Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
218. Mengalah lah!


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Aku pernah di perlakukan seperti seorang RATU, bahkan seorang pria menangis di depanku. Janji dan sumpah telah ia ucapkan...


tapi semua itu hanyalah penenang...


lantas seperti apalagi pria yang bisa aku percaya...? Tiara.


---


Waktu terasa terhenti saat Tiara mengatakan siapa ia bagi pria yang berdiri di sampingnya itu. udara malam terasa semakin menusuk ke tulang.


"Baby... ayo masuk, aku kedinginan..." rengek Tiara semakin membuat suasana menjadi tak enak.


Membuat Galih otomatis mengangguk, tanpa bisa berkata-kata.


"Pulang lah Ya... ini sudah sangat malam," usir Galih. Tanpa mengiyakan permintaan Tiara juga semua sudah tau kalau saat ini sudah malam dan Alya tidak bisa berkeliaran seorang diri.


Bahaya bisa mengancam siapa saja termasuk wanita itu.


"Kenapa lo jahat terhadapku?" tanya Alya. entah yang ia maksud Galih atau Tiara. semuanya langsung kembali menatap Alya, mencari maksud dari ucapannya.


Tapi tatapan Alya justru terarah pada Tiara, bukan pada Galih.


"Kenapa lo menghancurkan kebahagiaan ku Tiara?" tanyanya lagi.


"Ya-" tolak Galih tapi tak bisa melanjutkan perkataannya karena Tiara lebih dulu mengangkat tangan memohon agar Galih tidak berbicara apapun.


"Kenapa lo merebut Galih dari gue?" teriak Alya pada akhirnya. wanita itu menangis, meluapkan segala kekesalan hatinya pada Tiara.


karena apapun yang terjadi saat ini, semua gara-gara Tiara. hanya Tiara lah yang membuat Alya tidak bisa kembali bersama dengan Galih.


kembali merajut mimpi yang pernah mereka impikan saat dulu.


Bahkan Alya sangat sedih, karena Galih tidak lagi sehangat dulu. tatapan penuh cinta yang selalu pria itu perlihatkan, kini tak lagi ada.


"Merebut? apa benar gue yang merebut Galih dari Lo atau Galih yang memilih untuk meninggalkan Lo dan mendekati gue?" tanya Tiara.


Sekarang, Tiara tidak bisa hanya diam dan melihat semuanya. apapun, bagaimanapun hasilnya setidaknya Tiara sudah memperjuangkan Galih. entah pada akhirnya Galih tak bisa seperti yang Tiara harapkan, tak apa...


"Kalau dilihat, gue jauh lebih muda dari Lo... tapi, pemikiran kita jelas berbeda Alya..." ucap Tiara tak lepas mengamati Alya.


Mengingat bagaimana sosok wanita naif di depannya itu untuk masa yang akan datang.


"Mungkin lo lupa... banyak orang yang bersedia memaafkan, namun tak berarti bisa untuk percaya lagi," ucap Tiara kembali menyadarkan apa yang telah Alya lakukan pada Galih di masa lalu.


Semua pasti pernah merasakan bagaimana rasanya di khianati, apa kita bisa mempercayai orang itu lagi? tidak kan...


Kita memang berusaha untuk memaafkan perbuatannya, tapi ada banyak alasan untuk kita selalu teringat pengkhianatannya. dan tak lagi mempercayainya lagi.

__ADS_1


Sama halnya dengan Galih, pria itu berusaha untuk. berdamai dengan masa lalunya. berdamai dengan sikap Alya di masa lalu, tapi untuk kembali? Galih tak bisa. melihat Alya justru membuka kembali luka yang pernah ia rasakan sebelumnya.


Kepalanya kembali merekam kejadian-kejadian di masa lalu, membuat Galih trauma untuk kembali menjalin hubungan dengan orang lain.


Itulah yang Tiara tangkap dari semuanya. mungkin itu juga alasan kenapa Galih tak pernah mengatakan bagaimana perasaanya terhadap Tiara hingga kini. walaupun pria itu amat peduli tentangnya.


