
.
.
.
semakin lama Carrina semakin pintar bercium*n dan bisa menyeimbangkan kepandaian An yang seperti begitu ahli dibidang itu.
"sangat manis." bisik An dengan jarak bibir yang begitu dekat dengan Carrina.
Carrina kembali mengecup bibir An yang membuat An mengulum senyum lalu bertanya bagaimana leher Carrina sudah sembuh dari segala gigitannya.
"ak--aku memakai Foundation." jawab Carrina.
"mulai sekarang kamu milikku Carrin, aku tidak akan melepaskanmu." kata An serius sambil mengusap bibir Carrina.
Carrina tersenyum manis dan mengangguk-ngangguk, "mulai sekarang Bigbos milikku dan tidak ada perempuan yang bisa mendekatimu."
An tertawa pelan, "aku sudah bilang pada Keluargaku dan mereka setuju kita menikah."
"Papaku akan ke Dubai bersama Mommy melihat perkembangan bisnis mereka disana semakin melimpah, mungkin kita tidak bisa mengadakan pesta sebelum mereka kembali tapi aku juga tidak mau menunggu lama menikahimu." kata An serius.
Carrina merasa dirinya begitu bahagia, "terimakasih An..! aku tidak perlu dipestakan asalkan menikah denganmu."
"tapi aku ingin memamerkan pada dunia sosok gadis yang bisa menaklukkanku." kata An serius.
Carrina tersenyum malu, "kamu juga sangat hebat An bisa membuatku tidak bisa melupakanmu padahal pertemuan kita tidak lama."
"jadi kamu juga mau memamerkan pada dunia siapa suamimu?" tanya An dengan gemas.
Carrina mengangguk malu-malu lalu menyembunyikan wajah malunya itu di belahan dada bidang An, Ia sangat senang bermanja dengan An tapi tidak pernah manja dalam hal kemewahan hanya ingin diperhatikan An saja.
An sampai tertawa memperlihatkan giginya yang putih memang hanya Carrina yang bisa membuat seorang An tersenyum selebar itu.
"besok kita akan ke Kantor sipil mengurus surat pernikahan, kamu mau kan?" tanya An.
"mau." jawab Carrina tanpa jual mahal.
menurut Carrina tidak ada yang perlu ditarik-ulur lagi pada An sebab An sudah tau tentang perasaan Carrina dan Carrina tidak bisa membohongi perasaannya yang memang mencintai An.
Carrina dan An bermain di pantai dan An memberi tau kalau tempat itu adalah milik keluarganya lalu mengajak Carrina naik Yacht sehingga malam itu seolah milik mereka berdua saja.
.
pagi-pagi,
__ADS_1
An menatap Carrina sambil menyanggah rahangnya dengan sebelah tangannya memandang Carrina yang sedang terlelap memeluk tangan lain An seperti boneka kecil.
An mengecup bibir Carrina yang menggeliat dan An melakukannya berkali-kali sampai Carrina bangun.
"cepat mandi kita harus ke Kantor Sipil." bisik An.
Carrina mengangguk sambil tersenyum mengucek kedua matanya yang baru saja bangun.
"aku sudah mengganti Nomor Ponselmu, kita kembali pada Ponsel masing-masing." kata An.
Carrina mengerjabkan matanya.
"kenapa?" tanya An seolah tau Carrina sepertinya tidak mau bertukar ponsel lagi dengan An karna Carrina sudah menyukai isi galeri ponsel An.
"a--aku suka semua fotomu." cicit Carrina.
"akan aku kirimkan semuanya, yang mana?" tanya An.
Carrina tidak berani menjawabnya membuat An langsung mengerti.
"kenapa harus melihat fotonya hmm? bukankah nanti kamu bisa melihatnya secara langsung? mau melihat tubuh atasku sekarang?" tanya An seperti menggoda.
Carrina yang malu menarik selimut sampai menutupi seluruh wajahnya dan tidak bisa berkata-kata lagi karna An mengetahui isi pikirannya dan An tergelak keras.
"baiklah..! aku tidak akan menggodamu lagi, sana bersihkan tubuhmu ada baju ganti disana." An berkata sambil menurunkan selimut Carrina dan menunjuk kamar ganti.
