
.
.
.
An melirik adiknya itu yang saling berpelukan lalu tersenyum tipis kembali memainkan Ponselnya.
setelah puas berbincang dengan Rop, An mengantarkan Ana dan Alena ke Mobil mereka lalu memastikan adiknya kembali dengan tenang.
An menghela nafas lega, "beruntung tidak ketahuan."
An berbalik kembali ke Ruangan Carrina yang kaget melihat kedatangan An dengan cepat Ia memakai penutup wajahnya, An melihat penutup wajah Carrina basah tapi dikenakan juga.
"apa dia mencuci penutup wajahnya?" batin An menebak.
"keringkan saja..! aku tidak tertarik melihat wajahmu, aku bekerja disini." kata An dengan tenang seketika membuat Carrina merasa malu.
"b-bukan begitu Tu-Tuan..? ak-aku sangat malu." cicit Carrina menjelaskan alasannya supaya An tidak salah faham padanya.
"maka nya aku mengatakan hal itu." jawab An santai sembari melangkah ke arah Sofa dan melanjutkan segala pekerjaannya yang tertunda.
Carrina melepaskan penutup wajahnya yang memang Ia cuci lalu mengibas-ngibaskannya supaya cepat kering dan menjemurnya di samping tempat tidurnya.
tok. ..tok..!
Carrina segera menarik selimut menutupi sebagian wajahnya hanya memperlihatkan mata indahnya saja yang mengerjab-ngerjab sungguh Ia malu dengan wajahnya sendiri padahal sangat cantik.
Dokter Is datang dan izin pada An untuk memeriksa kondisi Carrina setelah mendapat izin Dokter Is memeriksa Carrina yang bersembunyi di balik selimut.
"kaki Nona sudah sembuh dan saya akan membuat resepnya, setelah ini Nona bisa pulang." kata Dokter Is dengan senyuman.
"Terimakasih dokter." ucap Carrina.
"sama-sama Nona, saya permisi." izin Dr. Is lalu pamitan ke An juga yang mengangguk cuek.
.
"dimana keluargamu?" tanya An tanpa melihat ke Carrina.
Carrina tersentak kaget lalu menjawab, "aku tidak punya siapa-siapa Tuan."
__ADS_1
An terhenyak mendengarnya, "tidak punya siapa-siapa? bagaimana bisa?"
"Seminggu sebelum aku diculik 10 tahun yang lalu masih punya nenek tapi meninggal dunia. Tuan menyelamatkan aku lalu meninggalkanku sementara aku tidak punya Keluarga untuk pulang bahkan mencari tempat berteduh saja semakin sulit beruntung ada Papanya Lancord yang kasihan padaku dan membawaku menjadi Pelayan di Mansion Lancord.. ta-tapi..?"
An diam saja mendengar cerita Carrina, mana Ia tau saat itu Carrina tidak punya Keluarga.
"jadi kau menyalahkanku?" tanya An.
Carrina menggeleng-geleng kepalanya, "ti-tidak.! ha-hanya saja saya cemas Tuan membuang gelang peninggalan Nenek saya karna saya tidak bisa menjemputnya tepat waktu." jelas Carrina dengan suara kuat lama-lama semakin mengecil.
An tidak lagi bersuara seolah sudah faham bahwa Carrina ingin An menampungnya menjadi Pelayan setidaknya punya tempat tinggal.
"a-aku bisa bekerja apapun Tu-Tuan ta-tapi aku tidak punya Ijazah SMA atau Kuliah, aku bisa menguasai 4 Bahasa." ujar Carrina.
An diam saja tanpa menjawab sehingga Carrina tidak mengerti apakah An mau membawanya bekerja untuknya atau tidak.
hari itu juga Carrina sudah bisa keluar dari Rumah Sakit, Carrina memegang ujung jas baju An kemana-mana seolah tidak mau An mencampakkannya sama seperti 10 tahun yang lalu.
anehnya An tidak melarang apa yang Carrina lakukan itu malah tingkah Carrina seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal oleh Ayahnya.
"masuk...!" titah An membuka Pintu Mobilnya dengan cepat Carrina masuk ke Mobil An dan kesulitan memasang Seatbeltnya.
Ketika An masuk ke Mobilnya melihat Carrina kesulitan pun menghela nafas, benar-benar Bocah yang tidak bisa apa-apa.
An melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang dan membawa Carrina ke sebuah kawasan Apartemen Elit.
"turun...!" An membuka pintu Mobilnya lalu Carrina turun dengan tatapan mengedar.
An berjalan duluan seketika Carrina berlari menyusul An dan seperti biasa mengekor dibelakang An meremas ujung jas An dengan kepala tertunduk.
dughh!!
"ahh?" Carrina mengelus keningnya membentur punggung kokoh An yang tiba-tiba berhenti.
An melirik ke arah samping melihat Carrina yang sibuk mengelus keningnya lalu Ia menekan Lift tanpa peduli kegiatan Carrina itu, menurut An salah Carrina sendiri yang jalan dibelakangnya tidak menggunakan mata jelas-jelas An bukan benda (Mobil) kalau berhenti ada tandanya (lampu Sen) tapi kalau badan/tubuh bagaimana?
tring...!!
pintu Lift terbuka lalu Carrina kembali mengekori An yang masuk Lift, tangan nya masih meremas ujung jas An tanpa melepaskannya sedetikpun.
An membawa Carrina ke Apartemen mewah miliknya.
__ADS_1
"tinggallah disini..! aku tidak tidur disini tapi di Perusahaan dan Kau bekerja lah di luar aku akan jamin kau diterima dimana saja tempat pekerjaan yang kau inginkan." kata An sambil memberi secarik kertas berupa sandi apartemennya.
Carrina menerima secarik kertas itu dan mengangguk, "ak-aku ingin bekerja sebagai Sekretaris atau Asisten, ak-aku bisa bisnis."
An diam memikirkan, "kalau begitu datanglah ke Perusahaan BlackMalv..! aku akan memberimu pekerjaan di Perusahaanku."
kebetulan An butuh pekerja di Perusahaannya supaya semakin ringan pekerjaan An ditambah An ingat Carrina menguasai 4 bahasa.
"te-terimakasih Tuan, ak-aku berjanji akan bekerja dengan baik." kata Carrina lalu An memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu.
"beli perlengkapan dapur dan masak sendiri." kata An lalu pergi dari Apartemennya.
Carrina mengedarkan pandangannya lalu berlari menyusul An.
"kenapa kau mengikutiku? apa ada yang kau butuhkan?" tanya An dengan datar.
"b-bukan ak-aku sekalian mau belanja dapur ta-tapi tidak tau tempatnya." cicit Carrina sambil memilin jemari tangannya membenarkan penutup wajahnya.
"bisakah kau terbiasa tanpa penutup wajahmu itu? kau akan jadi pusat perhatian karna terlihat aneh." ujar An sembari melangkah pergi sementara Carrina berlari kecil mengikuti An.
Carrina merasa malu tanpa memakai penutup wajah jadi An memberi masker penutup wajah dan Topinya ke kepala Carrina sehingga tidak terlalu aneh.
"aku akan mengantarmu ke Supermarket tapi kau bisa pulang sendiri kan?" tanya An membuat Carrina mengangguk-ngangguk patuh.
An harus super sabar sekali menghadapi bocah yang tidak tau apa-apa seperti Carrina, padahal Carrina tau banyak hal hanya saja 10 tahun berlalu membuatnya merasa asing dengan Kota yang selama ini tidak Ia lihat sudah banyak berubah.
"disini Supermarket kau belanjalah sendiri." An menepikan Mobilnya ke Supermarket yang lebih dekat dengan Apartemen nya tadi.
"terimakasih Tuan, ak-aku akan bayar hutang-hutangku dengan bekerja keras untukmu." ucap Carrina terlihat matanya berbinar melihat Supermarket itu.
"hmm." jawab An lalu melihat Carrina yang tampak tidak sabar keluar Mobilnya seperti ingin cepat-cepat memasuki Supermarket.
An melihat Carrina yang berlari semangat menaiki tangga memasuki Supermarket, Ia menggeleng pelan.
"bocah." gumam An tersenyum tipis lalu melajukan kendaraannya.
Carrina merasa bebas berada di Supermarket, "akhirnya aku bisa bebas juga." senyum lebar Carrina yang begitu tulus dan riang.
jujur saja selama ini Carrina tidak pernah merasa bersemangat seperti saat ini walau semua kebutuhannya dipenuhi oleh Lancord tapi kakinya di ikat dengan rantai emas siapa yang akan tahan.
.
__ADS_1
.
.