Di Kejar Pernikahan.

Di Kejar Pernikahan.
55. Dean Dalam Bahaya.


__ADS_3

HAPPY READING...


***


Dean menatap Akira dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Poros matanya benar-benar tertuju pada Akira seorang dengan detak jantung yang terasa aneh.


"Kamu tidak di mata-matai seseorang?" tanya Akira lagi. Karena Akira merasa kalau Dean dalam bahaya untuk saat ini.


"Sayang, apa maksudmu? siapa yang memata-matai diriku?" tentu saja Dean ingin sebuah jawaban dari Akira. Lagian siapa yang melakukan hal tidak ada gunanya seperti itu? Dean bukan orang kaya ataupun orang yang berpengaruh dalam negara ini, tentu tidak ada yang peduli dengannya.


Jika ada mungkin hanya orang tua Dean saja.


"Aku takut... hiks," adu Akira disertai dengan butiran air mata yang tiba-tiba jatuh melewati pipinya.


"Sayang... kenapa takut?"


Di direngkuhnya tubuh Akira oleh Dean untuk sedikit membuat gadis itu tenang.


Karena Dean juga tidak dapat mengabaikan Akira yang memang sejak tadi terlihat sangat khawatir.


"Aku takut Arjun mencelakai dirimu... Aku benar-benar takut Dean...".


Sambil mengelus kepala kekasihnya, Dean sedikit tersentak dengan apa yang Akira katakan. "Arjun? suami mu?" spontan Dean bertanya seperti itu.


Akira pun mengangguk. Walaupun ia tidak menerima Arjun sebagai suaminya, tapi faktanya memang seperti itu. Akira telah menikah dengan pria bernama Arjun.


"Memang apa yang akan dia lakukan terhadapku?" gurau Dean. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Akira. Memang masih ada ancaman seperti itu di masa modern seperti ini? begitu pikirnya.


"Jangan khawatir Akira, Aku baik-baik saja...".


Walaupun berkata seperti itu, dalam hatinya Dean juga merasa sedikit khawatir. Kekhawatirannya itu cukup terhubung karena kejadian semalam dimana dia tak sengaja bangun di tengah malam.


FLASHBACK ON...


Malam telah menuju ke peraduannya. Entah karena terlalu banyak minum air di malam hari atau karena alasan lain, Dean tiba-tiba terbangun di tengah malam dan pergi ke kamar mandi untuk bunga air kecil.


Tapi setelah selesai, matanya tiba-tiba sulit untuk terpejam kembali.


Karena di rasa tida lagi mengantuk, Dean memutuskan untuk naik ke Rooftop rumah untuk sedikit merasai udara malam. Apalagi memang cuaca benar-benar terasa panas.


Dengan membawa buku pelajaran, Dean naik ke atas sana. Seketika yang dilihatnya adalah pemandangan malam dengan banyak taburan bintang di langit.


"Agghh... disini lumayan sejuk," gumamnya pelan.


Dean masih terus mengamati jalanan kompleks perumahan dimana keluarga tinggal saat ini. Sepi dengan beberapa lampu yang memang sengaja di matikan oleh pemilik rumah lain.


Tapi ada sebuah keanehan di bawah sana. Lebih tepatnya di tanah kosong yang terletak tepat di seberang rumahnya. Di pinggir jalan, ada sebuah mobil hitam terparkir.


Sebenarnya tidak aneh bagi Dean, karena memang sering ada tetangganya yang sengaja memarkirkan mobil disana. Tapi kali ini beda, di mobil itu ada 2 orang laki-laki dimana 1 diantaranya sedang duduk di dalam mobil sedangkan yang satunya terlihat mengamati sekitar dari depan mobil.


Siapa mereka? batin Dean bertanya-tanya. Apalagi saat ini sudah tengah malam tentu saja jarang ada orang yang masih terjaga. Biasanya orang-orang sudah bersiap untuk masuk ke alam mimpi.


Karena penasaran, Dean memutuskan untuk mencaritahu. Dengan tergesa-gesa, pria itu kembali turun. Membuka pintu depan untuk melihat siapa 2 orang pria di depan sana.


Dean memang sengaja tidak menghidupkan lampu terasnya.


Tapi saat Dean sedang membuka gerbang rumah, pria itu segera masuk ke dalam mobil dan kendaraan itu langsung pergi.

__ADS_1


Itulah yang membuat Dean merasa aneh.


Bukan itu saja. Keanehan juga muncul kembali keesokan harinya. Saat Dean hendak berangkat kuliah, di perjalanan ia menyadari bahwa ada kendaraan lain yang sengaja mengikutinya dari belakang.


Tadinya Dean hanya mengira kalau hal itu adalah sebuah kebetulan saja dimana mereka dalam satu arah yang sama. Tapi kecurigaan Dean muncul saat dirinya sengaja mempercepat laju motornya, mobil di belakangnya juga ikut melaju kencang mengikuti Dean. Bahkan Dean sampai mengubah jalan yang dilaluinya, Mobil di belakangnya juga ikut.


