
HAPPY READING...
***
Takkk.... bunyi pecahan gelas terdengar jelas, membuat tamu undangan yang berdiri tak jauh dari meja minuman terkejut sekaligus menengok ke arah pria di belakangnya.
Bukan wajahnya tapi lebih mengamati tangan pria itu yang menggenggam erat gelas yang tak tersisa lagi bentuk nya.
"Tangannya berdarah...!" ucap wanita itu terkejut. gelas yang tadinya berwarna putih bening berubah merah karena darah.
tapi Galih tak menghiraukan ocehan wanita itu. pandangannya masih tetap tertuju pada gadis yang duduk di bangku lumayan jauh darinya.
Tawa Tiara bersama dengan pria lain sangat mengganggunya. ingin sekali Galih datang dan memberi pelajaran pada pria itu, tapi siapa dirinya hingga melakukan hal itu? kekasih Tiara? jelas tidak!
Galih hanya pria yang terpaksa menjadi rumah bagi gadis yatim piatu di depan sana.
Semua orang di dekat Galih masih terus berbisik, hingga membuat Tiara tak sengaja melihatnya. melihat ke arah Galih dan terkejut karena pria itu juga dengn menatapnya dari jauh.
"Sebentar ya... gue mau ambil minum..." pamit Tiara.
karena ada yang naeh dari tatapan Galih kepadanya. Apa dia menatapku sejak tadi? apa Galih marah? kenapa tatapannya menakutkan begitu? batin Tiara.
"Biar gue ambilkan..." saran teman pria Tiara.
"Tidak usah..." tolaknya. Toh mengambil minum hanya alasan Tiara saja agar bisa mendekati Galih.
Hingga Tiara bangkit dari tempat duduknya. Berjalan ke arah Galih dan tak menyadari kalau tangan pria itu telah meneteskan banyak darah.
"Ngapain lo disini?" tanya Tiara sambil mengambil segelas minuman dan menenggaknya tanpa ragu.
Di detik selanjutnya Tiara menatap ke bawah dimana Galih seperti menjatuhkan sesuatu. Ha? darah?
"Galih..." panggil Tiara dengan tatapan masih ke bawah sana. mengamati telapak tangan Galih yang memerah.
Tiara menjatuhkan gelasnya hanya kerena ingin mengamati tangan Galih. diangkatnya tangan itu untuk melihat secara dekat, "Lo terluka?" tanya Tiara masih tak tau apa yang membuat tangan Galih terluka seperti itu.
"Puas kan Lo?" tanya Galih lirih tapi matanya penuh dengan kobaran api.
Maksudnya? batin Tiara, tapi sebelum menanyakan hal itu ada hal lain yang perlu ia lakukan. menghentikan darah yang keluar dari tangannya.
"Ayo ikut gue..." ucap Tiara tanpa ragu.
Dengan sapu tangan pemberian Galih tadi, Tiara menggunakannya untuk mengikat tangan Galih. setidaknya biar darahnya tak lagi menetes lebih banyak.
"Tunggu disini..." perintah Tiara. mendudukkan Galih sedikit lebih jauh dari kerumunan tamu undangan. dan setelahnya Tiara berlari mencari keberadaan Agus. ya... hanya pria itu yang bisa dimintai pertolongan dalam suasana seperti ini.
Setelah menajamkna mata dan mencari keberadaan Agus, Akhirnya Tiara bisa membawa pria itu menuju ke tempat Galih.
"Tangan Galih terluka... apa ada klinik di dekat sini..?" tanya Tiara.
"Tidak ada Nona... paling dekat 30 menitan..." jawab Agus.
"Tidak perlu, antar gue kembali ke Vila saja..." sela Galih. Luka di tangannya tak separah luka yang pernah Galih terima di masa lalu. ini hanyalah goresan ringan.
"Tapi Gal-" tolak Tiara.
__ADS_1
"Obati saja di Vila..." desak Galih.
Sejenak Tiara terdiam, menimang pilihan paa yang akan ia lakukan. hingga tatapanGalih begitu yakin kalau Tiara bisa mengobatinya sendiri.
"Baiklah kalau itu mau Lo... gue pamit pada lainnya dulu... tunggu di mobil," ucap Tiara pada akhirnya.
"Dan Agus... lo bisa mengantarkan kami bukan?" tanya Tiara beralih pada Agus. Tiara memang tidak bisa mengendarai mobil sendiri sedangkan Galih juga tidak memungkinkan untuk menyetir dengn keadaan tangan yang terluka.
"Baik...".
Tiara kembali menuju ke tempat pesta. menemui Pengantin tang tengah berbicara dengan Akira dan juga Arjun.
"Ada apa Tiara? kenapa lo terlihat panik?" tanya Akira.
Sedangkan yang lain hanya diam memperhatikan wajah Tiara yang memang terlihat cemas.
"Gue pulang dulu ya..." pamit gadis itu.
"Kenapa?" membuat Gadis ikut bersuara. padahal sejak tadi Galih dan Tiara belum memberi ucapan kepada mereka sama sekali.
"Tangan Galih terkena pecahan gelas... gue sudah memintanya menunggu di mobil...". sungguh Tiara menyesal, mungkin Gadis akan sedih karena Tiara pulang lebih awal. rapi mau bagaimana lagi, Galih lebih membutuhkannya.
"Ha? pecahan gelas? kenapa bisa?" ucap Akira dan Gadis bersamaan. sedangkan Arjun hanya menyerngitkan dahinya heran.
karena hanya anak kecil yang sampai terluka gara-gara hal sepele.
