
.
.
.
Ana menghentikan Yachtnya di dekat benda yang Ia lihat itu lalu memutar Yachtnya dan Ana berjalan tenang kebelakang Yacht melihat benda itu.
"apa ini tangan?" gumam Ana dan menangkap tangan itu yang langsung menggenggam tangan Ana.
Ana kaget ternyata memang tangan, "siapa yang membuang manusia kelautan lepas ini? apa dia juga boneka uji coba?" gumam Ana celingukan kesegala arah tidak melhat ada kapal lain di tempatnya itu.
Ana tidak takut berlayar di malam hari sebab Ia sudah biasa membersihkan pekerjaannya dengan senang hati apalagi kalau uji racun nya berhasil.
"ini Orang apa gajah sih?" geram Ana menarik paksa sosok itu sampai naik ke Yachtnya.
sosok itu seperti sudah kehabisan nafas dan melihat penampilan Ana yang begitu tertutup memperhatikannya.
"terimakasih." ucap lemas sosok itu dalam bahasa Inggris.
"heii...? kau mati? kalau kau mati akan aku lempar lagi..!" Ana menepuk-nepuk pipi Pria itu yang tidak sadar.
Ana mendekatkan telinganya di dada Pria itu masih mendengar suara detak jantungnya walau lemah.
"sepertinya kebanyakan menghirup air." gumam Ana lalu menekan-nekan dada Pria itu sampai mengeluarkan banyak air.
"airnya sudah keluar kenapa belum sadar?" tanya Ana dengan heran lalu menutup pintu Yachtnya segera pergi dari tempat itu.
Yacht Perusahaan Maldev memiliki tempat kawasan parkir mewahnya sendiri bahkan ada Vila mewahnya juga di dekat pantai Utara, sebelumnya Carrina dan An juga ke Pantai tapi bukan di Utara jadi tidak datang ke Vila itu.
Ana menarik lengan Pria itu dengan kedua tangannya sambil menggerutu betapa beratnya Pria itu entah apa yang dibawa oleh Pria itu sampai di ranjang.
.
Ana terperangah melihat pakaian Pria itu benar-benar megah, "apa ini pakaian seorang Pangeran dari Kerajaan lain?" gumam Ana menebak sebab Ia tidak terlalu buta teknologi sampai tidak tau Kerajaan dari Negara lain.
"ini benar-benar terbuat dari berlian?" gumam Ana memicingkan matanya memperhatikan kancing baju Orang yang Ia selamatkan.
__ADS_1
Ana memijit pelipisnya seketika, "aku ingin hidup tenang kenapa malah ikut campur masalah Kerajaan Negara lain? kalau dia seorang Penghianat bagaimana?"
Ana menggeleng kepalanya membuang pikiran itu jauh-jauh sebab tugasnya hanya menyelamatkan saja tidak akan ikut campur masalah apapun tentang Pria ini walaupun Pria itu seorang pembunuh berantai sekalipun.
.
Ana menghubungi An dan memberitau pekerjaannya sudah selesai bahkan berteriak kalau racunnya kali ini juga berhasil, An memuji kemampuan Ana yang tersenyum bahagia sekali seorang An memuji nya.
.
pagi-pagi,
Ana mendatangi kamar Pria yang Ia selamatkan itu ternyata sudah sadar.
"sudah bangun?" tanya Ana dalam bahasa Inggris.
Pria itu kaget melihat kecantikan Ana tidak sama seperti perempuan di Negaranya.
"dimana ini?" tanya Pria itu dalam bahasa asing.
"Indonesia." jawab Ana dengan wajah serius.
"apaa?? Indonesia?" beo Pria itu semakin syok saja.
"aku tidak mengganti pakaianmu sepertinya itu baju yang sangat penting, aku tidak mau dipenggal hanya karna menyentuh pakaian seorang keturunan Raja." jawab Ana dengan begitu fasih.
Pria itu melihat pakaiannya yang masih lembab lalu melihat ranjang itu begitu basah dengan jujurnya Pria itu akan mengganti rugi semua yang basah karna ulah tubuhnya yang dibuang di lautan lepas.
"aku lihat perutmu ada bekas robekan pisau jadi aku menyentuh perutmu untuk diobati, apa kau akan menghukumku?" tanya Ana.
Pria itu mengangkat pakaiannya betapa aneh dirinya merasa lukanya sudah sembuh.