Galih takut untuk mengatakan kalau dirinya mencintai Tiara. ia takut kalau suatu saat, hatinya kembali di patahkan oleh orang yang ia percaya.


Ya... Galih takut untuk patah hati kedua kalinya.


Itulah sebabnya ia hanya mengikat Tiara, membuat gadis itu tetap bersama dirinya. memperlakukan Tiara seperti miliknya tanpa mau membuat pengakuan atas perasaannya.


Karena menurut Galih, tindakan lebih penting dari sebuah pengakuan saja.


"Sejak awal gue tak pernah meminta apapun darinya... dia datang dan mengikat ku, apa itu juga kesalahanku?" tanya Tiara.


sungguh ia tak menutupi fakta yang terjadi pada dirinya dan Galih.


karena sejak awal, Tiara seperti terjebak dalam permainan Galih. pasrah dengan takdir apa yang telah tertulis atas namanya.


"Tidak mungkin..." tolak Alya. wanita itu masih yakin dengan apa yang ia percayai. bagaimana Perasaan Galih terhadapnya, masih sama seperti Alya pergi waktu itu.


Karena Alya yakin, Galih hanya mencintainya saja.


"Galih tak seperti itu, Galih hanya mencintaiku saja..." tambahnya.


Membuat Tiara tersenyum geli mendengar ucapan Alya barusan. Ya... dia memang masih mencintaimu... batinnya.


Tidak salah memang apa yang Alya yakini karena Tiara juga tau bagaimana perasaannya Galih untuk wanita itu. wanita pertama yang masuk dalam hati Galih dan bersemayam disama untuk waktu yang lama. bahkan tatapan penuh cinta itu masih bisa Tiara tangkap dari binar mata Galih, ketika mereka tak sengaja membahas masa lalunya.


Ya... mencintai seseorang memang membutuhkan hati yang kuat daripada orang yang di cintai.


Tiara akan membuat Galih hanya tetap bersamanya saja, bukan Alya maupun orang lain.


"Ya, cukup...". Galih kembali menggandeng tangan Tiara, "Ayo kita masuk..." pintanya pada Tiara. Galih tak mau ada perdebatan diantara kedua wanita itu.


"Galih, selesaikan semuanya disini sekarang..." ucap Tiara. membuat Galih membulatkan mata, Apa maksudmu Ra? begitu sorot matanya bicara.


"Menjelaskan semuanya... dan keputusan apa yang akan lo ambil... karena semakin lama menunda, masalah akan semakin sulit terselesaikan..." ucap Tiara.


"Tiara..." panggil Galih penuh permohonan.


Ia tak bisa menyakiti Alya. bagaimana jika terjadi sesuatu pada kesehatan Alya nanti?


"Kenapa? apa salah? gue juga butuh kejelasan... mau lo apa? dengan siapa lo akan menjalani hari selanjutnya... gue butuh kepastian Gal... gue tidak bisa menggandeng tangan pria yang sebelah tangannya saja masih terpaku pada wanita lain..." jelas Tiara.


Karena cukup bagi Galih untuk selalu bersikap plin-plan. Tapi sekarang saat dimana ketiganya berada dalam tempat yang sama, semuanya harus di luruskan bukan?


"Ra...".


"Kenapa lo yang memaksa Galih? lo yang jahat dengan memaksa Galih seperti itu..." bela Alya pada Galih.

__ADS_1


"Jahat? gue?" tunjuk Tiara pada dirinya sendiri.


tersenyum geli mendengar ucapan Alya yang justru lebih cocok untuk dirinya sendiri di bandingkan dengan Tiara.


"Seharusnya lo tau diri Alya... yang jahat itu gue atau lo!" desak Tiara. tanpa bertanya pun semuanya sudah dapat menilai siapa yang jahat diantara mereka.