"Sial! kenapa mereka mengikuti ku?" ucap Dean bertanya pada dirinya sendiri. Tapi ia tidak tau alasannya.


Mobil yang mengikuti Dean kehilangan jejak tepat di perempatan tak jauh dari Universitas. Dean akhirnya masuk ke tempat kuliah dengan sedikit lega.


FLASHBACK OFF...


Apa semua itu ada hubungannya dengan yang Akira bicarakan? Apa benar mereka sengaja memata-matai ku? kenapa?


"Dean!" panggil Akira.


Entah kenapa tiba-tiba Dean terlihat melamun.


"Eh, maaf..." jawab Dean tersentak kaget.


"Apa kamu ingat sesuatu? apa benar kamu diikuti oleh anak buah Arjun?"


Akira memberondong Dean dengan banyak pertanyaan.


Walaupun pada kenyataannya memang Dean mengalami hal itu tadi pagi, tapi ia tak bisa memberitahukan semuanya pada Akira. Dean tak mau membuat kekasihnya itu semakin curiga.


"Memang apa alasannya Arjun sampai melakukan itu kepadaku?" pancing Dean.


"Karena aku meminta cerai,"


"APA?" tentu saja Dean terkejut akan hal itu.


"Iya, kemarin aku menanyakan perihal cerai dengannya," aku Akira.


"Lalu?"


"Dia tidak mau menceraikan ku Dean... Arjun tidak mau kami bercerai," jawab Akira dengan air mata yang kembali menetes.


Dean semakin tidak paham dengan jalan pikiran Arjun. Kata Akira, Arjun juga tidak menyetujui pernikahan atas dasar perjodohan yang orangtuanya rencanakan, pria itu pula yang meminta Akira untuk berpura-pura menjadi istri bagi dirinya, lalu kenapa Arjun tidak mau bercerai? begitu dalam jati Dena bicara.


"Kenapa? kenapa dia tidak mau?",


"Entahlah Dean... aku juga tidak tau kenapa Arjun melakukan hal itu, dia itu licik, brengs*k!, hiks hiks..."


Akira benar-benar membenci Arjun.


Bum selesai mereka bicara, tiba-tiba ponsel Dean berbunyi mengadakan ada sebuah pesan yang masuk. Tapi pesan itu di kirim oleh nomor yang tidak di kenalnya.


Dean segera membaca pesan itu, dan matanya langsung membulat sempurna.


Erika?


Dean terkejut dengan pesan yang ternyata adalah foto adiknya, Erika. Bukan hanya 1, nomor tak di kenalnya itu mengirim 3 foto yang berbeda.


Belum selesai terkejut, ponsel Dean kali berbunyi.


+685*********

__ADS_1


[ERIKA, pelajar di SMP XX kelas 1. Bocah seusianya tentu saja sangat mudah untuk diperdaya bukan? bagaimana kalau aku menyentuhnya sedikit saja, tentu saja sangat asyik...]


[Benar kan...? Dean!]


Dean benar-benar seperti kehilangan nafas saat membaca pesan itu. Bagaimana dia tau?


"Dean," panggil Akira.


"Ada apa?" tanya gadis itu pada kekasihnya. Akira mengamati perubahan wajah Dean yang tiba-tiba terlihat cemas.


Kalau kau jujur dengan Akira, dia akan tambah cemas nanti... tidak! aku tidak boleh bilang...


"Tidak," bohong Dean.


Dean segera membalas pesan nomor tak di kenalnya,


DEAN : [Siapa Lo? jangan berani-berani menggangu adikku!!]


pesan balasan Dean penuh dengan ancaman.


+6285*********


[Hahaha... mengganggu? jangankan adik Lo! gue bahkan bisa menghancurkan keluarga Lo hanya dengan waktu 1 menit!]


Dean semakin gusar dengan pesan balasan entah dari siapa itu.


DEAN: [Siapa Lo?] balas Dean lagi.


+6285*********


[Datang ke gedung X malam ini jam 8 malam, Lo bakal tau siapa gue!]


Gedung X? Bukankah itu gedung yang baru saja selesai di bangun? batin Dean bertanya-tanya.


"Dean, pesan dari siapa itu?" tanya Akira. Karena setelah mendapat pesan, Dean terlihat seperti kebingungan. Pria itu bahkan tidak fokus pada Akira.


Tidak... aku tidak akan memberitahu Akira...


"Oh itu... adikku, ya... Erika memintaku untuk menjemputnya..." Dean kembali berbohong pada Akira.


"Serius?" selidik Akira.


"Tentu saja..." jawab Dean.


Bagaimanapun, Dean akan menghadapi semua ini sendirian.


"Baiklah... sana buruan pergi," pinta Akira.


Ia tau kalau adiknya Dean sangat membutuhkan sangat kakak.


"Baiklah, aku pulang dulu ya..."


"Hm,"


Dean mengecup singkat pucuk kepala Akira dan segera pergi.


***

__ADS_1


Waduh?


__ADS_2