
.
.
.
Carrina menyumpah serapah dalam hati dengan tubuhnya itu yang malah lemas disentuh oleh An, bagaimana jika mereka melakukan hal lebih? Carrina merasa Perasaannya begitu berlebihan atau Carrina memang gugup bersentuhan dengan Cinta Tersembunyinya selama ini.
"biar aku gendong..!" An menggendong Carrina yang melingkarkan tangannya di leher An.
"ke-kenapa Tuan bisa ada disini?" tanya Carrina.
An melirik Carrina sekilas sementara Carrina tidak sanggup bertatapan dengan An malah menciut menyembunyikan wajah cantiknya di leher An.
"kenapa dia kelihatan marah? aku salah apa?" batin Carrina yang menciut ternyata merasakan kalau An sedang marah.
.
An membawa Carrina menuju Mobilnya sedangkan Carrina menoleh kiri-kanan mencari Mobil Rop yang Ia gunakan tidak ada.
"Tuan?? Mobil Rop Hilang..!" lapor Carrina dengan nada panik.
"....?" An diam.
"Tuaann??" rengek Carrina seketika An menatap Carrina yang mengerjab-ngerjab.
An mengerjab sekali saja, "imutnya..? eh?? dengan mudahnya dia memasang tampang imut begitu? apa dia tidak bisa menungguku? kenapa dia malah Keluar Perusahaan?." batin An yang merasa kesal Carrina tidak menunggunya kembali malah bersenang-senang seorang diri.
Carrina menoleh ke sekeliling lagi sambil melepaskan diri dari An lalu berlari mencari Mobil Rop yang memang tidak ada.
"Tuann? bagaimana ini? Mobil Rop mana?" tanya Carrina dengan khawatir dan cemas.
"sudah aku suruh Orang menjemputnya." jawab An santai.
Carrina menganga lebar lalu mendekati An sambil berkacak pinggang, "terus kenapa diam waktu saya tanya Mobil Rop Hilang? saya cemas harus mengganti Mobil Orang Tuan.. saya bahkan belum beli Mobil kenapa harus mengganti Mobil Orang?"
An menatap Carrina dengan datar memang Pikiran serta hati An tidak bisa dibaca oleh komputer sekalipun, tapi hati dan pikiran An memang akui sungguh menawan sekali Carrina saat mengomel itu.
"akan aku belikan Mobil untukmu." kata An dengan santai.
Carrina melebarkan matanya, "saya tidak terima sogokan...!?"
"siapa yang bilang aku menyogokmu ha?" tanya An tersenyum tipis.
"tanpa Tuan belikan Mobil saya akan bekerja keras tidak perlu menyogok..!" jawab Carrina lalu berbalik pergi sambil mendumel menjauhi An.
Carrina kaget ketika An menyusulnya sehingga Ia ingin berlari namun tangannya di tarik oleh An masuk ke pelukan An dengan tenangnya An menggendong Carrina.
"mau kemana?" tanya An tersenyum miring.
"mau pulang..!" jawab Carrina membuang muka tapi kakinya berayun manja di gendongan An seolah senang.
An terkekeh pelan, "tidak ada angkot atau taksi."
"jalan kaki." jawab Carrina.
__ADS_1
"banyak Orang jahat." kata An.
"saya jahatin balik." balas Carrina.
"kenapa jadi kamu yang marah hmm? apa karna tidak terima sogokan?" tanya An tersenyum gemas.
"hmmm!!" jawab Carrina.
"kalau begitu bawa saja Mobilku, bukan sogokan tapi pakai saja atau kalau kamu mau mencicilnya padaku boleh saja." ujar An.
Carrina mendengar kata mencicil seketika menatap An dengan serius.
"akan aku tunjukkan Mobilnya..? kebetulan Mobilku banyak dan aku sudah bosan membawanya." kata An yang tau Carrina tertarik dengan tawarannya.
Carrina menjatuhkan rahangnya mendengar kata bosan dari bibir An, "haha..! bosan."
"iya bosan..! aku tidak akan beri diskonan terhadap gadis perhitungan sepertimu." kata An serius.
Carrina tersenyum lebar dan mengangguk setuju malah tidak marah An mengatainya perhitungan.
Carrina tidak sadar dirinya tidak gemetar di gendong An kemungkinan karna sudah terbiasa digendong An tapi dipeluk? An kan tidak pernah memeluk Carrina jadi wajar saja tubuh Carrina kaget dipeluk oleh An.
.
di Perusahaan BlackMalv.
Carrina menganga melihat Mobil An yang mau dijual padanya, mewah sekali bagi ukuran kata Bosan oleh An menurut Carrina sungguh lucu sekali.
