Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
bertanya


__ADS_3

.


.


.


Carrina belajar dengan sangat giat sampai Egy menganga takjub betapa gigihnya Carrina ingin cepat bisa mengendarai Mobil.


"bagaimana Egy?" tanya Carrina sumringah dibalik maskernya.


"sangat bagus..! Nona benar-benar punya Otak Monster." puji Egy menunjukkan Ibu jari nya memuji kemampuan Carrina.


Carrina memekik senang sambil melompat-lompat ditempat ketika Ia melihat jam tangannya terkejut hari sudah sore.


"aduuh..? kenapa kamu tidak memberitauku kalau sudah sore Egy?" tanya Carrina dengan gelisah.


Egy melihat jam tangannya pun kaget saking senangnya Ia punya murid jenius malah membuatnya tidak sadar dengan waktu.


"ada apa Nona? apa urusan penting?" tanya Egy.


"aku sudah mengerjakan pekerjaanku tapi jam sore ini Tuan Muda ada janji bertemu dengan Tuan Verdy Nase, cepat...!! kalian berkumpullah." pinta Carrina.


"Verdy Nase?" gumam Egy segera berlari memasuki Gedung BlackMalv.


Carrina memarkirkan Mobil berlatihnya dengan pelan serta hati-hati jangan sampai mengenai Mobil parkir yang lain.


"benar-benar Bodyguard Elit..! bawahannya diberi Mobil." gumam Carrina merasa takjub dengan karakter An menjadi atasan yang begitu dermawan pada bawahannya pantas saja Rop sampai rela meregang nyawa di Mansion Lancord bahkan persaudaraan antara bawahan dan atasan diantara mereka sangat mengagumkan.


Rop yang di tawan oleh Lancord tetapi An sendiri sebagai Bos besar langsung turun tangan memasuki kandang buaya demi menyelamatkan Rop padahal bisa dikatakan An itu Raja nya yang bisa saja mengabaikan nyawa prajuritnya kalaupun mati dianggap pejuang tapi An malah tidak rela satu prajuritnya mati sia-sia.


tiba-tiba Carrina tersenyum manis dibalik maskernya, Ia tidak mengira sosok Pria yang Ia kagumi sejak dulu sebaik ini pantas saja Carrina bisa jatuh Cinta pandangan pertama sampai sekarang belum bisa berpaling dari An.


di Gedung BlackMalv.


semua Bodyguard terbaik An berkumpul serta berbaris sangat rapi dihadapan mereka ada Verdy Nase yang tengah mencari Bodyguard yang Ia inginkan.


"apa tidak ada Bodyguard perempuan?" tanya Verdy ke An.


An yang duduk dengan tenang membuang nafas pelan, "kalau itu anda cari silahkan anda datangi BlueStar saja, disana khusus menyewa Pengawal perempuan." jawab An dengan santai.

__ADS_1


Asisten Verdy (Laki-laki) menahan tawanya sekuat tenaga lalu ditatap tajam oleh Verdy yang segera membungkam mulutnya, apa yang An katakan memang tidak salah kalau mau menyewa Pengawal terbaik memang disinilah tempatnya tapi jika menyewa Pengawal untuk kesenangan saja maka di tempat lain.


Verdy melihat kiri-kanan, "dimana Asisten anda, Tuan Muda?" tanya Verdy.


An menatap datar Verdy lalu melirik ke arah Ayunda membuat Verdy memicingkan matanya, "apa dia Asistenmu yang punya gangguan kecemasan itu?" tanya Verdy.


"gangguan kecemasan?" batin para bawahan An penasaran.


menurut para bawahan An Asistennya An hanya ada 2 yaitu Carrina dan Ayunda lalu siapa yang dimaksud Asisten yang punya Gangguan kecemasan? mereka berpikir keras sampai mereka menemukan jawaban kalau Carrina selama ini memang tidak pernah berani menunjukkan wajahnya.


"anda kesini mau menyewa pengawal atau mau melihat Asistenku? katakan dengan jelas jadi tidak perlu membuang waktuku." kata An dengan malas lalu bangkit dari duduknya dan Verdy seketika tersenyum lebar membujuk An kalau Ia akan mencari Pengawal.


Verdy pun menunjuk salah satu Pengawal andalan An yang juga punya skilnya sendiri dan langsung tandatangan Kontrak, setelah ini Pengawal yang dipilih oleh Verdy akan mengikuti Verdy sampai Kontrak selesai.


Verdy menoleh ke arah Ayunda lalu berjalan ke arah Ayunda yang melebarkan matanya segera melangkah mundur, "bukan kamu Orangnya..!?" ujarnya tidak terima ke Ayunda.


