Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
103. Rencana Dion.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Galih terlihat benar-benar kacau sambil sesekali mengusap rambutnya ke belakang tapi nyatanya hal itu sama sekali tak mengurangi pening di kepalanya.


"Gue masih gak ngerti kenapa Lo bisa mengira Lea adalah Alya... mereka benar-benar berbeda, dari segi wajahnya saja sudah sangat berbeda Nyet!" itulah ucapan Arjun dan Dion juga mengangguk setuju.


Kepalanya tak bisa mencari persamaan antara kedua wanita dengan nama Alya dan Lea.


Walaupun tidak terlalu dekat dengan sosok Alya, tapi Arjun memiliki ingatan yang cukup hebat. Bahkan sampai sekarang pun Arjun masih ingat dengan sosok Alya, kekasih Galih di masa lalu.


"Gue sepemikiran sama Lo," tambah Dion. Ingatan Dion juga sama dengan Arjun. Mereka benar-benar tidak percaya kalau Lea adalah Alya.


Galih terlihat semakin frustasi dengan jawaban kedua sahabatnya. Padahal hati Galih bicara kalau wanita itu adalah sama walaupun wajahnya sekarang berbeda.


Tapi dari tingkah laku Lea, Galih merasa aneh.


Wanita itu terlihat canggung dan seringkali tak berani bersitatap dengan Galih.


Jika benar Lea adalah wanita yang pemalu, tapi kenapa ia hanya malu terhadap Galih saja? sedangkan saat itu ada Dion dan juga Arjun.


Itulah yang membuat Galih semakin yakin.


"Tapi gue yakin, mereka adalah orang yang sama..." tentu saja Galih masih ngeyel pada pendiriannya.


"Apa kalian tidak mempercayai ku?" tanya Galih pada kedua sahabatnya.


Arjun dan Dion tidak ada yang bicara. Bagaimana mereka bisa mempercayai Galih setelah apa yang dilakukannya pada mereka.


Arjun dan Dion mengira kalau Galih tidak akan menyentuh barang haram itu lagi, tapi nyatanya Galih kembali mengulanginya lagi.


"Gue benar-benar tidak bisa berfikir beberapa hari terakhir... percaya sama gue, tadi adalah yang pertama bagiku..." ucap Galih mencoba menjelaskan kalau pil yang ia minum tadi adalah yang pertama.


Semua itu Galih lalukan untuk sedikit membuat pikirannya tenang.


"Apa yang bisa gue lakukan?" ucap Dion yang pertama bersuara.


Tentu saja langsung mendapat tatapan aneh dari Arjun. Begitu juga dengan Galih yang langsung sumringah.


"Gue ingin membuktikan kalau dia adalah Alya... dan untuk menggagalkan rencana mereka..." ucap Galih yakin.


Entah apa yang di rencanakan Lea dan Dean, tapi yang jelas Galih ingin rencana itu gagal.


"Caranya?" kali ini Arjun yang bersuara.


Ia tidak punya ide membuat rencana untuk membongkar semua itu.


Ketika pria itu kembali terdiam.


Rencana? rencana... apa yang perlu di lakukan?


batin Dion.


Seperti biasa, diantara ketiga pria di dalam ruangan itu hanya Dion lah yang selalu bisa menjadi penolong. Pria itu yang selalu menciptakan ide-ide di setiap masalah yang terjadi pada mereka.


Sama seperti waktu dulu, ketika Akira terlibat hubungan dengan Dean.


Dion lah yang memberi ide untuk membuat pria itu jera.


Lea bersekongkol dengan pria itu, apa tujuannya? selagi Dion berpikir, Arjun dan Galih sama-sama memandang sahabatnya. Berharap sebuah rencana ada di dalam kepala sahabatnya tersebut.


Pria itu adalah mantan pacar Akira... jadi kalau mereka bersekongkol, tentu saja ada tujuan sama yang ingin mereka capai, jangan-jangan? Dion terkejut dengan pemikirannya sendiri. .


"Apa istri Lo pernah membicarakan sesuatu?" tanya Dion kepada Arjun.

__ADS_1


"Tentang?" tentu saja Arjun kebingungan.


Karena sampai detik ini tidak ada yang dibicarakan Akira. Mereka bahkan hanya sibuk dengan urusan ranjang saja.


Agghh... aku jadi kangen dengan tubuhnya... dan ingin cepat pulang... pikiran Arjun kembali melayang pada hal-hal mesum.


"Apa Akira selingkuh lagi?" tanya Dion bahkan dengan menekankan kata Lagi di akhir kalimatnya.


"Ha?" tentu saja Arjun terkejut dengan pertanyaan Dion barusan. Selingkuh? Akira selingkuh?


Bahkan Galih juga sama, menatap sahabatnya dengan satu alis terangkat.


"Lo jangan sembarangan nyet kalau ngomong!" ucap Arjun. Kesal sendiri dia dengan ucapan Dion yang mengatakan kalau istrinya selingkuh.


Belum mengatakan sih sebenarnya, Dion hanya bertanya tapi Arjun tetap tidak terima.


Begitulah sifat konyol dari anggota Keluarga Pradipta tersebut.


"Akira hanya mencintaiku... tidak mungkin dia selingkuh..." tambah Arjun mengatakan fakta yang ada saat ini.


"Gue kan hanya tanya..." jawab Dion tak mau kalah. Dion sama sekali tidak menuduh Akira.


"Akira hanya mencintai ku... tidak mungkin dia selingkuh," ucap Arjun tetap pada pendiriannya.


"Iya-iya..." tentu saja Dion ngalah.


"Mereka kembali dekat," sela Galih.


