Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
masalah minuman


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya,


Ana tengah bersantai di Taman belakang, Ia memejamkan matanya seolah sedang menunggu sesuatu.


tring.....!!


Ana melirik ponselnya dan melihat judul besarnya adalah Pangeran Frans dilarikan ke Rumah Sakit, Ana menahan senyum membaca itu lalu kembali memejamkan matanya dan bersenandung.


"berarti setelah memakan racun itu dia melakukan hubungan itu maka nya semakin parah, bagus..! bagus..!" batin Ana terkekeh pelan.


"yang mulia?" sapa Sophia yang tidak mengerti mengapa Ana sejak tadi terlihat aneh menurut Sophia.


"hmm?" sahut Ana perlahan menegakkan tubuhnya.


"Sophia aku sedang senang." ujar Ana.


"benarkah yang mulia? apa ada kabar baik? apa yang mulia sedang mengandung?" tanya Sophia berbinar-binar.


"uhuukk--uhukkk...!!" Ana seketika terbatuk-batuk.


"ada apa yang mulia? apa ada yang sakit?" cecar Sophia dengan cemas.


Ana menatap kesal Sophia, "kenapa bertanya seperti itu? aku tidak mungkin bisa hamil sementara kami baru saja menikah."


Sophia nyengir kuda, "siapa tau yang mulia sudah hmmm?? sebelum menikah." jawab Sophia malu-malu.


Ana memijit pelipisnya seketika karna tau Negara ini sangat-sangat menganut budaya barat jadi tidak mempermasalahkan hal itu sementara di Negaranya 70% menganut budaya timur sisanya anak muda yang suka budaya barat untuk bersenang-senang mencari perhatian atau kekurangan kasih sayang, ada yang tidak sabar punya keturunan dan ada juga yang butuh uang demi biaya hidup hingga menuntut pekerjaan mereka yang seperti itu.


"ada apa yang mulia?" tanya Sophia.


"tidak ada..! kepalaku terasa sakit karna kata-katamu itu." gerutu Ana dengan kesal.


Sophia nyengir kuda, "maaf Yang mulia."


"hmm..!" jawab Ana.

__ADS_1


Ana dan Sophia berbicara dengan serius sampai Sean tiba mencari Ana sedari tadi sehingga Sophia memilih mundur teratur karna sudah tau perintah Sean tanpa harus diucapkan.


Sean dan Ana berdua ditaman,


"sayang?" panggil Sean sedangkan Ana hanya melirik saja sebenarnya hatinya itu merasa tergelitik dipanggil Sayang oleh Sean.


"aku baru dengar kabar tentang Pria pemecah rekor itu." sambung Sean lagi.


"hmm..! aku sudah membasmi serangga." jawab Ana tersenyum tipis.


Sean berdecak kagum lalu memuji Ana yang sudah pasti bisa membuat Negaranya benar-benar makmur bahkan sekelas Frans saja bisa dihabisi olehnya tanpa ketahuan padahal Ana baru pertama kali menginjakkan kaki di Ruangan Makan Frans malam itu.


"Sean? penjahat itu harus dibasmi supaya tidak mencemari manusia lain, jika biangnya tidak dihabisi lalu bagaimana pengikutnya? pasti semakin banyak dong pengikutnya." jelas Ana dengan logika.


Sean semakin takjub dengan pemikiran Ana yang bijak, "ubahlah Negaraku Ana..! jadikan Negara kita perlahan menganut budaya timur kalian."


Ana menggeleng, "aku tidak bisa merubah kebiasaan buruk manusia Sean tapi aku hanya akan menjaga anak-anakku nanti tidak terlibat budaya kalian." jawab Ana dengan santai.


Sean semakin takjub dengan pesona Ana lalu Ia mengelus pipi Ana yang menatap datar Sean.


"anak kita sayang bukan anakmu saja tanpaku kamu tidak akan dapat anak." gemas Sean mengedipkan matanya.


Ana melihat arah lain namun Sean memegang dagu lancip Ana.


Ana merinding mendengarnya, "Se--Sean?"


"iya? panggil aku lagi Ana-Ku sayang?" bisik Sean yang sangat menyukai namanya disebut oleh Ana.


Ana diam saja lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari Sean sambil menarik nafas dalam-dalam, Sean tertawa mengejar permaisurinya itu.


