Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
memindahkan


__ADS_3

.


.


.


"Papaaa??" Alena berlari ke arah Rovert lalu memeluk Rovert yang tertawa lebar mendekap erat tubuh Putri bungsunya.


Xabara tersenyum lembut mengelus kepala Alena lalu Alena beralih memeluk Mommynya juga An yang membuat Carrina tersenyum manis.


"Kakak Ipar?" sapa Alena juga beralih memeluk Carrina.


"Kakak Ipar tidak cemburu kan aku memeluk suamimu?" tanya Alena terkikik.


Carrina menggeleng kepalanya, "peluk saja sesukamu Alena, dia abangmu kan?"


An tertawa mendengar pembicaraan Carrina dan Alena yang menggosipi Orangnya langsung padahal An ada disamping mereka berdua.


"dimana Ana sayang?" tanya Rovert.


"disini Papa??" sahut Ana tiba-tiba muncul dan berlari kecil ke arah Rovert memeluk Papanya dengan manja.


Ana maupun Alena adalah Putri kesayangan Rovert yang selalu dimanja oleh Rovert.


"sayang? kamu dari mana aja hm?" tanya Rovert.


Xabara mengusap pipi Ana yang tersenyum juga ikut memeluk Xabara, Rovert mencium kening Ana dan Xabara bergantian.


"kalian adalah Harta berhargaku." senyum lebar Rovert.


"dimana Nenek kalian sayang?" tanya Xabara.


"Nenek pergi ke Mansion Mamanya Om Barrest, sepertinya Nenek juga bosan disini tidak ada Mommy." jawab Ana tertawa lebar.


Xabara tersenyum lembut saja, "asalkan Mom baik-baik saja itu sudah cukup bagi kita semua."


Xabara, Ana dan Rovert berangkulan menuju Sofa Keluarga begitu juga Carrina bersama Alena sedangkan An mengikuti dari belakang.


"Kakak ipar jadi ceria ya?" kekeh Alena.


"benarkah? apa kamu senang kakak berwajah seperti ini??" tanya Carrina sambil memperlihatkan ekspresi masam membuat Alena tertawa lepas dan An dibelakang mereka berdua tersenyum begitu tampan tanpa ikut campur pembicaraan mereka berdua.


mereka berbincang-bincang sampai tidak terasa hari sudah malam dan Carrina bersama yang lainnya masak bersama-sama layaknya Keluarga yang utuh.


Rovert memainkan Ponselnya dan juga Ipednya di Sofa Tamu dan An juga memainkan Ponselnya berhadapan dengan Rovert.


"Pa?" sapa An.


"hmm?" sahut Rovert meletakkan Ponsel dan Ipednya melihat ke An.


"apa Papa yang meminta Carrina untuk membujukku menjadi Presdir di X Company Group?" tanya An.

__ADS_1


"apa Carrina bilang begitu?" tanya Rovert balik.


"tidak..! hanya saja aku merasa aneh kenapa dia tiba-tiba memintaku menjadi Presdir di Perusahaan Papa." jawab An.


Rovert terkekeh, "Papa hanya bilang padanya kalau Papa sudah tua tapi tidak ada penerus lalu dia tanya bagaimana dengan mu? Papa hanya jawab kamu sangat egois punya Perusahaan Papa malah bangun Perusahaan sendiri."


An memutar kedua bola matanya dengan malas, "aku akan menerima tawaran Papa menjadi Presdir Perusahaan X Company Group..! lagian Perusahaan BlackMalv itu bisa aku serahkan pada Wel dan Istrinya."


Rovert seketika menegakkan tubuhnya, "benarkah? kamu mau jadi Presdir Perusahaan Papa son?" tanya Rovert seperti nya sangat senang An mau mendengarkan permintaan Carrina.


An mengangguk, "Papa tau kelemahanku." ketus An membuang muka.


Rovert tertawa lepas melihat wajah masam An sepertinya terpaksa menerima tawaran emas Rovert tapi Rovert malah senang akhirnya lepas dari tanggung jawabnya itu.


"kalau begitu Papa akan membuat Pesta Pernikahan yang megah untuk Kalian berdua, Papa akan katakan pada semua Orang betapa Cintanya Putra Papa yang nakal satu ini pada menantu Papa." kata Rovert panjang X lebar.


An memutar kedua bola matanya dengan malas sedangkan Rovert malah bahagia seperti menang Lotre.


