Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
mengerti saja


__ADS_3

.


.


.


keesokan harinya di siang hari,


Alena menggeliat pelan dan samar-samar Ia mendengar suara.


"jangan berisik Pa..! Alenaku sedang tidur." gerutu Saga.


"siapa yang berisik hah? Papa mengomelimu karna tidak becus menggendong cucuku." kata Agam.


"aku belajar dengan baik, Papa tidak usah rewel." Saga melototkan matanya ke Agam.


Agam bergumam-gumam ingin memberi nama pada Cucu perempuannya tapi Saga menyanggah karna Bayi mungil yang di gendong Agam adalah anaknya.


"kamu beri nama anak lelakimu, Papa beri anak nama perempuanmu, adilkan??" sambar Agam.


Saga hendak protes tapi mendengar lenguhan Alena segera Ia berbalik dan mendekati Istrinya sambil menggendong bayi laki-lakinya.


"sayang? udah baikan? masih ada yang sakit? perlu aku panggilkan dokter?" cecar Saga.


Alena mengulurkan tangannya, "bayiku rewel karna lapar." Alena bukannya menjawab pertanyaan Saga malah meminta bayinya.


Saga memberikan bayi yang digendongnya ke Alena lalu menatap sengit Agam, Saga menarik tirai untuk menutupi aset berharga miliknya.


"Papa jangan kesini...!" kata Saga membuat Agam melirik dan menggeleng kepalanya ternyata Brankar Alena telah di tutupi Tirai.


Alena memberi asi Putra Kecilnya untuk pertama kalinya, Ia merasa geli namun Alena kini juga senang telah menjadi seorang wanita sempurna seutuhnya yaitu jadi seorang Ibu.


Alena melihat Saga yang tengah fokus memandang Putra Kecilnya menyus*, Alena tersenyum seperti bangga memiliki suami seperti Saga yang selalu sabar menghadapi tingkah menyebalkannya selama masa hamil.


"sejak kapan mereka rewel?" tanya Alena ke Saga.


"pagi-pagi Sayang..? ternyata les bayi itu ada manfaatnya juga." kata Saga tersenyum lebar.


"lalu kenapa tidak membangunkanku?" tanya Alena.


Saga mengatakan dengan jujur bahwa Alena sulit tidur sebelum melahirkan, Saga juga melihat bagaimana perjuangan Alena saat melahirkan kedua buah hatinya, Jika Saga boleh memilih maka Ia ingin rasa sakit itu Saga saja yang rasakan saking tidak sanggupnya melihat Alena seperti itu.


tok... tok.. tok. ..


Keluarga Alena telah tiba tapi dengan entengnya Agam mengatakan Alena sedang menyusu* bayi laki-laki Saga sehingga Rovert, An tidak bisa melihat Alena.

__ADS_1


Carrina, Ratu, Ana dan Xabara memasuki Tirai itu bahkan mengusir Saga yang berjalan lesu keluar dari tempat itu.


"kenapa kamu mengusirnya?" kekeh Carrina ke Ana.


"laki-laki mah mau enaknya aja, dia cari kesempatan aku sudah hafal itu." kata Ana sambil menatap bayi laki-laki di pangkuan Alena.


"kamu sudah tau caranya nak?" tanya Xabara melihat cara Alena menggendong bayi seperti sudah berpengalaman.


"Papa menyewa seorang guru untuk mengajari Alena Mom..!" jawab Alena sambil tersenyum.


"benar-benar persiapan yang mantap." puji Xabara.


mereka berbincang cukup lama sampai kedua bayi kembar Alena telah kenyang dan terlelap di box khusus.


"biar Papa yang beri nama Anak Perempuanmu ya menantu?" izin Agam ke Alena.


"boleh Pa." jawab Alena sambil tersenyum.


Saga berubah masam karna Bayi perempuan itu juga anaknya hingga Xabara menengahi, Saga boleh mengusulkan nama perempuan dan Agam juga lalu disatukan tentu di setujui oleh Saga tapi Agam malah terdiam sesaat.


"kamu boleh memanggil cucu perempuanmu dengan nama yang kamu inginkan bukan?" Xabara.


Agam pun berpikir sejenak sementara Rovert, An dan Sean tidak berkomentar apapun sebab mereka sudah tau dari cerita Xabara kalau Agam masih terjebak masalalu yang belum hilang dalam ingatan Agam itu sama seperti Ratu yang tidak mau mencintai Pria manapun selain suaminya yang sudah meninggal duluan maka Agam juga sama.


.


"Wilanediani." sambung Agam.