Seketika Dion dan Arjun memutar kepalanya dan menatap Galih dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Siapa?" pancing Dion.


"Akira dan pria itu," jawab Galih jujur. Itulah yang ia lihat siang tadi.


"Dean maksud Lo?" teriak Arjun. Sebenarnya ia tak mau menyebutkan nama pria itu tapi entah kenapa tiba-tiba nama Dean lolos begitu saja dari mulutnya.


Gue melihatnya tadi...


"Mana mungkin? Akira tidak pernah menceritakan apapun tentang pria itu lagi... bagaimana bisa mereka kembali dekat? Lo pasti bohong!" tunjuk Arjun geram.


"Gue melihatnya sendiri Nyet! istri Lo kembali dekat dengan pria itu siang tadi... mereka terlihat ngobrol sebelum pulang," jawab Galih.


Darah Arjun seperti mendidih. Ia benar-benar tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi.


Bayangan dimana Akira yang berhubungan kembali mantan kekasihnya benar-benar mengganggu Arjun.


Tau situasi sedang tidak baik, Dion berusaha untuk mencerna semua informasi yang di dapatnya. "Apa mereka sekongkol untuk merusak hubunganmu dengan Akira?" tanya Dion. Itulah satu-satunya sumber ketakutan yang ada di dalam kepala Dion saat ini.


"Maksudmu?" tanya Arjun kembali bingung.


"Gini ya... kata Galih, Lea dan Dean merencanakan sesuatu. Coba pikir, apa yang mereka rencanakan kalau bukan untuk menghancurkan hubungan Lo dan Akira... secara Dean adalah mantan kekasih Akira..." Ucap Dion. Menjeda kalimatnya, Dion menenggak minuman di gelas kecil yang ada di atas meja dan kembali meneruskan ucapannya,


"Apalagi Lea mantan teman kencan Lo kan? ya walaupun tidak tadi menghabiskan malam... mungkin saja dia tersinggung," tambah Dion.


Wajah Arjun langsung pias. Apa yang dikatakan Dion benar-benar bisa ia terima dengan nalar.


Apa benar seperti itu?


"Secara udah di ubun-ubun, Lo tinggal begitu saja... Wanita mana saja juga tersinggung nyet!".


"Jadi?" hanya itu pertanyaan Arjun sekarang. Apa yang harus ia lakukan sekarang kalau memang seperti itu kejadiannya.


"Lo harus merusak rencana mereka dulu..." jawab Dion dengan entengnya.


Galih setuju dengan ucapan Dion.

__ADS_1


"Jangan biarkan Dean mempunyai tempat di hati Akira... dan jangan sampai Lo bisa di adu domba dengan istri Lo!".


Arjun paham apa kata Dion.


"Gue punya ide," ucap Dion dengan senyum yang merekah sempurna.


***


Arjun berjalan meniti anak tangga sambil berusaha untuk menjauhkan pikiran buruk nya terhadap sangat istri.


Tidak mungkin Akira kembali menjalin hubungan dengan Dean...


Hingga tiba di depan kamar, Arjun membuka pintu itu dengan sangat pelan takut mengganggu istrinya yang mungkin saja telah terlelap.


Apalagi memang Arjun pulang sedikit lebih terlambat dari waktu yang ia janjikan pada Akira.


Hal pertama yang Arjun lihat adalah kamar dengan penerangan yang sangat minim. Dengan langkah pasti, Arjun mendekati ranjang. Mulai naik ke sana menemani Akira yang memang telah tertidur.


Dari cahaya lampu di atas nakas, Arjun mampu mengamati wajah sang istri.


Tangannya terulur untuk menyentuh anak rambut yang sedikit menutupi wajah Akira.


Arjun hendak mencium kening sangat istri, tapi tiba-tiba bayangan Akira di cium oleh pria lain menghantui Arjun,


Apa-apa ini? batinnya kesal.


Arjun tidak jadi mencium Akira, tapi siapa sangka kalau hal itu justru membuat Arjun harus menjawab pertanyaan dari istrinya yang di kiranya telah tidur.


"Kenapa tidak jadi?" tanya Akira penasaran. Tadi ia mengira akan mendapat ciuman dari Arjun, tapi Akira salah.


"Eh," Arjun sedikit terkejut.


"Kenapa tidak jadi mencium ku?" tanya Akira masih ingin mendengar penjelasan dari suaminya.


Kalau aku bilang Aku risau mendengar kamu kembali akrab dengan Dean, apa kamu bakal percaya? ingin sekali Arjun berkata demikian.


Tanpa banyak beralasan, Arjun langsung mencium kening istrinya dan berucap "Selamat malam...",


Tapi tentu saja Akira berfirasat kalau ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran Arjun.


"Apa ada yang terjadi?" tanya Akira penasaran. Karena suaminya benar-benar terlihat beda.


"Tidak," elak Arjun.


"Bohong!"


"Tidak terjadi apa-apa sayang, ayo tidur..." Arjun masih meyakinkan istrinya. Memutar tubuh istrinya agar memunggungi Arjun.


Arjun bersiap untuk memejamkan mata, tapi Akira yang justru sedikit terganggu.


"Sayang..." panggil nya.


"Hm," jawab Arjun dengan mata terpejam.


"Kamu tau kalau aku sangat mencintaimu?" tanya Akira.


"Hm,"


"Jadi, mungkin aku tidak akan pernah mencintai orang lain selain dirimu..." ucap Akira yang mungkin ada pesan tersirat di dalamnya kalau Akira hanya mencintai Arjun saja sepanjang hidupnya.


"Tetaplah mencintaiku saja," pinta Arjun.


"Hm,"


***

__ADS_1


Tinggalkan Like dan Komentar dong...


__ADS_2