
.
.
.
Carrina menuntun An berjalan keluar dari Ruangan nya sampai ke Ruangan An menuju Kamar Pribadi An.
"tahan Tuan..!?" pinta Carrina.
"kenapa jadi begini? tadi aku baik-baik saja." tanya An merasa heran.
"saya yakin Tuan pasti terlalu memaksakan diri." kata Carrina merasa yakin kalau An kelelahan.
Carrina berusaha menahan tubuh An supaya tidak terjatuh sampai tiba di Ranjang lalu Ia berbalik sehingga berhadapan dengan An.
"tahan Tuan..? tunggu...? akkhhh!"
Carrina meminta An untuk bertahan bukannya berdiri tegak tapi An malah oleng dan terjatuh diranjangnya sendiri, Carrina yang sedang mencoba menahan tubuh An malah ikutan Oleng sehingga menimpa tubuh An.
"Tuan? apa Tuan baik-baik saja?" tanya Carrina diatas tubuh An.
"kepalaku pusing..!" jawab An memegang kepalanya.
Carrina segera berdiri dan melepaskan sepatu serta kaus kaki An, Ia menarik selimut dengan benar dan menyelimuti An.
"saya akan panggil Dokter Tuan..!" kata Carrina serius.
"uhukk-uhukk..!"
Carrina hendak pergi seketika duduk di ranjang dan membantu An duduk, "saya akan ambilkan minuman."
Carrina kembali berdiri dan lari menuju Dapur An menuangkan air panas dari termos ke sebuah gelas lalu menambah air dingin supaya air minumnya tidak terlalu panas.
"Tuan?" Carrina kembali ke An yang mimisan.
__ADS_1
"Tuan? kenapa berdarah?" tanya Carrina panik meletakkan gelas air hangatnya diatas lemari kecil dan mengambil tisu lalu dengan cepat Ia menekan tengkuk An untuk mendongak sambil meletakkan tisu di hidung An.
"tidak apa..! sepertinya aku memang kelelahan." jawab An sambil mengambil alih tisu yang Carrina letakkan di hidungnya.
Carrina mengambil air hangat, "silahkan di minum dulu air hangatnya Tuan."
An mengangguk lalu mengambil gelas yang Carrina pegang tanpa sadar An memegang punggung tangan Carrina sebab An sedang mendongak sehingga Ia tidak melihat posisi gelas itu.
Carrina melihat tangannya disentuh oleh An tapi masih bisa berpikir jernih memberikan gelas itu ke An, kalau bukan karna khawatir pasti Carrina sudah menjatuhkan gelas itu sejak tadi saking jantungannya.
An meminum air hangat pemberian Carrina, Carrina mengambil tisu baru lalu mengambil tisu yang sudah basah dengan darah mimisan An dan An memegang tisu yang diganti oleh Carrina.
"tunggulah sebentar Tuan..? saya akan panggilkan Dokter." pinta Carrina dengan serius tanpa sadar tangannya memegang rahang An lalu bangkit dan berlari dari Ruangan An.
"Carrinaa?? tidak usah panggil dokter." teriak An tapi Carrina tidak mendengar teriakan An saking cemasnya.
sebenarnya An sudah pernah mengalami hal yang sama ketika Ia belajar menjinakkan Bom saat itu selama 1 mingguan penuh An tidak tidur dan pingsan karna mimisan akibat terlalu lelah, kesenangannya itu terlalu dipaksakan olehnya belajar tanpa istirahat.
An tidak memberi tau hal itu pada siapapun bahkan pada Xabara sekalipun tapi sekarang Carrina malah mengetahuinya.
.
Carrina datang bersama seorang Dokter Wanita yang bersusah payah Carrina temukan sebab jadwal dokter profesional sangat padat.
An sedang terlelap di Ranjangnya sementara Dokter yang Carrina sudah tau penyakit An dari gejala yang Carrina ceritakan begitu detail, An memang terlalu kelelahan akibat terlalu memaksakan diri bekerja sehingga tidak tidur.
"sudah aku bilang aku tidak butuh dokter." kata An melihat ke Carrina.
"Tuan anda sangat beruntung Nona ini dengan cepat memanggil saya, jika anda membiarkan penyakit ini saya bisa pastikan anda akan mengalami mimisan berkepanjangan tanpa berhenti." kata Dokter Wanita itu begitu serius.
