
HAPPY READING...
***
Waktu telah berganti malam, Galih setelah mengantarkan Arjun kembali ke rumah Pradipta langsung meluncur ke arah tempat Kost Tiara. Merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Tiara yang tengah mandi.
Rencananya, Galih dan Tiara akan makan malam bersama. menikmati akhir pekan sebagai seorang pasangan kekasih sama seperti pasangan lainnya. berjalan sambil menautkan jari mereka memperlihatkan kemesraan.
Karena ada Galih di dalam kamarnya, Tiara tidak bisa seenaknya sendiri. sebelum mandi, ia juga telah membawa pakaian gantinya juga.
Hingga gadis itu keluar dengan pakaian yang kembali lengkap, rambutnya yang basah di gulung menggunakan handuk lain dan berjalan ke arah cermin rias. duduk dan mengeringkan rambutnya.
"Cepetan mandi..." perintah Tiara kepada pria itu. karena mereka belum menikah, jadi tidak boleh bukan mandi bersamaan walaupun Galih menginginkan hal gila seperti itu tadi.
Bahkan wajah cemberutnya masih terpampang jelas hingga saat Tiara telah selesai. mengambil handuk bekas gadis itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Yakin tidak mau ikut?" tanya pria itu di ambang pintu kamar mandi.
membuat Tiara menyunggingkan senyum lucu, karena setiap hari perlakuan Galih semakin manis saja. tak lagi berbicara dicara dengan nada meninggi di depan Tiara. dan lebih bahagianya lagi, hubungan Galih dan Ayah juga semakin membaik.
Ya... mereka memang memberitahu orangtuanya Galih tentang hubungannya dan semua orang ikut bahagia akan hal itu.
Pertama kalinya, Galih benar-benar membawa seorang wanita menemui orangtuanya. memperkenalkan Tiara sebagai kekasihnya bukan sebagai teman ataupun sahabat Bella.
"Gue akan membuka pintunya kalau lo berubah pikiran..." ucap Galih sebelum akhirnya pintu kamar mandi tertutup.
"Hahah... tidak akan..." tolak Tiara. ia masih waras untuk tidak menerobos masuk ke dalam kamar mandi menemani Galih.
Sambil menunggu Galih mandi, Tiara mulai bersolek. tak berlebihan karena hanya memakai riasan natural dengan pewarna bibir berwarna nude.
Hingga Tiara mengamati penampilannya yang terlihat sempurna, bersamaan dengan itu Galih juga keluar dari kamar mandi.
Pandangan Tiara terpaku pada cermin di depan sana yang memperlihatkan keadaan Galih dengan handuk yang melingkar menutupi tubuh bagian bawahnya saja.
Sisa air mandi sesekali menetes, melewati pahatan-pahatan yang terukir indah di bagian perut pria itu.
Hingga, Gleekk... Tiara tak bisa untuk tidak menelan ludahnya. matanya benar-benar dimanjakan oleh visual sangat kekasih yang begitu mempesona.
Belum menikah saja, Tiara sudah disuguhi oleh pemandangan indah ini. apalagi kalian mereka telah menikah? agh... sungguh mungkinata Tiara akan sehat seperti bayi yang baru lahir.
"Kenapa? apa lo suka?" sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Galih. membuyarkan lamunan Tiara tapi anehnya, kepalanya seperti terkunci dan tak bisa melempar pandangannya ke arah lain. Jangankan hatinya, bahkan mata dan juga kepala Tiara seperti telah mengkhianati nya. membuat Tiara salah tingkah dibuatnya karena terpergok menikmati pemandangan tubuh Galih secara langsung.
"Honey..." panggil Galih terdengar serak dan amat menggoda. otomatis membuat bulu kuduk Tiara meremang, S*al! seksi juga suaranya...
Bahkan saking bingungnya, Tiara sampai tak menyadari kalau pria itu telah berjalan mendekatinya. memeluk tubuh Tiara dari belakang hingga membuat Tiara menegang.
sungguh ia sampai bisa merasai bagaimana dinginnya bibir Galih karena sisa air bak mandi saat menyentuh pipinya.