"baiklah..! kita jadikan Natasha Wilanediani, bagaimana?" tanya Xabara.


"setuju...!" jawab semua yang ada.


akhirnya nama ditetapkan disetujui oleh Agam maupun Saga, lalu Saga memberi nama pada Putranya Nathan Dee Willon.


"selamat datang di Dunia ini Baby Nathan dan Baby Natasha." sambut Keluarga Alena.


Alena tersenyum cerah seakan rasa sakitnya melahirkan kedua bayi kembar itu telah lenyap entah kemana, inilah istimewanya menjadi seorang Ibu.


"kenapa tidak dilengketkan nama Keluarga Maldev?" tanya Sean tiba-tiba.


semua Keluarga Alena memang ingin menanyakan itu tapi tidak mau Saga tersinggung jadi diam saja, namun Sean menanyakan hal yang sama sehingga mereka juga penasaran jawaban Saga.


Saga tersenyum ke Alena, "maaf..! aku tidak mau anakku hidup terikat, aku ingin mereka bebas dengan hidupnya sampai menemukan Orang yang tulus mencintai anak-anakku bukan karna ada maksud tersembunyi." kata Saga dengan serius.


Alena setuju, "jika mereka menggunakan Identitas Keluarga kita pasti banyak yang menjilat, Alena setuju keputusan Saga."

__ADS_1


tidak ada yang Protes lagi karna mereka semua juga menghargai keputusan mereka, Alena dan Saga juga akan mengajari anak-anak mereka cara beladiri yang kelak akan membuat mereka disayangi banyak Orang.


"Alena ingin anak-anak Alena seperti anak Kak Ana dan Kak Carrina." kata Alena tersenyum lebar ke arah Ana dan Carrina yang juga ikut tersenyum.


anak-anak Ana dan Carrina tidak diizinkan masuk Rumah Sakit demi kebaikan mereka semua, beruntung anak-anak mereka patuh sehingga mau di tinggal di Mansion Maldev.


selama beberapa hari di Rumah Sakit, Alena kembali ke Mansion Maldev sampai pulih total, Jimmy tidak bisa datang hanya bisa merengek lewat Vidio Call namun Alena tidak memaksa Jimmy datang yang paling utama adalah Doa Jimmy supaya anak-anaknya tumbuh menjadi Orang Berguna.


.


.


Saga benar-benar suami siaga untuk Alena selalu memenuhi keperluan Alena serta menjaga Istrinya yang masih masa pendar*h*n.


"dimana Natasha sayang?" tanya Saga tidak menemukan Putri Kecilnya.


"Papa." jawab Alena terkekeh.


Saga mendengus, "Papa selalu saja menargetkan anak perempuanku."


"tidak apa Saga..! biarkan Papa merasakan merawat anak perempuanmu ya? nanti Natasha juga akan memanggilmu Papa kan?" kata Alena.


Saga berdecak tidak berdaya jika Alena sudah berbicara seperti itu Saga bisa apa? hanya bisa menuruti.


"minum Sayang..! ini pemberian Kakakmu untuk memperlancar asimu." kata Saga memberikan segelas minuman ke Alena.


Alena yang sudah tau minuman itu tentu dipaksa harus minum demi kedua bayinya yang kuat asi.


.


selama beberapa hari Agam selalu menghabiskan waktu dengan Baby Natasha, beruntung Alena selalu mengumpulkan Asi untuk Cucunya itu sehingga Agam bisa berduaan dengan Cucu perempuannya.


"sayang? ini Cucu kita, setidaknya penyesalanku terbayarkan melalui cucu kita sayang." gumam Agam memandang Baby Natasha yang kelihatan begitu nyaman dengan Agam seperti seorang Ayah.


Agam mencium kening Baby Natasha, Ia melimpahkan seluruh kasih sayangnya pada Baby Natasha, tapi bukan berarti Agam tidak sayang pada Baby Nathan hanya saja Agam lebih dominan ke Baby Natasha sebab dulu Agam kehilangan Bayi Perempuannya untuk selamanya.


waktu terus berlalu Baby Natasha memang semakin dekat dengan Agam namun Baby Natasha seolah sudah tau kalau Saga juga Papanya, Baby Natasha bisa dekat dengan siapa saja membuat Keluarganya begitu senang.


Keluarga kecil An juga tinggal di Mansion sebab anak-anak mereka juga senang bermain dengan Baby Nathan dan Baby Natasha.


Ana dan yang lainnya sudah kembali ke Negara Sean sebab mereka adalah pemimpin tertinggi di Negara itu tentu tidak bisa berlama-lama meninggalkan kewajiban mereka di Negara sana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2