"sepertinya keberuntungan memang sedang menyertaimu..? jika aku tidak ada disana mungkin kau sudah dimakan ikan." kata Ana dengan wajah serius pula.
Ana membawa sepiring obat yang telah Ia racik dan beberapa alat lainnya seperti perban, gunting, Handiplast.
Pria itu diam saja ketika Ana mengobati perutnya tapi matanya memperhatikan wajah Ana yang kecantikannya sangat unik, pantas saja Negaranya selalu mengatakan kalau Gadis Asia memiliki gen kecantikan yang sangat unik terutama Indonesia.
__ADS_1
"kau sudah pulih..! pulanglah ke Negara Asalmu, jangan sampai Negara Perang Dunia hanya karna kamu terdampar di negara ini dan Negaramu mengira kalau kami menculikmu."
Pria itu pun kaget lalu memegang tangan Ana sambil memohon untuk memberinya waktu sampai Ia memiliki bukti pelaku yang telah mencoba menghabisinya dengan membuangnya ke Lautan lepas.
Ana menatap datar Pria itu, "lalu kau mau aku menampungmu?"
"aku rela menyamar menjadi apa saja disini, jangan sampai ada yang tau kalau aku Anggota Kerajaan." pinta Pria itu memohon.
"apa yang bisa dilakukan olehmu? kau sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia, bagaimana kau bisa berkomunikasi dengan Orang lain?" bentak Ana.
Pria itu begitu syok sebab sejak bayi Ia tidak pernah dibentak walau oleh Ayahnya sendiri, sebagai Anggota Kerajaan memang tidak pernah siapapun berani bertindak kasar pada seorang pewaris.
"pulang...!" titah Ana dengan mata melotot menakutkan malah terlihat lucu dimata Pria itu.
Ana yang kesal segera mencoba menarik Pria itu dan berjanji akan membuangnya lagi ke Lautan lepas tapi bukannya mau ditarik oleh Ana sosok Pria itu malah memeluk kaki Ana sambil menggeleng-geleng tidak terima.
Ana memijit pelipisnya yang terasa pusing, bagaimana bisa Ia menampung seorang Pria? seharusnya Ana yang ditampung oleh Pria tapi sekarang kenapa sebaliknya?
panjang perdebatan dalam bahasa asing jadi Ana terpaksa membawa Pria itu ke Kota dan menyewakan sebuah Kamar Hotel untuk Pria itu tapi malah menolak sebab bisa saja pelaku yang mencoba membunuhnya menggeleda setiap kamar Hotel padahal Hotel itu milik Ana saat ini.
Ana membawa Pria itu ke Apartemen mewah dan meminta Pria itu belajar bahasa Indonesia seorang diri dan Ana akan kembali menemui Pria itu 2 hari lagi untuk melihat perubahannya serta tak lupa pula Ana memberikan sebuah Ponsel.
sebenarnya Ana penasaran bagaimana cara belajar seorang anggota Kerajaan.
di dalam Mobil,
"kenapa kehidupanku dengan An bisa sama? kenapa kami harus menampung Orang? kalau An bisa saja karna dia Lelaki tapi aku?? aku perempuan kan? kenapa malah aku yang menampung Pria? haiishh..!!"
Ana mengoceh seorang diri sambil memukul-mukul setir Mobilnya sendiri begitu kesal, Ia akan mengerjai Pria itu tidak peduli jabatan atau kedudukannya karna Ana yang menampung Pria itu maka Ana-lah Bosnya jadi bisa bertindak sesuka hatinya.
"aku akan buat dia menyerah lalu pergi sendiri dariku." seringai Ana seketika menerbitkan senyum iblisnya.
Ana tidak peduli siapapun Pria itu yang pasti Ana akan membuat Pria itu menyerah tinggal bersama Ana sebab menurut Ana seorang Anggota Kerajaan pasti tidak akan bisa bekerja keras, Ana tersenyum misterius seolah baru saja menemukan ide jahat muncul di otak cerdasnya.
Ana sibuk dengan masalah lain sementara An cuek saja melihat berita di sosmed kalau Zheyan telah menyinggung BlackMaster, sebagian Orang mengenal Master dari segala Master tapi kebanyakan Orang belum tau siapa An maupun Ana yang banyak dikenal Penguasa Maldev kecuali Orang yang pernah mereka selamatkan.
.
__ADS_1
.
.