
.
.
.
An mengusir Wel pergi sebab Ia akan berkencan dengan Carrina malam ini.
Wel hanya terkekeh dengan perubahan An lalu pergi tanpa protes lagi karna siapapun Orang kalau jatuh Cinta sudah pasti tidak akan mau diganggu.
malam-malam,
An mengetuk Ruangan Carrina yang kebetulan juga sudah didepan pintu, An terhenyak sejenak melihat penampilan Carrina yang mengenakan rok panjang dengan gaya simpel nya tapi berhasil membuat An cukup terpana.
"ke-kenapa An? apa rambutku aneh?" tanya Carrina meraba rambutnya yang di tata hampir 2 jam oleh Carrina seorang diri.
Gaya rambut Carrina hanya digerai lalu di sisihkan sedikit anak rambutnya dan disatukan kebelakang dengan diberi pita besar warna hitam hingga wajah Cantik Carrina semakin imut sekali.
An menggeleng kepalanya, "imut sekali." puji An mengusap pipi Carrina.
Carrina tersenyum malu sebab menata rambutnya saja sudah berbagai macam gaya dan gaya terakhir hanya itu sudah membuat Carrina lelah, Ia tidak sadar sudah 2 jam menata rambutnya itu jika An tau pasti Carrina sudah ditertawai.
"ayo berangkat..!" ajak An mengulurkan tangannya dan Carrina menyambut tangan An dengan pipi merona.
mereka jalan bergenggaman tangan menuju Lift, tidak ada yang perlu di tutupi lagi dari Orang-orang BlackMalv.
di Parkiran,
"apa kamu tidak suka dengan Mobil yang aku beri Carrina?" tanya An melihat ke Carrina dengan serius sebab Ia dengar dari Anggota BlackMalv bahwa Carrina tidak pernah memakai Mobil An.
"bu-bukan begitu An..! hmm..? aku merasa tidak pantas saja menerima pemberianmu saat itu." cicit Carrina.
"lalu sekarang sudah pantas?" tanya An serius.
Carrina terdiam sesaat, "aku mau bayar cicilannya."
"aku tidak mau menerima cicilanmu, apa masalahnya Carrina? Mobil ini sudah pernah aku pakai bukan baru, apa kamu mau yang belum pernah aku pakai?" tanya An serius.
Carrina menggeleng kepalanya, "a-aku akan pakai Mobil pemberianmu tapi aku mohon jangan beri aku apa-apa lagi, kecuali ak--aku..?"
"Aku apa?" tanya An penasaran.
"kecuali aku sudah menjadi istrimu." jawab Carrina dengan kepala menunduk menyembunyikan wajahnya yang sangat merah itu.
__ADS_1
An menyemburkan tawanya, "baiklah..! anggap saja ini separuh dari maharku."
Carrina melebarkan matanya, "kenapa separuh maharku bisa semahal ini?"
An tergelak saja sambil merangkul leher Carrina membawa kekasihnya itu berjalan memasuki Mobilnya An.
saat dalam perjalanan Carrina masih asik bertanya mengapa maharnya semahal itu lalu An menjawab dengan enteng karna hati Carrina yang sudah lama bertahan mencintainya selama 10 tahun, kesetiaan Carrina itu lebih mahal dari harta apapun didunia ini.
"aku harap kamu mau menikah denganku saat umurku 27 tahun." ujar An sesekali melirik Carrina.
Carrina tersenyum malu, "bahkan sekarang buat akta nikah pun aku mau." cicit Carrina.
An mendengarnya kaget lalu mengulum senyumnya, "jadi kamu mau menikah denganku sekarang? apa kamu sudah yakin mengenalku dengan baik?"
"maksudnya?" tanya Carrina.
"biasanya perempuan butuh pengenalan karakter atau uji coba Pria yang dipacarinya itu baik atau tidak menjadi calon suami." jelas An.
Carrina terkekeh, "kenapa aku harus mengenalimu lagi An? hatiku sudah mantap untukmu apa yang aku ragukan jika berpisah darimu saja aku takut."
An tidak menyangka perasaan Carrina terhadapnya begitu sempurna sampai tidak ada lagi titik keraguan itu dalam hati Carrina.
An mengusap kepala Carrina dengan gemas, "aku akan bicarakan pada Keluargaku tentang hubungan kita."
An tersenyum, "aku minta maaf karna pernah mencurigaimu."