"Seharusnya lo malu dengan mengatakan kalau Galih masih mencintai Lo... karena lo tak pantas mendapatkannya Alya... lo tak pantas mendapatkan cinta dari Galih setelah apa yang lo lakukan..".


Tiara mendekati Alya. berdiri tepat di hadapan wanita tinggi itu.


"Apa yang lo lakukan hingga yakin kalau Galih tetap mencintaimu? bahkan lo meninggalkannya saat Galih bukan pria mapan. Galih masih seorang pengangguran tapi tetap bertanggung jawab untuk uang kuliah lo... mempertaruhkan nyawanya di arena balap liar hanya untuk memenuhi kebutuhan lo...".


Tiara sedikit sedih mengingat cerita Galih waktu itu, betapa pria itu berjuang agar Alya masih bisa kuliah saat kedua orang tuanya telah meninggal.


Galih benar-benar pria yang bertanggung jawab.


"Lo meninggalkannya... lo meninggalkan Galih demi untuk tinggal bersama pria yang lebih mapan darinya. Bahkan lo tak tau dia hampir sekarat saat telapak tangannya tertembus pisau..." tambah Tiara.


Wajah Alya pias. secara, ia ingat dengan kejadian itu.


"Lo hanya meninggalkan luka padanya... hanya luka...".


Alya menatap ke arah Galih, tapi pria itu tetap tak bergeming. tak menyanggah perkataan Tiara ataupun membenarkannya. tapi yang jelas dari binar matanya, Alya tau ada sebuah kekecewaan disana.


"Lo kembali datang saat luka di hatinya belum sepenuhnya kering. padahal alasan lo kembali bukan karena Galih," ucap Tiara semakin berani.


"Lo di buang kan? tak lagi di butuhkan oleh pria yang memerlukan tubuh lo? karena itulah lo pulang ke negara ini. mencari kembali pria kaya lainnya hingga tertarik pada sahabat Galih bukan? tertarik pada sosok Arjun yang sangat mapan dan kaya raya. yang bisa menjadi ladang kekayaan untuk diri lo ...".


Ucapan Tiara membuat Galih membulatkan mata. padahal ia tak pernah bercerita tentang itu. tentang dimana Alya juga pernah mendekati Arjun. Ya... Galih menyembunyikan semua itu dari Tiara.


"Ra..." panggilnya. setidaknya mengingatkan Tiara untuk tidak berbicara secara gegabah. tak lagi mengatakan apapun yang bisa melukai Alya.


"Galih bilang seperti itu?" tanya Alya semakin tersayat.


"Tidak!" tolak Tiara. karena bukan dari Galih ia tau semua itu. Tapi Akira, ya... Akira lah yang bercerita tentang masalah yang ia hadapi bersama Arjun sebelum hamil.


Hal itu semakin membuat Tiara kesal. ia tak menyangka kalau Alya, wanita yang tidak Tiara kenal itu memiliki sifat yang amat buruk.


"Istri Arjun lah yang bercerita kepada ku... dia adalah sahabatku...".


Alya seperti kehilangan akal. Tenggorokannya seperti tercekat mendengar penuturan Tiara. Ia tak menyangka kalau dunia ini amat sempit.


semuanya terlihat seperti saling berkaitan.


"Dan sangat murahan jika lo berharap Galih bisa kembali padamu... setelah lo terbuang beberapa kali, lo baru mengingatnya, meminta uluran tangannya dengan alasan sebuah hubungan yang belum selesai... ck..." Tiara berdecak.


Hubungan sudah berakhir jika salah satunya sudah memutuskan...


"Berhentilah mengganggu laki-laki ku Alya... berhenti untuk merusak hubungan orang lain demi kesenangan lo sendiri..." ucap Tiara final.


"Ayo..." pinta Tiara menggandeng tangan Galih dan bergegas pergi dari sana.

__ADS_1


***


Part besok mereka akan bertengkar dan sebagai puncak konfliks pertama Tiara-Galih... Semoga syuka... love kalian banyak-banyak...


__ADS_2