
.
.
.
setibanya di Acara Malam,
Alena dikenalkan oleh Saga ke Para Klientnya yang sebelumnya tidak bisa hadir di acara Pernikahan Saga dengan Alena karena kesibukan bisnis, walau begitu mereka tetap memberi kado dipaketkan untuk Pasangan Pengantin itu.
"wow...! Istrimu bisa menggunakan hampir semua bahasa Tuan Reyza." puji Rekan Saga.
Saga tersenyum bangga menggenggam tangan Alena yang tersenyum menyapa Istri para Klient Saga yang terlihat sekali tertarik dengan segala pernak-pernik Alena kenakan.
"bisakah Nona bergabung dengan kami sebentar saja?" tanya salah satu wanita tampak begitu tertarik dengan model tas yang Alena kenakan sekarang.
Alena minta izin ke suaminya itu dan Saga tidak menghalangi Bisnis Istri tercintanya itu yang kian melejit pesat.
Alena pun berbincang-bincang dengan 4 wanita dari Istri para Klient Saga, mereka terlihat antusias mendengar penjelasan Alena tentang semua kelebihan dan kekurangan tas Alena, mereka tidak terusik dengan kekurangan Tas Alena yaitu bisa dirampok karna tas Perusahaan Alena identik dengan Berlian walau kecil tapi sangat laku dijual ke pasaran.
Tas dari Perusahaan Alena tahan bertahun-tahun walau dipakai setiap hari, mudah kering jika di cuci namun tidak diizinkan mencuci dengan mesin cuci apalagi dikeringkan dengan mesin, bisa lecet nanti tasnya walau tidak rusak namun tas mahal jika lecet sangat tidak enak dipandang.
Alena sangat menguasai perannya bahkan ketika menjelaskan jenis berlian yang ada di heelsnya saat ini, kejujuran Alena dalam berbisnis membuat siapapun luluh dan berbondong-bondong meminta nomor ponsel Alena, Alena memiliki banyak ponsel dan nomor hp dan yang Ia berikan adalah Ponsel Perusahaannya bukan pribadi.
"bukankah itu Slavina ya?" bisik salah satu wanita yang sedang berbincang dengan Alena.
"ngapain dia natap-natap suami aku?" geram wanita lainnya hendak melabrak (mendatangi) Artis ternama itu yaitu Slavina Cae.
teman Wanita itu menahan tangan Wanita itu yang terpancing emosi.
"kenapa kalian menghalangiku?" Wanita itu tampak tidak terima ditahan oleh kawanannya.
"coba perhatikan lagi siapa yang dia pandang? kalau dilihat-lihat dia memandang Tuan Reyza."
Alena yang mendengar panggilan umum suaminya disebut pun tentu menoleh ke arah Saga lalu wanita yang bernama Slavina Cae itu, Alena menatap datar wanita itu.
"bagaimana Nona Reyza?" tanya wanita yang lainnya ke Alena seolah tau Alena tengah cemburu.
__ADS_1
mereka hanya terdiam Alena yang tidak menjawab.
"lebih baik kita diam saja." bisik Wanita lainnya.
empat Wanita yang bersama Alena pun hanya diam tanpa berani bersuara lagi ke Alena yang sedang serius memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
"Saga bilang tidak pernah pacaran, kenapa tatapannya seperti kekasih lama yang kembali setelah sekian lama kabur selama sudah bertahun-tahun saja? siapa dia?" batin Alena entah mengapa hatinya merasa kesal suaminya di pandang perempuan lain.
"kenapa aku kesal? apa aku mencintainya? secepat itu?" bisik-bisik Alena pada dirinya sendiri tidak percaya.
Alena akui Saga sangat manis juga sangat romantis, kesabaran Saga menjaga serta memanjakan Istrinya itu tanpa sadar telah menumbuhkan kebiasaan dalam hati Alena, Alena tidak menyangka hatinya begitu mudah jatuh Cinta pada Saga padahal jika Alena memang mencintai Saga pun tidak akan salah.
"No--Nona?" panggil salah satu Wanita (Istri) dari Klient Saga.