.
di dalam Mobil,
"Carrin? Kenapa kamu tidak menggunakan BlackCard yang aku beri?" tanya An
Carrina mengerjabkan matanya, "apa harus dipakai?"
"tentu saja..! kamu akan menjadi tanggung jawabku Carrin, segala kebutuhan dan keperluanmu akan aku penuhi." jawab An serius.
"aku akan menggunakannya kalau kamu sudah menjadi suamiku." kata Carrina dengan menahan malu melihat ke arah jendela Mobil.
An terkekeh lalu mengusap kepala Carrina dengan gemas.
pagi itu juga An mendaftarkan pernikahannya dengan Carrina dan tidak butuh waktu lama segala surat pernikahan mereka selesai hari itu juga.
"selamat Tuan? Nona? kalian berdua telah sah menikah dimata hukum dan Negara." ucap semua pekerja yang ada di Kantor Sipil diam-diam begitu mengagumi paras Pengantin baru itu.
"terimakasih." ucap Carrina dan An mengangguk saja.
__ADS_1
An membawa Carrina ke pemotretan X Company Group dan berfoto bersama dengan menyewa gaun pengantin serta didandani oleh pihak MUA.
"aku belum sempat mengadakan pesta besar tapi hanya ini yang bisa aku berikan padamu, apa kamu senang?" tanya An mengelus pipi Carrina yang wajahnya terlihat begitu cantik ketika bahagia dan berbinar.
"aku suka.! sangat suka." jawab Carrina semangat sambil melompat-lompat ceria seperti anak kecil.
"aku lihat kamu suka foto kita jadi akan sangat menyenangkan jika kita punya Foto baju pengantin bersama." ujar An lagi.
Carrina mengangguk bahagia.
mereka berfoto berdua layaknya pasangan pengantin bahagia namun pernikahan mereka belum dipestakan jadi An hanya bisa memberi Carrina seperti itu, jujur saja Carrina sangat menyukai apapun yang An lakukan padanya.
.
An dan Carrina makan siang Luar Kota,
Carrina memeluk Album Foto Pemotretannya dengan An bahkan dibawa-bawa kemanapun padahal ditinggal didalam Mobil pun tidak akan hilang.
"nanti akan aku belikan bingkai fotonya, letakkan Albumnya disana Sayang..! benda itu tidak akan hilang." kekeh An.
Carrina menurut sambil malu-malu meletakkan album foto di sampingnya baru bisa makan dengan nyaman sesekali An menahan tawa melihat mata Carrina rajin sekali melihat ke arah Album foto pernikahan mereka seolah tidak ingin benda itu terbang jauh darinya.
drrrttt...! drrrtttt...!
An melirik Ponselnya, "aku angkat panggilan ini dulu ya?" izin An dan Carrina dengan cepat mengangguk-ngangguk patuh.
An membawa Ponselnya dan Keluar dari Ruangan makan sementara Carrina langsung mengambil album fotonya dan membuka isinya.
"aku merasa ini masih mimpi." gumam Carrina tersenyum haru melihat potretnya bersama An mengenakan baju pernikahan yang mereka sewa.
Carrina senyam-senyum membuka setiap lembaran foto tanpa tau apa yang An bicarakan diluar sana.
di luar Ruangan,
An menatap lurus kedepan dengan pandangan dingin, "biarkan saja dia berteriak didepan Gerbang..! aku tidak sempat melihat CCTV di ponselku." ucap An dengan serius.
"baguslah kalau nomor ini sudah kembali ke Tuan, saya pikir Carrina yang melihatnya, bukankah gerbang ini terhubung dengan Ponsel Tuan? Tuan memberikan Ponsel Tuan pada Carrina jadi saya mencoba menguji apakah Ponsel ini masih Carrina yang pegang." suara Egy dengan serius.
"tidak apa..! biarkan saja dia berteriak sampai suaranya habis, berani sekali dia mencari Carrina setelah mencampakkannya seperti sampah." ujar An dengan dingin.
An pun selesai berbicara dengan Egy lalu melihat layar Ponselnya membuka 1 aplikasi yang terhubung ke Gerbang Perusahaannya sehingga An bisa melihat seorang wanita paruh baya berteriak-teriak memanggil Carrina.
.
.
__ADS_1
.