"Gue mencintai lo..." bisik Galih di telinga Tiara.
Sebuah kata sederhana tapi amat menyentuh bagi Tiara. sungguh hanya mendengar ucapan Galih seperti itu saja sudah membuat hatinya berbunga-bunga. Tiara benar-benar bahagia dan juga merasa begitu spesial untuk pria itu.
"Gue juga Gal... bahkan lebih besar dari yang lo berikan padaku..." jawab Tiara.
__ADS_1
"Tidak... masih besar cintaku..." tolak Galih, karena rasa cintanya terhadap Tiara tidak bisa diukur begitu saja. bahkan sepertinya jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang telah diberikan pada Alya dulu.
mungkin saja jika Tiara pergi meninggalkannya, Galih akan kehilangan hidupnya juga dngan nyawanya.
"Baiklah..." jawab Tiara mengalah. momen manis seperti ini tidak boleh hancur hanya karena berdebat masalah kadar cinta mereka bukan?
"Jadi itu kupu-kupumu?" tanya Tiara penasaran karena tadi ia tak sengaja melihat sesuatu seperti sayap kupu yang tertutup handuk.
"Lo melihatnya?" tanya Galih sambil mencubit pinggang Tiara membuat gadis itu kegelian dan berontak.
"Hahah... sepertinya... tapi hanya sebagian sayapnya kok... biru kan?" tanya Tiara dengan polosnya. karena ia melihat seperti warna biru tua disana.
"Mau melihatnya?" goda Galih.
"Hahaha... tidak!" tolak Tiara.
"Ayolah..." panksa Galih lagi hingga membuat Tiara semakin berontak dan melepaskan diri dari pelukan pria itu.
"Hahaha... tidak ya tidak..."jawab Tiara.
***
Udara malam hari terasa menusuk tulang. membuat sebagain dari penduduk bumi enggan untuk keluar dari rumah mereka. bersamaan dengan itu, pasangan Galih dan Tiara baru saja keluar dari Restoran tempat makan malam mereka usai.
Galih, pria yang terlihat dingin dan cuek nyatanya amat peduli pada kekasihnya. membawa Tiara untuk makan malam di sebuah Restoran mewah dengan harga yang cukup menguras kantong demi untuk membahagiakan kekasihnya.
Beruntung sekali mendapatkan Galih di dunia ini. Tiara semakin yakin, apa terjadi di masa lalu Galih benar-benar momen terburuk dalam hidup pria itu.
karena mungkin saja, Galih juga memperlakukan Alya sama seperti Tiara. tak berniat sekalipun untuk mengecewakan wanitanya. itulah sebabnya Galih seakan trauma dengan mencintai wanita lagi karena telah dikecewakan.
"Bagaimana kalau kita ke taman dulu?" tanya Tiara.
"Sekarang?" tanya Galih. bahkan udaranya sangat tidak mendukung untuk berkeliaran saat ini.
Tapi melihat Tiara menganggukkan kepalanya penuh harap, bisa apa Galih selain menurutinya.
dalam hatinya juga Galih tak ingin kebersamaan mereka cepat berakhir. Galih ingin malam ini berjalan begitu lambat agar ia bisa sedikit lebih lama bersama Tiara.
Hingga 20 menit kemudian, mereka tiba di taman pinggiran Ibukota. Galih turun dan langsung membukakan pintu untuk kekasihnya.
berjalan menyusuri jalan setapak sambil menautkan jemari mereka seolah tak ingin terlepas.
Terlihat Tiara menggosok lemgannya karena udara dingin menusuk sampai ke tulang.
"Dingin kan?" tanya Galih terlalu peka hanya dengan melihat Tiara sekilas.
"Tidak..."elak Tiara. walaupun rona pucat di pipinya jelas menandakan kalau gadis itu cukup menggigil.
Tanpa basa-basi Galih langsung melepas jas yang ia kenakan. memakaikan pada pundak Tiara untuk sedikit membuat suhu tubuh kekasihnya tetap hangat.
"Makasih..." jawab Tiara kembali bahagia memilih Galih dalam kehidupannya.