Alena tidak menjawab, sorot mata tajamnya hanya tertuju pada wanita itu saja.
tiba-tiba saja Alena meninggalkan ke empat wanita itu yang saling melihat satu sama lain, mereka tertawa karna paham Alena sedang cemburu. sebagai seorang Istri Pengusaha tentu mereka sangat mengerti sekali perasaan Alena.
"awas kamu Saga kalau aku tanya siapa dia kamu tidak jawab jujur." batin Alena sambil munculnya tanduk kecil di kepala Alena (maksudnya marah karna cemburu).
"dasar jal*ng...! berani sekali kau macam-macam dengan Pria-Ku." desis Alena dengan geram tanpa sadar bibir mungilnya mengakui Saga adalah miliknya.
.
"Reyza??" panggil Slavina dengan senyuman.
Saga menaikkan sebelah alisnya seolah tidak mengenali wanita seksi yang tengah menyapanya itu bahkan berani menyebut namanya.
"akuu?? Kakak Slavina? kamu tidak ingat? aku yang menolongmu saat di SMP kamu dipukuli Ketua Kelas, kamu ingat??" tanya Slavina dengan serius.
Saga melihat ke arah rekan-rekannya, "itu masa lalu." jelas Saga ke Klientnya yang mengangguk paham.
"kenapa kau membahas itu? bukankah kau yang selalu mendekatiku padahal kau itu pacar dari Pria itu ha?" sinis Saga.
Slavina terkekeh pelan, "tidak Tuan Reyza, kami hanya berteman tapi dia saja yang baper karna kecantikanku."
"Hubbyy??" panggil Alena tiba-tiba ada di samping Saga.
__ADS_1
Saga terkejut dengan panggilan Alena lalu menatap Alena begitu takjub tengah tersenyum manis ke arahnya.
"siapa dia?" tanya Alena ke Saga.
"oh..! hanya senior saat SMP." jawab Saga.
Alena memperhatikan Slavina dari ujung rambut sampai ujung kaki sehingga wanita seksi itu gelisah dan tidak nyaman sebab merasa minder dengan apa yang melekat pada tubuh Alena yang mengenakan barang serba mahal.
"kenapa aku tidak tau? apa dia memang sengaja tidak kamu undang?" tanya Alena dengan manja menempelkan dagunya di bahu Saga.
Saga tersenyum lebar ke Alena seolah tau semua ini karna Alena tengah cemburu padanya, hati Saga sangat berbunga-bunga dicemburui oleh Perempuan yang dicintainya itu.
"aku bahkan lupa kalau dia tidak mengenalkan dirinya tadi." jawab Saga tanpa berpaling sedikitpun dari Alena.
Alena tersenyum manis ke wanita itu, "kenalkan Kak..! aku Alena, Istrinya Reyza." Alena berakting sebagai gadis ramah ke Slavina.
Slavina mengulurkan tangannya dan mereka berjabat tangan, "ak--aku kakak kelas Reyza."
Alena mengangguk pelan, "oh..? maaf ya Kak? aku tidak tau kalau Reyza punya teman dimasa sekolah karna dia mengaku padaku tidak pernah menyukai perempuan manapun, bahkan tidak ada perempuan yang berkesan baginya semasa sekolah." kata Alena dengan gaya sok polosnya tanpa disadari kata-kata polosnya itu sangat menghujam jantung Slavina seolah merasa dipermalukan.
"hmmftt...???" ke empat Klient Saga pun akhirnya tertawa tapi di tutupi dengan cepat.
Alena melihat ke mereka semua, "kenapa? apa Suamiku pernah bilang ke Kalian tentang perempuan di masa Sekolahnya?" tanya Alena pada dasarnya memang ratu Drama.
"tidak Nona, kami baru tau juga." jawab mereka semua mengikuti permainan Alena.
Alena tersenyum tipis lalu beralih ke Slavina seperti gadis polos yang tidak tau apa-apa, "kalau begitu mari aku temani makan kak? aku bisa belikan apa saja yang kakak mau sebagai permintaan maaf suamiku yang kejam tidak menghargai kakak." kata Alena.
Slavina semakin merah padam lalu segera pergi tanpa menjawab apa-apa akan sindiran halus namun menusuk Alena itu.
"Kak?? tunggu Kak?" teriak Alena terlihat sebagai gadis tak tau apa yang Slavina rasakan.
.
.
.
__ADS_1