"aku maafkan." jawab Carrina tersenyum lebar lalu melihat ke arah jalanan sambil menahan tawa bahagia nya ketika An akan membicarakan masalah hubungan mereka ke jenjang serius.
sejak dulu Carrina sudah berapa kali dilamar romantis oleh Lancord tapi selalu menolak namun Lancord yang memang tulus mencintai Carrina tidak memaksakan kehendak, namun jika An yang melamar Carrina walau hanya diberi cincin berkarat pun Carrina akan menerima lamaran An.
(maksud cincin berkarat tidak ada romantisnya sama sekali).
"kita mau kemana An?" tanya Carrina tiba-tiba.
"aku tidak punya pengalaman apapun dalam berkencan, kamu mau kemana? aku akan temani." tanya An balik.
Carrina tersenyum manis, "bagaimana kalau kita ke Mal dulu? aku mau beli hadiah untuk pernikahan Kak Ayunda dan Kak Wel." tanya Carrina memelas.
An mengangguk dengan senyuman.
.
di Mal,
__ADS_1
An dan Carrina berjalan sambil berpegangan tangan mengenakan Topi putih untuk menutupi sebagian wajah mereka masing-masing, Awalnya Carrina tidak mau mengenakan topi karna ada Pita rambutnya yang besar tapi An malah dengan santainya melepas pita itu. An tidak mau Carrina mengenakan Pita itu dilihat Pria lain dan dengan malu-malunya Carrina menurutinya sebab Carrina berdandan juga karna An.
"aku bingung mau beli kado apa An." Ujar Carrina ke An.
"menurutku tidak perlu kado yang mahal tapi niatmu yang tulus itu pasti disukai oleh Ayunda." jawab An.
"hmm? apa ya?" gumam Carrina sambil melihat-lihat perabotan Rumah Tangga yang bisa dijadikan kado untuk pengantin baru.
"tidak usah kesini..! toko baju bagaimana?" tanya An.
"hah? memangnya apa yang bisa dibeli di Toko Baju? aku belum pernah mendatangi pesta pernikahan orang ... jadi tidak tau An, apa ada yang berguna untuk pasangan pengantin?" tanya Carrina dengan polos.
An mengulum senyum lalu menjawab segala perlengkapan yang sangat dibutuhkan pasangan pengantin sambil menuntun Carrina ke Toko Baju.
"ini apa?" tanya Carrina dengan geli melihat Lingerie yang terpampang di patung.
"itu baju yang dikenakan oleh seorang Istri untuk menyenangkan suaminya Nona." jawab salah satu pelayan Toko Baju.
Carrina menaikkan sebelah sudut atas bibirnya begitu aneh, "bukankah tidak memakai baju lebih baik? kenapa ada baju nyaris tidak ada bahan?"
An berdehem menahan senyum lalu merangkul bahu Carrina masuk ke Toko itu dimana para Pelayan terkekeh dengan kepolosan Carrina tidak sadar An yang gemas dengan tingkah Carrina itu tidak tau apa-apa dalam hal goda-menggoda.
Carrina pun sudah melupakan Lingerie itu dan sibuk mencari pakaian tidur Couple, handuk Couple, Jubah Mandi Couple, sendal kamar Couple.
Carrina dan An dengan setia menunggu barang-barang yang mereka pesan diukir nama Ayunda dan Wel serta doa kebahagiaan untuk pasangan itu sampai kakek-nenek.
"ini pesanannya Nona..! silahkan bayar dimeja kasir!" ucap Pelayan memberikan kotak lumayan besar berisi semua perlengkapan yang Carrina beli untuk kado pernikahan Ayunda dan Wel.
An mengambil alih kotak itu lalu Carrina mengucapkan terimakasih pada Pelayan dan mengejar An yang membayar belanjaan Carrina.
"An?" protes Carrina memegang lengan An yang membayar belanjaannya.
"tidak apa..! aku tidak punya uang tunai ... jadi kalau kamu ajak aku makan diluar kamu harus mentraktirku makan." bisik An terlihat mesra.
Carrina mengangguk dengan senyuman, "baiklah..! aku banyak bawa uang tunai, aku akan menyenangkanmu hari ini." senyum cerah Carrina.
An mengangguk sambil mengulum senyum menggeleng kepalanya dengan gemas menerima BlackCard nya yang telah digunakan membayar tagihan Carrina.
.
.
.
__ADS_1