Sambil menatap riak air di danau kecil di depan sana, Tiara dan Galih benar-benar menikmati malam mereka. sesekali bercerita untuk mendekatkan diri, berbagi rahasia yang mungkin bisa membuat mereka saling menerima.
__ADS_1
"Aku mencintai mu Tiara..." ucap Galih. dengan cahaya bulan di atas sana, semakin menambah pesonaria itu ketika menatap Tiara.
Entah sudah keberapa kalinya Galih mengatakan hal itu, Tiar asampia lupa untuk menghitungnya. yang jelas sangat berbeda dengan Galih yang ia kenal dulu.
Sekarang Galih terlihat lebih berani untuk mengungkapkan perasaannya di depan Tiara.
"Kenapa lo selalu mengucapkan ucapan yang sama?" tanya Tiara. karena aia juga penasaran kenapa Galih hampir setiap saat sellau bilang kalau pria itu mencintainya. padahal tanpa berkata sekalipun, Tiara sudah bisa melihat bagaimana rasa cinta Galih terhadapnya.
"Gue..." Galih menatap lekat manik mata Tiara. "Karena gue takut,... gue takut lo pergi dari sisi gue Ra..." jawab Galih jujur.
Terdengar manis bukan? tapi entah kenapa ucapan Galih justru memancing air mata Tiara untuk terjatuh. matanya tiba-tiba memanas mendengar penuturan Galih barusan.
Selembut itu perasaan lo Gal... batin Tiara.
"Gue takut ... kalau gue selalu diam, lo akan mengira kalau lo tidak punya tempat di hati gue... dan lo kembali pergi seperti dulu..." ulang Galih.
Dan benar saja, di detik selanjutnya air mata Tiara benar-benae jatuh. "Hiks...". Tiba-tiba gadis itu memeluk tubuh Galih dengan sangat erat.
"Gue tidak akan meninggalkan lo Gal... gue tidak akan pergi seperti dulu lagi..." janji Tiara. meyakinkan Galih kalau dia tak akan sejahat Alya dengan meninggalkan Galih hanya karena ambisi.
"Jaga kepercayaan gue Ra..." pinta Galih.
Membuat Tiara menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang Galih katakan.
Hingga tepat tengah malam, saat angin malam semakin berhembus dingin Galih dan Tiara kembali ke dalam mobil. sudah waktunya mereka untuk kembali pulang.
Setelah sama-sama duduk di bangkunya, Galih mengamati ponsel yang sejak tadi memang tertinggal di dalam mobil. membuka beberapa notifikasi di dalam sana karena penasaran.
Tiba-tiba wajah pria itu sangat pias, jemarinya seperti terhenti tepat di layar benda pipih itu. membuat Tiara yang seperti tau apa yang telah terjadi langsung bersuara, "Siapa? apa dari Alya?".
Mustahil jika orang lain yang mengirim pesan hingga mampu membuat wajah Galih berubah. pasti pesan itu adalah dari Alya, ya... itulah yang Tiara pikirkan saat ini.
"Ra...",
"Apa isi pesannya?" tanya Tiara dengan nada bergetar. sungguh tak tau apa yang terjadi, Tiara sudah sedih mendengar kalau Alya masih menghubungi kekasihnya.
hatinya seperti tak terima walaupun Galih sudah beberapa kali meyakinkan kalau Tiara adalah wanita satu-satunya yang berhak atas diri Galih.
"Dia sakit... dan saat ini tengah di rawat di RS..." jawab Galih.
"Apa dia menginginkan kedatanganmu?" tuduh Tiara.
"Ra...".
"Ya... gue sudah tau jawaban apa yang akan lo katakan..." sela Tiara mampu membungkam mulut Galih yang ingin mengatakan apapun.
***
Jeng jeng jeng...
2 Part kan, Jangan bilang masih kurang lagi! hehehe...
selamat berakhir pekan semuanya... kita ketemu lagi hari senin yak... Lop kalian banyak-banyak...
__ADS_1
Dan mo ingetin juga, sebentar lagi cerita receh ini akan selesai... rencananya sih akhir Febuari, tapi entah bisa selesai di akhir bulan atau molor sampai awal Maret... karena masih bingung nulis Part End mereka...