Ayunda malah kebingungan sendiri sejak kapan Ayunda mengaku bahwa Ialah orangnya padahal sejak tadi Ayunda diam saja, menurut Ayunda Pria ini tidak waras.


"dimana Asisten anda Tuan? aku ingin melihat mata indahnya." cecar Verdy ke An.


"kenapa aku harus mengajaknya bertemu denganmu? dia takut padamu." kata An dengan santai.


seketika para Pengawal yang ada Ruangan itu berkedut menahan tawa.


An cuek saja, "aku bisa memanggi satpam untuk mengusirmu..! aku tidak peduli anda mencarinya diluar Perusahaan tapi disaat jam kerja tidak, dia dalam pengawasanku..!"


Gigy segera menarik Verdy yang bersikukuh ingin melihat Carrina tapi tak di indahkan oleh An malah di usir oleh An tanpa hati benar-benar Bos Kejam tapi anehnya Verdy malah suka karakter An yang tidak munafik.


hening...!


"apa yang kalian lihat?? bertindaklah seolah tidak tau apa-apa, sana bubar..!" usir An.


"Ehh? i-iya Tuan." jawab mereka semua segera membubarkan diri dengan benak penuh tanya tentang kondisi Carrina yang dikatakan punya gangguan kecemasan.


Carrina benar-benar Pekerja keras dan gadis yang sangat hebat ditengah penyakit kecemasannya itu masih bisa bekerja dengan Profesional sebab normalnya seseorang punya Anxiety (Gangguan kecemasan) sulit mengatur kehidupan sehari-hari. akan tetapi, Carrina bisa bekerja layaknya Orang sehat sehingga mereka tidak percaya Carrina punya kecemasan.


.


Carrina memasuki Ruangan An,

__ADS_1


"Tuan Muda?" sapa Carrina dengan sopan.


"hmm?" sahut An lalu melihat ke arah Carrina yang berdiri tampak ingin membicarakan sesuatu.


"apa?" tanya An sambil bersidakap dada menanti Carrina berbicara.


"hmm..? hu-hutang saya bagaimana Tuan? sa-saya sudah melihat Kontraknya dan gajinya memang sangat besar, sa-saya akan bayar uang yang Tuan Pinjamkan pada saya." kata Carrina.


An menatap datar Carrina, "apa kau tidak dengar apa kata Egy? dia bilang itu Mobil pemberianku kan? apa kau fikir aku perhitungan dengan nominal sedikit itu?"


Carrina gelagapan lalu menjelaskan alasannya lalu An menghela nafas.


"kalau begitu kau bekerja dengan baik..! terserahmu mau tinggal di Apartemen atau di Ruanganmu, aku sudah melakukan tugasku memberi fasilitas terbaik untuk kalian semua." ujar An dengan santai sambil memainkan Ponselnya.


Carrina tidak lagi bersuara sepertinya An memang tidak akan menerima niat baiknya, benar-benar BigBos yang sangat dermawan jika begini terus Carrina pun rela mempertaruhkan nyawanya demi BigBos dermawannya itu.


"sudah bisa bawa Mobil?" tanya An.


Carrina tersentak, "ehh? Tu-Tuan tau ka-kalau sa-saya?" Carrina jadi malu sendiri ketahuan oleh An.


An tersenyum sangat tipis hingga mata Carrina mengerjab-ngerjab betapa tampannya An saat tersenyum begitu tipis bagaimana jika giginya terlihat? Carrina bisa saja pingsan berdiri pikir Carrina mengada-ngada.


"jadi sudah bisa apa belum?" tanya An kembali dengan wajah andalannya yaitu datar.


"sudah Tuan Muda..! ta-tapi belum berani ke jalan lintas." cicit Carrina.


An mengangguk, "kalau begitu ikut aku nanti ke suatu tempat."


"ke-kemana Tuan?" tanya Carrina.


"sudah tau apa jawabanku tadi? aku bilang apa?" tanya An balik.


"kesuatu tempat." jawab Carrina malah matanya melihat ke atas tampak berpikir sangat keras hingga An menutupi bibirnya sambil menahan kedutan bibirnya sungguh sangat kekanakan sekali tingkah Carrina tidak ada Image mencari muka (munafik) sedikitpun.


"sana keluar..!" usir An.


Carrina menunduk sopan lalu pergi dari Ruangan An sesekali menoleh ke An yang ternyata tertangkap basah tatapan Carrina oleh An, Carrina malah membelalak kaget sendiri lalu dengan cepat melarikan diri dari Ruangan An. An menggeleng kepalanya sambil tersenyum tipis nan sangat menawan melihat tingkah si pencuri tatapan tidak berbakat seperti Carrina itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2