.


ke esokan harinya,


"mau kemana Rovert?" tanya Xabara melihat suaminya telah memakai baju santai serta terlihat tampan dan gagah walau anak-anak mereka sudah dewasa.


"mau beli Perhiasan di Perusahaanmu sayang, aku mau beli 1 set berlian untuk menantu perempuanku yang berhasil membujuk An sampai mau menjadi Presdir X Company Group." jawab Rovert.


Xabara mengangguk-ngangguk karna tau An itu sangat menyayangi Carrina, apapun permintaan Carrina pasti dipenuhi oleh An.


"dengan senang hati sayang." jawab Rovert.


mereka bersama pergi ke Perusahaan Berlian Tiffany dan dengan mata jeli Xabara sendiri memilihkan Set Berlian untuk menantunya.


di tempat lain,


An memanggil Wel dan Ayunda ke Ruangannya.


"tapi Tuan..?" Wel hendak menolak tapi di tangan lengannya oleh Ayunda sehingga Wel melihat ke Ayunda.


"kasihan Tuan Muda harus menjalankan 2 Perusahaan sekaligus apalagi X Company Group sudah lebih luas kekuasaannya dibanding BlackMalv, aku akan membantumu Wel memegang kepercayaan Tuan Muda." ujar Ayunda.


Wel menghela nafas lalu kembali ke An, "Tuan? anda sangat mempercayai saya?"


"hmm." jawab An tenang.


Wel akhirnya menarik nafas dalam-dalam, "baiklah Tuan..! saya akan lakukan apapun yang anda perintahkan."


An tersenyum tipis, "kita bagi hasil 50%"


"Apa??" Ayunda terbelalak tidak percaya.


Wel menatap An dengan raut wajah syok sebab pemasukan Perusahaan BlackMalv lebih besar jika dikategorikan 50%.

__ADS_1


"tanggungan kalian besar, aku yakin kalian akan kerepotan tapi jika kalian pandai mencari pekerja baru maka semua akan jauh lebih ringan, aku rasa 50% sangat pantas dibanding kerja keras kalian nanti." ujar An.


"Tuan anda sangat baik hati..!" cicit Ayunda.


"Saya akan ambil 40% saja Tuan, 10% nya akan saya bagi dengan Anggota BlackMalv supaya mereka juga kebagian bonus." kata Wel serius.


"baiklah..! aku beri juga 10%, serahkan padaku 40% juga." jawab An.


Wel menggeleng kepalanya, "Tapi Tuan?"


"tidak apa..? hari ini kau harus tandatangani ini..! Ayunda kau harus antar ini ke Kantor Pusat Kota untuk mengganti Presdir Utama adalah Wel." titah An.


"secepat itu Tuan?" tanya Ayunda.


"besok aku harus mulai bekerja di Perusahaan X Company Group..!" jawab An.


"baik Tuan." jawab Ayunda.


An menatap datar Wel yang malah mematung saja.


"kau sudah berada di tahap kepercayaanku Wel..! aku akan meminta Agus membantuku..! kau tenang saja !! tugasmu hanya menjalankan Perusahaan ini." kata An.


Wel terharu lalu mengangguk meyakinkan dirinya kalau An tidak akan menyesal mempercayainya.


.


di Mansion Maldev,


"apa ini Pa? Mommy?" tanya Carrina melihat Kotak mewah pemberian Rovert.


"buka saja sayang!" pinta Xabara.


Carrina membukanya dan Alena serta Ana merapat ke tubuh Carrina dan menyandarkan dagu lancip mereka di bahu Carrina, mata besar ketiga perempuan cantik itu tertuju pada Kotak itu.


Carrina membukanya betapa terkejutnya Carrina hampir saja Ia menjatuhkan kotak berlian itu dan untung saja Alena dan Ana cepat menangkap kotak berlian itu sehingga tidak terjatuh kelantai.


"Mommy? Papa?" Carrina menatap tidak percaya Rovert dan Xabara memberinya berlian seindah itu.


"itu ucapan terimakasih Papa karna kamu sudah berhasil membuat An mau menggantikan Papa sebagai Presdir X Company Group, Papa sangat berterimakasih padamu nak.!" ucap Rovert.


"Tapi Pa..?"


"Mommy yang memilihnya sayang, kamu suka kan?" potong Xabara.


Carrina sampai tidak bisa berkata-kata lalu Xabara mengatakan hal itu bukan sogokan tapi nilai dari apa yang Carrina lakukan itu begitu besar bagi Rovert yang tidak pernah bisa membujuk kepala batu An.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2