Tapi beda lagi dengan Dion, terlihat ada senyum di ujung bibirnya. bagaimanapun, Dion tau ada hal yang memang disengaja. karena seseorang akan melakukan hal-hal bodoh ketika jatuh cinta. dan tak menutup kemungkinan kalau waktunya Galih merasakan hal itu.
"Ya udah... temani si monyet..." jawab Dion enteng. bahkan Gadis langsung menatapnya dengan kebingungan.
"Makasih ya... Sorry juga..." ucap Tiara.
Hingga mereka semua menatap kepergian Tiar ynag terlihat tergesa-gesa.
"Lo tidak khawatir?" tanya Arjun pada Dion. padahal mendengar Galih terluka, Arjun sudah panik tadi. ia juga ingin melihat keadaan sahabatnya itu. tapi Dion malah terlihat santai seperti tak peduli dengan keadaan Galih.
"Dia hanya jatuh cinta..." jawab Dion. membuat Akira terkejut sambil membulatkan mata.
Apa? jatuh cinta? maksudnya Galih dan Tiara?
"Hei Akira.. kenapa lo terlihat terkejut seperti itu?" goda Dion. bukankah yang ia bicarakan bukan rahasia lagi? Dia saja tau kalau Galih dan Tiara memang sedang memiliki sebuah hubungan. hanya saja tak terlihat atau mungkin Galih yang membuatnya terlihat samar.
"Mereka sangat serasi..." tambah Gadis bahkan tak menyadari kalau ucapannya kian membuat Akira penasaran tentang apa yang twngha terjadi.
"Maksudnya?".
"Mereka sangat serasi bukan? bahkan gue sudah melihatnya sejak pertama kali menginap di Apartemen nya Galih waktu itu, iya kan Yon?".
Glekk... Dion dan Arjun sama-sama kehilangan nafasnya karena ucapan Gadis yang blak-blakkan.
Aduh... kenapa malah di perjelas sih... batin Arjun.
Galih... sorry, gue bukan gue yang membocorkannya... batin Dion.
Apartemen Galih? Tiara? apa jangan-jangan?
__ADS_1
"Tiara? di Apartemen Galih?" tanya Akira. sedangkan Dion dan Arjun sama-sama ketar-ketir.
"Iya...mereka tinggal satu rumah. lo tidak tau?".
Gubrakk... Arjun dan Dion benar-benar ingin pingsan saat ini juga.
apalagi mereka merasa telah mengkhianati Galih dengan tidak bisa menjaga rahasia.
"HA? Mereka tinggal serumah?" tanya Akira bahkan tanpa sadar meninggikan suaranya hingga membuat sebagian tamu undangan melirik ke arahnya.
Matilah kita! batin Arjun sambil menatap Dion.
Tentu mereka sudah tau bagaimana sifat Akira.
dan inilah alasan Dion dan Arjun menyembunyikan fakta kalau Tiara tinggal bersama dengan Galih.
tapi inilah definisi serapat-rapatnya seseorang menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. jika bukan Arjun dan Dion yang membongkar nya, Gadis lah yang membongkar itu semua.
Gue lupa belum memberitahu Gadis...hehehe... batin Dion.
"Hehehe... silahkan di lanjut lagi, nyet! istri lo pasti haus... sana ajak minum dan makan..." usir Dion dengan halus. jika Gadis dan Akira di satukan dalam waktu yang lama, aib-aib mereka termasuk Dion akan ikut terbongkar nantinya.
"Hei tunggu!" sela Akira.
Ya Tuhan! Dion sampai terjingkat kaget. apalagi dengan Arjun.
"Kalian tau hal itu juga?" tanya Akira pada duo monyet di depannya itu. siapa lagi kalau bukan Dion dan Arjun.
Serentak mereka menganggukkan kepalanya bersamaan. dengan senyum kaku yang tersungging di bibirnya.
"Dan hanya aku yang tidak tau?" tanya Akira dan lebih terfokus pada Arjun. membuat suaminya itu makin takut.
"Heheh... sayang... dengarkan aku..." rayu Arjun.
Matilah lo nyet! batin Dion.
"Apa? mau alasan apa lagi? ha?" tanya Akira nyolot. kesal sekali karena disini hanya Akira yang tidak tau apa-apa menyangkut hubungan Galih dan sahabatnya, Tiara.
sungguh Akira benar-benar ingin marah.
"Begini sayang... aku tak memberitahu mu karena saat itu kamu tengah hamil besar. aku tidak mau membuat mu ikut memikirkan Tiara, sedangkan saat itu kamu sudah stress gara-gara tekanan darahmu yang sering naik bukan?" ucap Arjun.
Alasanku masuk akal buka?
Padahal alasan sebenarnya karena permintaan Galih yang tak ingin memberitahu Akira.
"Jadi aku memutuskan untuk memberitahu mu setelah persalinan..." tambah Arjun.
"Apanya yang setelah persalinan, bahkan Starla sudah berumur 3 bulan baru mengetahui semuanya... eh bukan, kalau bukan mbak Gadis yang bilang mungkin aku tak akan tau kalau mereka tinggal bersama..." ralat Akira. membuat Arjun hanya bisa nyengir.
Arjun salah, ternyata Akira tak sebodoh yang terlihat.
"Hehehe...".
***
__ADS_1
Hahaha... Rame kan kalau Akira tau tentang semuanya...
Selamat menikmati omelan Akira, Tiara dan Galih...