.


"sayang aku lapar?" rengek Sean seperti anak kecil melingkarkan tangannya di tubuh Ana.


Ana yang sedang serius memainkan ponselnya berubah datar, namun seperti biasa Ana memasak untuk suaminya yang punya kepribadian ganda itu kalau tidak dipenuhi maka akan merepotkan Ana.


selalu begitu kehidupan mereka, pertengkaran kecil, berdebatan menggemaskan, setiap ada serangga dihabisi oleh Ana tanpa menyisakan debu.


2 hari setelah itu, Ana dan Sean masih sempat bisa berlari kejar-kejaran padahal di Negara nya Frans sedang berkabung akan meninggalnya sang penerus tahta (Frans) bisa dikatakan Negara itu sudah tidak punya keturunan lagi dan ditebak akan runtuh atau memilih bergabung dengan Negara Sean nanti.


semua detektif sudah dibayar oleh pihak Kedua Orangtua Frans tapi Virus yang menyerang Frans benar-benar menyerang alat kelam*n akibat hubungan se*s bebas malah disebut-sebut akan menular sehingga cara pemakaman Frans dilakukan secara tertutup padahal Frans seorang Pangeran.

__ADS_1


"Seaaaannn!!?" teriak sang Ratu Bar-bar menggema.


Sean tertawa keras mendengar teriakan membahana Ana bahkan X yang kini ada disamping Sean tertegun, jujur ini pertama kalinya X mendengar teriakan Ana sebab selama ini X bekerja diluar (Orang Setia Sean).


"bukankah Permaisuriku sangat imut Eks?" tanya Sean ke X dengan bibir yang terus saja tersenyam-senyum benar sudah tidak waras.


"Ya--Yang mulia? sepertinya Yang mulia Ratu sedang marah." cicit X yang jujur saja takut melihat Ana marah karna menurut kepercayaan X orang baik kalau Marah pasti menyeramkan.


"aku suka melihat Ratuku marah." jawab Sean dengan santai.


X angkat tanganlah kalau Sean sudah bicara seperti itu.


tiba-tiba Ana telah berada di Ruangan Sean dengan muka memerah seperti ingin meledakkan sesuatu ke tubuh Sean, X beringsut mundur karna Ana kelihatan lebih menyeramkan dari yang Ia pikirkan.


Ana melepas heelsnya dan melemparnya ke arah Sean membuat Sophia serta 10 Pelayan yang melihatnya menjerit histeris, X langsung melarikan diri dari tempat itu sementara Sean malah tertawa lepas menangkap heels Ana.


"kenapa melempar sepatumu hmm?" tanya Sean.


nafas Ana naik turun sungguh tidak beraturan, Ia berlari ke arah Sean dan begitu juga Sean melarikan diri dari Ana.


"Seaannn? kemari kamu?? Seannn?" teriak Ana.


"kenapa sayang? aku tidak melakukan hal diluar batas kok, tadi malam kamu minum wine lalu mabuk dan menciumku sendiri." teriak Sean membela diri bahwa tadi malam Ia tidak bersalah.


"kalau kamu pria baik-baik kamu tidak akan memanfaatkan gadis mabuk." pekik Ana.


"tapi kamu Istriku, kenapa aku harus baik-baik? kamu sudah menjadi milikku kan?" senyum lebar Sean.


Ana seketika berhenti ditempat seolah berpikir membenarkan kata-kata Sean, Sean malah gemas berhasil mencuci otak Ana.


Sean mendekati Ana lalu mengangkat dagu Ana keatas dan mengecupi leher Ana yang terbelalak seketika.


"aku hanya melakukan hal ini saya Ana..! sungguh, aku tidak mungkin mengambilnya secara paksa darimu." ucap Sean dengan lembut.


Ana berubah datar memandang Sean, "kenapa bisa ada wine dikamar?"


Sean menjelaskan bahwa Ia ingin meminum wine malam itu dan diletakkan di gelas namun tiba-tiba Ia dipanggil oleh X ada keperluan dengan terpaksa Sean meninggalkan minuman itu ketika Sean kembali Botol Wine nya habis dan gelasnya juga kosong malah melihat Ana tengah berputar-putar di tempat dengan pipi merona karna tidak sadar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2