mengeluarkan banyak uang demi mereka yang hanya status rendah.


dimana-mana bawahan yang cari muka mentraktir atasan tapi malah Alena yang membelikan bawahan makanan enak, Saga sangat beruntung memiliki Alena dan sangat pantas begitu menyayangi Alena yang sebaik itu.


.


hubungan Saga dan Alena semakin membaik saja, kini Saga tengah memandang Alena makan.


"melihatku makan tidak akan membuatmu kenyang Saga." kata Alena serius tanpa melihat Saga.


Saga terkekeh, "makanan yang kamu berikan tadi pagi masih ada diperutku sayang."


Alena menatap datar Saga lalu Saga mengucapkan Terimakasih karna telah memperhatikan karyawannya.


"aku hanya membalas traktiranmu saat itu pada seluruh karyawanku." jawab Alena dengan santai.


Saga mengangguk pelan, "apa kamu masih ada pekerjaan sayang?" tanya Saga.


Alena mengerutkan keningnya, "tidak ada tapi memangnya kenapa?"


Saga tersenyum lebar, "kita ke puncak."


Alena mengerjab, "apa yang dilihat dipuncak? aku sudah sering kesana."


Saga tampak berpikir, "lalu kamu mau ketempat yang belum pernah kamu datangi sayang?"


"hm." jawab Alena seadanya.


Saga sumringah, "aku tau tempatnya." jawab Saga membuat Alena bingung sebab selama ini Alena merasa yakin kalau Ia sudah mendatangi semua tempat di Negara nya dengan berbagai urusan bisnis.


.


Saga membawa Alena naik helikopter dan tiba disebuah pulau kecil membuat Alena cukup terpana melihat pemandangan dari atas.


"tempat apa ini?" tanya Alena berteriak.


"pulau pribadiku, ini tempat pertama kali aku merintis Usaha Pertambangan sebelum KeKota." jawab Saga.


Alena tidak lagi bertanya karna mereka sedang berada di dalam helikopter sehingga kalau berbicara buat sakit tenggorokan saja (berteriak).


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2