An diam saja sambil membuang muka, memang An ketagihan bekerja apalagi membahas tentang Bom ketika masih kecil membuatnya tidak ingin membuang waktu dengan tidur padahal tidur adalah waktu istirahat yang paling baik.
"apa Tuan saya bisa sembuh Dok?" tanya Carrina berkaca-kaca memegang lengan dokter itu.
"anda menyelamatkan Tuan Muda Nona, saya minta Nona tebus resepnya ya? Tuan Muda harus diperhatikan jam tidurnya minimal 8 jam dimalam hari dan saya harap Nona juga mengatur jam istirahat di siang hari minimal Tuan Muda harus tidur 1 jam saja, jika hal ini rutin dilakukan selama 1bulan maka Tuan akan sembuh dan tidak akan mimisan lagi." kata Dokter wanita itu dengan senyuman.
__ADS_1
sebagai seorang Wanita tentu Ia paham kalau Carrina punya Perasaan yang begitu tulus pada An. An sangat beruntung memiliki seseorang yang pandai menjaga dan merawatnya tanpa ada hubungan darah.
"terimakasih dok..!" ucap Carrina berulang kali menunduk hormat ke Dokter itu yang mau meluangkan waktu memenuhi permintaannya.
Carrina sampai menangis di Rumah Sakit meminta Dokter untuk memeriksa Tuannya, Carrina terlalu panik sehingga tidak sempat menyebut Tuannya adalah An si Putra Penguasa Maldev hanya Dokter Wanita itu saja yang kasihan pada Carrina dan mau mengikuti Carrina, betapa terkejutnya Dokter itu ketika tau Tuan yang Carrina maksud adalah Tuan Muda An yang terkenal dengan kebaikannya di dunia medis terutama kebaikan Xabara dan Rovert mau menolong lewat bantuan dana untuk pengobatan Pasien yang tidak punya uang serta membantu alat perlengkapan medis yang kurang di Rumah Sakit.
An melirik nametag Dokter itu adalah Amalia lalu matanya melihat ke Carrina yang menangis membuat hati siapapun iba melihatnya, tingkah Carrina yang menangis begitu malah seperti seorang Anak yang tidak mau Orangtuanya pergi jauh selamanya.
Carrina mengantarkan Dr. Amalia dan mentransfer biaya nya lewat aplikasi, setelah mengantar Dokter Amalia tentu saja Carrina harus menebus Obat di Apotik lalu kembali ke An yang tertidur.
"aku buatkan makanan untuk Tuan sebelum minum obat." batin Carrina.
Carrina benar-benar merawat An dengan tulus sehingga An bisa merasakan ketulusan Carrina.
"Tuan minum air hangat yang banyak..! kata Orang minum air hangat ini bagus untuk menghilangkan rasa pusing." pinta Carrina.
An meneguk air hangat itu sampai habis lalu Carrina menahan tengkuk An membaringkan tubuh An dengan hati-hati dan menyelimuti An sampai dada.
"Tuan harus tidur ya?" pinta Carrina mengelus kepala An yang mengangguk sambil memejamkan matanya yang merasa mengantuk.
sepertinya dr. Amalia memberi resep obat yang membuat mengantuk, Carrina pergi ke Dapur An mencuci segala alat memasaknya tadi sampai bersih lalu kembali ke An yang sudah terlelap.
Carrina menghapus air matanya yang tiba-tiba saja jatuh membasahi pipinya, "Carrina sadarlah..? Tuan Muda tidak sakit parah." batin Carrina.
Carrina menjaga An sampai-sampai Ia tertidur di bawah ranjang An tepatnya dilantai hanya beralaskan jaketnya saja dan bantalnya lengan Carrina.
pagi-pagi,
An bangun dari tidurnya yang kini terasa menyegarkan lalu Ia melihat tangan Carrina ditepi ranjangnya, An duduk dan melihat ke lantai ternyata Carrina tidur dilantai menjaganya.
An tersenyum melihat ekpresi Carrina yang tidak mengenakan masker tengah terlelap seperti bayi, mulutnya terbuka, tiba-tiba sorot mata An memperhatikan alis Carrina, bulu matanya yang tebal dan panjang, hidung Carrina yang begitu mancung serta bibirnya yang sangat menawan.
.
.
__ADS_1
.