"ini bosan Tuan? Mobil semewah ini butuh berapa lama saya mencicilnya?" protes Carrina.
"sa-saya tidak mau Mobil ini..! terlalu mahal." tolak Carrina.
"lalu kenapa berlagak mau bayar ha? aku bahkan belum hitungan denganmu." tanya An terkekeh lucu.
Carrina memicingkan matanya, "anda mengerjai saya kan Tuan? Tuan tau saya tidak akan sanggup membayarnya jadi Tuan sengaja menjebak saya."
An menaikkan sebelah alisnya, "bagus juga idemu..? aku adalah Pria yang sangat menjaga harga diri dan aku tidak pernah terima penolakan kecuali aku yang menolak."
Carrina tercengang lalu An mencubit pipi Carrina.
"tidurlah.! Mobil ini untukmu." kata An tersenyum begitu tampan sehingga Carrina terpana melihat An yang tersenyum seperti itu sampai memperlihatkan giginya.
An memberikan kunci mobil nya ke Carrina lalu berlalu pergi meninggalkan Carrina yang masih kehilangan separuh nyawanya.
.
di Kamar Carrina,
Carrina duduk ranjangnya sambil mengigit ujung kukunya sendiri, "tadi waktu Tuan memelukku itu bagaimana bisa begitu ya?" gumam Carrina penuh tanya.
"apa Tuan tersandung kabel? apa tidak sempat berhenti? apa aku tersungkur? apa aku yang berlari ke arahnya memeluknya? bagaimana ya?" oceh Carrina seorang diri mencoba mengingat detail kejadian beberapa jam yang lalu.
"atau...? apa dia takut hantu?" tebak Carrina seketika menggeleng kepalanya.
"kenapa dia bisa ada disana? aku tidak paham." Carrina tidak bisa menemukan jawaban akan tingkah An tadi bahkan ketika Carrina bertanya Pria yang diam-diam Ia cintai itu malah menatapnya datar.
__ADS_1
otak kecil Carrina mempertanyakan kejadian itu entah itu disengaja atau tidak, tapi yang jelas Carrina malah menyalahkan dirinya sendiri yang Ia kira berlari ke arah An dan memeluk An begitu berani, sebab mana mungkin Carrina berani berpikir bahwa An secara sadar memeluknya pasti tidak sengaja.
intinya Carrina tidak bisa menilai isi pikiran An menyukainya atau tidak jadi mengarang cerita supaya otaknya berhenti berpikir dan bisa tidur.
.
ke esokan harinya,
Carrina bekerja seperti biasa, ketika Ia hendak keluar Lift untuk mencari Egy dan bertanya sesuatu malah bertemu dengan Ana, Alena bersama seorang Wanita Tua tapi masih terlihat cantik seperti masih muda.
"Kak Carrina?" sapa Alena.
"haii?" sapa Ana.
Carrina tersenyum ramah lalu melihat ke arah wanita yang ditengah-tengah Ana dan Alena.
"kenalkan kak ..! ini nenek kami." kata Alena dengan semangat.
"nenek? berarti neneknya Tuan Muda juga dong.?" tanya Carrina mengerjab.
Ana terkekeh sedangkan Alena tertawa lebar dan Ratu memegang kedua tangan Carrina.
"cantik sekali..?" puji Ratu tersenyum lembut.
Carrina tersenyum kikuk lalu menyapa Ratu dan memperkenalkan diri bahwa Ia Asistennya An sekaligus temannya Ana dan Alena.
"kakak mau kerja kan? lanjut saja sana!!" senyum manis Alena.
"Ehh?" Carrina malah terlihat ragu.
"tidak apa Carrina..! kami sudah besar." sambung Ana.
Carrina pun pamit pergi lalu menoleh sesekali ke Ratu yang tengah memandangnya sampai pintu Lift yang sejak tadi ditahan oleh Ana tertutup.
"bagaimana nek?" tanya Ana.
"sangat cantik...! bagaimana bisa ada wajah seperti itu ya? cantik tapi juga sangat imut." Ratu memang memuji kecantikan Carrina.
"tapi abang tidak suka karna cantiknya Nek..!" ralat Alena.
"Nenek tau..!" jawab Ratu tersenyum lebar menangkup gemas pipi Alena dan Ana.
"kalian sepertinya menyukai calon kakak ipar kalian itu ya?" goda Ratu.
"hampir saja tadi Alena memanggil Kakak ipar ke Kak Carrina tadi." kekeh Alena.
"aku juga hampir saja memeluknya dan mengucapkan selamat bergabung dengan Keluarga Maldev." sahut Ana.
mereka bertiga pun tertawa cekikikan didalam Lift sampai ke lantai tujuan.
.
.
.
__ADS_1